Monthly Archives: July 2010

Tanaman Pestisida Nabati: Mindi (Melia azedarah L.)

hormon tanaman giberelin auksin sitokinin

Mindi (Melia azedarah L.)

Klasifikasi:

Kingdom : Plantae – Plants
Subkingdom : Tracheobionta – Vascular plants
Superdivision : Spermatophyta – Seed plants
Division : Magnoliophyta – Flowering plants
Class : Magnoliopsida – Dicotyledons
Subclass : Rosidae
Order : Sapindales
Family : Meliaceae – Mahogany family
Genus : Melia L. – melia
Species : Melia azedarach L. – Chinaberrytree

Resource: http://plants.usda.gov/java/profile?symbol=MEAZ

Ekstrak biji dan daun mindi lihat di link berikut ini: https://isroi.wordpress.com/2010/08/13/pestisida-nabati-esktrak-mindi/

Info lengkap pestisida nabati klik di sini: Pestisida Nabati

daun mindi


Info pestisida nabati dan pestisida organik yang lain: Klik di sini


Continue reading

Membayangkan Sebuah Pabrik Bioetanol dari TKKS

Setelah saya tulis dua posting sebelumnya (klik di sini dan di sini), aku jadi ingat tulisanku dua – tiga tahun yang lalu, tentang pabrik bioetanol selulosa (klik di sini). Tiga tahun yang lalu pengetahuan saya tentang bioetanol masih sedikit sekali, baru belajar tentang bioetanol apalagi bioetanol selulosa. Sebenarnya waktu itu sedang giat-giatnya belajar tentang biopulping. Saya coba menulis ulang tulisan itu, tentunya dengan sedikit perbaikan dan pengalaman baru yang aku dapatkan. Bahan bakunya dari TKKS atau biomassa lignoselulosa yang berada di sekitar pabrik itu. Teknologinya menggunakan biochemical platform (lihat di dokumennya DoE).

Bahan Baku

tkks

Bahan baku utamanya adalah TKKS, jadi pabrik bioetanol dibuat di lokasi yang dekat dengan bahan baku. Bisa juga mencakup kawasan tertentu. Karena harga TKKS cukup murah, rasanya dengan radius 500 – 1000 km, lokasi pabrik masih cukup layak. Bahan baku juga bisa ditambah dengan limbah biomassa lignoselulosa lain, misalnya saja jerami atau limbah industri kayu. Volume limbahnya lumayan besar juga.

Bahan baku ini dipretreatmen lebih dulu. Pretreatment dilakukan di lokasi bahan baku. Pretreatment membuat TKKS lebih mudah untuk dihidrolisis. Setelah dipretreatment, TKKS dikeringkan dan diolah lebih lanjut hingga siap masuk ke digester. Proses ini memberikan beberapa keuntungan: 1) TKKS langsung bisa dipakai ke digester, 2) lebih mudah dihidrolisis, 3) volume lebih kecil, 4) yieldnya tinggi.

TKKS cacah
TKKS bahan baku, bisa diolah sampai di sini aja, atau diperhalus lagi seperti foto di bawah ini.


TKKS bahan baku bentuk serbuk
Continue reading

Menghitung Potensi Bioetanol dari TKKS

Di posting sebelumnya, penelitian bioetanol dari tankos sawit alias TKKS sudah bisa mendapatkan sirup gula. Meskipun hasil ini belum optimal dan sekarang sedang kerja keras untuk meningkatkan yieldnya, tetapi hasil ini cukup memberikan sinar terang benderang. Maksudde, bioetanol dari TKKS sangat menjanjikan.

Dari hasil yang sudah ada, aku iseng-iseng menghitung berapa potensi etanol yang bisa dihasilkan? Dan, apakah hasilnya menarik secara ekonomi? Bagaimana prospeknya ke depan? Dan yang terpenting, apa saja yang mesti kita lakukan sebelum bisa sampai ke industri.

Kita seperti kejar-kejaran dengan ‘orang luar’, mereka juga sangat berambisi membuat etanol dari kayu. Kalau teknologi ini ditemukan dalam waktu yang lebih cepat. Indonesia bisa jadi negara terbesar yang memproduksi etanol dari kayu. [….mimpi mood….]

Dengan hitung-hitungan yang paling pesimis saja, mulai dari efisiensi pretreatment, efisiensi hidrolisis, efisiensi distilasi & dehidrasi, angka yang keluar tetap sangat menjanjikan.

