Langit

This slideshow requires JavaScript.

Tengoklah ke atas. Langit tak selalu biru. Arak-arakkan awan putih. Mendung kelabu. Burung-burung. Bulan. Matahari. Langit tak selalu biru. Jingga di ufuk. Pekatnya malam.

burung di angkasa

venus & saturnus

_DSC5867small

full moon

bulan sabit

chalmers balon

Mendung

Mendung

burung-burung di langit

camar dan pesawat

Continue reading

Gajah Purba terbesar, Stegodon trigonochepalus, ditemukan di Pati Ayam

Fosil gajah purba

Fosil gajah purba di situs purbakala Pati Ayam, Kab. Kudus

Salah satu gajah purba terbesar, Stegodon trigonochepalus, ditemukan di pegunungan Pati Ayam, Kab. Kudus. Gajah purba ini bisa mencapai ukuran tinggi hingga 4 m dan panjang mencapai 12 m. Gajah Stegodon bahkan lebih besar daripada Mammoth yang ditemukan di daerah sekitar kutup.

Situs purbakala Pati Ayam terletak di sisi timur Kab. Kudus dan berbatasan dengan Kab. Pati. Tidak sulit menemukan situs pubakala ini. Dari jalan raya Pantura arah Kudus-Pati, kurang lebih 15 km dari Kota Kudus, terdapat baliho petunjuk arah Situs Purbakala Pati Ayam di kiri jalan. Jarak dari jalan raya hanya 500 m masuk wilayah desa Terban. Jalan desa ini masih sempit dan kondisinya rusak parah di beberapa ruasnya. Museum cagar budaya situs purbakala Pati Ayam berada di depan balai desa Terban. Museumnya menempati sebuah rumah kecil yang lebih mirip ruko daripada sebuah museum purbakala.

Konon fosil-fosil purba ini sudah ditemukan oleh warga desa Terban sejak awal tahun 1980-an. Mereka menemukan tulang-tulang yang sudah membatu dengan ukuran luar biasa. Warga desa menemukan ladang mereka yang berada di lereng-lereng pegunungan Pati Ayam. Menurut cerita nenek-moyang warga, konon di salah satu hutan di Pati Ayam ini juga tempat semedinya Baron Skeber.
Continue reading

Kuliner Khas Pati; Sego Gandul Gajah Mati & Soto Kemiri

Setiap daerah memiliki masakan khas yang bisa mengoyang lidah, termasuk Pati, kota kecil di pesisir utara Jawa Tengah. Pati memiliki kuliner khas yang tidak ditemukan di kota-kota lain, yaitu: Soto Kemiri dan Nasi Gandul Ds Gajah Mati.

Sego Gandul Gajah Mati

Sego Gandul Gajah Mati

Sego Gandul dari desa Gajah Mati, kuliner khas Pati

Namanya Sego Gandul, tapi jangan terkecoh dengan namanya. ‘Gandul’ dalam bahasa jawa artinya adalah buah pepaya, sedangkan ‘sego’ artinya adalah nasi. Namun sego gandul bukanlah nasi pepaya. Sego Gandul adalah nasi yang diberi masakan daging kuah.

Daging sapi yang telah dibubui dan dimasak tersedia di meja dengan berbagai pilihan, seperti empal, kulit, hati, lidah, paru, dan telur rebus. Daging-daging dan telur itu telah direbus dengan bumbu yang menurut saya seperti bumbu bacem. Pembeli memilih daging mana yang disukai. Daging pilihan itu akan dipotong-potong dengan gunting, diletakkan di atas nasi putih, diberi kecap manis, bawang merah goreng, dan sambel kalau suka pedas. Kuahnya adalah kuah santan yang sangat kental berwarna coklat kemerahan, seperti kuah gulai atau coto makasar. Kuah ini nikmat dengan rasa kaldu sapi yang dibuat dengan merebus lemak, tulang, tulang kaki atau kikil. Kuah kental itu diguyurkan ke atas nasi dan potongan daging tadi.

Piring tempat makannya diberi lapisan selembar daun pisang. Daun pisang ini memberi citarasa yang khas pada sego gandul. Makannya bisa menggunakan sendok logam atau sendok daun pisang alias ‘suru’. Daun pisang disobek beberapa centi lebarnya, kemudian dilipat dan ditekuk sedemikian rupa sehingga bisa untuk menyendok nasi.

Sego Gandul memiliki citarasa asli Jawa Tengah yang terkenal gurih dan manis. Kuahnya yang kental menambah kuat rasa dagingnya. Sego gandul sangat nikmat dimakan dalam kondisi panas dan dipadu dengan tempe goreng atau krupuk.

