Origami Katak yang Bisa Loncat Tinggi

image

Ini salah satu mainanku waktu kecil dulu, tahun 80an. Membuat origami katak lalu diadu tinggi loncatannya. Kalau bagus membuatnya katak bisa loncat tinggi dan jauh.  Bisa sampai setengah meter jauhnya. Kuncinya adalah dibuat dari kertas uang yang masih baru.

Kadang2 dulu saya main adu2an dengan teman2. Katak diberi halangan dan siapa yang bisa loncat paling tinggi yang menang. Atau loncat jauh2an. Yang paling jauh loncatannya yang menang.

Urutan membuatnya adalah seperti urutan gambar di bawah ini.

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

About these ads

Cerpen Robohnya Surau Kami oleh A.A. Navis

image

Buku kumpulan cerpen Robohnya Surau Kami

Saya akan kutipkan penggalan cerpen A.A. Navis yg judulnya ‘Robohnya Surau Kami’. Meskipun cerpen ini pertama kali terbit sdh cukup lama (1956), namun isinya masih tetap relevan sampai sekarang. Dikisahkan bahwa H Saleh yang rajin ibadah berdemo kepada Allah karena dimasukkan ke neraka. Mereka tidak terima dimasukkan ke neraka, padahal waktu hidupnya hanya dihabiskan hanya untuk beribadah dan menyembah Allah semata. Berikut cuplikannya:
‘Kalian di dunia tinggal di maja?’ Tanya Tuhan.
‘Kami adalah umat-Mu yang tinggal di Indonesia, Tuhanku.’
O, di negeri yang tanahnya subur itu?’
‘Ya, benarlah itu,Tuhanku.’
‘Tanahnya yang mahakaya raya, penuh oleh logam, minyak, dan berbagai bahan tambang lainnya, bukan?’
‘Benar. Benar. Benar. Tuhan Kami. Itulah negeri kami.’
Mereka mulai menjawab serentak. Karena fajar kegembiraan telah membayang di wajahnya kembali. Dan yakinlah mereka sekarang, bahwa Tuhan telah silap menjatuhkan hukuman kepada mereka itu.
‘Di negeri di mana tanahnya begitu subur, hingga tanaman tumbuh tanpa di tanam?’
‘Benar. Benar. Benar. Itulah negeri kami.’
‘Di negeri, di mana penduduknya sendiri melarat?’
‘Ya. Ya. Ya. Itulah negeri kami.’
‘Negeri yang telah lama diperbudak oleh orang lain.’
‘Ya. Tuhanku. Sungguh terlaknat penjajah itu. Tuhanku.’
‘Dan hasil tanahmu, mereka yang mengeruknya, dan diangkut ke negerinya, bukan?’
‘Benar, Tuhanku. Hingga kami tak mendapat apa-apa lagi. Sungguh laknat mereka itu.’
‘Di negeri yang selalu kacau itu, hingga kamu dengan kamu selalu berkelahi, sedang hasil tanahmu orang lain juga yang mengambilnya, bukan?’
‘Benar, Tuhanku. Tapi bagi kami soal harta benda itu kami tidak mau tahu. Yang penting bagi kami adalah menyembah dan memuji Engkau.’
‘Engkau rela tetap melarat, bukan?’
‘Benar, kami rela sekali, Tuhanku.’
‘Karena kerelaanmu itu, anak cucumu tetap melarat, bukan?’
‘Sungguhpun anak cucu kami melarat, tapi mereka semua pintar mengaji. Kitab-Mu mereka hafal di luar kepala.’
‘Tapi seperti kamu juga, apa yang disebutnya tidak dimasukan ke hatinya, bukan?’
‘Ada, Tuhanku.’
‘Kalau ada, kenapa engkau biarkan mereka melarat, hingga anak cucumu teraniaya semua. Sedangkan harta bendamu kau biarkan orang lain mengambilnya untuk anak cucu mereka. Dan engkau lebih suka berkelahi antara kamu sendiri, saling menipu, saling memeras. Aku beri kau negeri yang kaya raya, tapi kau malas. Kau lebih suka beribadat saja, karena beribadat tidak mengeluarkan peluh, tidak membanting tulang. Sedangkan aku meyuruh engkau semuanya beramal kalau engkau miskin. Engkau kira aku ini suka pujian, mabuk disembah saja, hingga kerjamu lain tidak memuji-muji dan menyembahku saja. Tidak. Kamu semua mesti masuk neraka. Hai, malaikat halaulah mereka ini kembali ke neraka. Letakkan di keraknya!’

