Category Archives: Organik

Catatan buku: Prinsip dan Teknologi Pertanian Organik, Prof. Agus Kardinan (editor)

Buku pertanian organik

Prinsip dan Teknologi Pertanian organik

Saya mendapatkan buku menarik tentang pertanian organik yang berjudul “Prinsip dan Teknologi Pertanian Organik” terbitan Badan Litbang Pertanian. Editor buku ini adalah Prof. Dr. Ir. Agus Kardinan, salah satu ahli pertanian organik dari Badan Litbang Pertanian. Bukunya cukup tebal, ukurannya A4. Menarik, kesan saya pertama kali mendapatkan buku ini.

Buku ini adalah kumpulan tulisan dari beberapa orang, terutama dari peneliti di Badang Litbang Pertanian. Artinya kredibilitas dari penulis maupun isinya bisa ‘dipegang’. Isinya cukup lengkap, mulai dari kebijakan pertanian organik di Indoneisa, prospeknya, prinsip pertanian organik yang ada di kepmentan, teknologi pestisida babati, pestisida hayati, cara praktis pembuatan pestisida nabati, aplikasi teknologi nano, dan juga kisah sukses pertanian organik. Menurut saya isi dan informasinya bagus dan bermanfaat. Namun, sayangnya buku ini lebih mirip monograph atau prosiding seminar. Kumpulan makalah yang ditumpuk dan di jilid.

Penulisannya juga bergaya tulisan ilmiah. Misalnya, bagian depan ada ringkasan eksekutif. Lalau di artikel-artikelnya ada abstrak, pendahuluan, dan ditutup dengan penutup dan daftar pusataka. Karena pada dasarnya adalah makalah terpisah terasa ada loncatan ide maupun gaya penulisan. Ada sebagian materi yang terasa diulang-ulang. Untuk pembaca awam atau praktisi pertanian organik, bahkan petani membaca buku ini terasa seperti makan roti afgan yang besar dan keras. Rotinya memang bergizi, tapi ngigitnya susah, apalagi mengunyah dan menelannya.

hormon tanaman giberelin auksin sitokininSaya juga agak sanksi dengan proses cetaknya. Sepertinya buku ini tidak dicetak tapi diprint dan langsung di jilid jadi buku. Saya khawatir kalau ketumpahan minuman atau kena air tulisannya bisa luntur. Sayang sekali.

Andaikan buku ini ditulis lebih populer, istilah-istilah teknis dan akademis dikurangi, lalu gaya bahasanya juga dibuat lebih santai, mungkin buku ini akan jadi seperti criping yang renyah dan membuat ketagihan.

Apa pun itu. Kalau Anda hobi pertanian organik, praktisi pertanian organik, atau pun pengamat saja, saya sarankan untuk memiliki buku ini.

Baca ulasan tentang beberapa buku di Catatan Buku

Kembali ke Sawah Lagi

hormon tanaman giberelin auksin sitokininBeberapa tahun yang lalu saya aktif di ‘sawah’ melalui program Primatani Badan Litbang Deptan. Di sinilah saya banyak belajar bertani ke Pak Haji Zaka. Sayang belum tuntas saya belajar keburu harus pindah aktivitas. Kini saya punya kesempatan kembali ke sawah lagi. Saatnya belajar lagi.

Catatan belajar bertani itu saya kumpulkan dalam buku Budidaya Padi Sehat. Saya ingin melengkapi dan menyempurnakan isi buku itu. Saya berharap bisa mempraktekkanya langsung dan membuktikannya sendiri sebelum saya tuliskan dalam buku kecil itu.

Budi Daya Padi SehatBeberapa aspek yang belum tertulis secara jelas di buku itu adalah masalah HPT (hama dan penyakit tanaman). Saya cuma membahasnya secara singkat. Juga masalah pembibitan maupun paska panennya. Di dalam blog ini banyak resep MOL dan pestisida nabati. Artikel tentang itu akan saya masukkan. Kemudian tentang pemupukan, saya perlu masukkan pemupukan dengan menggunakan bagan warna daun. Tujuannya agar pemupukan lebih efisien.

Kalau saya punya kesempatan juga, saya ingin mempraktekkan pertanian yang full organik.

Insya Allah.

