Kalau ketemu dengan anggres spesies, apalagi anggrek spesies asli Indonesia saya ambil fotonya. Berikut ini adalah beberapa foto anggrek spesies. Sebagian sudah tahu ID-nya, sebagian belum tahu. Insya Allah akan selalu diupdate. Anggrek spesies memang tidak ‘semewah’ anggrek hibrida. Namun, anggrek spesies memiliki kecantikan dan keunikannya tersendiri dibandingkan dengan anggrek-anggrek hibrida. Bagi saya, kecantikan anggrek spesies lebih ‘alami’ dan lebih menawan. Kata penjaga rumah kaca anggrek spesies di Kebun Raya Cibodas, anggrek spesies ini sering dijadikan tetua untuk membuat hibrida-hibrida baru dengan pola-pola baru yang lebih menawan. Silahkan menikmati kecantikan anggrek-anggrek spesies.
Foto detail dari satu kuntum anggrek species Acriopsis javanica. Asal dari Gunung Wungkal, Pati, Jawa Tengah.
Foto detail dari satu kuntum anggrek species Acriopsis javanica. Asal dari Gunung Wungkal, Pati, Jawa Tengah.
Spathoglottis plicata, Anggrek Spesies, anggrek tanah. Bunga warna merah.
Dendrobium mutabile (Blume) Lindl. 1830
Dendrobium mutabile (Blume) Lindl. 1830
Dendrobium anosmum var. semi alba, anggrek spesies
Penelitian yang dilakukan di India membuktikan bahwa aplikasi asam humat padat bisa meningkatkan produksi padi. Berikut literaturnya. Semoga bermanfaat.
Dari dulu saya suka tanaman dan suka menanam. Tapi, kurang suka tanaman bunga. Kenapa? Karena tanaman berbunga umumnya umurnya pendek. Entah kenapa beberapa tahun ini mulai menyukai anggrek, khususnya anggrea spesies dari bumi pertiwi.
Sajak lupa awal mula dan kapan saya mulai menyukai tanaman anggrek ini. Sekitar tiga tahun yang lalu kalau tidak salah. Di rumah mertua ada banyak tanaman anggrek, tapi merana. Kadang2 kalau pas pulang, saya coba rawat tanaman2 ini.
Nah. Suatu ketika kami ingin memberikan hadiah bunga anggrek ke Eyang Uti, karena beliau suka tanaman anggrek. Kami membeli bunga anggrek di salah satu kebun anggrek di Magelang; Anggrek Nambangan.
Nah waktu di Anggrek Nambangan itu saya melihat banyak sekali jenis anggrek. Cantik2 bunganya. Tapi saya lebih tertarik dengan anggrek2 yang biasa2 saja dan ditempel di tembok2 pinggir. Kata penjaga kebun anggrek ini, anggek2 itu adalah anggrek spesies asli Indonesia. Bunga2nya eksotik. Kami membeli beberapa anggrek untuk ditanam sendiri.
Ada yang membuat saya sedikit kaget. Di Nambangan itu ada tanaman digantung berdaun hanya satu. Bentuknya biasa2 saja. Saya tanya ke peniaganya.
“Apa itu, Mas?”
“Anggrek Kalimantan, Pak.”
“Berapa harganya?” Saya piki harganya murah. Karena bentuknya jelek.
“Sejuta, Pak.”
“Hah… mahal sekali. Apa istimewanya?”
“Itu anggrek spesies dari hutan asli Kalimantan. Unik dan sulit di dapat. Makanya mahal.”
Jadi penasaran kami.
Mulai Berburu Anggrek Spesies
Salah satu anggrek Spesies Mini Asli Indonesia yang kami dapati di Cipanas.
Saya jadi pingin tahu apa sih keistimewaan anggrek spesies pribumi Indonesia ini. Saya mulai tanya2 ke Mbah Google dan gabung di Group FB. Ternyata Indonesia sangat kaya dengan anggrek spesies.
