Foto hitam putih (black and white) memiliki nilai artistik tersendiri. Meskipun saat ini perkembangan dunia foto digital sudah sangat maju, foto black & white tetap memiliki tempat di dunia fotografi. Saya menemukan buku ‘Word of proust’ yang memuat foto hitam putih klasik karya fotografer perancis Paul Nadar. Foto hitam putih yang luar biasa.
Buku itu memuat foto-foto keluarga, teman dekat, dan kolega Marcel Proust, seorang novelis klasik perancis yang terkenal. Yang menarik bagi saya bukan cerita tentang diri Proust, tapi karya foto itu sendiri, proses pemotretan, editing, dan proses cetaknya.

Paul Nadar bisa merekam dengan sangat baik raut wajah, detail, ketampanan, kecantikan, kegagahan, atau pun glamour keluarga bangsawan dan keluarga borjuis perancis pada saat itu. Paul Nadar mengatur dengan sangat hati-hati pencahayaannya. Dia menggunakan reflektor untuk menyeimbangkan pencahayaan. Dia memotret beberapa kali sampai didapatkan foto yang paling bagus.
Continue reading
Portrait photography mungkin salah satu objek fotofrafi yang banyak digemari. Selalu ada yang menarik dan menantang ketika memotret wajah orang. Ada karakter yang terpancar dari setiap wajah yang dipotret. Ada pesan di balik raut mukanya. Photographer-photographer besar juga banyak mengambil foto portrait (potret). Seperti sang maestro Henri Cartier-Bersson (HBC). Banyak potret yang dibuat oleh HBC, banyak diantaranya yang jadi iconik. Atau foto Mother Migran-nya Dorothea Lange yang legendaris. Atau fotonya Afgan Girl (Sharbat Gula) oleh Steve McCurry. Sorot mata Sharbat Gula menceritakan kepedihan dan kemarahan. Kadang-kadang saya juga memotret foto teman-teman atau orang di sekitar saya, bisa dilihat di link ini: 
















