Category Archives: MyResearch

Digital Calculator for theoretical ethanol yield

ethanol yield
(source: http://www.nrel.gov/data/pix/Jpegs/17376.jpg)

Baca juga: Menghitung potensi bioetanol dari TKKS | Sirup gula dari TKKS


NREL, National Renewable Energy Laboratory dari negeri Paman Sam, menyediakan web calculator untuk menghitung hasil teoritik (theoritical yield) etanol dari biomassa lignosellulosa. Kalau Anda memiliki bahan baku biomassa dan ingin tahu berapa (secara teori) ethanol yang bisa dihasilkan dari biomassa itu, Anda bisa mencoba fasilitas ini. Silahkan kunjungi: http://www1.eere.energy.gov/biomass/ethanol_yield_calculator.html.
Berikut ini contoh perhitungan dari theoritical yield ethanol dari tandan kosong kelapa sawit (TKKS). Datanya saya peroleh dari literaturnya Law et al. (2007). Law et al. (2007) menganalisis TKKS lengkap sekali, termasuk kandungan gula (C5 dan C6)-nya. Kalau data dari Law et al. (2007) ini dimasukkan hasilnya sangat menarik sekali. Ini hasil dari calculatornya NREL:

179,4 gallon/ton bahan baku kering

atau kurang lebih

679 liter/ton bahan baku kering.

Hasil ini lebih tinggi dari semua bahan baku yang dicontohkan oleh NREL di websitenya (ada di bagian bawah calcultor).
Continue reading

Irpex lacteus, Jamur Pelapuk Putih yang punya banyak manfaat

This slideshow requires JavaScript.

Informasi biologi Irpex lacteus
(sumber: http://www.messiah.edu/Oakes/fungi_on_wood/poroid%20fungi/species%20pages/Irpex%20lacteus.htm)

Irpex lacteus adalah salah satu jamur pelapuk putih yang banyak diteliti. Jamur ini memiliki banyak sekali manfaat. Salah satu artikel yang membahas secara detail tentang manfaat jamur ini ditulis oleh Novotný. Artikel yang sangat menarik. Jika Anda tertarik dengan jamur ini, silahkan baca artikelnya di link ini: Irpex lacteus.

Scientific name: Irpex lacteus (Fr.:Fr.) Fr.
Derivation of name: Irpex means “a large rake with
iron teeth”; lacteus means “milky.”
Synonymy: Polyporus tulipiferae (Schw.) Overh.
Common names: Milk-white toothed polypore.
Phylum: Basidiomycota
Order: Polyporales
Family: Steccherinaceae
Occurrence on wood substrate: Saprobic; on dead
branches of deciduous trees; year-round.
Dimensions: Caps (when present) 1-4 cm wide.
Upper surface: Growth entirely resupinate to effused-
reflexed; caps (when present) whitish, drying yellowish;
velvety hairy.
Pore surface: White to cream, dingy yellow in age; tubes
breaking up into flattened teeth up to 6 mm long.
Edibility: Inedible.
Comments: The brackets often fuse to form long rows.
The caps may be very small in comparison to the spreading,
resupinate portions of this fungus.


(Photo © Gary Emberger.)
Continue reading

Biofuel

biofuelBiofuel menjadi salah satu topik yang hangat saat ini. Kebutuhan akan energi terbarukan sudah sangat mendesak sekali. Banyak pilihan biofuel dan energi alternatif lainnya, seperti: bioethanol, biodiesel, butanol, metanol, energi angin, energi gelombang laut, dan lain-lain. Buku ini membahas tentang biofuel dari berbagai sisi. Buku yang cukup bagus untuk dibaca dan menambah pengetahuan kita tentang biofuel. Silahkan didownload di link ini: Biofuel.

biofuel download free ebook
Download buku dan referensi lain: Klik Di Sini.

Silahkan didownload resources yang mungkin Anda perlukan juga:

Daftar Jamur Pelapuk Putih dan Manfaatnya

Jamur Pelapuk Putih (JPP) banyak sekali spesiesnya dan memiliki manfaat yang bermacam-macam. Berikut ini daftar jamur pelapuk putih dan manfaatnya yang sempat saya kumpulkan dari berbagai jurnal. Semoga bermanfaat.


