Teh Putih: Teh dengan Antioksidan & Polifenol Tertinggi dan dibuat dari pucuk teh asli

Teh putih adalah teh yang jika diseduh warnanya hampir-hampir putih bening seperti air putih. Meski warnanya polos seperti itu, tetapi baunya harum menyegarkan. Terlebih lagi kandungan antioksidan dan polifenolnya adalah yang tertinggi. Teh putih ini sangat baik untuk kesehatan.

Teh putih dibuat dari pucuk daun teh yang belum mekar atau dikenal dengan istilah peko. Proses pengambilannya sangat selektif, dipilih dengan teliti dan sangat hati-hati. Hasilnya juga sedikit, karena itu lumayan muahal harganya.

Teh putih ini adalah inovasi dari Pusat Penelitian Teh dan Kina, Gambung, Jawa Barat.

About these ads

Bensin Lebih Irit Setelah Pakai GastrofaC

image

Suer…ini murni testimoni saya setelah menggunakan GastrofaC. Bukan promosi. Kurang lebih sudah tiga-empat minggu menggunakan GastrofaC untuk kendaraan saya. GastrofaC bisa menghemat bensin kendaraan dan tarikan gas terasa lebih ringan.

Meski bensin cuma naik Rp. 2000, pengeluaran keluarga naiknya berlipat-lipat. Segala cara untuk mengefisienkan pengeluaran akan kami lakukan. Salah satunya efisiensi untuk konsumsi bahan bakar. Sejak BBM naik saya leih banyak naik motor. Ketika saya diberitahu GastrofaC bisa membuat irit bensin saya memakainya juga.

Sebelum memakai GastrofaC biasanya saya isi tangki motor full tank sebanyak kira2 3 liter. Kalau saya pakai terus-terusan, saya isi bensin lagi setelah 5-6 hari. Rata2 saya pakai motor sehari kurang lebih 25-35 km.

Saya tambahkan GastrofaC kira2 saja. Satu tangki full saya isi kurang lebih 5 ml. Kira2 saja, karena tidak ada takaran di botol GastrofaC. Pertama pemakaian yang saya rasakan adalah tarikan gas lebih ringan dan lunak.

Saya isi bensin lagi setelah satu minggu, sekitar 7 hari. Namun, saya masih belum yakin, karena kadang2 saya naik motor, kadang2 kalau pergi sekeluarga kami pakai mobil. Minggu berikutnya saya isi lagi setelah 7 hari. Minggu ketiga ternyata 7 hari juga.

Kalau dihitung kasar ada penghematan sedikit. Biasanya saya isi bensin 5-6 hari, setelah pakai GastrofaC jadi 6-7 hari. Perasaan lebih banyak 7 harinya.

Andaikan setiap hari saya pakai 35 km, tujuh hari jadi 210 km. Saya beli bensin 3 L. Jadi satu liternya kurang lebih 81 km. Menurut saya ini sudah irit banget. Menurut artikel yang pernah saya baca, konsumsi ekonomis motor saya adalah 50-60 km per liter bensin. Berarti efisiensinya kira2 naik 14%.

Jika dilihat dari sisi biaya, pemakaian GastrofaC menambah biaya Rp. 1000 rupiah. Mahal sedikit dari harga pertamax. Kenaikan efisiensi 14% masih terlalu rendah. Penghematannya baru terasa jika peningkatan efisiensinya minimal 20%.

Testimoni ini lebih banyak pakai perasaan. Saya tidak benar2 melakukan pengukuran yang teliti. Bisa saja perhitungan saya ini meleset. Bisa lebih tinggi atau lebih rendah.

Terus terang saya juga penasaran untuk mobil. Sayang tanki mobil saya masih terisi separohnya. Belum ngisi lagi, jadi belum tahu berapa konsumsi bahan bakar per kmnya. Saya ceritakan lagi nanti. Insya Allah.

Tankos Sawit Kini Tidak Gratis Lagi

Tengah bulan lalu saya diajak jalan2 oleh teman melihat2 kebun sawit di sisi barat P. Sumatera. Ada banyak yang saya lihat, namun yang membuat saya sedikit terkejut adalah tandan kosong kelapa sawit atau tankos. Ternyata kini tankos tidak gratis lagi.

Kurang lebih sepuluhan tahun yang lalu ketika awal-awal saya kerja dengan tankos. Tankos sama sekali tidak ada harganya. Bahkan ketika itu pabrik sawit membuat incinerator untuk membakar tankos. Ketika pembakaran tankos dilarang. Tankos ditumpuk saja.

Tahun-tahun itu saya meyakini konsep ‘dari tanah kembali ke tanah’. Tankos dibuat kompos dan dikembalikan ke lahan sawit. Harga tankos masih nol dan kompos sawit menjadi ekonomis. Bertahun-tahun kemudian, berdasarkan cerita pekebun, aplikasi kompos tankos mulai menunjukkan hasilnya. Tankos yang diaplikasikan ke tanah, baik sebagai mulsa atau pun kompos memberikan performa produksi yang lebih baik daripada pemupukan kimia saja.

