Category Archives: Fotografi

Fotografi Unik Kerstin Hiestermann dari Barang-barang di Sekitar Kita

Fotografi unik kiersten hiestermann

Fotografi unik karya Kiersten Hiestermann (Sumber: http://www.spielkkind.de/)

Imajinasi tidak ada batasnya. Dengan imajinasi barang-barang ‘sampah’ yang seperti tidak ada ‘seninya’ bisa disulap menjadi ‘foto model’ yang spektakuler. Kerstin Hiestermann, fotografer dari Denmark membuat foto-foto uniknya dari barang-barang yang dia temukan di sekitarnya. Unik, lucu, dan ngemesin.

Kalau sebelumnya saya sudah berbagi tentang ide-ide fotografi dari kelapa ikan mati, dan lalat & serangga yang mati. Kali ini ide foto menarik dari karya foto Kerstin Hestermann. Fotografer asal Denmark ini memanfaatkan barang-barang yang bisa diperoleh di sekitar kita. Entah itu daun, ranting, kelopak bungan, gunting, dan lain-lain. Dengan imajinasinya yang luar biasa, barang-barang tersebut disusun di atas kertas atau benda lain. Sama seperti Magnus, Kerstin menambahkan gambar bermacam-macam dengan pensil atau pena. Kerstin juga menambahkan tokok-tokok kecil yang imut dan lucu dengan pensil. Hasilnya adalah sebuah paduan yang sangat menarik.

Karya fotografi Kerstin membentuk semacam karikatur dari dunia mimpi. Di websitenya ada artikel dengan judul: the dreamer embodied. Sayanyang ditulis pakai bahasa Denmark yang saya tidak paham. Yang jelas, bahasa visual bahasa yang universal. Tidak perlu Google Translate untuk menikmati karya-karya Kersten. Silahkan dinikmati foto-foto Kersten.

Salam Jepret.
Silahkan baca artikel lain tentang fotografi di sini: Fotografi

Foto-foto Kersten Hiestermann bisa dilihat di sini: http://www.spielkkind.de/ | @spieldkkind | @khiesti

fotografi unik Kersten Hiestermann

fotografi unik Kersten Hiestermann
Continue reading

Fotografi Unik dari Lalat dan Serangga yang Mati

fotografi dari lalat dan serangg mati

Fotografi dari lalat dan serangga mati karya Magnus Muhr. Sumber: http://muhrgalleri.area81.se/)

Satu lagi karya seni fotografi Magnus Muhr dari lalat-lalat dan serangga yang mati. Lalat-lalat diletakkan di kertas putih, lalu dengan pensil digambar tangan, kaki, dan properti lain sehingga membentuk gambar-gambar lucu yang menarik.

Pertama kali saya lihat karya foto Magnus Muhr ketika sedang di Swedia dan lihat-lihat di website komunitas fotografi Swedia. Karya foto Magnus sangat unik dan langsung menyedot perhatian saya. Magnus mengumpulkan lalat-lalat yang mati. (Padahal setahu saya di Swedia jarang sekali saya lihat lalat, bagaimana dia mendapatkan lalat-lalat ini….?????). Kemudian lalat-lalat itu disusun di atas kertas putih. Dengan bantuan pensil, Magnus mengambar tangan dan kaki. Lalat-lalat itu layaknya manusia yang sedang melakukan beragam aktivitas. Magnus memotret lalat-lalat ini.

fotografi dari lalat dan serangga mati Magnus Muhr

Menikmati karya foto Magnus Muhr seperti sedang menikmati karikatur. Gambarnya lucu-lucu, mengelitik, dan terkadang berisi kritik sosial. Karya Magnus sudah tersebar luas di mana-mana. Banyak yang memberi pujian, tapi ada juga yang mengkritiknya karena membunuh dan mengeksploitasi lalat-lalat itu.

Lepas dari itu semua, bagi saya karya Magnus sangat kreatif. Dia berhasil ‘menghidupkan’ lalat-lalat dan serangga yang mati menjadi karya fotografi yang asik untuk dinikmati.

Di sini banyak sekali lalat, apalagi di pasar-pasar. Mengumpulkan lalat dan serangga mati tidak sulit. Semoga foto-foto ini memberi inspirasi fotografi bagi Anda.
Salam jepret.
Silahkan baca artikel lain tentang fotografi di sini: Fotografi

fotografi dari lalat dan serangga mati magnus murh

fotografi dari lalat dan serangga mati magnus muhr

fotografi dari lalat dan serangga mati Magnus Muhr
Continue reading

Seni fotografi dari kepala ikan mati – (Anne-catherine becker-echivard)

fotografi kepala ikan Anne-Catherine

Fotografi kelapa ikan karya Anne-catherine becker-echivard (Sumber: http://www.ufunk.net/en/photos/secret-life-of-fishes/)

Bagi sebagian orang mungkin kepala ikan tidak ada keindahannya sama sekali. Tetapi tidak bagi Anne-catherine becker-echivard – Seniman Perancis yang memanfaatkan limbah kepala ikan sebagai objek seni fotografinya. Di tangan Anne-catherine kepala ikan itu disulap menjadi sosok-sosok yang berekspresi dan ‘nyeni’. Sebut saja, suasana ruang operasi, pekerja pabrik, narapidana, dan lain-lain.

