Masalah pupuk memang masalah yang banyak makan biaya. Pemerintah melalui Departemen Pertanian mengeluarkan banyak sekali dana untuk memberikan subsidi pupuk untuk petani. Harga pupuk bisa sedemikian murah untuk petani. Andaikan pupuk tidak disubsidi, mungkin petani-petani kita tidak akan mampu membeli pupuk. Ini cerita tentang pupuk kimia. Tahun lalu ketika harga pupuk sangat tinggi, teman saya di PTPN 4 bercerita kalau mereka membeli pupuk kimia hingga harganya mencapai Rp. 11.000/kg (pupuk kimia non subsidi).
Cuma sayangnya, banyak tangah-tangah jahil yang menyelewengkan subsidi ini. Rasanya sudah menjadi rahasia umum kalau terjadi kebocoran subsidi di mana-mana. Dana subsidi yang seharusnya untuk petani, nyasar (atau disasarkan) ke tempat yang tidak semestinya. Perhatikan besarnya dana subsidi pupuk yang dikeluarkan oleh Departemen Pertanian berikut ini, sungguh luar biasa besarnya.
Tahun
Subsidi (Milyar)
Persen Kenaikan
2003
900
–
2004
1.590
76.67%
2005
2.590
62.89%
2006
4.180
61.39%
2007
6.790
62.44%
2008
14.100
107.66%
*) data diambil dari buku Kebangkitan Pertanian Indonesia, Tim Media Deptan 2008 Continue reading →
Ditambahkan mikroflora tanah multiguna (biofertilizer NP &
K) yang mengandung mikro biologi:
Azosprillium sp
Minimal 105 cfu/gr
Alcaligenes sp
Minimal 105 cfu/gr
Bacillus sp
Minimal 105 cfu/gr
Aspergillus niger
Minimal 105 cfu/gr
Ukuran butir
Diameter 2 – 5 mm, minimal 90%
Warna butiran
Coklat tua mendekati hitam
Bahan baku
Berasal dari sisa hayati yang familier atau umum dan mudah
didapat dilingkungan sekitar dan mudah didekomposisi, terkecuali
bahan hayati yang barsal dari : kotoran unggas, sekam, tandan
kelapa sawit, dan bongkahan batang tebu.
Pupuk organik dan kompos akhir-akhir ini mendapat perhatian banyak orang. Selain karena desakan ekonomi, orang mulai sadar akan efek negatif dari penggunaan pupuk kimia yang berlebihan. Pupuk organik menjadi alternatif pilihan untuk mensubsitusi pengunaan pupuk kimia. Bahan aku utama pupuk organik adalah kompos. Seiring dengan meningkatnya permintaan pupuk organik, permintaan kompos pun juga meningkat. Continue reading →
Permasalahan pupuk hampir selalu muncul setiap tahun di negeri ini. Permasalahan tersebut antara lain adalah kelangkaan pupuk di musim tanam, harga pupuk yang cenderung meningkat, beredarnya pupuk palsu, dan beban subsidi pemerintah yang semakin meningkat. Beberapa upaya dan program telah digulirkan oleh pemerintah melalui Departemen Pertanian RI. Sebagai contoh, subsidi pupuk kimia untuk petani, namun implementasi di lapangan masih banyak penyelewengan yang merugikan petani dan pemerintah.
Alternatif pupuk kimia adalah pupuk organik. Petani di dorong untuk menggunakan pupuk organik sebagai penganti/alternatif pupuk kimia. Baru-baru ini Deptan juga mengeluarkan kebijakan untuk memberikan subsidi pupuk organik. Penyediaan pupuk organik diserahkan kepada BUMN atau perusahaan pupuk besar dengan mekanisme penyediaan yang mirip dengan pupuk kimia. Dikawatirkan masalah yang terjadi pada pupuk kimia akan terulang pada penyediaan pupuk organik granul ini apabila masih melibatkan perusahaan-perusahaan pupuk kimia. Beberapa tahun sebelumnya pemerintah juga pernah mengeluarkan program GO ORGANIK 2010, tetapi gaung program ini seperti kurang terdengar.
Praktek pembuantan kompos jerami oleh H Zaka, Ket. Gapoktan Sulih Asih, Cigombong, Bogor
Penggunaan pupuk kimia secara intensif oleh petani selama beberapa dekade ini menyebabkan petani sangat tergantung pada pupuk kimia. Di sisi lain, penggunaan pupuk kimia juga menyebabkan kesuburan tanah dan kandungan bahan organik tanah menurun. Petani melupakan salah satu sumber daya yang dapat mempertahankan kesuburan dan bahan organik tanah, yaitu: JERAMI. Pemanfaatkan jerami sisa panen padi untuk kompos secara bertahap dapat mengembalikan kesuburan tanah dan meningkatkan produktivitas padi.
