Category Archives: Biodecomposer

tulisanku tentang biodecomposer

Standard Mutu Pupuk Organik dan Pembenah Tanah

Continue reading

Germination Index – Index Perkecambahan

Makalah Pupuk Kompos

Metode Analisa Enzyme Ligninolitik; lac, MnP, LiP

Metode analisis lengkap kandungan biomassa lignoselulosa dengan metode Chesson-Datta

Pembuatan Kompos Sampah Organik Kota Skala Besar untuk Pupuk Organik

This slideshow requires JavaScript.

Pengomposan sampah merupakan salah satu cara untuk mengolah sampah organik. Jika sampah kota ini berhasil dikomposkan, maka akan lebih mudah diolah menjadi pupuk organik. Namun, mengomposkan sampah kota tidaklah mudah, apalagi dalam skala yang besar.


Sampah bukan MASALAH, SAMPAH ADALAH BERKAH.
Info lengkap pelatihan pengelolaan sampah klik disini: BERKAH DARI SAMPAH


Pengomposan sampah masih dianggap sebagai salah satu solusi mengatasi permasalahan sampah di kota-kota besar. Dalam skala makro, menurut saya pengomposan bukanlah salah satu solusi mengatasi masalah sampah (lihat tulisan saya ini: kompos bukan solusi sampah). Namun, di beberapa tempat sudah terlanjur di bangun fasilitas pengomposan sampah skala besar. Sebagian yang saya tahu, beberapa tahun yang lalu di Cilincing Jakarta sudah dibangun dan diresmikan fasilitas pengomposan dengan biaya sangat-sangat besar. Diresmikan oleh Gubernur Sutiyoso kalau tidak salah ingat. Kabarnya fasilitas tersebut tidak berjalan seperti yang diinginkan.

Fasilitas pengompomposan sampah yang lain ada di salah satu kota terbesar di Jawa Tengah. TPA (Tempat Pembuangan Akhir) sampah ini diharapkan bisa mengolah sampah yang diproduksi di kota ini yang kuantitinya mencapai 250-300 ton per hari. Namun, saat ini TPA ini hanya bisa mengolah 100 ton sampah per hari. Dalam desain awalnya mestinya tempat ini bisa dan sanggup mengolah seluruh sampah. Rendahnya kapasitas pengomposan tempat ini disebabkan karena banyak hal, slah satunya proses pengomposan yang berjalan kurang optimal.
Continue reading

Video Pembuatan Pupuk Kompos Jerami (YouTube.com)

Saya yakin petani bisa memenuhi kebutuhan pupuk petani. Saya pernah coba komunikasikan ini ke pemerintah juga (klik di Kompos Jerami). Kalau petani bisa memenuhi kebutuhan pupuknya sendiri, atau minimal memenuhi sebagian dari kebutuhan pupuknya, akan banyak yang bisa dihemat. Petani tidak perlu pusing dengan kenaikan harga pupuk. Subsidi pemerintah untuk pupuk pun bisa dikurangi dan digunakan untuk kebutuhan rakyat yang lain.

Saya buat video ini beberapa tahun yang lalu. Awalnya saya hosting di Google Video, karena waktu itu masih baru. Tak tahunya Google video kolaps, jadi saya pindah penyimpanannya di YouTube. Silahkan disaksikan, semoga bermanfaat.

Baca juga: Pestisida Nabati untuk Pertanian

Pengomposan Jerami oleh Pak Haji Zakaria, Gapoktan Silih Asih, Cigombong, Bogor.


Bagian 1.


Continue reading

Pupuk Organik dengan Kandungan N Tinggi – lanjutan

Di posting yang lalu saya sudah sampaikan tentang pupuk organik yang kandungan N-nya tinggi (klik di sini). Ternyata banyak mendapatkan respon, jadinya saya tanya lebih detail ke Olle Högblom tentang pupuk organik itu. Metode pembuatan pupuk itu ditemukan oleh kakeknya Olle yang namanya Nils Åkerstedt. mBah Nils Åkerstedt sekarang masih hidup dan umurnya sudah 85 tahun. Mbah Nils tinggal di sebuah pulau kecil di sebelah timur Swedia, cukup jauh jaraknya, sekitar 6 jam perjalanan dengan mobil.

Nils Åkerstedt
mBah Nils Åkerstedt (Sumber: http://www.barometern.se/familj/hurra/85-ar-nils-akerstedt%282138968%29.gm#articleimage-popup).

bukunya Nils ÅkerstedtmBah Nils ini dikenal sebagai salah satu ahli pertanian di Swedia. Mbah Nils banyak sekali menulis buku tentang pertanian (Gardening) dan menyebarkan pengetahuannya melalui seminar-seminar. Sudah banyak buku yang ditulisnya, salah satunya yang di sisi kanan ini. Sayangnya semua bukunya dalam bahasa Swedia, jadi saya mesti lebih rajin untuk belajar bahasa Swedia sebelum bisa membaca buku-bukunya.
Continue reading

Pupuk Organik dengan Kandungan N Tinggi

Hari ini saya mendapatkan pengalaman dan ilmu baru yang sangat menarik tentang pupuk organik. Olle Högblom, salah satu teman PhD di ‘Kemi’ memberiku pupuk organik. Pupuk yang diberi cuma segumpal kecil, warnanya hitam pekat, dan baunya amoniak. Menyengat sekali bau amoniaknya, yang menandakan kandungan Nitrogen (N) nya juga tinggi.

Olle cerita kalau pupuk organik ini ditemukan oleh kakeknya. Kakeknya menemukan metode untuk membuat pupuk organik dengan kandungan N tinggi dari tanaman rumput-rumputan yang ada di Swedia. Kakeknya juga adalah salah seorang petani sukses di Swedia. Kakeknya berhasil menanam tanaman-tanaman tropis yang sebenarnya sulit ditanam di Eropa. Kakeknya juga menulis buku tentang pertanian dan pembuatan pupuk organik.

Olle Högblom
(Olle Högblom)
Continue reading

Jamurku Berhasil Muncul Tubuh Buahnya (tanpa sterilisasi media)

jamur tiram tanpa sterilisasi mediaDi posting yang lalu saya sudah menyampaikan tetang menanam jamur tanpa sterilisasi media. Silahkan lihat linknya di sini:

Saya coba nanam jamur tiram dalam skala menengah (ukuran badlog) dan kecil (tabung reaksi). Ternyata teknik ini berhasil diaplikasikan. Pertama saya coba di ukuran yang kecil-kecil, seperti di dalam tabung reaksi, erlenmeyer, dan botol. Dalam ukuran kecil miselia jamur bisa tumbuh dengan sangat baik. Kemudian di dalam plastik yang lebih besar, miselia jamur bisa tumbuh dengan baik juga. Saya coba hitung berapa populasi bakteri atau jamur kontaminan lain, ternyata tidak begitu besar, sekitar 3 x 10^8 untuk bakteri dan 2 x 10^6 untuk jamur.

jamur di dalam tabung
Menanam jamur tanpa sterilisasi di dalam tabung reaksi.
Continue reading