Potongan-potongan kepala ikan itu didandani oleh Anne dan diberi properti yang bermacam-macam. Kemudian disusun dan diatur ke dalam sebuah diorama lengkap dengan pencahayaannya. Kejelian Anne adalah menangkap ekspresi dari kepala-kepala ikan itu dan mendadaninya dengan properti yang cocok. Hasilnya adalah karya foto yang luar biasa.

fotografi kepala ikan mati Anne-catherine

Anne-Catherine sedang menyiapan kepala-kepala ikan untuk difoto. (Sumber: http://www.mirror.co.uk/news/weird-news/dead-fish-dressed-up-artist-2076875)

Kalau diperhatikan dari karya-karya Anne, ada semacam kritik sosial yang dalam untuk kehidupan manusian saat ini. Foto-fotonya kadang-kadang lucu, menyeramkan, atau mengelitik. Silahkan nikmati beberapa foto karya anne-catherine becker-echivard yang saya peroleh dari internet ini. Siapa tahu dengan melihat-lihat foto-foto ini bisa memberikan inspirasi bagi foto-foto Anda.

Silahkan baca artikel lain tentang fotografi di sini: Fotografi

Fotografi kreatif dari kepala ikan mati karya Anne-Catherine

fotografi kreatif dengan kepala ikan mati oleh Anne-Catherine

fotografi kreatif dari kepala ikan mati
Continue reading

A little pieces og my memories in Guthenberg, Sweden. Vol. 1. Faces.

Fotografi asik dengan kamera saku

Buku Fotografi Asik dengan Kamera Saku

Apa perlu mengatur White Balance kamera sebelum memotret?

image

Ini adalah tulisan keempat saya yang saya tulis dengan menggunakan suara. Lihat artikel saya tentang menulis dengan suara: Menulis dengan Suara.

Berbicara tentang white balance, terus terang saya tidak pernah mengatur white balance di kamera saya sebelum memotret. Setting white balance selalu saya buat auto. Saya selalu melakukan ini untuk semua kondisi pencahayaan pada saat pemotretan, baik pada saat cahaya cerah, cahaya mendung, waktu sore hari, pagi hari, di dalam ruangan maupun di luar ruangan, di bawah cahaya neon apapun bohlam lampu. Sangat jarang sekali kamera saya salah mengatur white balance. Foto hasil pemotretannya tampak baik baik saja, tidak tampak terlalu merah atau biru atau kehijau hijauan atau kekuning kuningan.

Continue reading

Aku dan Kamera Bututku

Kodak EasyShare

Kodak EasyShare M863

Aku membelinya kira-kira lima setengah tahun yang lalu, sebuah kamera saku Kodak EasyShare M863 8MP. Sejak saat itu kamera mungil ini seperti tidak lepas dari saku celana atau di dalam tas saya. Dengan kamera ini saya jatuh cinta dan belajar fotografi. Mungkin sudah ribuan foto saya ‘jepret’ dengan kamera saku ini, foto keluarga, foto rekreasi dan wisata, foto pemandangan, foto portrait, foto bunga, foto binatang, foto truk, foto orang….Pendek kata, hampir semua objek tidak lepas dari ‘jepretan’ kamera ini.

Saya memasang ‘cutting sticker’ di bagian depan kamera ini dengan tulisan: ISROI. Teman-teman saya sering bertanya:
“Mana kamera ‘ISROI’-nya..???” tanya mereka.

“Tenang…..Nih ada di sini,” jawab saya sambil menepuk-nepuk kantong depan celana saya.

Teman-teman saya sudah hafal, maklum bin mafhum, kalau saya senang memotret apa saja dengan kamera dekil ini. Meskipun tidak jarang mereka jadi objek saya untuk belajar fotografi.

Mungkin karena sering saya pakai dan sudah beberapa kali jatuh, kamera ini jadi mulai ‘ngadat’. Beberapa kali kamera ini rusak dan sempat ‘opname’ di bengkel service kamera. Hampir saja kamera ini saya pensiunkan. Alhamdulillah, kamera ini masih bisa diselamatkan dan sampai saat ini masih berfungsi dengan baik.