Tankos juga memiliki peluang untuk dimanfaatkan sebagai berbagai macam produk. Salah satunya bioethanol.

Sejak awal saya sudah menduga jika kelak tankos ini akan ada harganya. Ketika banyak orang yang mencari2, maka akan berlaku hukum ekonomi. Tankos akhirnya ada harganya.

Petani menceritakan ke saya jika ketika mereka setor tbs ke pabrik mereka pulangnya membawa tankos. Tankos ini tidak gratis. Ada harganya, kira2 Rp. 300rb per truk. Andaikan satu truk isinya pool 5 ton, harga tankos per kgnya sebesar Rp. 60. Harga ini belum termasuk ongkos kirim, ongkos angkat2 dan ongkos encer.

Secara kasar, biaya bahan saja jika tankos dibuat menjadi kompos harganya akan menjadi Rp. 120/kg kompos. Jika dibuat menjadi ethanol kira2 menjadi Rp. 240 – 300 per liter ethanol. Ini belum ditambah dengan biaya aktivator, tenaga kerja, energi, investasi, dll.

Harga tankos sudah keniscayaan karena mengikuti hukum ekonomi. Selama harga ini masih lebih rendah daripada harga produk turunannya, harga ini tidak menjadi masalah. Tantangannya adalah membuat proses yang lebih ekonomis dan efisien, sehingga harga produk turunan tankos bisa ditekan serendah mungkin.

Buku: Ginger The Genus of Zingiber

Buku tentang jahe mungkin sudah cukup banyak di toko buku, tapi sayangnya sebagian besar hanya buku-buku panduan (how to) praktis tentang bercocok tanam jahe. Tidak ada atau belum ada buku tentang jahe yang lengkap dan komprehensif tentang jahe yang ada di toko-toko buku berbahasa Indonesia.

Sebagai produsen jahe terbesar di dunia, India memiliki buku tentang jahe yang sangat lengkap. Untungnya buku ini berbahasa Ingris, bukan bahasa urdu atau hindi. Jadi kita masih cukup mudah untuk membaca dan mempelajarinya. Menurut pendapat saya buku ini sangat perlu dimiliki oleh para praktisi jahe yang sekarang sedang marak di Indonesia.

Silahkan beli di Amazon.com. :)
Ginger: The Genus Zingiber (Medicinal and Aromatic Plants – Industrial Profiles)

Penelitian Top di China Bisa Menghasilkan Jahe Gajah Sampai 88 ton/ha

produksi jahe gajah 88 ton/ha

Penelitian intensif tentang jahe di China bisa menghasilkan produksi hingga 88 ton/ha

Dari data yang dikeluarkan oleh http://www.mapsofworld.com, menyebutkan bahwa China adalah produsen jahe no. 2 terbesar di dunia setelah India. Indonesia sendiri berada di peringkat No. 6 setelah Thailand. Harus diakui kalau China memang unggul dibidang ini. Saya coba searching bagaimana penelitian di China tentang jahe ini. Ternyata hasilnya sungguh luar biasa. Sejak satu dekade lebih dilakukan penelitian intensif tentang jahe di China. Hasilnya tidak hanya berhenti di jurnal dan ‘ndongkrok’ di perpustakaan. Produksi jahe di China meningkat pesat dan kini berada di posisi no. 2 di dunia.

Meski sebagian besar literatur-literatur ilmiah tentang jahe ditulis dalam bahasa China, untungnya bagian abstraknya masih di tulis dengan bahasa Ingris, jadi saya masih bisa membaca intisari dari penelitian ini. Ketika searching saya memanfaatkan mesin pencari milik Google yang khusus untuk jurnal-jurnal ilmiah, yaitu: Google Schoolar. Ada banyak sekali daftar publikasi yang muncul. Memang sebagian besar berasal dari dua negera produsen ton ginger dunia: India dan China. Saya tertarik dengan penelitian-penelitian di China. Karena penelitiannya sangat komprehensif, dari semua sisi. Karenana tidak heran kalau hasilnya juga luar biasa.

Dari literatur itu saya temukan sebuah peningkatan dan capaian yang sangat signifikan.
– Tahun 2006 Chuangke et al melaporkan jika hasil penelitiannya bisa menghasilkan produksi jahe hingga 58 ton/ha.
– Tahun 2007 Kong et al melaporkan jika hasil penelitiannya bisa menghasilkan produksi jahe hingga 60 ton/ha. Naik sedikit, tapi kemajuan yang tidak kecil.
– Tahun 2009 Dong et al melaporkan pencapaian yang sangat luar biasa, produksi jahenya bisa mencapai 88 ton/ha. Gilleee bener…..
Continue reading

Pengomposan Bahan Organik In-situ untuk Kebun Kelapa Sawit

Pengomposan Sampah Organik/Sampah Dapur skala Rumah Tangga

Kuliner: Mie Hotplate Murah di Ciomas; WHO

Meski lokasinya tidak jauh dari rumah, kami jarang mampir ke tempat ini. Kami juga tahu kalau tempatnya selalu ramai dengan anak-anak muda. Kami baru sekali makan beberapa malam yang lalu. Ternyata masakannya memang enak, hot, super pedas, dan harganya sangat bersahabat. Pantesan selalu ramai.