Artikel saya tentang pemanfaatan jamur pelapuk putih:
BIOLOGICAL PRETREATMENT OF LIGNOCELLULOSES WITH WHITE-ROT FUNGI AND ITS APPLICATIONS: A REVIEW


Purpose

White-rot fungus 

Substrates 

References 

Enzymatic Hydrolysis 

Phanerochaete chrysosporium,

Pleurotus ostreatus,

Ceriporiopsis subvermispora,

Coriolus versicolor,

Cyathus stercoreus,

Irpex lacteus,

Ceriporia lacerata, Stereum hirsutum, and Polyporus brumalis

cotton stalks, corn stover,

rice straw,

Bamboo,

corn stover,

leafs of Achras zapota, Bamboo

Japanese rep pine

[Rodríguez et al. 1997]

[Shi,Chinn & Sharma-Shivappa 2008b]

[Taniguchi et al. 2005]

[Zhang,Xu & Wang 2007]

[Ganesh Kumar,Sekaran & Krishnamoorthy 2006]

[Hatakka 1983]

[Dias et al. In Press]

[Lee et al. 2007]

Biopulping 

Ceriporiopsis subvermispora,

Trametes hirsute,

Phanerochaete chrysosporium,

Panus cochatus,

Bjerkandera sp.

Physisporinus rivulosus

Phanerochaete chrysosporium ME446,

Wood chips,

wood chips,

rice straw,

hemp stemwood

softwood

Wheat straw

[Akhtar et al. 1992]

[Yaghoubi,Pazouki & Shojaosadati 2008]

[de Jong,Chandra & Saddler 1997]

[Chen,Xu & Li 2002]

[de Jong,Chandra & Saddler 1997]

[Mosai et al. 1999]

[Yu et al. 1994]

[Rodríguez et al. 2008a]

[Maijala et al. 2008]

[Qin et al. 2009]

Biobleaching 

Tremetes versicolor,

Ceriporiopsis subvermispora,

Phanerochaete sordida,

Phlebia radiata,

Stereum hirsutum

Bjerkandera sp.

Kraft pulp

pulp

[Archibald et al. 1997] [Moreira et al. 1998]

[Christov,Akhtar & Prior 1996]

Animal Feed

Trametes versicolor

Bjerkandera adusta

Fomes fomentarius,

Pleurotus ostreatus,

Cyathus stercoreus,

Dichomitus squalens,

Ceriporiopsis subvermispora,

Phanerochaete chrysosporium,

Pycnoporus cinnabarinus,

Sporotrichum pulverulenturn,

Bjerkandera adusta,

Dichomitus squalens

Stropbaria rugosoannulata

Pleurotus sp. Florida

Pleurotus cornucopiae

Agrocybe aegerita

Pleurotus eryngii

wheat straw

straw

plant residue

wheat straw

beech sawdust

reed

rape

sunflower straw

rice husks

baggase

bamboo

 

 


 

[Rodríguez et al. 2008b]

[Akin et al. 1996]

[Valmaseda,Martinez & Martinez 1991]

[Agosin & Odier 1985]

[Basu et al. 2002]

[Zadražil 1980]

[Graminha et al. 2008]

[Kamara & Zadrazil 1988]

[Okano et al. 2007]

[Okano et al. 2009]

[Ortega et al. 1992]

 

Enzymes production 

Trametes hirsuta

Pleurotus ostreatus

Phanerochaete chrysosporium

Pleurotus sajor-caju

Panus tigrinus

Phlebia radiata

Nematoloma (Hypholoma) frowardii

Clitocybula dusenii

Trametes versicolor


Cerrena unicolor

C. unicolor 

Grape seed

wheat straw

corn cob

bagase

olive-mill wastewater

rice husk

oat husk

paper sludge


 

[Membrillo et al. 2008]

[Rodríguez et al. 1997]

[Couto & Toca-Herrera 2007]

[Rivela,Couto & Sanromán 2000]

[Camassola & Dillon 2008]

[Couto et al. 2002]

[Fenice et al. 2003]

 

Bioremediation 

Several species of white-rot fungi

Coriolus versicolor, Hypholoma fasciculare Stereum hirsutum

Pleurotu sajor-caju

Geotrichum candidum, Coriolus versicolor, Phanerochaete chrysosporium and Mycelia sterilia


Ganoderma applanatum

Pycnoporus sanguineus,

Coriolus pubescens and Trametes sp

Pestiside

Cadmiun (heavi metal)

Spent Wash

olive mill wastewater

lignosulphonate

[Pointing 2001]

