Rahasia Menanam Tomat Pak Sadi di Cibodas

image

Sebenarnya ini sudah agak lama, kira-kira sebulan yang lalu. Bari sekarang saya sempat menuliskannya. Saya diajak oleh teman ke kebun organiknya di Cibodas. Tepatnya di dekat agropolitan Cibodas. Selesai melihat2 kebun saya diajak jalan2 menyusuri lahan sayuran di sekitar agropolitan.

Banyak sayuran yang ditanam di sini. Dari sekian banyak macam sayuran, hanya satu petani yang ahli menanam tomat. Nah, saya diajak melihat ke kebun tomatnya. Saat itu kebunnya sudah tidak dipanen, karena sudah lewat masa panennya yang kira2 5-6 bulan. Padahal buah tomatnya masih banyak dan masih bagus. Lebih bagus dari tomat yang dijual bi Eneng, tukang sayur komplek kami.

Continue reading

About these ads

Mengapa Bioetanol Tidak Berkembang di Indonesia…???

Di saat harga BBM kembali dinaikkan oleh pemerintah, orang-orang kembali ribut untuk mencari solusi alternatif pengganti BBM. Salah satu biofuel pengganti/subtitusi bensin adalah bioetanol. Gaung bioetanol pernah booming kurang lebih 8-10 tahunan yang lalu. Rasanya hampir semua orang berlomba-lomba membuat bioetanol, terutama dari singkong/pati. Kebun-kebun singkong dibangun di mana-mana. Pelatihan-pelatihan bioetanol berjamur dan selalu penuh pesertanya. Namun, ini yang sungguh membuat saya terheran-heran, realisasi bioetanol sebagai energi di Indonesia ternyata NOL. Saya ulangi lagi NOOOOL…sodara-sodara….. alias NIHIL….alias NGGAAKKK ADA. Data ini saya peroleh dari website/publikasinya Kementrian ESDM dan informasi langsung dari staf ESDM. Sungguh aneh.

Saya sudah membahasnya di artikel lain, mengapa bioetanol masih diperlukan di Indonesia. Bioetanol belum bisa digantikan oleh biogas, biosolar/biodiesel atau listrik. Kenapa….????? Karena semua motor dan sebagian besar kendaraan di Indonesia masih minum bensin/premium. Mesin bensin beda dengan mesin diesel apalagi mesin biogas atau mesin listrik. Karenanya mesin bensin tidak bisa disuruh minum biosolar dan biogas. Perlu modifikasi sana-sini atau tambah ini-itu.

Pemerintah sudah menaikkan harga premium menjadi Rp. 8.500 pr liter sejak seminggu yang lalu dengan alasan bahwa subsidi BBM sangat membebani anggaran negera. Terlepas dari pro dan kontra terhadap kebijakan pemerintah tersebut, saya hanya berharap agar momentum kenaikan BBM ini bisa menjadi momentum kebangkitan/kesadaran pemerintah dan bangsa ini untuk mengembangkan biofuel, khususnya bioetanol. Hanya saja, perasaan saya euforia bioetanol dan biofuel tidak seperti 8 tahun yang lalu. Program ini pernah tidak berjalan alias gagal, dan sepertinya orang-orang sudah trauma dengan kegagalan ini.
Continue reading

Bercocok Tanam di Teras Rumah (part 2)

image

Ini melanjutkan lagi posting sebelumnya tentang bercocok tanam di teras rumah. Awalnya cuma iseng-iseng saja, ternyata asik juga. Teras rumah yang cuma seuprit bisa untuk menanam sayur2an. Cara penanamannya organik dan tidak menggunakan pupuk kimia atau obat2a kimia. Jadi lebih sehat dan lebih aman. Istilah kerennya sekarang adalah urban organic farming.

Benih & Bibit Tanaman

Saya akan cerita mulai dari awal, benih tanaman sayur-sayuran. Kebetulan beberapa waktu yang lalu saya mudik ke kampung halaman di Magelang. Di kampung benih lokal tanaman sayuran harganya murah. Saya beli beberapa macam benih. Terutama benih-benih yang cocok di dataran rendah. Saya membeli banyak benih tanaman, seperti: bayam cabut, kangkung cabut, tomat, cabai rawit hijau, cabai rawit merah, terong unggu, terong lalap, kacang panjang, sawi hijau dan kobis (kol). Belinya cuma sekantong kecil saja. Jumlah itu sudah lebih dari cukup untuk menanam di halaman rumah.

image

Kangkung Cabut

Continue reading

Jagung yang Dipupuk dengan Promi Produksinya 12.5 ton/ha

Saya mendapatkan kiriman foto via Facebook dari teman yang menanam jagung di Tulungagung Jatim, Pak Agung Widiyanto. Dia mengirimkan foto2 tanaman jagungnya yang diberi pupuk dasar Promi. Batang jagungnya tumbuh besar dan jagungnya besar2. Berikut ini foto2 yang beliau kirimkan.