Catatan: Ini hitungan-hitungan kasar dan berdasarkan asumsi khayalan. Jadi bukan berdasarkan data empirik. Data empiriknya mengikuti perkembangan penelitian yang sedang dikerjakan.

Dalam mimpiku (katakan saja begitu), dari setiap 1 ton TKKS (kering) bisa dihasilkan kurang lebih 100 kg etanol bahan bakar (EFG = Ethanol Fuel Grade). Padahal di sebuah pabrik yang cukup besar, tkks yang dihasilkan per hari bisa mencapai 200 ton basah. Anggap saja kalau kering ada 100 ton. Jadi, per hari bisa diproduksi sekitar 10.000 kg etanol alias 10 ton etanol.

Kita pakai harga paling jelek, harga yang ditawarkan oleh Pertamina. Pertamina kabarnya menghargai EFG dengan harga Rp. 6000/kg. [Menurutku pertamina gendeng banget, etanol industri aja yang kadar 95% harganya 2 kali lipat].

Jadi dalam satu hari omzetnya bisa mencapai:

= 10.000 kg x Rp. 6.000/kg = Rp 60.000.000

Pengusaha sawit mana yang ngak ngiler lihat angka ini….??????

Coba mimpinya diperbesar lagi sampai tingkat nasional. Dalam perkiraanku produksi TKKS nasional mencapai 19.6 juta ton. Jadi potensi bioetanol yang bisa diproduksi adalah:

= 10% x 19.6 juta ton = 1,96 juta ton atau 1.960.000.000 kg bioetanol fuel grade

Nilai ekonominya, dengan harga pertamina yang mengerikan bin mengenaskan bin mengecewakan, adalah:

= Rp. 6.000 x 1.960.000.000 kg = Rp. 11.760.000.000.000 alias Rp. 11.76 trilyun

Kalau bioetanol ini semuanya digunakan untuk dicampur dengan bensin, misalnya saja E10, maka volume E10nya mencapai (agar mudah anggap aja bj-nya 1):

19,6 juta liter

Saya ngak tahu, jumlah ini cukup ngak untuk memenuhi kebutuhan BBM nasional. Tetapi kalau dilihat angkanya akan sangat signifikan.

Menyulap limbah tankos sawit (TKKS) menjadi bioetanol masih memerlukan jalan yang sangat panjang dan berliku-liku. Tetapi, mimpi-mimpiku di atas semakin mengobarkan semangatku, kalau ini bukan hanya sekedar mimpi.

Mimpi ini bisa jadi kenyataan. Insya Allah.


DOWNLOAD BIOETHANOL

Silahkan didownload resources yang mungkin Anda perlukan juga:

Daftar bahan lain yang bisa didownload: Download Di Sini
Cara mendownload: Klik dua kali pada link yang akan didownload. Kemudian ikuti perintah selanjutnya. Kalau ada iklan yang muncul, klik aja iklannya atau langsung ke SKIP ADD yang ada di pojok kanan atas.

Handbook on Bioethanol: Production and utilization
bioethanol ebook download free gratis percuma

Biofuel for Transportation
bioethanol ebook download free gratis percuma

Panduan Membuat Distilator
bioethanol ebook download free gratis percuma

Bioetanol dari TKKS: sirup gula dari tankos sawit

Hari ini aku merasa seneng sekali. Tadi pagi sampai siang, kami tim penelitian bioetanol TKKS (tandan kosong kelapa sawit), mahasiswa dan pembimbing mendiskusikan hasil-hasil penelitian yang telah kami capai. Meskipun masih hasil awal, ada satu penelitian yang membuatku senang sekali, karena kami maju satu langkah lagi untuk membuat bioetanol dari TKKS.

teknologi bioetanol selulosa

Tapahan bioetanol selulosa seperti gambar di atas. Percobaan pretreatment awal kami sudah mendapatkan TKKS yang sudah dipretreatment. Kemudian oleh temen, Sukondo Jati, TKKS ini dihidrolisis untuk mendapatkan gula. Hasilnya ternyata sangat mengembirakan sekali.

sirup bioetanol tkks sukondo jati
Sukondo jati dan sirup TKKS-nya. Continue reading

Mendapatkan Pustaka Terbaru Langsung dari Authornya


Bacajuga: Daftar Jurnal Gratis | Tutorial Jabref | Tips Mencari Literatur | Mendapatkan Literatur Gratis


Pustaka terbaru penting sekali untuk membuat penelitian yang up to date. Perkembangan penelitian demikian cepat, jurnal-jurnal baru diterbitkan dengan cepat. Namun, agak mengenaskan untuk mahasiswa yang hidup di Indonesia. Akses ke jurnal-jurnal terbaru sangat terbatas. Mendapatkan jurnal Indonesia saja bukan pekerjaan yang mudah apalagi jurnal international terbaru.