Ide Membuat Organic Urban Farming

hormon tanaman giberelin auksin sitokininOrang kota tidak punya lahan. Namun, banyak orang kota yang ingin ‘bercocok tanam’. Solusinya adalah ‘bercocok tanam’ dengan mengoptimalkan lahan yang ada, seefisien mungkin. Misalnya dengan metode vertikultur, hidroponik, ataun aquaponik. Apalagi jika bisa dibuat full organik akan lebih sehat.

Ide itu dilontarkan oleh teman yang baru saja hadir di komunitas petani organik kota Bandung. Idenya memang menarik. Saya yang sudah lama ingin ‘bercocok tanam’ jadi mulai bergairah lagi. Saya bisa membuat kompos sendiri, pupuk organik cair sendiri, dan pestisida nabati sendiri. Saya bisa menerapkannya dalam skala kecil di rumah saya sendiri.

Pilihan awal saya adalah dengan metode vertikultur. Tempat untuk menanam bisa memanfaatkan botol bekas air mineral. Komposnya memakai kompos dedaunan yang dibuat dengan Promi.

Continue reading

Panduan Aplikasi Biang POC untuk Padi Sawah

Cara Pembuatan MOL Keong Emas

Hati2 Membeli Pupuk KCl

image

Ceritanya saya sedang perlu pupuk K, yaitu KCl atau MOP. Saya minta teman saya untuk mencarikan pupuk2 itu. Karena perlunya cuma sedikit saya diberi pupuk oleh teman yang kebetulan sedang memupuk tanamannya. Kami curiga dengan pupuk KCl ini, karena warna dan bentuknya berbeda dengan biasanya. Lalu saya minta untuk diencerkan. Setelah diencerkan baru terlihat palsunya. Coba perhatikan foto di atas. KCl yang dilarutkan berwarna merah seperti ada pewarnanya. Bagian bawahnya ada endapannya.

image

Continue reading

Stevia: Perbanyakan Stevia Pemanis Alami Non-Kalori

image

Ada beberapa cara perbanyakan tanaman stevia, yaitu secara generatif dan vegetatif. Perbanyakan tanaman secara generatif adalah cara konvensional yang mudah, yaitu dengan biji. Pertama kali stevia ditanam di Indonesia adalah dengan biji. Biji stevia dibawa dari Jepang dan ditanam di Tawangmangu.

Biji stevia berkecambah paling baik pada suhu 20oC. Dingin.Daya kecambah biji stevia menurun dengan meningkatnya suhu. Perkecambahan biji stevia dilakukan dengan cara sebagai berikut:
– biji ditaburkan pada tanah lembab di dalam bak plasik.
– bak plastik ditutup dengan plastik putih yang diberi lubang untuk aerasi dan ditempatkan di tempat yang teduh.
– satu bulan kemudian biji akan berkecambah dan akan muncul dua daun kecil.
– bibit kecil stevia ini kemudian dipindahkan ke polybag atau gelas plastik kecil.
– bibit dipelihara hingga siap dipindahkan ke lapang setelah tingginya kira2 15 cm.

Perkembangbiakan secara vegetatif adalah dengan stek batang/cabang berdaun dan kultur jaringan. Stek batang diambil dari batang atas dengan 5-6 pasang daun. Batang dicelupkan ke larutan fungisida dan perangsang akar. Batang ditanam pada media tanam dengan campuran top soil dan pupuk kandang (3:1). Stek disiram dengan air secukupnya. Stek disungkup plastik transparan selama 2 minggu. Setelah itu sungkup dibuka. Stek batang siap ditanam pada umur 21 hari.

Penyediaan bibit dengan kultur jaringan dilakukan untuk penyediaan bibit dalam skala besar/ribuan yang sulit dipenuhi dengan biji atau stek batang.

Sumber: tulisan lama Pak Dendy Suhendi

Menanam blueberry, blackberry, ghooseberry, strawberry di Indonesia

image

Menanam strawberry mungkin sudah lumrah di Indonesia. Buah-buahan dari negeri dingin ini bisa dijumpai di pasar atau di supermarket. Memang strawberrynya tidak sebaik yang dijumpai di eropa. Di negeri asalnya strawberry lebih besar, lebih manis, dan lebih segar.