Info lain tentang Promi silahkan klik: Promi.

image

Foto batang jagung yang terlihat besar dan sehat.

image

Link komentar asli https://m.facebook.com/photo.php?fbid=878081758882151&id=100000410048681&set=p.878081758882151&source=47&ref=m_notif&notif_t=share_comment

Foto jagung ketika panen.

Fotografi: Memotret Hutan Gunung Bunder

Gunung Bunder Bogor

Hutan di Gunung Bunder, Bogor

Saya suka memotret dan fotografi, tapi saya tidak punya waktu khusus untuk melalukan hobi saya ini. Saya memotret setiap ada kesempatan. Memotret apa saja. Dan seringkali memotret sambil jalan-jalan bersama keluarga. Salah satunya ketika memotret hutan di Gunung Bunder.

Continue reading

Jalan-jalan ke Gunung Bunder, Kaki Gunung Salak

Gunung Bunder Bogor

Hutan di Gunung Bunder, Bogor

Gunung Bunder adalah salah satu wanawisata di kaki Gunung Salak, Bogor, Jawa Barat. Ada banyak curug atau air terjun dan bumi perkemahan. Gunung Bunder bisa jadi salah sarana melepas penat bersama keluarga.

Jika ada waktu luang, kami sekeluarga lebih suka menghabiskan waktu bersama di alam bebas. Jalan-jalan ke Kebun Raya atau ke hutan-hutan di kaki gunung Salak, salah satunya Gunung Bunder yang ada di Ciampea.

Ini koordinate Gunung Bunder untuk mengetahui posisi dan rute menggunakan Google Maps atau Waze:

Continue reading

Ketombe yang Bikin Jengkel & Minder

Ketombe mungkin bukan penyakit yang mematikan. Tapi, ketombe bisa membuat orang mati kutu dan malu. Suer saya merasakanya sendiri. Alhamdulillah, sekarang masalah ketombe itu lambat laun bisa teratasi.

Entah sejak kapan saya mulai ketombean. Lupa. Mungkin karena saya seorang kontraktor alias ke mana-mana pakia motor. Saya termasuk pengendara motor yang taat aturan. Saya hampir selalu memakai helm standar DOT setiap naik motor. Mungkin karena itu kulit kepala menjadi bermasalah. Lambat laun muncullah ketombe.

Awalnya rabut terasa gatal. Kalau digaruk2 serbuk2 putih beterbangan. Awalnya kecil2 saja. Saya jadi ingat iklan shampoo anti ketombe di tivi. Setelah saya pakai bukannya hilang malah semakin banyak ketombenya. Ketombenya lebih besar ukurannya. Mengerikan.

Continue reading

Sepotong Kenangan dg Ust. Muhibbin Bakrun, Lc.

image

Ust. Muhibbin Bakrun, Lc. (Foto dari Akun FB Laziz Mafaza)

Dari sekitar tujuh orang yg tinggal di masjid Fatimatuzahra, mungkin saya yang paling lain sendiri. Rambut saya lebih dari sebahu, celana jeans ketat, dan naik RX King. Teman-teman lain lebih alim dan kelem, jengot dipelihara dan celana congkrang. Tapi Ust. Muhibbin tetap sabar mengajar kami mengaji. Beliau selalu tersenyum lebar setiap ketemu saya dan memanggil nama saya dengan intonasi khasnya “Isroi”, terus menjabat tangan saya dengan tangan diayunkan dulu.

Ust. Muhubbin mengajar banyak pelajaran dasar-dasar Islam, seperti tafsir, bahasa Arab, dan fikih. Yang paling sulit saya ikuti adalah bahasa Arab. Bukunya ajarnya masih saya simpan sampai sekarang. Susah sekali saya mengikutinya. Dari semua murid yang ikut pelajaran2 itu, saya paling bodoh sendiri. Malu.

Continue reading

Catatan Ciengkek (lagi)

image

Ciengkek masih jadi tantangan untuk ditaklukkan. Saya coba mengukur berapa jarak dan tinggi tanjakan Ciengkek ini. Pengukuran di mulai dari jembatan kali Ciomas yang ada di dekat  pangkalan pasir. Untuk mengukur ketinggian saya menggunakan aplikasi Altimeter untuk Smartphone Android. Ketinggian di posisi awal ini terbaca 286 dpl.

image

Untuk mengukur jarak tempuh dan waktunya saya menggunakan aplikasi Endomondo. Dengan aplikasi ini saya bisa merekam jejak di peta Google Maps, jarak yang ditempun dan waktu tempuhnya. Saya bersepeda berdua saja dengan Arroyan.

Continue reading

Macan Tutul yang Merawat Bayi Kera yang Dimangsanya

Seekor macan tutul (leopard) yang merawat bayi kera yang ibunya mati dimangsanya. Video ini sungguh menggugah perasaan. Seekor binatang yang buas ternyata tetap memiliki perasaan belas kasihan. Macan tutul ini memangsa seekor monyet dan membunuhnya. Ternyata monyet ini sedang memiliki bayi monyet yang masih kecil. Bayi monyet ini tetap beergelayut di bangkai ibunya yang dibunuh sang macan tutul. Rupanya sang macan tutul punya rasa belas kasihan. Bayi monyet ini dirawatnya. ;(