Tingginya permintaan pupuk organik granul (POG) mendorong permintaan bahan baku POG ini. Bahan baku utama POG adalah kompos, baik kompos dari sisa tanaman atau kotoran hewan (pupuk kandang). Permintaan kompos, terutama kohe sangatlah tinggi.
Andaikan saja, menurut bocoran (jangan dipercaya ya..), kebutuhan POG tahun depan mencapai ratusan ton. Taruhlah 500 ton saja. Proporsi pupuk kandang dalam POG kurang lebih 60%, jadi kebutuhan kohe mencapai 300 ton. Ini kohe kering (kadar airnya di bawah 10%), halus, dan sudah matang. Perkiraan jumlah kohe mentah yang diperlukan bisa mencapai 1000 ton. Permintaan yang luar biasa besar.
Continue reading →
Posted in Biodecomposer, Biofertilizer, Kompos, MyResearch, Organik, PROMI, Pupuk Organik Granul
Tagged asli, aspal, broker, granul, kandang, kohe, Kompos, kotoran hewan, menguji, Organik, POG, Pupuk
Indonesia today is a biggest producer of CPO (crude palm oil) in the world and has the largest palm oil plantation in the world. Palm area in Indonesia in 2007, according Dirjenbun, Department of Agriculture, estimated to reach 6.6 million ha and the production of CPO in the year reached 17.3 million tons. The area and production is expected to continue to rise given the current intensively conducted slowly opening new oil, especially in the island of Kalimantan and Papua.
Oil palm plantation and CPO production of Indonesia (Data from Dirjenbun).
Continue reading →
Some time ago I visited one of the oil palm plantation in Palembang. Area of palm oil palm plantations is not too large, approximately 8000 ha (core plantation) and 40,000 ha (plasma). Fresh fruit bunches (FFB) harvested from the plantation is then processed in the palm oil mill near at one end of the garden. Factory processing capacity currently approximately 50 tons of FFB / hour. From the processing of FFB produced CPO (crude palm oil), waste OPEFB (oil palm empty bunches), and liquid waste. OPEFB waste volume large enough, in one day can reach 150 tons.

Continue reading →
This article about managing organic waste is a different with articel which I have previously written (Managing Organic Waste in Bunderan Traditional Market, Sragen-Indonesia). This method of managing organic waste is more simple and better than the previous method.
Organic waste from traditional markets, have slightly different characteristics with waste from housing. The composition of the waste from traditional markets are more dominated by organic waste. Plastic trash fewer than plastic waste from the housing. Moreover, if the waste came from the vegetable market or a fruit market, the organic waste will be more. I think this article is more suitable for the waste from traditional markets, more specifically the waste from vegetable and fruit market. This article based on real experience. Processed organic waste into compost and organic fertilizer granules.
Continue reading →
Posted in Biodecomposer, Kompos, Organik, PROMI, Pupuk
Tagged compost, composting, fertilizer, organic, traditional market, waste, waste sortation
Many people are often wrong in perception when using chemical fertilizers, bio-fertilizers and organic fertilizers. Organic fertilizers and bio-fertilizers is often equated with chemical fertilizers. Every kind of those fertilizers is very different.
Read:
Make Granule Organic Fertilizer| Make Your own organic fertilizer |Secret of biofertilizer making
Continue reading →
Posted in Biofertilizer, Jamur, Kompos, MyResearch, Organik, PROMI
Tagged Aspergillus sp, Biofertilizer, fertilizer, granule, mycorhiza, organic fertilizer, phosphate solubilizing microbes, plant growth promoting rhizobacteria
Beberapa waktu yang lalu saya sempat main ke sebuah pabrik pupuk organik granul skala besar. Kapasitas per harinya bisa mencapai 200 ton POG. Pemilik pabriknya adalah Bapak Haji M. Bisri dan lokasinya di Secang Jawa Tengah.
Dengan kapasitas sebesar ini, rasanya pabrik ini adalah pabrik POG terbesar di Jawa Tengah yang pernah aku kunjungi. Lebih besar dari yang di sragen, klaten, dan jogja.