Kami suka berlibur ke alam bebas; ke hutan, ke curug, ke gunung, ke kebun raya dan lain2. Nah, kalau kebetulan kami sedang main2 ke alam bebas, kini tambah satu kebiasaan kami, yaitu berburu anggrek liar.
Ketika kami main2 ke Kebun Raya Bogor atau ke Ciboda, kami berburu anggrek liarnya. Ketika kami ke Cibereum, Gn Bunder, Gn Rowo, Gn Andhong, Gn. Wungkal, situ gede, curug nangka, Cikaniki, Green Canyon atau hanya ke kuburan, mata kami selalu ke atas atau ke bawah mencari2 anggrek liar.
Anggrek2 itu kami bawa pulang dan ditanam di rumah. Teras depan rumah yang tidak seberapa pun jadi penuh dengan pot2 anggrek.
Kalau kami main2 ke rumah saudara atau teman. Kalau ada tanaman anggreknya, pasti kami minta anakannya. Habis ngiler sih.
Sebagian anggrek2 yang kami bawa pulang saya tempelkan ke pohon rambutan depan rumah. Batang rambutan itu jadi penuh dengan anggrek2 liar.
Beli Buku-buku Tentang Anggrek
Buku-buku tentang anggrek
Untuk memenuhi rasa ingin tahu say
Untuk memenuhi rasa ingin tahu saya, saya membeli buku2 tentang anggrek. Buku anggrek pertama yang saya punya adalah: Simon & Schuster’s Guide to Orchids. Sebuah buku bekas yang saya beli on-line.
Setelah sekian lama. Buku ini masih kurang memenuhi rasa ingin tahu saya. Saya beli lagi buku yang kedua. Buku bekas juga, buku kuno terbitan tahun 56, judulnya “Bunga Anggerik, Permata Belantara Indonesia”. Buku ejaan lama yang bagus dan sangat lengkap tentang anggerik asli Indonesia.
u-anggrek-spesies-kuno-1.jpg”> Buku Anggrek Spesies Kuno Indonesia karya M Latief 1960[/caption]Saya kurang tertarik dengan buku2 terbitan
Saya kurang tertarik dengan buku2 terbitan baru. Kebanyakan membahas tentang anggrek2 hibrida yang populer. Malas membelinya.
Ketika sedang buka2 perpuatakaan Nano. Saya menemukan buku anggrek klasik terbitan PS, judulnya “Budidaya Anggrek” karya dosen IPB Dr. Livy Winata Gunawan. Buku kecil yang bisa jadi pengantar tentang anggrek.
Lalu saya coba cari buku di Amazon.com. Saya beli tiga buku tentang anggrek. Buku second. Buku yang saya beli: “Orchids of Java”, “The Conplete Encyclopedia of Orchids”, dan “Illustrated Dicti onary of Orchid Genera”.
Gabung di Komunitas Anggrek Spesies FB
Saya mulai juga gabung di sebuah komunitas anggrek spesies di FB. Meskipun sebagian besar isinya jual beli anggrek spesies, tapi saya bisa belajar dan mencari informasi anggrek2 spesies pribumi Indonesia.Kadang2 saya posting foto anggrek yang kami temukan di hutan dan tanya ID dari anggrek tersebut. Responnya cepat dan bisa berduskusi juga.
Kebun Anggrek Langganan
Kini kami, saya dan keluarga jadi berlangganan kebun Anggrek. Salah satunya ya Anggrek Nambangan di Magelang. Kalau pulang ke Magelang hampir selalu beli anggrek. Meski hanya satu pot saja.
Di Bogor kami biasa main2 ke kebun anggrek di Selakopi. Penjaganya Mas Teguh cukup ramah dan saya banyak belajar bagaimana cara merawat anggrek spesies. Di sini banyak juga anggrek spesies, sayangnya tidak banyak yang dijual.
