Sosrobaru adalah salah satu penemuan anak bangsa yang sangat fonomenal di Indonesia. Inovasi karya pak Tjokorda Raka Sukawati ini memang luar biasa. Inovasi ini belum pernah dilakukan di mana pun di dunia.
Yang paling menarik bagi saya adalah inspirasi dari penemuan ini. Ide penemuan ini muncul ketika Pak Raka mendongkrak mobilnya di bagian tengah. Ternyata mobilnya bisa berputar hanya dengan dongkrak yang kecil. Dari peristiwa ini muncul ide untuk membuat ‘dongkrak’ untuk penjangga bentangan jalan tol. Kesulitan pun muncul, karena yang didongkrak beratnya 800 ton. Pak Raka dengan ketekunannnya berhasil menemukan alat untuk bisa mendongkrak dan memutar bentangan penyangga jalan tol. Luar biasa.
Saya jadi ingat dengan buah apel yang jatuh di kepala Newton. Buah apel ini menginpirasi dan menghasilkan hukum newton yang terkenal dan menjadi salah satu dasar dari hukum mekanika.
Buku Anggrek Spesies Kuno Indonesia karya M Latief 1960
Saya mencari literatur-literatur klasik Indonesia tentang tanaman Anggrek dan menemukan salah satu buku antik ini: Bunga Anggek; Permata Belantara Indonesia, karya M. Latief. Buku yang saya dapatkan adalah cetakan kedua tahun 1960. Cetakan 58 tahun yang lalu. Masih pakai ejaan lama dan gaya penulisan jaman dulu. Perlu kesabaran untuk membaca buku ini.
Buku ini mungkin buku terlengkap dan tertua tentang anggrek yang ditulis oleh orang Indonesia asli. Sebenarnya, tanaman anggrek Indonesia sudah dicantumkan di dalam buku Flora of Java, karangan Prof. Backer, di buku jilid 2. Cuma buku Flora of Java ini adalah semacam buku kunci identifikasi tanaman. Gambar-gambarnya sedikit dan lebih merupakan gambar teknis pengenalan tanaman. Buku Flora of Java kurang cocok untuk orang awam dan penghobi anggrek spesies seperti saya ini.
Buku Bungga Anggrek karya M Latief ini dilengkapi dengan beberapa ilutrasi yang digambar dengan tangan, seperti pada umumnya buku-buku jaman dulu. Sebagian besar ilustrasinya berwarna hitam putih. Namun, ada beberapa halaman yang mencantumkan gambar ilustrasi berwarna. Menarik.
Dari buku ini juga saya jadi tahu, ternyata Indonesia adalah salah satu negara yang memiliki keragaman jenis anggrek spesies sangat besar. Disebutkan di dalam buku ini diperkirakan jenisnya mencapai 5000 spesies. Gila bener. Banyak banget. Continue reading →
Dendrobium anosmum var. semi alba, anggrek spesies
Anggrek spesies dengan nama spesies Dendrobium anosmum var. semi alba ini saya beli di salah satu kebun anggrek di kota Magelang, Jawa Tengah. Ketika saya beli masih mudah dan belum berbunga. Penjualnya bilang, kalau ini salah satu jenis anggrek spesies yang warna bunganya putih agak pink. Satu tahun setelah saya rawat baru mulai berbunga.
Dendrobium anosmum var. semi alba, anggrek spesies
Anggrek spesies Cymbidium finlaysonianum ini adalah salah satu anggrek spesies yang kita punya. Tanaman anggrek ini saya dapatkan dari tetangga saya Pak Iso. Bentuk tanamannya tidak mirip anggrek dendrobium seperti yang biasa kita kenal. Daunnya memanjang dan bergerombol. Panjang daunnya bisa cukup panjang sampai hampir satu meteran. Tangkai bunganya muncul dari bagian pangkal dan menjuntai ke bawah. Panjang tangkai bunganya ini bisa sampai 1.5 meter. Pangjang banget. Bunganya tumbuh sepanjang tangkai bunga ini. Cukup banyak bunganya. Tanaman yang sudah dewasa dan tua bisa sampai muncul banyak tangaki bunga. Warna bunganya kuning kecoklatan dan merah.
Anggrek adalah tanaman hias yang sudah terkenal dari jaman dulu. Indonesia termasuk negeri yang kaya akan berbagai jenis anggrek. Banyak sekali tanaman anggrek spesies asli Indonesia. Kami, saya dan keluarga, juga mulai suka mengkoleksi tanaman anggrek, terutama anggrek hutan.
Kalau ada waktu berlibur, biasanya kami jalan-jalan ke hutan, situ, gunung atau curug. Berburu anggrek hutan menjadi salah satu kegiatan kami ketika berlibur di alam ini. Kami sering mendapatkan banyak tanaman anggrek yang menempel di batang kayu atau ranting pohon-pohon besar.
Saya belajar cara menanam anggrek spesies cabutan dari hutan ini dari salah satu kebun anggrek yang ada di Bogor. Pengelolanya, Mas Teguh, mengajari saya bagaimana cara menanam anggrek cabutan dari hutan. Media atau tempat penanamannya bukan dengan papan pakis atau arang, seperti yang biasa dilakukan oleh orang, tetapi dengan menggunakan potongan ranting pohon atau kayu. Cara ini lebih mendekati tumbuhnya tanaman anggrek di alam aslinya.