Sungguh. Apa yang diceritakan itu memang seperti kenyataan di negeri ini. A.A. Navis berdakwah tanpa perlu menyitir ayat2 dan hadist2. Kata2nya langsung menusuk ke ulu hati, ke jantung bangsa ini.
Mestinya cerpen ini dibaca oleh para pemimpin negeri, para ulama, para ustad, para cerdik cendekia, para ulama, para pejabat, dan rakyat. Khususnya ummat Muslim.

Menyimpan Ide dengan Menulis

Sudah lama sejak saya mencoba menjawab kenapa saya menulis. Kini saya punya alternatif alasan tambahan kenapa saya menulis. Semua berkembang, begitu juga alasan saya menulis.

Saya punya obsesi untuk selalu menulis. Meski untuk memenuhi obsesi itu rasanya tidak mungkin. Justru karena tidak mungkin itulah menjadi menarik dan menantang. Aku ingin menulis setiap hari. Menulis apa saja.

Saat ini sarana utama menulisku tidak ada. Kedua laptopku rusak dan obname di bengkel. Sarana yang tersisa cuma satu, smartphone android. Untungnya smartphone saat ini sudah bisa melakukan hampir semua kerjaan laptop; menulis, memotret, mengolah foto, dan terkoneksi ke internet. Smartphone sudah lebih dari cukup untuk menuangkan ide dan menyimpannya.

Menulis ibarat mengumpulkan apa saja yang menarik perhatian saya. Tulis dan tulis saja. Masukkan ke satu kotak yang namanya blog WordPress.com.  Saya tidak pernah menilainya apakah tulisan itu berguna atau tidak. Saya berharap tulisan itu adalah potongan sebuah puzzle. Saya berharap suatu saat nanti saya bisa mengumpulkan potongan puzzle itu dan menyusunnya.

Di waktu2 senggang ketika tidak menulis saya cari2 lagi serpihan2 ide itu. Saya coba cari pasangannya. Kalau ketemu alhamdulillah, kalau tidak ya coba mencocokkan yang lainnya lagi. Sampai ketemu atau mungkin menuliskan pasangannya.

Mungkin dan saya juga berharap bisa terus menulis sampai saya tidak bisa menulis lagi. Saya ingat ada seorang penulis yang cacat dan tidak bisa menulis. Tapi dia punya assisten yang menuliskan carita2 dan khayalannya. Mungkin saya juga akan begitu. Jaman sekarang assisten tidak harus orang. Android saja sudah bisa menerjemahkan suara menjadi tulisan. Assistennya bisa mesin.

Kalau pun saya tidak bisa menyusun puzzle2 itu. Saya berharap suatu saat nanti ada orang yang mau mengumpulkannya dan menyusunya. Mungkin saja dia adalah salah seoranf dari keturunanku. Atau mungkin orang lain yang bukan siapa2nya dari ku.

Insya Allah.
—-
Oh ya… saya ingin menambahkan. Kalau ada pengunjung blog ini dan membaca tulisan2 saya. Jangan pernah menyangka kalau saya banyak tahu atau bahkan ahli tentang hal itu. Ingat, saya hanya menuliskannya dan mengumpulkannya.