Di Bogor akhirnya saya ketemu juga pedagang bunga yang biasa menjual anggrek2’cabutan dari hutan. Entah dari hutan mana. Yang jelas, saya tahu ini anggrek cabutan, bukan anggrek yang dibudidayakan. Katanya dikirim dari mana2. Ada banyak jenisnya juga. Sayangnya, penjualnya kadang2 tidak tahu semua nama ilmiahnya. Hanya tahu nama lokal/pasaran dan nama genusnya. Sebagian ada juga yang tahu nama lengkapnya.
Tapi, pedagang anggek ini bisa menceritakan banyak tentang anggrek2 spesies pribumi Indonesia.
Ternyata bumi pertiwi ini kaya akan jenis2 anggrek spesies. Subhanallah.
Tanah bereaksi masam cukup luas penyebarannya di Indonesia. Di Jawa Barat saja sebaran tanah masam diperkirakan mencapai 1.8 juta ha, sedangkan di seluruh Indonesia diperkirakan mencapai lebih dari 100 juta ha. (Sumber: Mulyani et al). Tanah yang bereaksi masam memiliki beberapa permasalahan, antara lain: keracunan Al, Mn dan/atau Fe, serta kekahatan unsur-unsur hara penting seperti N, P, Ca, dan atau Mg dan Mo. Produktivitas pertanian/sawah di tanah masam umumnya rendah.
Salah satu cara untuk meningkatkan pH tanah masam itu adalah dengan cara pengapuran. Depertemen Pertanian RI dan Pusat Penelitian Tanah memberikan cara menghitung dosis kaptan (kapur pertanian) untuk meningkatkan pH Tanah masam, yaitu:
– 2 ton kaptan per ha untuk menintkankan pH tanah 1 point.
Jadi misalnya pH tanahnya ingin ditingkatkan dari pH.3 menjadi pH 6 diperlukan kaptan sebanyak: (6-3) x 2 ton per ha = 6 to per ha.
Berikut ini beberapa tabel kebutuhan kaptan untuk meningkatan pH tanah yang banyak disarankan.
DOSIS PENGGUNAAN KAPUR PERTANIAN (DOLOMITE)
SELISIH pH
Jumlah Kapur(ton)/Hektare
2,0
6.83
1,9
6,51
1,8
6,19
1,7
5,88
1,6
5,56
1,5
5,23
1,4
4,93
1,3
4,61
1,2
4,30
1,1
3,99
1,0
3,66
0,9
3,35
0,8
3,03
0,7
2,72
0,6
2,40
0,5
2,08
0,4
1,77
0,3
1,45
0,2
1,13
0,1
0,82
0,0
0,50
Kebutuhan Akan pH Tanah Sesuai Jenis Tanaman:
Kebutuhan Akan pH Tanah Sesuai Jenis Tanaman
Padi
5,00 – 7,00
Jagung
5,50 – 7,50
Umbi Rambat
5,25 – 6,50
Kentang
4,50 – 6,50
Kacang Tanah
5,25 – 6,25
Kedelai
6,00 – 7,00
Sorgum
6,50 – 7,00
Tembakau
5,50 – 7,50
Kapas
5,00 – 6,00
Tomat
5,50 – 7,50
Kubis
5,50 – 7,50
Seledri
6,00 – 7,00
Bawang
6,00 – 7,00
Cabai
5,50 – 6,00
Nanas
5,00 – 6,50
Tebu
6,00 – 8,00
Pisang
6,00 – 7,50
Teh
4,00 – 5,50
Karet
3,75 – 8,00
Kopi
4,50 – 7,50
Kelapa
6,00 – 7,50
Coklat
5,00 – 7,00
Sayangnya, cara ini membutuhkan biaya yang cukup besar sehingga tidak banyak petani yang mampu melakukan anjuran ini.
Selain menggunakan kaptan, pH tanah sawah juga bisa ditingkatkan dengan menggunakan kombinasi kaptan dengan asam humat (silahkan klik di sini untuk informasi Asam Humat).
Saya mendapatkan kabar dari petani di Kab. Subang Jawa Barat yang bisa meningkatkan pH tanah sawahnya dengan kombinasi kaptan dan asam humat dari pH 3 – 3.5 menjadi pH 6 – 7. Dosisnya adalah 1 ton kaptan per ha dan asam humat 5-6 liter per ha. Hasilnya seperti ditunjukkan di foto-foto berikut ini.
