Category Archives: Biofertilizer

tulisanku tentang biofertilizer

Pupuk Organik Granul (POG) Premium

Buku Pupuk Organik GranulPupuk organik granul (POG) memang sedang ‘naik daun’ beberapa waktu ini. Salah satu sebabnya adalah dukungan pemerintah untuk memberikan subsidi POG. Banyak sisi positifnya, tetapi sisi negatifnya ada juga. Salah satu sisi negatifnya adalah banyak POG yang dibuat asal-asalan, yang penting memenuhi spek, dapat untung, ngak peduli dengan kualitasnya. Broker-broker POG berkeliaran di mana-mana, pengusaha POG skala kecil yang tidak paham bisa kena getahnya. Yang dapat PO-pun yang penting memenuhi komitmennya, yang kadang-kadang tidak peduli dengan kualitas POG.
Continue reading

Gunung Bahan Organik

gunungorganik03

Bahan organik untuk bahan baku kompos dan pupuk organik granul ada di mana-mana. Salah satu bahan organik yang terkumpul melimpah dan tidak banyak dimanfaatkan adalah limbah bahan organik yang ada di agroindustri. Limbah agroindustri adalah limbah organik yang tidak tercampur dengan limbah-limbah non organik (plastik, logam, dll) dan jumlahnya sangat besar. Semakin besar agroindustri itu, semakin besar pula limbahnya. Jumlah limbahnya bervariasi, misalnya saja limbah organik bisa mencapai 30% dari bahan baku yang diolah. Dari sini bisa dihitung berapa kapasitas produksinya dan berapa limbahnya.
Continue reading

Kue Rejeki Pupuk Organik Granul (POG)

Kebutuhan Bahan Organik Sangat Besar Sekali

Buku Pupuk Organik GranulPemerintah berencana untuk memberikan subsidi pupuk organik granul (POG) pada petani. Jumlah POG yang disediakan pemerintah sangat besar sekali, kurang lebih 200 ribu ton atau 200 juta kilogram. Untuk memenuhi kebutuhan POG tersebut diperlukan bahan baku berupa bahan organik yang sangat besar. Selain itu juga diperlukan bahan-bahan tambahan lain seperti: fosfat alam, dolomit, kaptan, zeolit, arang, abu, dan mikroba.

POG01
Salah satu POG yang disubsidi pemerintah.

Sebagai contoh, andaikan bahan kompos yang diperlukan adalah 75% dari total POG maka dibutuhkan sekitar 150 ribu ton. Kadar air POG maksimal 15%, sedangkan kadar air kompos yang umum kurang lebih 55-60%. Jadi kebutuhan kompos curahnya kurang lebih 318,75 ribu ton.
Continue reading

Belajar dari Orang Lain

Pelajaran tidak selalu diperoleh di bangku sekolah atau kuliah. Pelajaran dari mana saja. Belajar dari alam. Belajar dari lingkungan. Belajar dari orang-orang di sekitar kita. Hari ini aku belajar dari Mas Dwi yang sudah malang melintang di dunia peretanolan.

Kalau ada orang berkata: dunia selebar daun kelor. Mungkin ada benarnya juga. Aku mencoba serius di etanol dan akhirnya ketemu juga dengan orang-orang yang memiliki fokus dan tujuan yang sama. Salah satunya ya..Mas Dwi ini. Awalnya hanya lewat email, lalu kontak lewat hp. Diskusi semakin hangat dan akhirnya kita ‘copy darat’.

masdwi
Continue reading

Improvement Granul Fosfat Alam

Fosfat Alam Granul


Baca juga: Fosfat Alam Granul | Uji Mikroba Pelarut Fosfat 1 | Uji Mikroba Pelarut Fosfat 2 | Media Pikovskaya | Isolasi Mikroba Pelarut Fosfat

Posting saya tentang granul fosfat alam cukup mendapat perhatian dari beberapa orang. Salah satu yang serius adalah Pak Dadang dari Gresik. Kemarin saya bertemu dan berdiskusi banyak dengan Pak Dadang. Pak Dadang sudah lama sekali berkecimpung di dunia perpupukan. Beliau paham betul proses pembuatan pupuk fosfat (TSP atau SP36).