Pabrik POG H. Bisri
Continue reading →
Pupuk Organik dan Kompos akhir-akhir ini mendapatkan banyak perhatian. Terutama setelah naiknya harga pupuk kimia buatan sekitar dua tahun yang lalu. Alternatif pengganti pupuk kimia adalah pupuk organik yang dibuat dari kompos. Pada saat itu saya berkesempatan untuk menyampaikan materi tentang kompos di Jember. Sebelumnya aku juga pernah membuat beberapa makalah kompos untuk pelatihan kompos di labku. Makalah tentang kompos ini kulengkapi dan kukirim ke penerbit. Akhirnya, makalah ini diterbitkan oleh Penerbit Andi, Yogyakarta.
Buku ini hanya sebuah pengantar singkat tentang kompos. Tebalnya hanya 50 halaman saja. Sebuah buku yang singkat. Karena cukup tipis jadi harganya juga miring sekali. Buku ini berisi tentang teori dasar pengomposan dan berisi satu contoh tentang pengomposan jerami/limbah pertanian. Memang isinya sangat sedikit tetapi cukup sebagai pengantar tentang kompos. Salah satu bagian yang penting adalah tentang faktor-faktor yang mempengaruhi proses pengomposan dan bagaimana mempercepat proses pengomposan. Ada banyak faktor, tetapi menurut saya yang penting adalah menjaga keseimbangan antara kadar air (atau lebih tepatnya water activity) dan udara di dalam kompos.
Continue reading →
Posted in Biodecomposer, Biofertilizer, Jamur, Jerami, Kompos, Limbah Perkebunan, MyBooks, Organik, PROMI, Pupuk, Pupuk Organik Cair, Pupuk Organik Granul, Sampah
Tagged Isroi, jerami, kimia, Kompos, limbah pertanin, Organik, padi, pengomposan
Cerita singkat tentang teknologi biopulping. Sebenarnya teknologi biopulping sudah cukup lama dikembangkan. Beberapa ahli cukup intens mengembangkan teknologi ini. Salah satunya tim yang diketuai oleh M. Akhtar di Canada. Ada juga tim di Amerika dan Eropa. Tetapi berdasarkan jurnal-jurnal yang aku baca dan beberapa dokumen paten, tim M. Akhtar yang cukup berhasil setelah meneliti hampir 10 tahun sejak awal tahun 90-an.
Teknologi ini dikembangkan karena tuntutan teknologi lama sudah tidak memadai lagi. Teknologi pulping yang saat ini dipakai di industri berdasarkan proses kimai, fisik, atau kombinasi keduanya, yaitu: Mechanical Pulping dan Chemical Pulping. Di bawahnya masih dibagi beberapa kelompok lagi. Misalnya untuk chemical pulping masih dibagi-bagi berdasarkan bahan kimia yang digunakan. Kabarnya menurut orang industri pulp, proses terbaik yang masih mereka pakai adalah pemasakan dengan soda api (NaOH).
Continue reading →
Posted in Jamur, Jerami, Limbah Perkebunan
Tagged Akhtar, biomassa, biopulping, jamur pelapuk putih, jerami, kayu, kertas, Lignoselulosa, Sawit, tankos, TKKS, White-rot fungi
Beberapa tahun yang lalu aku pernah membuat sebuah tulisan tantang kompos untuk sebuah pelatihan. Tulisan ini cukup banyak yang mendownloadnya. Beberapa waktu kemudian tulisan ini juga dipakai untuk sebuah kegiatan di Deptan. Materi bertambah sedikit. Cukup lama naskah ini tersimpan di balik blog ini. Akhirnya beberapa bulan yang lalu ada teman yang menawarkan untuk menjadikannya buku. Aku coba bongkar-bongkar lagi naskahku. Aku lengkapi di beberapa bagian dan ditambahkan dengan beberapa informasi baru. Akhirnya jadilah buku ini. Terima kasih Penerbit Andi.
Info buku Klik di sini.
Posted in Biodecomposer, Jerami, Kompos, Limbah Perkebunan, Organik, Pupuk, Sampah
Tagged Buku, dekomposer, Kompos, Penerbit Andi, PROMI