Cara aplikasinya, kaptan atau dolomite diaplikasikan terlebih dahulu setelah olah tanah. Kaptan disebarkan secara merata ke seluruh permukaan tanah. Apabila tanah sudah ditanami, kaptan disebarkan di sela-sela tanaman padi. Beberapa hari kemudian dilanjutkan dengan aplikasi asam humat. Asam humat diencerkan dengan air. 1 liter asam humat diencerkan dengan 50 liter air. Setelah itu larutan asam humat dikocorkan merata ke seluruh permukaan lahan sawah. Sama halnya dengan aplikasi kaptan, jika lahan sudah ditanami, aplikasi asam humat diberikan di sela-sela tanaman padi.
Yang perlu diperhatikan adalah pada saat aplikasi kaptan dan asam humat kondisi air macak-macak. Aliran air irigasi dihentikan terlebih dahulu selama aplikasi kaptan dan asam humat dan dibiarkan sehari atau dua hari tanpa dialiri air. Tujuannya adalah agar asam humat dan kaptan tidak hanyut terbawa air.
pH tanah setelah aplikasi asam humat dan kaptan
pH tanah setelah aplikasi asam humat dan kaptan
Tanaman padi yang subur usia 35HST setelah aplikasi kaptan dan asam humat
Padi yang subur setelah aplikasi kaptan dan asam humat
Anggrek spesies hutan yang kami dapat dari kaki gunung salak ini sangat rajin berbunga. Saya belum tahu nama spesies dari bunga anggrek ini. Dari bentuk bunganya, saya menduga bunga anggrek spesies ini dari marga Dendrobium.
Bunganya muncul dari ujung daun yang menjuntai ke bawah. Warnanya dominan putih, sedikit agak kemerahan. Dan di bagian tengahnya ada bintik berwarna orange. Ukuran bunganya kecil dan tidak berbau wangi.
Amazon.com sudah terkanal dari dulu menjadi salah satu marketplace besar di dunia maya. Awalnya hanya menjual buku dan kini sudah menjual berbagai macam produk ke seluruh dunia. Saya beberapa kali membeli buku dari Amazon.com ini. Prosesnya cukup mudah dan cepat. Hanya saja pengirimannya yang perlu waktu lumayan lama.
Di Amazon.com ada banyak buku yang diperjual belikan, baik oleh Amazon.com sendiri atau oleh ‘pelapak-pelapak’ lainnya. Buku-bukunya ada yang baru dan ada juga yang buku bekas (secondhand). Bukunya murah-murah banget. Bahkan ada juga buku-buku dalam bahasa Indonesia dan terbitan Indonesia.
Kalau mencari buku biasanya saya mencari dulu pakai Google.com. Tambahkan kata kunci ‘jual’. Di hasil pencarian paling atas Google.com akan menampilkan hasil pencarian bersponsor. Kalau buku akan ditampilkan hasil dari Amazon.com, Bukalapak.com, Tokopedia.com atau dari marketplace lainnya. Nah, kita bisa membandingkan harga-harga dari beberapa toko online tersebut. Contonya saja buku “Orchid of Java”. Harga yang ditawarkan untuk buku baru di Bukalapak.com adalah Rp.2.280.000. Di Amazon.com dijual hanya $ 38 atau Rp. 532.000. Jauh banget harganya. Tambah ongkir sekitar $19, jadi tetap lebih murah daripada beli di toko online Indonesia.
Ketika sedang mencari-cari buku ini, Amazon.com juga menampilkan hasil pencarian yang serupa. Ada buku tentang Anggrek yang sangat murah juga, harganya cuma $1.79 atau Rp. 25.060. Murah bingit, kan. Tambah ongkir pun tetap lebih murah daripada harga buku di Indonesia.
