Video Pengomposan Jerami Full

Video ini merupakan perbaikan dari video yang telah diupload sebelumnya. Video ini lengkap berisi cara pengomposan jerami dengan Promi yang mudah, murah, dan sederhana.

Tips Android: Mengolah Foto dengan Adobe Lightroom Mobile

image
Sumber: Flowers. Diolah dengan Adobe Lightroom Mobile

(Gambar screenshot dari HP Pribadi)

Adobe Lightroom merilis softwere untuk platform Android. Applikasi pengolah foto yang sangat populer ini tersedia gratis. Hasilnya luar biasa. Namun, aplikasi ini perlu koneksi internet dan memakan cukup banyak sumberdaya Smartphone Android.


Baca juga: Tips Android | Fotografi


Adobe Lightroom Mobile bisa didownload di Google Playstore: Adobe Lightroom Mobile. Cara menginstallnya mudah dan pemakaiannya juga mudah. Jika Anda sudah pernah menggunakan LIghtroom sebelumnya di laptop atau PC akan segera familier dengan applikasi ini.

image
Sumber: Download dan install Adobe Lightroom Mobile di Google Playstore

(Gambar screenshot dari HP Pribadi)

image

(Gambar screenshot dari HP Pribadi)

Adobe Lightroom Mobile menggunakan mekanisme yang mirip dengan versi dekstopnya. Pertama foto yang akan diedit mesti di-import dulu ke koleksi. Anda juga bisa memberi nama koleksi2 foto tersebut.

Continue reading

Facebook untuk Petani

image

Ada fonomena menarik yang saya amati beberapa waktu ini di halaman Facebook. Petani2 dan peternak mulai membentuk grup2 sendiri2. Ada yang berbagi pengalaman, berjualan, atau berbagi status saja. Kalau dioptimalkan fasilitas FB gratis ini bisa menjadi senjata ampuh untuk petani untuk meningkatkan ketrampilannya dan meningkatkan pendapatannya.

Ketika harga cabe sedang gila-gilanya saya mengikuti grup Petani Cabe. Banyak yang menarik dari grup ini. Anggotanya hampir dari seluruh belahan Indonesia. Pengeraknya petani2 dan (mungkin) juga tengkulak cabe. Ada kegiatan yang menarik yang dilakukan di grup ini, yaitu absen harga cabe di wilayah masig2. Dari jabar ada yang melaporkan harga di tingkat petani sudah turun hanya Rp. 20rb per kg. Ada yang mengatakan harga cabai di Makasar masih bertengger di atas harga Rp. 100rb per kg. Komentar2 pun bersahutan dan terjadi transaksi antar daerah. Menarik.

Ada juga yang mengupload foto2 tanaman cabenya yang rimbun dengan buah cabe siap panen. Disertai harga dan omzetnya. Bahkan ada yang melaporkan jika lahan yang disewanya sudah dibeli dari hasil panen cabe. Hebat.

Petani2 yang mengalami masalah dengan tanaman cabainya juga mengupload foto2 tanaman yang terserang hama/penyakit. Petani2 lain yang punya pengalaman yang sama saling memberi saran. Ini sarana belajar yang luar biasa.

Masalah pupuk, obat, pupuk organik, media tanam pun cukup ramai. Saya perhatikan beberapa produsen pupuk atau marketingnya gencar berpromosi. Media promosi yang efektif, lintas jarak dan waktu. Ruuaar biasa.

Namun ada juga sebuah grup yang dibentuk oleh produsen komoditas pertanian. Isinya jualan melulu. Namun, menurut saya hebat juga. Adminnya selalu mengupload aktivitasnya memenuhi permintaan pelangan2nya. Hebat.

Ada juga beberapa grup yang dibuat oleh produsen pupuk/pestisida. Sebagian besar isinya hanya promosi, baik yang langsung maupun terselubung. Grup2 seperti ini kurang banyak peminatnya.

Tidak bisa dipungkiri jika FB sedik8t banyak merubah perilaku petani kita. Hadirnya smartphone Android ikut mendorong perubahan ini. FB sangat mudah diakses dari HP. Grup2 di FB juga lebih interaktif daripada milist2 jaman dulu. Kita bisa melihat update status dan komentar langsung dari halaman FB, berikut notifikasinya. Komunikasi private (PM) pun mudah dilakukan dengan messenger.