Meskipun dalam kondisi yang terbatas bukannya tidak mungkin bagi mahasiswa Indonesai mendapatkan jurnal-jurnal terbaru. Saya mendengar cerita dari dosen UGM, tentang kiat-kiat orang mahasiswa India mendapatkan jurnal baru. Mahasiswa India lebih gigih daripada mahasiswa Indonesia. Padahal dari sisi fasilitas tidak begitu jauh dengan mahasiswa Indonesia. Jaman dulu, sebelum ada internet, mahasiswa India mengandalkan kartu pos. Mereka membeli kartu pos sebanyak-banyaknya. Jaman dulu juga ada abstrak yang disebarkan lewat disket. Disket jaman dulu yang ukurannya besar. Nah, di disket-disket itu terdaftar jurnal-jurnal terbaru, berikut nama author dan alamatnya. Mahasiswa India segera mengirimkan kartu pos untuk meminta copy jurnal ke authornya langsung. Cara ini sangat efektif, mereka lebih cepat dalam mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan. Di jaman yang canggih ini, kartu pos sudah diganti dengan e-mail. Kita bisa mengirimkan e-mail ke author dengan cepat dan segera mendapatkan balasan dari yang bersangkutan.

Cara ini saya coba praktekkan. Pertama searching dulu di website jurnal-jurnal ternama seperti: sciencedirect, elseiver, springerlink, ASM, dan lain-lainnya. Kemudian cari jurnal yang sesuai dengan penelitian kita. Cari alamat e-mail korespondensi authornya. Lalu dengan bahasa yang bagus dengan dibumbui sedikit sanjungan untuk papernya, kita minta dengan baik-baik copy paper itu.

Cara ini ternyata bekerja dengan efektif. Saya bisa mendapatkan jurnal-jurnal terbaru dari authornya langsung. Bahkan dalam hitungan jam, bukan lagi beberapa hari. Pagi aku kirimkan e-mailnya, siang sedikit sudah dibalas dan dilampirkan copy papernya. Ternyata mereka baik-baik banget.

Selamat mencoba.

Tips Ikut Lomba Menulis di Kompasiana

Aku ingin lomba menulis ini akan sangat ramai diikuti oleh para bloger dan penulis di seluruh pelosok Indonesia. Biar ramai dunia tulis menulis di Indonesia. Berikut ini sedikit tips untuk ikut lomba, terutama untuk temen-temen yang belum daftar di kompasiana:

1. Daftar dulu di kompasiana: ini linknya: Registrasi Kompasiana
2. Setelah masuk coba kirim tulisan dulu, untuk latihan agar nanti pas lomba sudah terbiasa dengan panel-panel yang ada di kompasiana. Kompasiana pake mesin WordPress, jadi yang sudah punya blog di WordPress tidak akan asing lagi.
3. Baca aturan lomba yang ada di link ini: Kompasiana Blogging Days.
4. Lomba dilaksanakan jam 14.00 – 15.40, biasanya traffic internet sedang lelet-leletnya. Jadi car koneksi internet yang paling cepat dan lancar. Kalau perlu minta admin untuk memberi bandwidth lebih untuk Anda.
5. Siapkan dulu tulisannya, sebanyak-banyaknya, karena tidak dibatasi. Pas jam perlombaan tinggal copy-paste aja.
6. Siap-siap sebelum jam perlombaan, buka dulu websitenya. Copy paste tulisan kita. Begitu jam di mulai, langsung tekan tombol Publish. Lanjutkan untuk tulisan-tulisan yang lain.

Selamat berlomba. Semoga sukses semua, dan yang jadi juara adalah yang terbaik.

