Category Archives: Organik

CARA MUDAH MENGOMPOSKAN Tandan Kosong Kelapa Sawit

TKKS (Tandan Kosong Kelapa Sawit) adalah limbah pabrik kelapa sawit yang jumlahnya sangat melimpah. Setiap pengolahan 1 ton TBS (Tandan Buah Segar) akan dihasilkan TKKS sebanyak 22 – 23% TKKS atau sebanyak 220 – 230 kg TKKS. Apabila dalam sebuah pabrik dengan kapasitas pengolahan 100 ton/jam dengan waktu operasi selama jam, maka akan dihasilkan sebanyak ton TKKS. Jumlah limbah TKKS seluruh Indonesia pada tahun 2004 diperkirakan mencapai 18.2 juta ton. Jumlah yang luar biasa besar. Ironis sekali, limbah ini belum dimanfaatkan secara baik oleh sebagian besar pabrik kelapa sawit (PKS) di Indonesia.


Link terkait: Pabrik pengolahan kompos tkks



limbah tkks pabrik sawit
Gambar 1. TKKS di sebuah pabrik kelapa sawit

Continue reading

Menyiapkan Tanah untuk Percobaan Rumah Kaca

Penelitian rumah kaca sering dilakukan, terutama yang berkaitan dengan pertanam-tanaman.  Kalau saya sering menggunakan percobaan rumah kaca untuk menguji isolat mikroba yang saya dapatkan atau menguji pupuk organik yang sedang saya teliti. Percobaan rumah kaca sebenarnya mudah dilakukan, tetapi jika tidak hati-hati dalam mempersiapkannya malah bisa gagal jadinya. Berikut ini beberapa tip menyiapkan tanah untuk percobaan rumah kaca.
Continue reading

Preparasi Contoh TKKS atau Kompos TKKS

Masalah Rasio C/N – Latar Belakang

Karena permasalahan hasil analisa contoh kompos TKKS yang ‘ngaco’ – seperti yang sudah aku sampaikan dalam posting yang lalu – kini aku berusaha mencari metode preparasi contoh TKKS yang lebih valid.   Aku menduga bahwa sumber permasalahan terletak pada preparasi contoh yang kurang baik atau kurang benar dan tidak mewakili kompos TKKS yang diambil.  Sebelumnya aku melakukan diskusi intensif dengan analis yang melakukan analisa ini – Bu Euis.

Sebenarnya analisa TKKS bukan sesuatu yang baru bagi kami.  Sudah bertahun-tahun peneliti di BPBPI meneliti tentang TKKS ini. Salah satunya – bos saya – Dr.  Didiek Hadjar Goenadi, Dr.  Darmono,  Dr.  Siswanto, dan yang baru-baru ini Dr.  Agus Purwantara dan saya.  Di catatan yang ada di arsip lab. Kimia tertulis memang rasio C/N kompos TKKS sebagian di bawah 30.  Beberapa waktu sebelumnya Dr.  Siswanto mengalami hasil yang sama, yaitu hasil analisa yang tidak masuk akal dan terpaksa ngulang analisa sampai berkali-kali di lab yang berbeda-beda.  Kalau dari pengalaman analisa yang dulu-dulu kompos TKKS rasio C/N -nya di bawah 30 atau mendekati 30.  Yang aneh adalah kenapa hasil analisa  yang saya lakukan rasio C/N-nya di atas 30 atau bahkan ada yang di atas 100.  Aneh banget kan …..??????!!!!!!!!!!!
Continue reading

Jamur Di Tumpukan TKKS


Beberapa waktu yang lalu saya jalan-jalan di salah satu perkebunan sawit di Palembang. Luas kebun sawit itu tidak terlalu luas, kurang lebih sekitar 8000 ha (kebun inti) dan 40000 ha (kebun plasma). Tandan buah segar (TBS) yang dipanen dari kebun tersebut kemudian diolah di pabrik kelapa sawit yang letakknya di salah satu ujung kebun. Kapasitas pengolahan pabrik saat ini kurang lebih 50 ton TBS/jam. Dari pengolahan TBS di hasilkan CPO (crude palm oil), limbah TKKS (tandan kosong kelapa sawit), dan limbah cair. Volume limbah TKKS cukup besar. Dalam satu hari bisa mencapai 150 ton.