Peluang ini mestinya perlu dilirik oleh stakeholder pertanian Indonesia, termasuk pemerintah via Deptan atau Meninfo. Petani jaman sekarang tidak lagi hanya pegang pacul. Mereka sekarang sudah pegang smartphone. Dengan koneksi internet yang minimalis pun tetap bisa terhubung dengan rekan2 petani yang lain.

Saya juga menemukan grup2 penyuluh mandiri. Sayang isinya lebih banyak keluh kesah daripada sharing ide tentang pertanian.

Ayo Maju Petani Indonesia.

image

image

image

image

image

2014 in review

The WordPress.com stats helper monkeys prepared a 2014 annual report for this blog.

Here's an excerpt:

The Louvre Museum has 8.5 million visitors per year. This blog was viewed about 940,000 times in 2014. If it were an exhibit at the Louvre Museum, it would take about 40 days for that many people to see it.

Click here to see the complete report.

Ada Suara Perempuan Menyanyi di Perpustakaan

Malam2 datang ke kantor, karena mesti menerima kiriman barang yang dibawa oleh dua orang petugas. Karena sudah malam, saya ajak mereka mengobrol di ruang perpustakaan. Ruang perpustakaan ini kuno, perabotannya kuno, buku2nya juga kuno, termasuk ruangannya yang besar dan tinggi juga bergaya Belanda. Saya berdua dengan Arroyan. Tamu saya juga berdua. Saya dan tamu duduk di meja tamu. Arroyan duduk agak jauh di meja baca kuno. Cukup lama kami ngobrol di ruang perpus itu.

Ketika pulang, Royan cerita:
“Bi, tadi waktu di perpus aku dengar ada yang suara orang menyanyi.”
“Di mana?”
“Di dekat pintu depan itu. Suaranya samar-samar, tapi aku dengar.”
“Ah…tidak ada siapa2. Abi tidak dengar apa2. Satpam kali yang menyanyi?”

Di depan perpustakaan memang ada meja satpam.

“Yang nyanyi suaranya perempuan kok, Bi. Suaranya pakai bahasa apa gitu, aku nggak jelas.”
“Pakai bahasa Inggris?”
“Bukan!”
“Bahasa Belanda?”
“Nggak tahu, iya mungkin.”

Saya tenggok jam, jarum pendek berada di tengah angkan 10 dan 11. Setahuku di kantor malam itu hanya ada saya, Royan, dua tamu saya, dan dua orang satpam. Tidak ada yang lain dan tidak ada yang perempuan. Apalagi bisa bahasa Belanda.

Entah siapa yang berdendang malam2 di depan perpustakaan tadi.

Pestisida Nabati untuk Kutu Kebul


Info lengkap pestisida nabati klik di sini: Pestisida Nabati


Bahan- bahan:

  • Bawang putih 1 ons
  • kunyit 1 ons
  • Lengkuas 3 ons
  • Sereh 3 batang Merica secukupnya

Cara membuat:

Semua bahan ditumbuk sampai hancur, tambahkan air 1 liter dan didihkan sebentar. Setelah selesai pindahkan ke ember atau wadah. Tambahkan sabun cuci yang biasa untuk mencuci piring secukupnya, aduk sampai rata, kemudian dinginkan. sebelum digunakan saring dengan kain halus, agar tidak menyumbat semprotan.

Aplikasi:Tambahkan air, setiap 100 cc – 200 cc tambahkan air 3 s/d 4 liter air. Semprotkan pada tanaman yang terkena hama.

Sumber: Group FB Jahe Merah Organik

Pengenceran Horhon Giberelin

Kunci Inggris sebenarnya adalah Kunci Swedia

Kunci Inggris Kunci Swedia

Kunci Inggris yang kita kenal sebenarnya adalah Kunci Swedia (Sumber: https://sweden.se/business/10-innovations-you-didnt-know-were-swedish/)

Orang Indonesia lebih mengenalnya sebagai kunci Inggris. Namun sebenarnya kunci ini adalah kunci Swedia. Inventor Swedia yang bernama Johan Petter Johansson memperbaiki desain kuno Kunci Inggris dan mematenkan temuannya itu pada tahun 1891. Desain Johansson jauh lebih baik dan lebih praktis daripada desain kunci Inggris. Desain itu mengalami beberapa perbaikan dan menjadi seperti ‘kunci Inggris’ yang kita kenal sekarang ini.