Yang Hobi Nulis, Ikutan Yuk.. lomba nulis di Kompasiana

Hobi nulis perlu disalurkan. Penyalurannya bisa macem-macem, salah satunya bisa lewat blog. Nah, penyaluran hobi menulis dan ngeblog ini sekarang dilombakan. Penyelenggaranya adalah Kompasiana milik grup kompas.com Hari kamis, tanggal 29 Juli 2010, Kompasiana akan menyelenggarakan Blogging Day. Antara jam 14 sampai 15.40. Hanya 100 menit. Taglinenya: 100 menit 1000 tulisan. Untuk kamu yang suka menulis dan suka ngeblog, cepetan daftar.

Klik di link ini: Blogging Day Kompasiana.

Kategori juaranya banyak: 3 juara utama, 10 juara harapan, 10 juara favorit pembaca. Total 23 posisi juara. Hadiahnya menarik:

* Juara 1 Kamera DSLR Canon 500D
* Juara 2 Notebook HP Presario
* Juara 3 BlackBerry 9700 Onyx
* Juara Harapan I-V Nokia C3
* Juara Harapan VI-X Modem HSDPA
* Juara Favorit I-V Nokia C3
* Juara Favorit VI-X Modem HSDPA

Dadap Srep: Obat Penurun Panas Warisan Leluhur

dadap srep

Aku dan temenku - Masirol, di dekat pohon dadap srep

Kalau ada anak panas biasanya langsung diberi obat penurun panas, Parasetamol. Obat yang paling umum dan mudah di dapatkan saat ini. Rasanya Parasetamol adalah obat-obatan PPPK wajib yang selalu ada, terutama kalau punya anak kecil. Itu jaman sekarang.

Jaman dulu, waktu saya masih balita, orang tua ngak kenal yang namanya Parasetamol. Apalagi di desa, sulit sekali mendapatkan obat-obatan kimia. Tapi, yang namanya anak sakit panas, hampir selalu ada. Orang-orang desa jaman dulu, termasuk orang tua saya, biasa mengobati anak-anaknya yang sakit panas dengan tanaman-tanaman yang ada di sekitar pekarangan rumah. Obat-obatan dari alam. Tanaman yang majur untuk obat penurun panas adalah daun DADAP SREP (begitu orang kampung saya menamakannya).

dadap srep
Daun Dadap srep
Continue reading

Kebutuhan untuk Menulis

buku menulis

Pernah suatu ketika ada temen yang bertanya padaku: mengapa aku suka menulis? Kalau pertanyaannya di awali dengan kata ‘apa’, mudah aku menjawabnya, tinggal tunjukkan….nih….baca sendiri…!

‘Mengapa’…sebuah pertanyaan yang tidak mudah aku jawab. Aku sendiri binggung mau njawab apa.

Aku coba mengingat-ingat sejak kapan aku mulai menulis. Waktu SD dulu aku suka niru-niru tulisannya para pujangga jaman pergerakan: Armin Pane, Sanusi Pane, Sultan Haji; baca ceritanya HAMKA; atau kadang-kadang syair Ronggowarsito, geguritan, dan syair jawa lainnya.

Aku punya buku khusus untuk itu dan aku tulis sampai aku SMP. Tapi, buku itu sudah tidak ada lagi, diminta seorang temen dan katanya sekarang sudah hilang. Duh…..

Continue reading

Antara Petani dan Pestisida

hormon tanaman giberelin auksin sitokinin

Sering aku bertanya sendiri, kenapa petani kita sulit sekali  menggunakan kompos, pupuk organik, atau pestisida nabati. Sudah banyak pelatihan, resep-resep, bahkan produk-produk organik membanjiri pasaran. Tiga tahun terakhir pemerintah gencar dengan program GO ORGANIK 2010. Sekarang tahun 2010…..!!!!!??????

Pagi ini aku bertemu dengan seorang teman, Pak Gondo – sebuah nama klasik. Dia sudah menunggu sejak semalam, tapi karena aku baru sampai rumah hampir tengah malam. Pagi hari kami baru bertemu dan berdiskusi.

Temanku ini sudah lama sekali bergelut di dunia pestisida, seorang marketing, pasukan teritorial. Dia paham betul kondisi riil lapangan, apa yang disukai, dan dimaui pasar. Apa yang diceritakannya padaku, sedikit banyak memberi pemahaman baru padaku. Seperti potongan puzzle, aku menemukan lagi potongan yang lain.

Continue reading