Kami berdiskusi tentang banyak hal, terutama tentang potensi pengembangan fosfat alam lokal. Pak Dadang banyak sekali memberikan masukan pada saya untuk mengembangkan fosfat alam granul ini.

dadanggresik
Continue reading

Spesifikasi Pupuk Organik Granul (POG)

Spesifikasi Pupuk Organik, Pupuk Hayati, dan Pembenah Tanah sesuai dengan Permentan No. 70 tahun 2011

Spesifikasi ini menurut Permentan 2006.

Kadar C-organik > 12%
Rasio C/N 12 – 20
Bahan inert Maksimal 2%
Kandungan air Maksimal 15%
Keasaman (pH) 5 < pH < 8
Logam Berat Total Maksimal 71 ppm
As Maksimal 10 ppm
Hg Maksimal 1 ppm
Pb Maksimal 50 ppm
Cd Maksimal 10 ppm
Mikroba patogen Maksimal 102 cfu/gr
Kadar N Tersedia, Maksimal 5%
Kadar total P2O5 Tersedia, Maksimal 5%
Kadar total K2O Tersedia, Maksimal 5%
Kadar unsur mikro total Maksimal, 21.530 ppm
Zn Tersedia, 0 < x < 5000 ppm
Cu Tersedia, 0 < x < 5000 ppm
Mn Tersedia, 0 < x < 5000 ppm
Co Tersedia, 0 < x < 20 ppm
B Tersedia, 0 < x < 2500 ppm
Mo Tersedia, 0 < x <10 ppm
Fe Tersedia, 0 < x < 4000 ppm
Pengkayaan Hayati Ditambahkan mikroflora tanah multiguna (biofertilizer NP &
K) yang mengandung mikro biologi:
Azosprillium sp Minimal 105 cfu/gr
Alcaligenes sp Minimal 105 cfu/gr
Bacillus sp Minimal 105 cfu/gr
Aspergillus niger Minimal 105 cfu/gr
Ukuran butir Diameter 2 – 5 mm, minimal 90%
Warna butiran Coklat tua mendekati hitam
Bahan baku Berasal dari sisa hayati yang familier atau umum dan mudah
didapat dilingkungan sekitar dan mudah didekomposisi, terkecuali
bahan hayati yang barsal dari : kotoran unggas, sekam, tandan
kelapa sawit, dan bongkahan batang tebu.

Continue reading

Protected: Fosfat Alam Granul Diperkaya Mikroba

This content is password-protected. To view it, please enter the password below.

Protected: Mikroba Pelarut Fosfat untuk Memenuhi Kebutuhan Pupuk Fosfat

This content is password-protected. To view it, please enter the password below.

Mikroba yang dapat menaikkan pH tanah

Beberapa waktu yang lalu ada pengunjung blog yang menanyakan tentang mikroba yang dapat menaikkan pH tanah. Saya jawab belum tahu, karena waktu itu memang saya belum mendapatkan informasi tentang hal ini.

Masalah pH tanah memang masalah yang sangat krusial. Tanah pertanian di Indonesia, khususnya di P. Jawa, umumnya bereaksi masam. Jaman dulu ada yang disebut dengan tanah podsolik, terus diubah klasifikasinya menjadi tanah ultisol, sekarang tidak tahu klasifikasi terbaru. Tetapi yang jelas tanah-tanah ini memiliki pH yang rendah. Pernah saya mengukur pH tanah, ada tanah yang pH-nya 3.
Continue reading

Beberapa Teknik Membuat Pupuk Granul

pupuk organik Ada beberapa teknik membuat granul atau pupuk granul. Setiap teknik memiliki kelebihan dan kekurangan sendiri-sendiri dan juga memiliki tujuan khusus yang disesuaikan dengan jenis pupuk yang akan dibuat. Di bawah ini saya sebutkan beberapa teknik membuat pupuk granul yang saya tahu. Mungkin saja masih ada beberapa teknik lain yang belum saya ketahui. Semoga bermanfaat.

Pupuk Granul Umum

Cara paling umum yang digunakan untuk membuat pupuk granul adalah dengan mencampur semua bahan, kemudian dibuat granul dengan pan granulator. Perekat bisa saja ditambahkan pada saat pencampuran bahan (jika bentuknya padatan) atau disemprotkan pada saat granulasi (jika bentuknya cair). Komposisi granul akan merata ke seluruh granul. Membuat granul dengan cara ini adalah yang paling mudah.

granul_umum
Gambar pupuk granul yang umum
Continue reading