Buku Anggrek Spesies Kuno Indonesia karya M Latief 1960
Saya mencari literatur-literatur klasik Indonesia tentang tanaman Anggrek dan menemukan salah satu buku antik ini: Bunga Anggek; Permata Belantara Indonesia, karya M. Latief. Buku yang saya dapatkan adalah cetakan kedua tahun 1960. Cetakan 58 tahun yang lalu. Masih pakai ejaan lama dan gaya penulisan jaman dulu. Perlu kesabaran untuk membaca buku ini.
Buku ini mungkin buku terlengkap dan tertua tentang anggrek yang ditulis oleh orang Indonesia asli. Sebenarnya, tanaman anggrek Indonesia sudah dicantumkan di dalam buku Flora of Java, karangan Prof. Backer, di buku jilid 2. Cuma buku Flora of Java ini adalah semacam buku kunci identifikasi tanaman. Gambar-gambarnya sedikit dan lebih merupakan gambar teknis pengenalan tanaman. Buku Flora of Java kurang cocok untuk orang awam dan penghobi anggrek spesies seperti saya ini.
Buku Bungga Anggrek karya M Latief ini dilengkapi dengan beberapa ilutrasi yang digambar dengan tangan, seperti pada umumnya buku-buku jaman dulu. Sebagian besar ilustrasinya berwarna hitam putih. Namun, ada beberapa halaman yang mencantumkan gambar ilustrasi berwarna. Menarik.
Dari buku ini juga saya jadi tahu, ternyata Indonesia adalah salah satu negara yang memiliki keragaman jenis anggrek spesies sangat besar. Disebutkan di dalam buku ini diperkirakan jenisnya mencapai 5000 spesies. Gila bener. Banyak banget. Continue reading →
Dendrobium anosmum var. semi alba, anggrek spesies
Anggrek spesies dengan nama spesies Dendrobium anosmum var. semi alba ini saya beli di salah satu kebun anggrek di kota Magelang, Jawa Tengah. Ketika saya beli masih mudah dan belum berbunga. Penjualnya bilang, kalau ini salah satu jenis anggrek spesies yang warna bunganya putih agak pink. Satu tahun setelah saya rawat baru mulai berbunga.
Dendrobium anosmum var. semi alba, anggrek spesies
Anggrek spesies Cymbidium finlaysonianum ini adalah salah satu anggrek spesies yang kita punya. Tanaman anggrek ini saya dapatkan dari tetangga saya Pak Iso. Bentuk tanamannya tidak mirip anggrek dendrobium seperti yang biasa kita kenal. Daunnya memanjang dan bergerombol. Panjang daunnya bisa cukup panjang sampai hampir satu meteran. Tangkai bunganya muncul dari bagian pangkal dan menjuntai ke bawah. Panjang tangkai bunganya ini bisa sampai 1.5 meter. Pangjang banget. Bunganya tumbuh sepanjang tangkai bunga ini. Cukup banyak bunganya. Tanaman yang sudah dewasa dan tua bisa sampai muncul banyak tangaki bunga. Warna bunganya kuning kecoklatan dan merah.
Kalau Anda tertarik dengan tulisan di blog ini dan berniat untuk meng-copy-nya serta menyebarluaskannya. Jangan malu-malu, copy aja langsung atau save as lewat menu bar. Boleh diubah, dimodifikasi, dan diperkaya, asal tetap mencantumkan credit-nya dan alamat URL-nya. Diperbolehkan selama untuk tujuan kebaikan, tidak melanggar hukum, norma-norma etika dan kesulilaan, tidak menyinggung SARA, dan BUKAN UNTUK TUJUAN KOMERSIAL. Yang terakhir ini harus bayar Royalti ;). Jika Anda memiliki sesuatu yang ingin ditambahkan, koreksian, komplain, bantahan, protes, gugatan, atau yang lainnya, silahkan masukkan di kolom komentar. Kalau Anda merasa bahwa isi blog bermanfaat, silahkan berbagi dengan yang lain. Silahkan klik icon-icon berbagi yang ada di bawah setiap artikel.