Namun, menanam di blueberry atau blackberry tidak pernah terbayangkan. Waktu di GTB dulu di musim panas biasanya kami mencari blueberry di hutan Svarttemosse. Kalau beruntung bisa dapat ghooseberry dan blackberry. Rasanya tidak mungkin tanaman buah2an ini bisa ditanam di Indonesia.

Ternyata kemajuan pengetahuan manusia, kondisi iklim bisa direkayasa. Tanaman bisa ditanam di mana saja asalkan kondisinya dibuat optimum untuk tanaman itu. Intensitas cahaya, kelembaban, suhu, tanah, dll bisa dibuat.

Beberapa waktu lalu saya diajak berkunjung ke sebuah perkebunan di daerah Cipanas yang menanam tanaman daerah dingin. Menajubkan.

Sebuah rumah kaca besar. Di dalamnya di tanam strawberry, blueberry, blackberry, dan jenis berry-berry-an yang lain. Semua peralatan rumah kaca ini diimport langsung dari Israel. Teknologinya menggunakan teknologi yahudi. Semua produknya dieksport ke eropa, tidak dijual di Indonesia.

Hebatnya lagi tanaman2 ini bisa ditanam sepanjang tahun dan bisa panen sepanjang tahun. Tidak tergantung musim seperti di daerah asalnya. Di eropa buah2an ini berbuah di musim panas saja.

image

image

Stevia: Syarat Tumbuh

Menanam stevia perlu memperhatikan daerah asalnya. Stevia berasal dari antara 23-24o LS. Tumbuh di ketinggian 500-1500 dpl. Jadi hampir sama seperti tanaman teh. Suhu udaranya cukup dingin, yaitu 14.9-26.7o C. Curah hujan antaea 1658-1860mm per tahun dengan 2-3 bulan kering. Jenis tanahnya latosol dan memiliki kandungan fosfat yang rendah.

Pertumbuhan tanaman stevia sangat dipengaruhi oleh panjang siang hari. Tanaman stevia adalah tanaman hari pendek, artinya tanaman stevia akan cepat berbunga dan berbuah bila jam siangnya pendek atau kurang dari 12 jam. Apabila jam siang hari semakin lama, maka pertumbuhan generatif (berbunga dan berbuah) akan semakin lama. Dalam kondisi yang optimum, stevia akan berbunga dalam waktu 58 hari setelah penanaman. Hasil penelitian di BPP, kandungan protein, gula, dan stevioside nya akan lebih tinggi pada lingkungan hari panjang daripada pada lingkungan hari pendek.

Tanaman stevia dipanen daunnya. Karena itu pertumbuhan vegetatif lebih diinginkan daripada pertumbuhan generatif. Di Indonesia umumnya panjang siang hari adalah netral. Klon tanaman stevia yang cocok adalah yang pertumbuhan generatifnya lambat pada kondisi siang hari netral.

Memperhatikan daerah asal stevia. Penanaman stevia cocok di daerah dataran tinggi, kurang lebih 1000 dpl. Tanaman stevia menghendaki kelembaban yang tinggi. Ini cocok dengan iklim di beberapa tempat di Indonesia. Meski demikian, stevia cukup tahan kekeringan. Tanah yang cocok untuk penanaman stevia adalah tanah andosol, latosol, dan podsolik.

Tanaman kesayangan Yusuf; Ficus elastika

image

Yusuf dan beringin karet kesayangannya.

Setelah kembali ke rumah lamaku, kini saya bisa melanjutkan lagi hobi saya nanam-menanam. Ketika pertama kali pulang, banyak tanaman saya yang merana. Daun2nya menguning, kurus, dan tidak terawat. Pohon rambutan depan rumah pun daunnya banyak yang berguguran.

Saya coba rawat kembali tanaman2 itu. Daun2 yang kuning saya pangkas. Beberapa pot tanaman saya ganti tanahnya. Bebrapa keladi-keladian saya potong dan saya stek lagi. Perlahan tanaman2 itu mulai tumbuh lagi.

Saya jugan meminta beberapa tanaman dari mertua dan teman. Kadang2 cari di kebun atau ladang ketika main sepeda. Saya menanam paku tanduk rusa, paku sarang burung, suplir, dan juga kemuning. Saya juga coba tanam Zingiber. Dan minta tanaman Ficus elastica dari temen kantor.

Continue reading