Category Archives: MyResearch

Gambar Model Lignoselulosa

Ketika surfing di internet nemu beberapa gambar model lignoselulosa. Gambar model ini cukup membantu pemahaman tentang lignoselulosa. Saya tampilkan gambar-gambar ini dari web aslinya.

lignocellulose development
http://pubs.acs.org/cen/coverstory/86/8649cover2.html

model struktur lignocellulose
http://www.scistyle.com/portfolio.html
Warna hijau adalah lignin dan biru adalah serat selulosa

model lignoselullosa
http://cmb.ornl.gov/research/recalcitrance
Figure: Atomic-detailed model of lignin (brown) coating a cellulose microfibril (green) inside a water box.

pretreatment lignocellulosa


Referensi yang berkaitan:
cellulosic cell wall
Posted from WordPress for Android

Pupuk Organik dari Limbah Pabrik Kalapa Sawit

Buku Pupuk Organik Granul

Mau tidak mau, suka tidak suka, rela tidak rela, dunia perpupukan akan bergeser ke pupuk organik dan/atau pupuk hayati. Demikian pula untuk perkebunan besar seperti kebun sawit. Luas perkebunan sawit di Indonesia saat ini lebih dari 7juta Ha. Di industri perkebunan, biaya pupuk dan pemupukan dapat mencapai 60% dari total biaya. Jumlah yang sangat besar. Oleh karena itu industri perkebunan sawit harus bersiap-siap untuk menghadapi pergeseran ini.

Pabrik Kelapa Sawit (PKS) menghasilkan limbah yang sangat besar, baik limbah padat maupun limbah cair. Perhatikan gambar neraca massa pabrik kelapa sawit di bawah ini.

neraca massa sawit


Limbah PKS tersebut bisa dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan pupuk organik. Dengan sedikit pengohalan dan sentuhan teknologi, limbah-limbah PKS bisa diolah menjadi pupuk organik untuk perkebunan kelapa sawit itu sendiri.

Limbah PKS dapat dibuat menjadi pupuk organik granul maupun curah.

Tabel 1. Kandungan hara/nutrisi pupuk organik dari kompos dan limbah pabrik kelapa sawit

Parameter

Kandungan

Nitrogen (%)

1.17

Carbon (%)

14.55

C-Organik (%)

28.53

Rasio C/N

12.45

Fosfat (%P)

2.50

P2O5 (%)

5.76

K (%)

1.35

K2O

1.62

Pupuk Organik Granul dari Limbah Sawit (Formula 001)
Pupuk Organik Granul dari Limbah Sawit (Formula 003)

POG formula 002
Pupuk Organik Granul dari Limbah Sawit (Formula 002)

POG formula 003
Pupuk Organik Granul dari Limbah Sawit (Formula 001)

Potensi pupuk organik yang bisa dihasilkan dari limbah pabrik kelapa sawit ini cukup besar. Misalkan saja di sebuah PKS dengan limbah TKKS 100 ton/hari (kapasitas kecil sebenarnya). Pupuk organik granul (POG) yang bisa dihasilkan kurang lebih 10-15 ton/hari. (catatan: hanya pog yang dihitung, sebenarnya ada pupuk organik curah juga yang dihasilkan). Maka dalam satu tahun bisa mencapai 3000 – 45000 ton POG/tahun.

Nilai hara POG bervariasi (tergantung formulasi dll). Misalkan saja bisa diperoleh POG dengan kandungan hara sebagai berikut:

N = 2%, P2O5 = 0.6%, dan K2O = 10%.

Makan nilai hara POG dalam satu tahun setara dengan
Urea = 133 – 200 ton
Pupuk Fosfat (18% P2O5) = 100 – 150 ton
MOP = 500 – 750 ton

Misalkan dosis POG untuk sawit adalah 30 kg/pk/th, maka POG ini dapat digunakan untuk memupuk lahan sawit seluas 730 – 1095 ha kebun.

Jumlah penghematan yang cukup besar untuk kebun sawit disekitarnya.

Andaikan saja bisa dijual dengan harga Rp. 1.250/kg, maka omzetnya bisa mencapai Rp. 3.75 M – Rp. 5,62 M. Investasi yang cukup menjanjikan.

Jika ide ini terealisasi, sebenarnya kebun sawit bisa memenuhi sebagian besar kebutuhan pupuknya dari limbah PKS.