Hati2 Membeli Pupuk KCl

image

Ceritanya saya sedang perlu pupuk K, yaitu KCl atau MOP. Saya minta teman saya untuk mencarikan pupuk2 itu. Karena perlunya cuma sedikit saya diberi pupuk oleh teman yang kebetulan sedang memupuk tanamannya. Kami curiga dengan pupuk KCl ini, karena warna dan bentuknya berbeda dengan biasanya. Lalu saya minta untuk diencerkan. Setelah diencerkan baru terlihat palsunya. Coba perhatikan foto di atas. KCl yang dilarutkan berwarna merah seperti ada pewarnanya. Bagian bawahnya ada endapannya.

image

Continue reading

Tas Kulit Kesayanganku

Tas kulit kesayang

Tas kulit kesayang

Saya ingin cerita tentang tas kulit kesayangan saya. Tas ini sudah saya miliki kurang lebih 3-4 tahun yang lalu. Sempat saya lupakan dan saya simpan di lemari. Celakanya kondisi di rumah yang cenderung lembab membuat tas kulit cantik ini jadi jamuren. Warnanya jadi sedikit kusam.

Tas kulit kesayang

Tas kulit kesayang

Sudah lama saya ingin beli tas kulit. Ketika itu saya lihat mahasiswa Chalmers yang memakai tas kulit. Lalu ketika saya jalan2 ke kota banyak juga yang memakai tas kulit. Pingin banget.

Continue reading

Fotografi Asap Rokok yang Menajubkan oleh Thomas Herbrich

image

Asap ternyata bisa jadi ‘foto model’ yang menarik. Setidaknya itu yang dibuktikan oleh seniman fotografi Jerman Thomas Herbrich. Meskipun kelihatannya sepele, memotret asap tidaklah mudah. Herbrich perlu waktu hingga tiga bulan dan memotret ratusan ribu kali untuk mendapatkan foto2 asap yang sangat menajubkan.

Herbrich mengatakan bahwa pada awalnya dia meremehkan gerakan asap rokok. Ternyata gerakam asap rokok sangat cepat dan tidak bisa ditangkap dengan menggunakan lampu flash biasa. Untuk mendapatkan foto2 itu Herbrich menggunakan kecepatan rana 1/10000 detik atau lebih cepat lagi. Perlu kesabaran yang luar biasa. Namun, hasilnya memang sangat menajubkan. Kerja kerasnya terbayarkan oleh hasil karya fotografinya.

Catatan fotografi

image

image

Continue reading

Dropbox: Solusi Penyimpanan Data yang Murah

Internet benar2 telah merubah cara kerja orang. Ketika dunia komputer & digital berkembang, orang membutuhkan tempat penyimpanan file (memori) yang semakin besar. Saya masih ingat sekali ketika memakai membeli komputer pertama kali. Kapasitas hardisk 40 GB sudah top sekali. Kini Hardisk 1 TB sudah biasa. Meskipun kapasitas memori semakin besar, kebutuhan memori juga meningkat. Untuk menyimpan file2 multimedia. Belum lagi bahaya file corrupt dan kena virus komputer.

Solusi baru yang kemudian berkembang adalah yang sering orang bilang komputasi awan atau Cloud. Saya coba memahaminya dengan cara sederhana, nyimpan file di awan. Dengan bantuan internet file bisa disimpan di ‘awan’ dan ketika kita membutuhkan tinggal ambil lagi dari ‘awan’. Hebatnya lagi fitur ini bisa multi perangkat dan multi platform. Kita bisa terkoneksi menggunakan PC, laptop, smartphone, atau perangkat digital lainnya. Dengan adanya penyimpanan di awan ini kapasitas hardisk bisa dihemat/dikurangi. Tidak perlu ke mana-mana bawa hardisk atau flash disk. Update di satu perangkat bisa terupdate di perangkat lain. Namun, syarat utamanya adalah harus ada koneksi internet.

Continue reading

Catatan Kuliner: Nasi Timbel

image

Nasi timbel adalah salah satu nasi khas sunda. Awalnya saya pikir nasi yang ada timbelnya, alias logam berat. Ternyata nasi timbel adalah nasi biasa yang digulung dan dibungkus dengan daun pisang. Itu saja. Lauk-pauk dan sayurannya sama seperti masakan sunda yang lain, seperti ikan asin, sambal, lalapan, ikan, pepes dan lainnya.

Nasi timbel dibuat dari nasi liwet biasa. Setelah matang nasi liwet dibungkus dengan daun pisang. Daun pisangnya dilewarkan ke atas api agar lemas dan tidak mudah sobek ketika digulung. Nasi timbal lebih awet dan tidak cepat basi daripada nasi yang dibiarkan terbuka. Citarasa khas dari nasi timbel adalah sedikit beraroma daun pisang.

