Category Archives: MyStories

Mengajarkan Anak-anak Tentang Alam dan Binatang

Banyak cara untuk mengajarkan ilmu pada anak-anak. Seperti ilmu tentang alam dan binatang. Salah satu cara untuk mengajarkan ilmu ini pada anak-anak adalah dengan cara pengamatan langsung.

Pelajaran IPA yang membahas tentang alam dan binatang termasuk pelajaran yang ‘sulit’. Apalagi mengajarkannya pada anak-anak yang baru belajar membaca. Namun, ilmu ini bisa diajarkan dengan cara yang menyenangkan bagi anak-anak. Misalnya dengan melakukan pengamatan langsung di alam, karena anak-anak lebih cepat belajar secara visual dibandingkan dengan tulisan.

Ibrahim sedang mengamati belalang sentadu/sembah

Ibrahim sedang mengamati belalang sentadu/sembah

Continue reading

Royan dan Ibrahim

Punya dua anak laki-laki yang umurnya berdekatan cukup repot juga. Hampir tiap hari mereka berantem. Membuat Umminya sewot melulu. Rasanya mereka selalu meributkan apa saja. Hal-hal sepele bisa menjadi pemicu pertengkaran mereka. Royan yang gede suka usil dan mengoda adiknya. Adiknya usil juga, tetapi cengeng, sedikit-sedikit menangis. Tapi pertengkran ini pertengakaran anak kecil. Meskipun mereka bertengkar hebat, sebentar kemudian sudah main bersama lagi.

Kalau diperhatikan sebenarnya mereka saling menyayangi. Pernah iseng-iseng aku bertanya pada Royan, apakah dia sayang saya abim adiknya. Dia berkata, “Ya iya..lah…, masa ya…iya…dong…, katanya sambil nyengir. Lalu aku lanjutkan lagi, “Kenapa sering usil sam adikmu?”. Royan hanya nyengir aja.

Di lain waktu gentian kutanya adiknya,” Sebenarnya dedek Abim sayang tidak sama Mas Royan?”.

Abim menjawab,”Sayang sih…”.

“Kenapa berantem melulu saya Mas Royan…????”, kataku lagi. Seperti biasa Abim hanya nyengir aja.

Dasar anak-anak.

Continue reading

Muhammad Ibrahim

Muhammad Ibrahim

Rasanya di dunia ini tidak ada yang benar-benar sama, meskipun dicetak dari cetakan yang sama. Aku punya dua anak, meskipun dibuat dari ‘cetakan’ yang sama, keduanya berbeda. Masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangannya sendiri. Dalam beberapa hal Ibrahim bertolak belakang dari kakaknya, Ar Royan.

Ibrahim lebih sensitive perasaannya dari pada Ar Royan. Dia lebih mudah tersinggung, lebih mudah cemburu, dan lebih cari perhatian dari pada kakaknya. Misalnya saja kalau Ibrahim aku goda, dia akan cepat marah dan segera mencakar-cakar aku. Atau jika aku lebih memperhatikan mas Royan, dia akan mulai berulah untuk mencari perhatian kami.


Link Terkait:
Muhammad Ibrahim 1 | Abi….Bangun Sudah Adzan Subuh.. | Ajarkan Anak Anda Mencintai Buku Sejak Dini | Royan dan Mobil-mobilannya | Mas Royan Keluar Lewat Mana…???? | ALLAH RAKSASA | KAPAN MAS ROYAN MENINGGAL??? | Asad Muhyidin Ar Royan – 2 | Asad Muhyidin Ar Royan – 1


Continue reading

Mengenalkan Komputer pada Anak

Pengenalan Sejak Dini

Belajar Komputer Sejak Dini

Belajar Komputer Sejak Dini

Dalam sebuah puisinya Khalil Gibran mengatakan bahwa: anak-anak kita bukanlah anak kita, tetapi anak jamanya sendiri. Artinya anak-anak kita harus dipersiapkan untuk menghadapi jamannya sendiri. Salah satunya adalah mengenalkan dunia komputer pada Anak.