[Bending,Friloux & Walker 2002]

[Cihangir & Saglam 1999]

[Fitzgibbon et al. 1995]

[Matos,Bezerra & Dias 2007]

[Eugenio et al. 2008]

Ohters 

Phanerochaete chrysosporium

Pleurotus sajor-caju

Pleurotus spp

Agricultural waste

Olive-mill Wastewater

Cadmium

[Zeng et al. 2009]

[Taccari et al. 2009]

[Cihangir & Saglam 1999]

[Hadar et al. 1992]

 

Membuat Distilator Skala Kecil

Tulisan ini untuk menjawab beberapa pertanyaan tentang bagaimana membuat distilator skala kecil untuk sendiri di rumah.

Tulisan lain yang terkait:

Sebelum memulai membuat distilator sendiri, sebaiknya baca dulu tentang teori/prinsip dasar distilasi etanol. Silahkan baca di link ini: Distilasi Etanol.
Di internet sudah ada contoh distilator skala kecil dan disertai juga dengan langkah-langkah pembuatannya. Silahkan download dokumennya di linkini: Panduan Membuat Distilator Skala Kecil.

Jika Anda membutuhkan mini distilator skala lab, silahkan klik di sini.

Download buku dan referensi lain: Klik Di Sini.


DOWNLOAD BIOETHANOL

Silahkan didownload resources yang mungkin Anda perlukan juga:

Daftar bahan lain yang bisa didownload: Download Di Sini
Cara mendownload: Klik dua kali pada link yang akan didownload. Kemudian ikuti perintah selanjutnya. Kalau ada iklan yang muncul, klik aja iklannya atau langsung ke SKIP ADD yang ada di pojok kanan atas.

Handbook on Bioethanol: Production and utilization
bioethanol ebook download free gratis percuma

Biofuel for Transportation
bioethanol ebook download free gratis percuma

Panduan Membuat Distilator
bioethanol ebook download free gratis percuma

Handbook on BIOETHANOL: Production and Utilization

handbook bioethanol download freeSalah satu buku yang cukup berguna tentang bioethanol adalah buku yang Handbook on BIOETHANOL: Production and Utilization. Buku memang sudah cukup kuno, tetapi isinya tetap relefan untuk saat ini. Editor buku ini adalah Prof Charles Wyman. Salah satu pentolan NREL untuk bioethanol selulosa. Banyak sekali literatur yang sudah ditulis oleh Prof. Wyman. Beliau juga menjadi editor jurnal Biotechnology for Biofuel.

Silahkan disedot dan dipelajari bukunya ini: Handbook on Bioethanol: Production and utilization.

Download buku dan referensi lain: Klik Di Sini.


DOWNLOAD

Silahkan didownload resources yang mungkin Anda perlukan juga:

Daftar bahan lain yang bisa didownload: Download Di Sini
Cara mendownload: Klik dua kali pada link yang akan didownload. Kemudian ikuti perintah selanjutnya. Kalau ada iklan yang muncul, klik aja iklannya atau langsung ke SKIP ADD yang ada di pojok kanan atas.

Prosedur Pengukuran Aktivitas Enzyme Cellulase-IUPAC

Prosedur standard pengukuran aktivitas enzyme selulase (cellulase) IUPAC. Metode ini diadopsi juga oleh NREL. Silahkan didownload di link ini Aktivitas Enzyme Cellulase.

Prosedur pengukuran enzyme cellulase standard NREL.

Download buku dan referensi lain: Klik Di Sini.

Prosedur Analisis Aktivitas Enzyme Xylanase -IUPAC

Prosedur pengukuran aktivitas enzyme xylanase IUPAC. Silahkan didownload di link ini Aktivitas Enzyme Xylase IUPAC.

Metode analisa aktivitas enzyme xylanase yang lain silahkan download di sini: Aktivitas Enzyme Xylanase

Download buku dan referensi lain: Klik Di Sini.

Buffer pH untuk Analisa dan Ekstraksi Enzyme: Buffer Phosphate, Acetate, Lactatate, Citrate

Analisis aktivitas enzyme biasanya dilakukan pada pH tertentu dan dijaga konstant. Ada beberapa buffer yang sering dipakai, antara lain adalah buffer phosphate, acetate, lactate, dan citrate. Berikut ini beberapa link yang bisa membantu kita menghitung kebutuhan bahan untuk membuat buffer tersebut. Semoga bermanfaat.

