Category Archives: Jamur

Jamur Pelapuk Putih Kesayanganku

Hari-hariku terakhir ini kutumpahkan untuk makhluk yang namanya Jamur Pelapuk Putih (JPP). Dengan terpaksa aku lupakan yang lain demi JPP-ku. Mau ngak mau, dalam beberapa hal, masa depanku kupertaruhkan untuk JPP. Perhatianku, waktuku, pikiranku, dan tenagaku untuk sementara ini untuk JPP saja.

Jamur Pelapuk Putih

JPP tumbuh subur di atas TKKS tanpa sterilisasi


Continue reading

Kultur JPP Tanpa Sterilisasi Media (Lanjutan)

Di posting sebelumnya saya sudah bisa menanam jamur pelapuk putih (JPP) tanpa sterilisasi substratnya. Karena terdesak keadaan. Sekarang, saya mencoba mengulang metode ini dengan skala yang lebih kecil, sekitar beberapa puluh gram saja. Ada sekitar 8 isolat JPP yang aku coba, dan untuk substratnya menggunakan tandan kosong kelapa sawit (TKKS). Untuk ‘fermentor’-nya masih menggunakan plastik. Fermentor ini saya pilih karena lebih mudah di dapat dan murah.

Kultur JPP tanpa sterilisasi substrat


Continue reading

Nanam JPP Tanpa Sterilisasi Media

Menumbuhkan JPP Tanpa Sterilisasi Media

Penelitianku bertumpu pada isolat Jamur Pelapuk Putih (JPP). Ada beberapa isolat yang aku pakai, sebagian koleksi laboratoriumku, sebagian mendapatkan dari temen, dan sebagian dapat dari pasaran..

Dalam penelitian mikrobiologi, sterilisasi media seperti ‘wajib’ hukumnya. Media, alat-alat, bahan-bahan harus disterilkan terlebih dahulu sebelum dipakai. Kerjanya pun juga wajib aseptis bin higienis. Kalau tidak bisa terkontaminasi semua oleh mikroba-mikroba lain yang ‘tidak diundang’. Untuk sterilisasi ini alat yang digunakan adalah autoclave. Tanpa autoclave atau misalnya autoclave-nya ngadat, bisa molor semua kerjaan.

Ternyata musibah autoclave ngadat benar-benar terjadi. Entah mengapa, autoclave yang biasa kami pakai tiba-tiba bermasalah. Semua pekerjaan yang kami lakukan selalu terkontaminasi. Semua prosedur sudah dievaluasi ulang, sesuai SOP atau tidak. Setelah diselidiki dan disidik berhari-hari, kecurigaan kami tertuju pada Sang Autoclave ini. Kami jadi curiga kalau autoclave-nya tidak bekerja sebagaimana mestinya. Harusnya men-sterilkan media & alat, kenyataanya tidak bisa steril. Pusing……!!!!!!

Continue reading

Media untuk Pertumbuhan Jamur: Media Kentang

Media yang paling umum digunakan untuk menumbuhkan jamur/kapang/fungi adalah media PDA (Potato Dextrose Agar). Bahan baku utama media ini adalah ekstrak kentang dengan penambahan sumber karbon berupa dextrose. Saat ini sudah ada media PDA instant dari Merk, tetapi harganya selangit. Terakhir aku beli tahun lalu sudah di atas rp. 1 jt/kg. Membuat PDA sendiri cukup mudah, namun gula dextrose-nya yang harganya juga lumayan mahal. Untuk penggunaan rutin pemakaian PDA cukup memakan biaya.


Continue reading

Analisis Kandungan Selulosa dan Lignin dengan metode Chesson (Datta, 1981)

Berikut ini adalah metode untuk mengukur kandungan selulosa dan lignin berdasarkan metode Datta yang dikemukakan oleh Chesson (1981).