Kalau dulu jaman saya, saya mengenal komputer di tahun-tahun pertama kuliah. Itu saja layarnya masih ‘biru’. Sekarang OS sudah canggih sekali, fiturnya pun luar biasanya banyaknya. Komputer pun sudah masuk hampir ke semua bidang. Anak-anak kita sebaiknya diperkenalkan dengan komputer sedini mungkin.

Continue reading

Pengalaman Bertemu dengan Hantu

kuntilanak hantu ghost
Ilustrasi Hantu yang ada di sebuah video Youtube

Melihat tayangan tivi yang senang menampilkan hantu, meski tak bermutu; jadi ingat pengalamanku dengan mahluk yang satu ini. Boleh percaya boleh tidak, terserah Anda saja.

Baca juga : VIDEO NYATA HANTU

Perkenalanku dengan hantu pertama kali ketika aku masih balita. Ketika masih kecil aku sering nginap di rumah kakekku di desa. Waktu kecil aku agak bandel dan sering rewel. Kalau lagi rewel aku susah banget dikendalikan. Suatu malam aku rewel, sudah diapa-apain tetap saja rewel. Lalu simbah membawaku ke luar rumah yang gelap. Rumah kakekku dibuat dari papan dan bilik bambu. Waktu itu belum ada listrik di desa, lampu hanya pake lampu teplok atau lampu tempel saja.

Kenampakan hantu di sebuah video yang diupload di YouTube.

Continue reading

Abi, bangun sudah adzan subuh…….!!!!!

Rasulullah menganjurkan untuk mengajari anak sholat sejak mereka umur tujuh tahun. Ketika umur mereka menginjak 10 tahun, orang tua boleh memberi pukulan yang tidak menyakitkan pada anak jika mereka tidak mau sholat. Saya dan istri mencoba mengamalkan hadist ini dengan mengajarkan sholat pada dua anak kami yang masih duduk di bangku TK. Continue reading

Pertanyaan-pertanyaan Mas Royan yang Sulit Dijawab

Mas Royan, anakku yang paling besar, sering menanyakan hal-hal yang sulit untuk dijawab atau sulit untuk menjelaskan pada anak seumur dia. Banyak sekali pertanyaan-pertanyaannya, sebagian pertanyaan itu saya tuliskan di bawah ini. Mungkin diantara pengujung blog ini bisa membantu saya menjawabnya.
Continue reading

Ajarkan Anak Anda Mencintai Buku Sejak Dini

Sebuah ungkapan mengatakan bahwa buku adalah buku adalah setetes ilmu. Mengajarkan anak untuk mencintai buku berarti juga mengajarkan anak untuk mencintai ilmu. Orang tua sebaiknya mengajarkan anak untuk mencintai buku sedini mungkin, bahkan ketika mereka belum bisa membaca sekalipun.
Continue reading

Sekolah di SD Inpres

isroiWaktu SD aku sekolah di sebuah SD inpres, SD Cacaban 2 namanya. Letaknya di balik gunung sukorini dan jauhnya kurang lebih satu sampai satu setengah kilometer dari rumahku. SD Inpres maksudnya adalah SD yang dibangun atas Instruksi Presiden dan punya konotasi jelek. SD Inpres adalah SD untuk orang-orang tidak punya dan fasilitasnya pun sangat terbatas. Banyak teman-temanku waktu itu yang bersekolah tanpa memakai sepatu alias ‘nyeker’. Soalnya kalau pergi ke sekolah tidak boleh memakai sandal, tetapi anehnya kalau tanpa sepatu justru diperbolehkan.
Continue reading

Royan dan Mobil-mobilannya

Mengajarkan membaca pada anak merupakan pekerjaan yang susah-susah gampang. Sifat mereka yang masih polos dan masih suka bermain-main adalah tantangan tersendiri. Dari buku-buku dan majalah yang kami baca, sebenarnya anak-anak bisa diajarkan membaca sejak masih bayi. Bahkan sejak mereka belum bisa berbicara sama sekali. Kami banyak membeli buku-buku agar anak-anak kami mencintai buku dan gemar membaca.

Continue reading