Buffer Phosphate:

http://home.fuse.net/clymer/buffers/phos2.html

http://www.egr.msu.edu/biofuelcell/tools/phosphate/phosphate.html

Buffer phosphate table:
http://cls.uthscsa.edu/buffer.html

Buffer Acetate:
http://www.egr.msu.edu/biofuelcell/tools/acetate/acetate.html

http://home.fuse.net/clymer/buffers/acetic.html

Citric acid baffer:
http://home.fuse.net/clymer/buffers/cit.html

Sodium citrate phosphate buffer
http://www.rockystar.com/home/chemistry/chem_prep.htm
(Scroll down to citrate buffer)

Download resep pembuatan buffer di link ini: Buffer Recipe Download

ANALISA AKTIVITAS ENZIME LIGNINOLITIK (revised)

Download manual ini dalam format pdf: Metode Analisa Enzyme Ligninolitik
Lihat juga metode dari Sigma Aldrich : Peroxidase Assay

Download buku dan referensi lain: Klik Di Sini.


Baca metode penelitian dari jurnal kadang-kadang bisa membuat pening kepala. Apalagi ketika baru pertama mau mulai dan tidak punya dasar-dasarnya. Bisa tidak mudheng sama sekali. Sama seperti saya waktu pertama kali mau analisa enzyme, mesti buka-buka texbook dan catatan lama, plus tanya sana-sini. Setelah itu baru sedikit ngeh. Saya bagikan prosedur ini untuk temen-temen yang mungkin membutuhkannya. Metodenya tidak mesti persis sama seperti yang saya uraikan di sini, yang penting tahu apa yang dilakukan dan bisa menghitungnya. Semoga bermanfaat.


Catatan:

Beberapa hal yang perlu diperhatikan pengukuran aktivitas enzyme.
1. Ekstraksi enzyme dan analisa mesti dilakukan pada hari yang sama. Aktivitas enzyme bisa cepat berubah jika disimpan. Jika Anda akan mengukur aktivitas enzyme ligninolitik, mesti segera dilakukan setelah ekstraksi enzyme. Penyimpanan dalam lemari pendingin atau dibekukan akan menghasilkan aktivitas enzyme yang berbeda.

2. Resep di bawah ini bisa saja dimodifikasi dengan mengatur komposisinya agar absorbansinya di antara 0 dan 1. Jika absorbansinya lebih dari 1, encerkan larutan enzymenya.

3. Waktu jeda analisa juga bisa disesuaikan dengan kebutuhan. Waktu bisa dikurangi atau ditambah hingga data absorbansinya cukup terbaca antara 0 dan 1.

A. Ekstrasi Enzyme

Ekstraksi Enzym dengan metode sentrifugasi (Gassara, Brar et al. 2010):
1. Satu gram sample dicampur dengan buffer phosphate 50mM pH 6,5 dengan perbandingan 10/1 (v/w).
2. Kemudian dishaker pada kecepatan 150 rpm selama 1 jam.
3. Setelah itu sampel disentrifugasi pada kecepatan 7000xg selama 20 menit.
4. Supernatan cair dipisahkan dan digunakan untuk analisa aktivitas enzyme.

Metode ini bisa dimodifikasi, langkah ke-2 diganti dengan digerus pada kondisi dingin. Pengerusan dilakukan dengan mortar dan letakan es disekitar mortar tersebut.Hasil gerusan kemudian disaring dan filtratnya disentrifugasi seperti cara di atas.

B. Pengukuran Aktivitas Enzyme

B.1. Laccase (Lac)

Pada cuvet masukkan:
– 0,5 buffer asetat pH5 0,5 M
– 0,1 ml ABTS 1 mM
– 0,4 ml filtrate enzim
Volume total 1 ml. Tabung/cuvet dikocok perlahan agar semua bahan tercampur.
Reaksi aktvitas enzyme dilakukan pada suhu 20±1 oC.
Absorbansi diukur pada waktu 0 dan beberapa menit (5 atau 10 menit, atau lebih lama lagi) pada panjang gelombang  420 nm.

Rumus perhitungan:

Aktivitas enzyme (U/ml) = (∆OD420 x Vtot (ml) x 10^9)/(εmax x d x Vol enzyme (ml) x t)

ε maks = absorpsivitas molar ABTS (36000 M-1 cm-1)
Continue reading