DOWNLOAD PUPUK ORGANIK

Silahkan didownload resources yang mungkin Anda perlukan juga:

  1. Buku Petunjuk Pupuk Organik Granul
  2. Buku Petunjuk Teknis Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT): Padi Sawah Irigasi
  3. Petunjuk Teknis Uji Mutu Pupuk Organik
  4. Standard Mutu Pupuk Organik
  5. Kompos
  6. SNI Dolomit
  7. Kompos Limbah Kakao
  8. Petunjuk Lapang PTT Padi
  9. Budidaya Padi Sehat
  10. Brosur Budidaya Padi Sehat
  11. Brosur Kompos Jerami
  12. Pengelolaan Lahan untuk Budiaya Sayur Organik
  13. Pupuk Organik dan Pupuk Hayati
  14. Sifat Fisik Tanah dan Metode Analisisnya
  15. Analisis Biologi Tanah
  16. Juknis Mutu Pupuk Organik
  17. Menuju Pertanian Lahan Kering Lestari
  18. Pembuatan Kompos-Balittanah
  19. Pemupukan Berimbang
  20. Sifat Fisik Tanah dan Metode Analisisnya
  21. Petunjuk Pengambilan Sampel Tanah untuk Analisis Biologi Tanah
  22. Compost Quality TestGermination Index Method
  23. Compost and Soil Conditioner Quality Standards 2005

Daftar bahan lain yang bisa didownload: Download Di Sini
Cara mendownload: Klik dua kali pada link yang akan didownload. Kemudian ikuti perintah selanjutnya. Kalau ada iklan yang muncul, klik aja iklannya atau langsung ke SKIP ADD yang ada di pojok kanan atas.

Fermentor untuk Fermentasi Bioetanol

Fermentasi bioethanol adalah salah satu fermentasi yang sudah dikenal sejak ribuan tahun yang lalu. Proses fermentasinya etanol cukup sederhana dan bisa dilakukan dalam volume kecil, sekitar 500ml sampai 5000L. Bentuk fermentornya juga sangat sederhana. Saya pernah membuat etanol dengan volume 500ml dengan botol atau erlenmeyer biasa.

Fermentor untuk ukuran yang agak besar bisa menggunakan drum-drum volume 100L seperti gambar di bawah ini.


Fermentasi bioetanol volume 100L

Di pabrik yang lebih besar fermentasi juga menggunakan peralatan yang relatif sama, cuma volumenya saja yang diperbesar, seperti gambar di bawah ini.


Fermentasi bioetanol volume 5000L


Fermentasi bioetanol volume 10.000L


DOWNLOAD BIOETHANOL

Silahkan didownload resources yang mungkin Anda perlukan juga:

Daftar bahan lain yang bisa didownload: Download Di Sini
Cara mendownload: Klik dua kali pada link yang akan didownload. Kemudian ikuti perintah selanjutnya. Kalau ada iklan yang muncul, klik aja iklannya atau langsung ke SKIP ADD yang ada di pojok kanan atas.

Handbook on Bioethanol: Production and utilization
bioethanol ebook download free gratis percuma

Biofuel for Transportation
bioethanol ebook download free gratis percuma

Panduan Membuat Distilator
bioethanol ebook download free gratis percuma

Buku lengkap tentang fermentasi:
download gratis buku fermentasi

Review terbaru tentang kinetika enzim selulase pada substrat lignoselulosa

Peranan enzim selulase saat ini sangat penting, terutama untuk pemanfaatan biomassa lignoselulosa. Proses hidrolisis biomassa lignoselulosa menggunakan enzim selulase. Artikel ini merupakan artikel terbaru dan sangat menarik. Semoga bermanfaat.

Mengukur Aktivitas Enzim Xilanase

Berikut ini adalah metode standard untuk mengukur aktivitas enzim hemiselulase–>xilanase berdasarkan metode dari IUPAC. Semoga bermanfaat.

Klik di sini untuk mengunduh.

Metode Mengukur Aktivitas Enzym Selulase

Berikut ini adalah metode standard untuk mengukur aktivitas enzim selulase berdasarkan metode dari IUPAC. Semoga bermanfaat.

Klik di sini untuk mengunduh.

Strategi perlakuan pendahuluan bahan baku untuk memproduksi etanol dari kayu, kulit kayu, dan residu hutan

Gang Hu, John A. Heitmann, and Orlando J. Rojas
Bioresources, 2008, 3, 270-294


Download literatur pdf


Energi dan isu lingkungan adalah salah satu keprihatinan utama yang dihadapi masyarakat global saat ini. Bahan bakar transportasi merupakan proporsi yang besar atau konsumsi energi, tidak hanya di AS, tetapi juga seluruh dunia. Sebagai bahan bakar fosil dikuras habis, pengganti baru diperlukan untuk memberikan energi. Etanol, yang telah dihasilkan terutama dari fermentasi pati jagung di AS, telah dianggap sebagai salah satu bahan bakar cair utama yang dapat menggantikan bahan bakar fosil untuk transportasi. Namun, keterbatasan pasokan pati memunculkan kebutuhan untuk menciptakan substrat yang berbeda. Biomas hutan diyakini sebagai salah satu sumber gula yang paling melimpah, meskipun banyak penelitian telah dilaporkan pada rumput rumputan, residu pertanian, dan limbah perkotaan. Penggunaan pretreatment biomassa untuk merusak lignin-karbohidrat yang kompleks dan sehingga karbohidrat lebih terekspos pada enzim. Makalah ini tinjauan pretreatment teknologi dari perspektif potensi mereka gunakan dengan woord, kulit kayu, dan residu hutan. Katalisis asam Acetid di menyarankan untuk pertama kalinya untuk digunakan dalam ledakan uap pretreatment. Pretreatment ini, diperkirakan. Analisis ini menunjukkan bahwa keduanya merupakan teknik menjanjikan eksplorasi lebih lanjut atau optimasi untuk komersialisasi.