Bahan dan peralatan yang diperlukan sederhana saja, yaitu:
1. Batang atau dahan pohon. Ukurannya tergantung dengan ukuran anggrek yang akan kita tanam.
2. Tali plastik
3. Gunting,
4. Tang,
5. Kawat
Anggrek spesies cabutan ini ditempelkan di dahan kayu, lalu diikat dengan kuat menggunakan tali plastik. Untuk mengantung dahan kayu itu digunakan kawat.
Kami sekeluarga lebih suka berlibur ke alam; hutan, gunung, kebun, situ dan ladang. Ketika jalan-jalan ke hutan kita suka mengamati tanaman-tanaman hutan yang unik-unik. Mencari-cari jamur hutan. Atau mengamatai serangga-serangga di hutan. Salah satu tanaman yang sering kita cari-cari ketika sedang di hutam adalah tanaman anggrek hutan. Tanaman anggrek ini sering kali tidak secantik anggrek-anggrek hibrida, tapi bentuknya unik. Itu yang kami suka.
Nah, ada satu tanaman anggrek; atau lebih tepatnya diduga jenis anggrek, yang ukurannya sangat kecil. Hanya beberapa centi saja. Anggrek-anggrek ini menempel di pohon-pohon besar. Kami menduga tanaman kecil ini anggrek karena bentuk daunnya yang mirip tanaman anggrek pada umumnya. Meski masih kecil, tanaman ini sudah berbunga. Tanaman ini memang sangat kecil dari sono-nya. Sayang bunganya sangat kecil, jadi kita tidak bisa melihat dengan jelas bentuk dan bagian-bagian bunganya. Bentuk dan bagian-bagian bunga akan lebih menyakinkan apakah ini termasuk jenis anggrek atau bukan.
Waktu kami menemukan anggrek-anggrek spesies yang berukuran mini ini, beterai HP sedang low batt. Pinginnya mengabadikan anggrek ini melalui video atau foto. Sayang sekali.
Kemi mengambil beberapa batang tanaman aggrek spesies mini ini. Kami berharap tanaman anggrek ini bisa hidup dan berbunga ketika ditanam di tempat yang lebih rendah dan lebih panas. Semoga.
****
Saya coba cari-cari dan tanya-tanya ke teman yang ahli anggrek. Anggrek mini ini kemungkinan namanya adalah Ascocentrum miniatum. Terus terang, saya penasaran mengunggu anggrek mini ini berbunga.
Percobaan pengaruh Trichoderma terhadap pertumbuhan biji arabidopsis di cawan petri
Trichoserma sp sudah cukup lama dikenal sebagai salah satu bahan aktif biofertilizer dan biocontrol. Banyak spesies Trichoderma yang sudah terbukti bisa meningkatkan pertumbuhan tanaman, melarutkan fosfat dan menghasilkan hormon tanaman. Beberapa spesies Trichoderma juga dikenal bisa menjagi agen antagonis untuk berbagai penyakit tular tanah. Contoh yang sudah cukup dikenal adalah penggunaan Trichoderma untuk pengedalian penyakit Ganoderma pada tanaman kelapa sawit dan penyakit busuk pangkal batang pada tanaman komoditas lainnya.
Saya sedang iseng-iseng mencari literatur tentang Trichoderma dan menapatkan litratur baru yang menguraikan peranan Trichoderma oleh Lopez-Bucio et al 2015. Di dalam paper itu ditunjukkan salah satu percobaan untuk membuktikan pengaruh Trichoderma terhadap pertumbuhan benih Arabidopsis. Dan hasilnya sangat mencengangkan saya. Jelas sekali terlihat perbedaan pertumbuhan kecambah yang ada trichodermanya dan yang tidak ada trichodermanya. Ruar biasa.
Di dalam paper itu juga disebutkan beberapa metabolit sekunder yang dihasilkan oleh Trichoderma. Ada banyak sekali seperti yang ada di gambar di bawah ini.
Metabolit yang dihasilkan oleh Trichoderma
López-Bucio, José, Ramón Pelagio-Flores, and Alfredo Herrera-Estrella. “Trichoderma as biostimulant: exploiting the multilevel properties of a plant beneficial fungus.” Scientia horticulturae 196 (2015): 109-123.
Namanya Pak Haji Fathur. Orang Madura, tapi tinggal di Jember. Ketika umroh saya gabung (digabungkan) dengan jama’ah umroh keluarga Pak Haji Fathur yang berjumlah 16 orang. Pak Haji Fathur sudah pergi haji 4 kali dan pergi umroh sudah berkali-kali. Semangatnya luar biasa. Saya banyak terinspirasi oleh Beliau. Semoga Allah memberi kemampuan pada kami untuk bisa pergi haji dan umroh berkali-kali, seperti keluarga Pak Haji Fathur ini. Aamiin
Kalau Anda tertarik dengan tulisan di blog ini dan berniat untuk meng-copy-nya serta menyebarluaskannya. Jangan malu-malu, copy aja langsung atau save as lewat menu bar. Boleh diubah, dimodifikasi, dan diperkaya, asal tetap mencantumkan credit-nya dan alamat URL-nya. Diperbolehkan selama untuk tujuan kebaikan, tidak melanggar hukum, norma-norma etika dan kesulilaan, tidak menyinggung SARA, dan BUKAN UNTUK TUJUAN KOMERSIAL. Yang terakhir ini harus bayar Royalti ;). Jika Anda memiliki sesuatu yang ingin ditambahkan, koreksian, komplain, bantahan, protes, gugatan, atau yang lainnya, silahkan masukkan di kolom komentar. Kalau Anda merasa bahwa isi blog bermanfaat, silahkan berbagi dengan yang lain. Silahkan klik icon-icon berbagi yang ada di bawah setiap artikel.