Warung sego gandul biasanya diberi embel-embel tulisan ‘Asli Gajah Mati’. Memang sego gandul ini berasal dari Ds Gajah Mati, salah satu desa di sisi timur kota Pati yang dekat dengan terminal bis. Di pingir-pingir jalan desa ini memang banyak dijumpai warung sego gandul. Kini warung sego gandung tidak hanya ada di desa Gajah Mati. Warung sego gandul hampir bisa ditemui di semua ruas jalan kota Pati, terutama ruas jalan utama. Jika Anda kebetulan sedang lewat kota Pati via jalur pantura, rasanya kurang afdhol jika tidak mampir makan sego gandul.
Continue reading

Andi, Apache Barber Shop

Andi, Apache Barber Shop

Namanya Andi, owner merangkap tukang cukur dari tempat Potong Rambut APACHE. Lokasinya njlempit di gg Jetis Magersari, Magelang. Luas tempatnya hanya 1 x 2 meter, nempel di rumah orang. Tempat cukur ini dihiasi pernak-pernik indian Apache. Maklum si empunya tempat cukur ngefans berat sama suku Indian ini. Pagar depan dibuat dari belahan-belahan kayu dan diatur sangat artistik. Menambah kesan kuat nuansa indiannya. Saking ngefannya, motor vespa kesayangannya pun dihias bak motor Indian. Tengkorak sapi besar bertengger seram di muka vespa yang sudah di-modif habis-habisan itu.

Di depan kios mungil ini juga dihiasi dengan tulisan-tulisan religius. Tulisan-tulisan tentang kematian, neraka, dan dosa. Tuisan-tulisan yang mengingatkan dan menyadarkan orang-orang yang membacanya akan akhir kehidupan ini. Ada juga , foto-foto dari potongan majalah dan komik religi. Selain itu, cukur di tempat ini diiringi dengan alunan sholawat dari Sulis dan lagu-lagu religi lainnya.

Meskipun tempatnya njlempit, tapi langganan tempat cukur ini banyak. Rasanya tempat ini tidak pernah sepi pelanggan. Selain karena nuansanya yang unik, hasil cukuran Andi rapi. Pelanggan puas dengan hasil ketrampilan tanggannya. Selain itu ongkos cukur tempat ini sangat-sangat murah. HANYA RP 4000. Harga ini tidak berubah sejak 5 atau 6 tahun yang lalu. Bisa dibandingkan dengan ongkos cukur di tempat lain. Ongkos cukur di tempat lain Rp. 8000 – Rp. 15.000, klo di salon jauh lebih tinggi lagi. Apalagi kalau dibandingkan dengan di luar negeri….jauh banget. Ongkos klippning (cukur) di tempat cukur dekat apartemen saya paling murah > Rp. 100rb.

Dua belas tahun

12 Tahun
Terima kasih sayang sudah menemaniku selama 12 tahun ini
Terima kasih sayang atas kesabaranmu selama 12 tahun ini
Terima kasih sayang kau beri tiga jagoan pemberani

Jauh dan beratnya perjalanan ini tak terasa karena kau di sisiku
topan badai petir dan salju tak akan menyurutkan langkahku
karena dirimu selalu mendorong di belakangku
api semangatku berkobar-kobar karena engkau isi dengan bara cintamu

Ajarkan kepada tiga jagoan kita kelembutan dan kasih sayang
agar hati mereka tidak terkontaminasi kebencian dan kedengkian
akan ku ajarkan kepada mereka keperkasaan dan ketabahan
buat bekal mereka mengarungi keras dan kejamnya kehidupan

Perjalanan ini masih panjang
Kita arungi dengan riang
Aku dirimu dan tiga jogoan

Magelang, 12 November 2012

Alhamdulillah, akhirnya kami punya rumah sendiri

Royan dan Ummi

Royan dan Umminya di depan rumah kontrakan pertama kami

Sebagai karyawan honorer waktu itu gaji saya masih sangat kecil. Uang gaji saya hanya cukup untuk makan dan bayar kontrakan saja. Saya bekerja sambil melanjutkan kuliah S2 di IPB Bogor. Meskipun gaji saya pas-pasan, saya memberanikan diri untuk segera memenuhi separo agama; menikah. Dihitung pakai calculator apa pun, uang gaji saya tidak pernah cukup untuk menghidupi anak orang. Saya mengakhiri masa lajang dengan modal 1% keberanian dan 99% nekad. Saya percaya rizqi Allah yang mengatur. Alhamdulillah, meskipun rizqi pas-pasan, saya dan istri tidak pernah sampai kelaparan.

Setelah menikah kami mengontrak rumah petak berukuran kira-kira 6 x 6 m terpotong. Rumah itu berada paling pojok, dibangun di atas bekas empang kecil, dan bentuk tanahnya miring seperti trapesium. Di rumah itu hanya ada satu kamar tidur, ruang tamu, dan dapur yang menyatu dengan kamar mandi. Di samping rumah masih ada sedikit kolam ikan yang disisakan dan tepat di teras rumah masih ada lubang sumurnya. Meskipun kami tinggal di rumah yang boleh dibilang RSSSS (Rumah Sangat-Sangat Sederhana Sekali), kami tinggal dengan tentram, senang, dan bahagia. Di rumah mungil ini, alhadulillah, setahun kemudian anak pertama kami lahir; Arroyan.