Di Bogor dan di kota2 lain di Jawa Barat terdapat beberapa warung makan yang menyediakan nasi timbel. Yang membuat enak nasi timbel bukan nasinya, tetapi sambal dan lauk-pauknya yang lain.

Salah satu nasi timbel favorit saya adalah nasi timbel buatan Bu Nur Syamsudin, istrinya Pak Nur. Nasinya memang bukan nasi timbel dari warung sunda. Setiap bertandang ke rumah Pak Nur, sajian nasi timbel tidak pernah terlewatkan. Dan menu ini salah satu yang membuat kami kangen dan ingin bersilaturahim ke rumahnya Pak Nur.

image

Keistimewaan menu nasi timbelnya Bu Nur adalah sayur bunga pepaya. Bunga pepaya jantan dimasak dengan ikan teri. Wuih…hmmm….rasanya tidak ada duanya. Sedikit pahit tapi super nikmat. Sambalnya juga menambah nikmatnya nasi timbel. Menu tambahan yang lain adalah lalapan dan daging ayam atau tempe goreng.

Walau sedikit malu2, biasanya kami nambah. Mulut rasanya pingin makan terus, meski perut sudah mulai penuh.

Nyam..nyam….nyammmm……
Cess……

Salam ngeces….!!!!

image

Stevia: Perbanyakan Stevia Pemanis Alami Non-Kalori

image

Ada beberapa cara perbanyakan tanaman stevia, yaitu secara generatif dan vegetatif. Perbanyakan tanaman secara generatif adalah cara konvensional yang mudah, yaitu dengan biji. Pertama kali stevia ditanam di Indonesia adalah dengan biji. Biji stevia dibawa dari Jepang dan ditanam di Tawangmangu.

Biji stevia berkecambah paling baik pada suhu 20oC. Dingin.Daya kecambah biji stevia menurun dengan meningkatnya suhu. Perkecambahan biji stevia dilakukan dengan cara sebagai berikut:
– biji ditaburkan pada tanah lembab di dalam bak plasik.
– bak plastik ditutup dengan plastik putih yang diberi lubang untuk aerasi dan ditempatkan di tempat yang teduh.
– satu bulan kemudian biji akan berkecambah dan akan muncul dua daun kecil.
– bibit kecil stevia ini kemudian dipindahkan ke polybag atau gelas plastik kecil.
– bibit dipelihara hingga siap dipindahkan ke lapang setelah tingginya kira2 15 cm.

Perkembangbiakan secara vegetatif adalah dengan stek batang/cabang berdaun dan kultur jaringan. Stek batang diambil dari batang atas dengan 5-6 pasang daun. Batang dicelupkan ke larutan fungisida dan perangsang akar. Batang ditanam pada media tanam dengan campuran top soil dan pupuk kandang (3:1). Stek disiram dengan air secukupnya. Stek disungkup plastik transparan selama 2 minggu. Setelah itu sungkup dibuka. Stek batang siap ditanam pada umur 21 hari.

Penyediaan bibit dengan kultur jaringan dilakukan untuk penyediaan bibit dalam skala besar/ribuan yang sulit dipenuhi dengan biji atau stek batang.

Sumber: tulisan lama Pak Dendy Suhendi

Uang Logam Kuno Diameter 1cm

image

Saya lupa entah kapan uang kuno ini ada di laci almari saya yang di Magelang. Saya juga tidak terlalu perhatian. Sampai Royan & Abim menemukannya dan menyimpannya. Royan banyak tanya dan saya juga tidak tahu.

Setelah saya perhatikan. Ternyata uang ini berangka tahun 1941. Diameternya cuma 1 cm. Kecil sekali. Di sisi gambarnya ada lambang kerajaan dan tertulis Nederl Indie. Lalu ada nilainya 1/10. Di sisi sebelahnya ada tulisan arabnya. Saya tidak tahu artinya.

Entah ini uang penjajah Belanda atau uang Belanda atau mungkin uang arab. Entah.

Mungkin diantara pembaca ada yang tahu uang apa ini.
image