Diperkirakan kandungan bahan organik di sebagian besar sawah di P Jawa menurun hingga 1% saja. Padahal kandungan bahan organik yang ideal adalah sekitar 5%. Kondisi miskin bahan organik ini menimbulkan banyak masalah, antara lain: efisiensi pupuk yang rendah, aktivitas mikroba tanah yang rendah, dan struktur tanah yang kurang baik. Akibatnya produksi padi cenderung turun dan kebutuhan pupuk terus meningkat. Solusi mengatasi permasalah ini adalah dengan menambahkan bahan organik/kompos ke lahan-lahan sawah. Kompos harus ditambahkan dalam jumlah yang cukup hingga kandungan bahan organik kembali ideal seperti semula
Pupuk Kompos jerami memiliki potensi hara yang sangat tinggi. Berikut ini hasil analisa pupuk kompos jerami yang dibuat dengan promi dengan waktu pengomposan 3 minggu.
Rasio C/N 18,88
C 35,11%
N 1,86%
P2O5 0,21%
K2O 5,35%
Air 55%
Masalah sampah rasanya tidak kunjung bisa diselesaikan dengan tuntas. Meskipun sudah banyak upaya-upaya yang dilakukan oleh pemerintah. Sampah tetap saja terlihat menumpuk di mana-mana. Masyarakat masih suka membuang sampah sembarangan. Tempat sampah khusus sudah disediakan: tempat sampah khusus bahan organik, tempat sampah khusus plastik, dan tempat sampah khusus logam. Anehnya tempat sampah itu sepertinya tidak berfungsi. Tempat sampah organik isinya plastik, sandal, dan sampah-sampah lain campur jadi satu.
Masalah sampah tidak cukup hanya dengan menyediakan tempat sampah khusus atau mengolahnya menjadi pupuk kompos dan pupuk organik. Penyelesaian masalah sampah sebaiknya dimulai dari SI PENGHASIL sampah alias orang-orangnya. Kemudian penyelesaian masalah difokuskan pada sampahnya. Masalah sampah demikian komplek sehingga penyelesainnya pun harus komprehensip meliputi seluruh aspek tentang sampah ini.
Sampah bukan MASALAH, SAMPAH ADALAH BERKAH.
Info lengkap pelatihan pengelolaan sampah klik disini: BERKAH DARI SAMPAH
Beberapa artikel tentang pupuk organik granul di blog ini cukup mendapatkan respon dari banyak pihak. Banyak yang menanyakan bagaimana membuat pabrik pupuk organik granul atau bagaimana memulai usaha pupuk organik granul. Sebenarnya kalau membaca buku saya: Pupuk Organik Granul, akan sudah terbayang alat-alat apa yang dibutuhkan dan kira-kira berapa biaya investasinya. Memang di buku tersebut tidak membahas masalah investasi dan perhitungan bisnisnya. Continue reading →
Selain sampah anorganik, banyak juga sampah-sampah organik. Sampah organik bisa ditumukan di mana-mana, tersedia melimpah, dan murah. Sampan organik bisa diolah menjadi produk-produk lain yang lebih bermanfaat. Misalnya: kompos –> pupuk organik, biogas, bioetanol, dan lain sebagainya.
Kadang-kadang kita kurang menyadari kalau sampah organik banyak sekali ditemukan disekitar kita. Coba perhatikan beberapa foto yang sempat aku abadikan di bawah ini. Sampah organik seperti ini memiliki banyak manfaat.
Sampah bukan MASALAH, SAMPAH ADALAH BERKAH.
Info lengkap pelatihan pengelolaan sampah klik disini: BERKAH DARI SAMPAH
DRAF 1: Perhatian status buku ini masih Draf 1, belum final. Kemungkinan masih banyak kesalahan di dalam buku ini.
Sebenarnya sudah cukup lama saya merencanakan untuk membuat sebuah buku tentang pupuk organik granul. Saya merasa perlu menyusun apa yang saya tahu tentang pupuk organik dalam sebuah buku. Potongan-potongan informasi tersebut sudah saya tulis dalam blog ini. Tetapi umumnya hanya sepotong-sepotong dan tidak sistematis. Potongan-potongan itu aku coba susun kembali menjadi sebuah buku kecil sederhana.
Buku ini saya tulis di sela-sela waktu saya. Kalau dikumpulkan mungkin hanya beberapa hari saja. Semua mengalir begitu saja. Continue reading →
Kalau Anda tertarik dengan tulisan di blog ini dan berniat untuk meng-copy-nya serta menyebarluaskannya. Jangan malu-malu, copy aja langsung atau save as lewat menu bar. Boleh diubah, dimodifikasi, dan diperkaya, asal tetap mencantumkan credit-nya dan alamat URL-nya. Diperbolehkan selama untuk tujuan kebaikan, tidak melanggar hukum, norma-norma etika dan kesulilaan, tidak menyinggung SARA, dan BUKAN UNTUK TUJUAN KOMERSIAL. Yang terakhir ini harus bayar Royalti ;). Jika Anda memiliki sesuatu yang ingin ditambahkan, koreksian, komplain, bantahan, protes, gugatan, atau yang lainnya, silahkan masukkan di kolom komentar. Kalau Anda merasa bahwa isi blog bermanfaat, silahkan berbagi dengan yang lain. Silahkan klik icon-icon berbagi yang ada di bawah setiap artikel.