Untuk memenuhi kebutuhan keluarga yang semakin meningkat, selain kerja honorer, saya mencoba untuk berusaha dan berkerja apa saja. Menjelang hari raya qurban biasanya saya berjualan hewan qurban domba dan sapi. Penjualan hewan qurban cukup laris, omzetnya pernah mencapai 210 ekor domba plus 10 ekor sapi. Sampai-sampai teman-teman saya menjuluki saya JURKAM (Juragan Kambing). Saya juga pernah berjualan komputer bekas ex luar negeri. Dari usaha kecil-kecilan itu Allah memberikan rizqi yang cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Saya masih bisa bershodaqoh dan menambung dari sisa rizqi yang ada. Alhamdulillah.
Continue reading

Tantangan memotret dalam kondisi low light

Fotografi asik dengan kamera saku

Tip dan trik memotret dengan kamera saku.

Fotografi sering diibaratkan melukis dengan cahaya. Cahaya sebagai media, seperti halnya cat minyak, atau cat air. Nah, kalau cahayanya kurang, ibarat pelukit kehabisan cat. Seperti dalam kondisi pencahayaan yang ‘low light’, fotografer harus bisa ‘melukis’ dengan cahaya seadanya. Inilah tantangannya.

Kondisi ‘low light’ bisa dibuat, seperti di ruangan yang gelap dengan hanya diterangi lilin atau lampu kecil. Kadang-kadang fotografer menemukan objek foto yang memang berada di tempat yang low light. Saya lebih banyak berada dalam kondisi yang kedua. Sangat jarang saya sengaja memotret di tempat yang gelap. Memang ada beberapa foto seperti itu, ketika saya sedang belajar memotret low light. Saya masih ingat beberapa tahun yang lalu, ketika jamannnya masih pakai film selluloid. Saya pingin banget memotret lilin. Habis satu rol film, hanya satu foto yang jadi. Bisa dibayangkan kan, jaman dulu memotret pakai film. Apes deh……

Cahaya Lilin

Cahaya Lilin

Pengalaman itu membuat saya jadi agak malas menciptakan kondisi low light untuk memotret. Selain itu foto-foto seperti itu terkesan ‘klise’. Kalau saya tidak menemuka ide yang cukup menarik, saya malas memotret seperti itu.

Continue reading

Yusuf Berenang

Oldig: high key atau low key

Salah satu kelebihan fotografi digital saat ini adalah pengolahan foto secara digital (oldig). Foto asli hasil jepretan kamera bisa diolah sesuai keinginan fotografernya hanya dengan menggunakan komputer. Misalnya saja mengolah foto menjadi foto high key atau low key. Sebagai contoh foto bunga dahlia yang foto aslinya seperti foto di bawah ini.

Foto asli bunga dahlia sebelum diolah

Foto asli bunga dahlia sebelum diolah

Bunga dahlia ini saya foto dihari yang cerah dengan cukup cahaya. Ketika saya foto, saya turunkan sedikit exposurenya, sehingga sedikit ‘under exposure’. Saya lakukan ini, karena saya bisa dapatkan detail di bagian yang cerah dan cukup mudah untuk meningkatkan exposure dengan Photoshop. Sayangnya bunga dahlia sedikit terpotong di bagian atas. Selain itu komposisinya juga kurang bagus. Namun, saya suka dengan bunga dahlia ini.
Continue reading

Foto Low Key: Kegelapan yang diselimuti misteri

Fotografi asik dengan kamera saku

Buku Fotografi Asik dengan Kamera Saku

Foto low key adalah kebalikan dari foto high key. Kalau foto high key cahaya berlebih, foto low key pencahayaannya kurang. Kalau dilihat dari histogramnya, grafik histogram condong ke kiri. Namun, tidak ada yang ‘clipping’ di bagian gelapnya. Jadi bagian low tone-nya yang tinggi, sedangkan middle tone dan high tone-nya rendah.

Foto low key bernuansa gelap. Gelap melambangkan kesedihan, misteri, rahasia, dan elegan. Ketika melihat foto-foto low key, kita seperti masuk ke dunia kegelapan yang penuh misteri. Foto-foto low key sebagian besar saya ambil ketika malam hari atau di ruangan yang sedikit cahaya. Saya tidak menggunakan tambahan lampu kilat atau lighting. Maklum belum punya peralatan lighting.

Berikut ini beberapa foto low key yang saya buat. Selamat menikmati. Seperti biasa, sampaikan saran, kritik, dan masukannya.

Mas Susanto

Dahlian in darkness
Continue reading