Nama tempatnya W.H.O. Singkatan dari Waroeng Hotplate Odon. Tempat makan ini mengusung kosep heavy metal. Anak muda baget. Warnanya didominasi warna merah dan ditempeli poster2 ukuran besar bintang musik rock dan heavy metal. Semua pramusajinya laki2 muda. Umurnya saya kira tidak ada yang lebih dari 25 tahun. Meja dan kursinya biasa-biasa saja.

image

Menikmati mie hotplate WHO Ciomas

Continue reading

Jam Tangan Kami: Jam Teroris

image

Jam tangan favorit keluarga; Casio

Jam tangan kami semua dari merek yang sama, meski saat membelinya tidak berbarengan, yaitu: Casio. Meski modelnya tidak terlalu keren dan cenderung konservatif, jam Casio bandel dan tahan lama. Harganya pun murah untuk yang KW1, sesuai untuk kalangan menengah ke bawah.

image

Jam Teroris F-91W untuk timer bom

(Foto dari wikipedia)

Jam tangan yang cukup sensasional adalah jam tangan anak2, Royan & Abim; yaitu Casio F-91W. Jam tangan ini terkenal karena laporan CIA yang menyebutkan kalau jam ini adalah jam andalan Al Qaida. Osama bin Laden pun memakai jam tangan ini. Jam tangan ini akurat dan murah. Al Qaida konon menggunakannya juga untuk merakik bom. Karena itu jam ini juga dikenal dengan “Terrorist Watch”. Sereeeemmm….

Casio F-91W, Terrorist Watch

image

Jam ini saya beli ketika ada ‘REA’ di salah satu toko jam di Nortstand tiga tahun lalu. Karena sedang REA alias obral tahun natal harganya super miring, 50% dari harga normal. Harganya cuma SEK 150. Murah bingiiittt. Saya beli dua, satu untuk Royan dan satu untuk Abim.

Jam F-91W bentuknya sederhana. Tahan air alias water resist. Kalau sedang berenang atau main air tidak perlu buka jam tangan. Kehujanan pun tidak apa2. Ada fungsi alarm, timer, dan stop watch. Lengkap dan lebih dari cukup untuk alat penanda waktu. Daya tahan baterainya sangat lama, dua setengah tahun lebih baru ganti baterai.
Jam tangan ini sudah lama dikeluarkan oleh Casio. Saya lihat jam ini di-release ulang dengan model yang lebih variatif. Kalau googling ada jam Casio F-91W yang warnanya tidak melulu hitam. Ada yang putih juga, terlihat lebih keren dan modis.

Jika Anda tertarik dengan jam teroris ini sebaiknya teliti sebelum membeli. Ketika ganti baterai ke toko jam, tukang tokonya bilang kalau jam model ini agak susah dapat yang asli/KW1. Banyak tiruannya dan sulit dibedakan dengan yang asli. Harganya pun cukup mahal >Rp. 300rb. Kalau untuk anak2 mending beli jam KW yang banyak dijual di mall2. Modelnya macem2, meski kualitasnya diragukan.

Anak2 biasanya main kurang hati2. Jam tangan ini sudah baret2. Apalagi Royan yang sangat aktif. Sudah tiga kali jam tangan ini ganti karetnya. Jam tangan bandel, meski dipakai obrok2an yang rusak cuma karetnya. Ganti karet yang biasa murah, cuma Rp. 15rban.

Jam tangan teroris ini masih setia menghiasi tangan anak2. Mereka bangga memakai jam tangan ini, meski modelnya tidak sekeren jam teman2nya di sekolah.

image

image

Foto Osama dengan Jam Casio F-91W di pergelangan tangan kanannya.

GastrofaC: Minyak Atsiri untuk Penghematan BBM

image

Hari ini saya kepingin mencoba salah satu inovasi dari Balittro yang menggunakan minyak atsiri sebagai bahan aditif untuk menghemat penggunaan BBM. Karena kendaraan saya minum bensin saya coba yang GastrofaC.

Klaim dari inovatornya yang saya peroleh dari website Balittro bahwa produk ini bisa menghemat BBM dari 20-40%. Ini luar biasa lho. Mestinya diapresiasi oleh pemerintahan sekarang meningkatkan harga bensin sebesar Rp. 1.500. Kalau klaim ini terbukti benar, yang minimal saja 20%, bisa mengurangi beban kenaikkan BBM.

Continue reading