  1. Satu g sampel kering (berat a) ditambahkan 150 mL H2O atau alkohol-benzene dan direfluk pada suhu 100oC dengan water bath selama 1 jam.
  2. Hasilnya disaring, residu dicuci dengan air panas 300 mL.
  3. Residu kemudian dikeringkan dengan oven sampai beratnya konstan dan kemudian ditimbang (berat b).
  4. Residu ditambah 150 mL H2SO4 1 N, kemudian direfluk dengan water bath selama 1 jam pada suhu 100oC.
  5. Hasilnya disaring dan dicudi sampai netral (300 mL) dan residunya dikeringkan hingga beratnya konstan. Berat ditimbang (berat c).
  6. Residu kering ditambahkan 100 mL H2SO4 72% dan direndam pada suhu kamar selama 4 jam.
  7. Ditambahkan 150 mL H2SO4 1 N dan direfluk pada suhu 100oC dengan water bath selama 1 jam pada pendingin balik.
  8. Residu disaring dan dicuci dengan H2O sampai netral (400 mL).
  9. Residu kemudian dipanaskan dengan oven dengan suhu 105oC sampai beratnya konstant dan ditimbang (berat d).
  10. Selanjutnya residu diabukan dan ditimbang (berat e)

Perhitungan kadar selulosa dan kadar lignin menggunakan rumus berikut ini:

Kadar selulosa = (c-d)/a x 100%

Kadar lignin = (d-e)/a x 100%

Chesson, A. 1981. Effects of sodium hydroxide on cereal straws in relation to the enhanced degradation of structural polysaccharides by rumen microorganisms. J. Sci. Food Agric. 32:745–758

Download buku dan referensi lain: Klik Di Sini.


Referensi yang berkaitan:
cellulosic cell wall
Posted from WordPress for Android

Pleurotus sp

Photographs of Pleurotus sp.

pleurotus ostreatus JPP white-rot fungi

pleurotus ostreatus JPP white-rot fungi

Cara sederhana menguji kualitas POG: Untuk petani agar tidak tertipu

Buku Pupuk Organik GranulSudah menjadi tuntutan jaman kalau aplikasi pupuk saat ini sedang bergeser dari pupuk kimia ke pupuk organik. Lebih khusus lagi ke pupuk organik granul (POG). Pemerintah memberikan subsidi sangat besar untuk POG, dan juga POC (Pupuk Organik Cair).

Continue reading

Greatness of White-rot Fungi

JPP cawan

Phanerochaete chrysosporium

One of the distinction of white-rot fungi (WRF) is ability to degrade lignin completely into CO2 and H2O. This capability not possessed by other microorganisms. Experiments in the laboratory that reported in scientific scientific journals prove this evidences.

JPP has enzymes that can degrade lignin, ie: laccase, lignin peroxidase and manganese peroxidase. These enzymes are a very strong oxidant. This enzyme can break down lignin. As we know that lignin is a very complex macromolecules and very strong protector. Lignin are a protective compound, which is very strong and very resistant.

This unique ability of WRF could be use for many proposes. For examples, WRF used to degrade organic matter that high lignin content, lignocellulose biomass. Recently, WRF are developed for biopulping, biobleaching, and degrade pollutants.

Continue reading

Mushrooms on OPEFB (Oil Palm Empty Fruit Bunches) Pile

dsc_2910_bSome time ago I visited one of the oil palm plantation in Palembang. Area of palm oil palm plantations is not too large, approximately 8000 ha (core plantation) and 40,000 ha (plasma). Fresh fruit bunches (FFB) harvested from the plantation is then processed in the palm oil mill near at one end of the garden. Factory processing capacity currently approximately 50 tons of FFB / hour. From the processing of FFB produced CPO (crude palm oil), waste OPEFB (oil palm empty bunches), and liquid waste. OPEFB waste volume large enough, in one day can reach 150 tons.

picture-117_b

Continue reading

Organic Fertilizer, Biofertilizer, and Chemical Fertilizer

Buku Kompos Many people are often wrong in perception when using chemical fertilizers, bio-fertilizers and organic fertilizers. Organic fertilizers and bio-fertilizers is often equated with chemical fertilizers. Every kind of those fertilizers is very different.


Read:
Make Granule Organic Fertilizer| Make Your own organic fertilizer |Secret of biofertilizer making


Continue reading