Setiap foto yang saya ambil dengan kamera ini memiliki kesan tersendiri bagi saya. Banyak kisah-kisah menarik dan motivasi dibalik pengambilan foto-foto itu. Saya punya beberapa ‘proyek fotografi‘ pribadi. Sebagian ‘proyek’ itu sudah selesai, namun ada juga ‘proyek fotografi‘ yang perlu waktu bertahun-tahun membuatnya. Berikut ini sebagian dari foto-foto yang paling berkesan bagi saya dan cerita di balik pengambilan foto itu.
Continue reading

Kelahiran Youssef

This slideshow requires JavaScript.

Youssef

Youssef umur satu hari


Muhammad Yusuf Abdurrahman umur satu hari.

Sebuah foto tidak hanya menyimpan gambar. Sebuah foto menyimpan sedetik peristiwa, merekam secuil memori, sepenggal kenangan, sepotong kebahagiaan, sejumput keindahan, atau kepedihan dan kesengsaraan. Sebuah foto – bagi saya – adalah rekaman sejarah kehidupan kami yang mungkin tak akan bisa terulang lagi. Salah satu foto-foto yang saya abadikan dan menjadi moment bersejarah bagi kami adalah foto-foto yang merekam kelahiran anak ketiga kami: Muhammad Yusuf Abdurrahman.

***

Minggu-minggu terakhir bulan Ramadhan 1435 H di kota Go:teborg, Swedia. Istri saya menyampaikan kabar yang sedikit membuat saya terkejut sekaligus menggembirakan.

“Bi, Ummi terlambat”, katanya.

“Terlambat apa maksudmu?” tanyaku sedikit ragu.

“Harusnya Ummi sudah datang bulan, tapi sudah seminggu belum apa-apa nih. Jangan-jangan perut Ummi ‘isi’ lagi nih, Bi!”, katanya menjelaskan.

Saya sedikit terkejut dan seakan tidak percaya. Kami memang ingin punya anak lagi, rahim istri saya sudah ‘kosong’ sembilan tahun sejak kelahiran Abim – anak kedua kami. Tapi, tidak secepat ini yang saya duga.

“Masak, sih?” kata saya seakan tidak percaya sambil mengelus-elus perut istri saya tercinta.

Saya berjanji akan membeli alat tes kehamilan di apotik di Norstad sepulang dari kampus besok. Setelah saya membeli alat tes berbentuk strip itu, langsung saya memberikannya ke istri saya. Sore itu juga istri saya mengetest alat itu dengan urinnya.

“Bener, Bi. Hasilnya positif. Nih lihat sendiri!” katanya sambil menunjukkan strip tes kehamilan yang ada garis dua, tanda bahwa istri saya positif hamil. Senang, gembira, sekaligus khawatir jadi satu. Sulit saya ungkapkan dengan kata-kata. Langsung saya peluk dan saya ciumi istri saya. Saya elus-elus perutnya.

“Bener nih…Dedek ada di perut, Ummi? ” kata saya sambil mengelus-elus perut stri saya.

Kami memberi tahu anak-anak kami, Mas Royan dan Mas Abim.

“Horree……!!!!!”, teriak mereka serempak. Mereka memang sudah lama ingin punya adik lagi.

“Aku pingin punya adik laki-laki,” kata mereka hampir serempak.

Saya dan istri saya tentu saja ingin punya anak perempuan. Maklum, dua anak pertama kami laki-laki. Istri saya jadi orang paling cantik di rumah ini. Istri saya pun sudah capek menghadapi kenakalan kedua anak laki-laki kami. Hampir setiap hari mereka berantem yang membuat sewot umminya. Istri saya tidak bisa membayangkan jika ada tiga anak laki-laki di rumah.

Namun, bagi kami, laki-laki atau perempuan adalah semua karunia Allah. Laki-laki atau pun perempuan yang akan Allah karuniakan kepada kami akan kami terima dengan senang hati. Insya Allah.
Continue reading

Memotret Portrait dengan Kamera Saku


Fotografi asik dengan kamera saku

Buku Fotografi Asik dengan Kamera Saku

Tulisan ini adalah seri tulisan saya tentang belajar fotografi dengan menggunakan kamera saku, compact camera, atau kamera kecin lainnya yang non DSLR. Silahkan lihat seri tulisan yang lain di link ini: Fotografi dengan Kamera Saku.


Fotografi kamera saku portrait

Fotografi portrait sudah menjadi objek fotografi sejak dulu kala. Portrait adalah foto orang atau sekelompok orang yang menampilkan emosi, kepribadian, ekspresi, ‘mood’, atau budaya/kulture dari orang yang difoto. Focus fotofrafi ini adalah orang atau sekelompok orang, bisa sebagian atau seluruh tubuh, dan bisa juga dengan lingkungan sekitarnya. Kini saatnya mencoba mode Portrait atau Close-up yang ada di kamera saku Anda. Jika memotret orang dalam jarak yang cukup dekat, gunakan Mode Close-up, jika jaraknya cukup jauh atau sekelompok orang, gunakan mode Portrait.