Desain kunci inggris yang asli (Sumber: Wikipedia)

Desain kunci inggris yang asli (Sumber: Wikipedia)

Pemupukan pada Tanaman Jahe

Tanaman jahe di polybag

Tanaman Jahe di Polybag (sumber: Google Image)

Seperti halnya mahluk hidup yang lain, tanaman jahe juga perlu ‘makan’. Makanan jahe adalah pupuk. Agar jahe bisa tumbuh ‘gemuk’ dan produksi rimpangnya juga buanyak, jahe perlu diberi ‘makanan’ yang penuh gizi, yang cukup, dan seimbang. ‘Makanan’ jahe paling tidak harus mengandung nutrisi makro dan mikro, antara lain: nitrogen (N), fosfat (P), kalium (K), Magnesium (Mg), Sulfur (S), seng (Zn), Boron (B), tembaga (Cu), besi (Fe), dll.

Ada banyak panduan memberi ‘makan’ tanaman jahe alias pemupukan ke tanaman jahe. Saya coba rangkumkan beberapa rekomendasi pempupukan yang ada di beberapa literatur. Dari catatan ini bisa diperkirakan sendiri pemupukan yang cocok untuk tanaman jahe di lahan maupun di polybag.


Pupuk Organik Cair Khusus Jahe


Rekomendasi pemupukan dari Balitro Bogor:

A. Budidaya jahe organik:
– pupuk kandang (sebagai pupuk dasar) 60 – 80 ton per ha

B. Organik dan Kimia:
– pupuk kandang (sebagai pupuk dasar) 15-20 ton per ha
– pemupukan pertama: 20 gr urea per tanaman, 10 gr TSP, 10 gr ZK, dan 112 K2O per ha pada usia 4 bulan.
(catatan: saat ini TSP dan KCl sangat sulit diperoleh di pasaran, kalau pun perlu dicek keasliannya dengan menganalisa kandungan haranya)

Dari paper Ekwasita dari Balitro Bogor:
– 20-30 ton pupuk kandang,
– 300 kg urea,
– 300 kg SP-36, dan
– 300 kg KCl.
(catatan: KCl kini sulit diperoleh di pasaran)

Produksitivitas teoritik jahe tersebut adalah 25-30 ton per ha.

Continue reading

Fase-fase Pertumbuhan Jahe

jahe di polybag

Tanaman jahe di polybag (sumber: Google Image)

Tanaman jahe memiliki fase-fase pertumbuhan dari mulai pembibitan hingga panen. Fase-fase ini berdasarkan literatur dari China yang memiliki fase panen yang lebih pendek daripada fase pertumbuhan jahe di Indonesia. Fase-fase pertumbuhan itu adalah:

S = seedling stage atau fase pembibitan, fase ini dimulai dari 1 sampai dengan 90 hari setelah taman ;
T = three branches stage atau fase percabangan tiga, fase ini dimulai dari 90 sampai 110 HST;
V = vigorous growth stage atau fase pertumbuhan cepat, fase ini dimulai dari 110 sampai 130 HST;
E = rhizome expansion stage atau fase perkembangan rimpang, fase ini dimulai dari 130 sampai 160 hari; dan
H = harvest stage fase panen, yaitu 160 HST.

Setiap fase pertumbuhan jahe membutuhkan hara atau nutrisi atau pupuk yang berbeda-beda. Saya akan sampaikan di postingan selanjutnya.


Pupuk Organik Cair Khusus Jahe


Literatur:
Ravindran, P. N., and K. Nirmal Babu, eds. Ginger: the genus Zingiber. CRC Press, 2004.
Li, Lujiu, et al. “Balanced fertilization for ginger production–Why potassium is important.” Better Crops 94 (2010): 25-27.