Continue reading

Mengisolasi Jamur TKKS


Aku mencoba mengisolasi dan memurnikan jamur-jamur yang aku temukan di tumpukan TKKS. Sayangnya hanya sebagian yang berhasil dimurnikan. Jamur-jamur tersebut antara lain:

Continue reading

Masalah Analisa Rasio C/N Kompos TKKS

Rasio C/N adalah salah satu parameter penting untuk mengetahui kualitas kompos. Rasio ini digunakan untuk mengetahui apakah kompos (baca: bahan organik) sudah cukup ‘matang’ atau belum. Rasio C/N ini juga diatur di dalam SNI ataupun KepMenTan tentang kualitas kompos. Di dalam SNI rasio C/N kompos yang diijinkan adalah 10 – 20, sedangkan di dalam KepMenTan rasio C/N kompos yang diijinkan berkisar antara 20.
Continue reading

BIOTEKNOLOGI MIKROBA UNTUK PERTANIAN ORGANIK


donwload ebook gratis microbiologyAlasan kesehatan dan kelestarian alam/lingkungan menjadikan pertanian organik sebagai salah satu alternatif pertanian modern. Pertanian organik mengandalkan bahan-bahan alami dan menghindari segala asupan yang berbau sintetik, baik berupa pupuk sintetik, herbisida, maupun pestisida sintetik. Namun, petani sering mengeluhkan hasil produksi pertanian organik yang produktivitasnya cenderung rendah dan lebih rentan terhadap serangan hama. Masalah ini sebenarnya bisa diatasi dengan memanfaatkan bioteknologi berbasis mikroba yang diambil dari sumber-sumber kekayaan hayati non sintetik.
Continue reading

Pupuk Kompos Jerami: Mudah, Murah, & Cepat

buku pupuk organik granulPenelitian yang dilakukan oleh Pusat Penelitian Tanah menemukan bahwa kandungan bahan organik di sebagian besar sawah di P Jawa menurun hingga 1% saja. Padahal kandungan bahan organik yang ideal adalah sekitar 5%. Kondisi miskin bahan organik ini menimbulkan banyak masalah, antara lain: efisiensi pupuk yang rendah, aktivitas mikroba tanah yang rendah, dan struktur tanah yang kurang baik. Akibatnya produksi padi cenderung turun dan kebutuhan pupuk terus meningkat. Solusi mengatasi permasalah ini adalah dengan menambahkan bahan organik/kompos ke lahan-lahan sawah. Kompos harus ditambahkan dalam jumlah yang cukup hingga kandungan bahan organik kembali ideal seperti semula.

Baca juga: Pengendalian hama padi dengan pestisida organik.


Informasi dan pemesanan aktivator pengomposan Promi: klik di link ini


Praktek pembuantan kompos jerami oleh H Zaka, Ket. Gapoktan Sulih Asih, Cigombong, Bogor


Lihat lanjutan video ini di Video Praktek Pengomposan Jerami


Continue reading

Potensi Seresah Tebu untuk Menambah Bahan Organik Tanah

Tidak jauh berbeda dengan kondisi tanah-tanah pertanian lainnya, kondisi tanah di perkebunan tebu juga miskin bahan organik.  Sebagai contoh, kandungan bahan organik di kebun PG Subang kira-kira hanya 2%.  Kondisi ini tentu saja membutuhkan perhatian serius dari pihak PG, terutama untuk meningkatkan kandungan bahan organik tanah.
Continue reading

Inovasi Berbasis Mikroba

Aku banyak bekerja dengan mikroba, terutama mikroba-mikroba  yang bermanfaat bagi tanaman.  Dari hasil kerjaku ini aku menjadi co inventor untuk beberapa produk berbais mikroba.  Produk-produk  yang telah dikomersialisasikan antara lain:
Continue reading