Memotret orang perlu seni tersendiri, karena memotret orang tidak bisa sembarangan dan gampang-gampang susah. Orang yang akan kita foto bisa anggota keluarga, teman, orang yang datang ke pesta, atau bahkan orang yang tidak kita kenal sama sekali. Sebelum memotret temukan dan kenali apa yang paling menarik dari orang atau sekelompok orang ini. Misalkan foto Abim di halaman samping ini yang difoto oleh Umminya dengan kamera HP LG GW300. Abim sedang menunggu waktu masuk sekolah. Suasana sekolah masih sepi, Abim terlihat sedih dan kesepian. Dia bersandar di pintu masuk kelasnya. Cahaya dari halaman menerangi sisi kanan wajahnya, dan pendaran cahaya dari jendela sedikit menerangi sisi kiri wajahnya. Pencahayaan ini menambah kesan kuat kesedihannya. Ditambah lagi dengan sorot matanya yang sendu. Umminya bertanya, “Abim kenapa?”. “Abim rindu Abi”, jawabnya lirih.
Continue reading

Sunset Pukul 22.45 Tengah Malam

Sunset di Gothenburg

Langit Godvadersgatan, Gothenburg, di sore hari ketika matahari terbenam (sunset)

Waktu sholat magrib ditandai ketika Sang Mentari mulai singgah ke peraduannya. Adalah saat Sang Mentari masih terlihat malu-malu di ufuk dan memancarkan warna jingga keemasan. Di desaku, yang tidak jauh dari garis katulistiwa, waktu magrib hampir selalu sama setiap harinya, yaitu antara pukul 17.30 – 18.30 WIB.

Saya mengalami ‘shock’ waktu sholat ketika tinggal di kota Gothenburg, Swedia. Waktu sholat yang berdasarkan posisi matahari ini tidak sama setiap harinya. Di kota yang lebih dekat ke kutup utara daripada katulistiwa ini, waktu terbit dan terbenamnya matahari berubah-ubah setiap hari. Di musim dingin, bulan Desember – Maret, Sang Surya malas bersinar. Hari lebih banyak gelapnya daripada terangnya. Gelap dan dingin……bbbrrrrr…..

Sedangkan di musim panas, bulan Juni-Agustus, Sang Surya sedang giat-giatnya menyinari bumi Skandinavia. Waktu siang lebih panjang daripada waktu malam. Di puncak musim panas, Sang Surya sudah ‘bangun’ pukul 2.30 pagi. Semburat warna merah terlihat di langit timur, tanda waktu sholat subuh. Pukul 5 pagi sudah terang benderang.

Udara menghangat dan orang-orang dengan riang menyambutnya. Wajah-wajah orang terlihat lebih cerah, senyum terkembang, dan menyapa ramah. Waktu siang sungguh panjang sekali. Sang Surya seperti tidak pernah lelah bersinar, menemani orang-orang yang bercanda riang dan berjemur di bawahnya. Lapangan sepakbola di seberang apartemen masih ramai hingga tengah malam.
Continue reading

Fotografi Hitam Putih

539044_10150962520821574_2095461163_n
((C) Ansel Adam Gallery)

Fotografi hitam putih istimewa, karena dalam warna duotone tidak ada warna yang salah. Orang akan fokus pada bentuk, garis, ‘tone’, dan pesan foto itu sendiri.

Fotografi hitam putih memiliki sejarah panjang, sepanjang sejarah kamera itu sendiri. Meskipun dunia fotografi sudah sedemikian maju, namun foto hitam putih masih tetap memiliki tempat tersendiri di dunia fotografi. Masih banyak fotografer-fotografer ternama masih setia dengan foto hitam putih. Sebut saja Alm. Pak Ansel Adam, bapak fotografi landscape, yang tetap setia dengan warna duotone, meskipun Pak Adam adalah konsultan untuk perusahaan film ternama. Pak Sebastiao Salgado, fotografer dokumenter, selalu menggunakan film hitam putih dalam karya-karyanya. Sally Man, fotografer Amerika, yang memanfaatkan nuansa suram dan mistis foto hitam putih dalam karya-karya fotografinya. Nick Brandt, fotografer binatang, memotret binatang di alam liar Afrika dengan sangat menajubkan dalam nuansa duotone. Banyak karya-karya foto humor Pak Elliot Erwitt adalah fotografi hitam putih. Beberapa majalah fotografi terkemuka juga menampilkan foto hitam putih di dalam majalahnya. Sebut saja majalah Lens Work. Karya fotografi hitam putih di dalam majalah ini sungguh luar biasa.

Rue des Ursins, 1900
Karya fotografi hitam putih klasik oleh Eugene Atget.
Continue reading