Download buku dan referensi lain: Klik Di Sini.


Referensi yang berkaitan:
cellulosic cell wall
Posted from WordPress for Android

BIOLOGICAL PRETREATMENT OF LIGNOCELULLOSIC BIOMASS WITH WHITE-ROT FUNGI AND ITS BIOTECHNOLOGICAL APPLICATIONS

Isroi

SUMMARY

To prevent serious global warming by emission of carbon dioxide from fossil fuels, it is an urgent task to produce energy and chemicals from renewable resources. The development of conversion systems from lignocellulosic biomass into fuels and other chemicals has received much attention due to immense potentials for the utilization of biomass waste. Since lignin makes the access of cellulolytic enzymes to cellulose difficult, it is necessary to decompose the lignin barrier prior to the enzymatic hydrolysis. Thus, effective pretreatments are needed for enzymatic saccharification and ethanol production from lignocellulose. Biologycal pretreatment employs microorganisms and their enzymes to breakdown lignin barrier present in lignocellulosic biomass. The most promising microorganisms for biological pretreatment are white-rot fungi, that produce ligninolytic enzymes and mineralize lignin into CO2 and H2O in pure culture. Biological pretreatment has several potential advantages over conventional physical/chemical pretreatments, such as: greather substrate and reaction specificity, lower energy requirements, lower pollution generation, higher yields of desired products, opportunities for transformations not feasible with chemical reagnets. However, biological pretreatments is need more time, more space, and loss of polysaccharides. Biological pretreatment by white-rot fungi have done mostly in solid-state fermentation (SSF). Enzyme production and activities by white-rot fungi in SSF are influenced by several factors, ie: fungal strain, nutrient content, nitrogen content, addition of trace element, moisture content, aeration, time incubation, pH, and temperature. Manipulation of these fermentation conditions could enhance enzyme production and activities. To this end, biological pretreatments with lignin-degrading fungi possess a great potential if the fungal treatment could decompose the network of lignin with minimum loss of polysaccharides and short time for incubation. Biological pretreatment of lignocellulosic biomass by white-rot fungi can be biotechnologically exploited for several application, i.e.: enzymatic hydrolysis, biopulping, biobleaching, animal feed, enzymes production, and others.

OBAT SARIAWAN & PANAS DALAM YANG MUJARAB

Sariawan, Ringan tapi Merepotkan

Sariawan dan panas dalam adalah penyakit yang sangat umum di wilayah tropis termasuk Indonesia. Penyakit ini hanya ringan saja dan biasanya sembuh dengan sendirinya. Tetapi karena intentsitasnya yang sangat tinggi, cukup mengganggu juga. Oleh karena itu, tidak mengherankan jika banyak sekali iklan-iklan obat panas dalam di televisi.

Saya termasuk orang yang memiliki penyakit langganan panas dalam dan sariawan. Penyakit ini muncul biasanya jika sedang kecapaian, kemudian badan terasa meriang, nafas bau tidak enak, dan kerongkongan terasa kering/panas. Besoknya biasanya sudah muncul sariawan di mulut. Jika sudah muncul sariawan, demam biasanya hilang dan panas dalamnya juga menurun. Tetapi bukan berarti sakitnya sembuh. Sakit berganti luka di mulut yang kian membesar. Luka ini membuat makan tidak terasa nikmat sama sekali. Apalagi yang hobi makan cabe, pasti langsung terasa ‘Mak Nyooossss Tenan’. Luka sariawan biasanya sembuh dengan sendirinya dalam waktu kurang lebih satu minggu.
Continue reading

Media untuk Pertumbuhan Jamur: Media Kentang

Media yang paling umum digunakan untuk menumbuhkan jamur/kapang/fungi adalah media PDA (Potato Dextrose Agar). Bahan baku utama media ini adalah ekstrak kentang dengan penambahan sumber karbon berupa dextrose. Saat ini sudah ada media PDA instant dari Merk, tetapi harganya selangit. Terakhir aku beli tahun lalu sudah di atas rp. 1 jt/kg. Membuat PDA sendiri cukup mudah, namun gula dextrose-nya yang harganya juga lumayan mahal. Untuk penggunaan rutin pemakaian PDA cukup memakan biaya.


Continue reading