Morfologi Lithops

Lithops living stone morphologi

Bagian-bagian tanaman Lithops (Sumber: http://www.floweringstones.co.za/morphology/morphology.html)

Lithops atau living stone, kita terjemahkan saja sebagai ‘Batu Hidup’. Namun saya lebih suka menyebutnya dengan lithops saja, karena terdengar lebih keren. Lithops adalah sebuah tanaman dari keluarga sekulen yang unik. Bentuk tanamannya, bagian tanaman yang muncul dipermukaan, pada dasarnya adalah dua daun yang berlawanan. Tuhan Yang Maha Kuasa menciptakan kedua daun tanaman ini sangat tebal dan menyatu bagian-bagian tepi-tepinya, sehingga bentuknya mengerucut. Bagian bawah meruncing pada pertemuan akarnya, sedangkan bagian atasnya terbelah menjadi dua bagian yang kurang lebih sama besarnya, lobus. Sebagian besar spesies lithops bagian pinggir menyatu dari atas ke bawah, namun ada garis tipis di bagian atas.

Lithops living stone morphologi

Bentuk penampang samping Lithops (Sumber: http://www.floweringstones.co.za/morphology/morphology.html)

Mengatasi HP Android yang Mulai Melambat

Apakah Anda merasa Smartphone Android Anda mulai melambat? Responnya lambat, sering hang, tidak bisa menyimpan foto, koneksi lambat atau sudah mulai muncul pesan-pesan error? Jangan buru-buru dibanting Smartphone Anda, karena masih ada solusinya, yaitu dengan melakukan Hard Reset.

Ini pengalaman saya pribadi. Samsung Galaxy yang saya pakai sudah cukup lama, masih Note 2, padahal sekarang sudah Note 4. Malas saya upgrade ke seri yang baru. Maklum harganya cukup mahal dan fitur-fiturnya tidak memberi dampak yang signifikan pada fungsi Smartphone bagi saya. (padune ora duwe duit…. 🙂 ). Nah, Android kesayangan satu-satunya ini sudah mulai menunjukkan gejala-gejala udzur. Pertama, responnya mulai melambat. Koneksi internetnya kadang-kadang putus sendiri, padahal saya berdiri di samping antena WIFI. Parahnya lagi, kadang-kadang restart sendiri tanpa saya suruh-suruh. HP ini terlalu banyak inisiatif sendiri. Payah.

Puncaknya, beberapa hari yang lalu. Muncul pesan error yang sangat-sangat mengganggu. Inti pesannya kurang lebih adalah jika ada proses pengolahan foto/gambar yang gagal. Muncul terus. Dan kalau pesan ini tidak di penjel OKnya, HPnya tidak bisa dipakai. Parahnya, pesan ini muncul terus dengan selang waktu setengah detik. Stress berat saya.

Istri saya tercinta sampai ikut-ikutan stress. Dia bilang, “Ya… udah beli yang baru saja, daripada nambah-nambah masalah”. Bener juga sih. Tapi, saya masih terlalu sayang dengan HP saya ini. Dan lagi, uang tabungan sudah ada alokasi lain. Sayang.

Ada temen yang ngasih solusi: di hard reset. Saya tahu solusi ini, cuma saya masih khawatir dengan isi-isinya. Hard reset artinya seperti di install ulang kalau di komputer. Semua akan terhapus dan kembali ke settingan awal. Bahkan, aplikasi-aplikasi yang di download dan dibeli on-line bisa hilang semua. Belum lagi foto-foto dan rekaman kenangan yang sudah bertahun-tahun numpuk. Sayang banget kalau hilang.

Saya sudah coba alternatif solusi yang lain. Hasilnya nihil. Mungkin memang reset ulang ini solusinya. Berikut ini langkah-langkah persiapan sebelum mereset ulang SmartPhone Android Anda:

  1. Backup semua file foto, video, musik, dokumen, dan data-data penting lainnya. Backup bisa disimpan di memori tambahan (SD Card) atau ke komputer. Asal jangan di memori internal HP, karena akan kehapus juga.
  2. Download aplikasi untuk backup. Ada banyak aplikasi di Google Play Store untuk membackup data. Pilih salah satu yang Anda sukai. Aplikasi ini sangat membantu untuk memudahkan proses backup data.
  3. Lakukan double backup. Ini untuk jaga-jaga saja. Backup bisa dilakukan di komputer dan media penyimpanna on-line, seperti Dropbox.

Setelah semua langkah backup membackup selesai. Kini saatnya untuk melakukan hard reset. Setiap Smartphone Android memiliki cara yang berbeda untuk melakukan hard reset. Sebaiknya baca ulang di buku panduan atau Googling bagaimana caranya melakukan Hard Reset untuk Smartphone Android Anda. Kalau di Galaxy Note adalah dengan cara sebagai berikut:

  1. Matikan HP.
  2. Hidupkan HP lagi.
  3. Pada saat muncul logo Samsung, pencet ketiga tombolnya: power, volume dan tombol menu selama beberapa detik hingga muncul pilihan untuk reset.
  4. Dengan menggunakan Volume button untuk memilih menu yang diinginkan. Pilih Factory Setting atau Hard Reset.
  5. Tekan tombol power.
  6. Tunggu hingga semua prosesnya selesai.

Ada baiknya juga anda berada di jaringan internet yang aktif. Selama proses ini, mungkin Android Anda minta untuk update softwarenya. Android Anda akan kembali seperti settingan awal. Langkah berikutnya adalah mengecek update software Androidnya. Update jika perlu.

Langkah berikutnya adalah mengembalikan semua applikasi, SMS, foto2, musik, daftar kontak dan aplikasi-aplikasi yang sudah diback up di langkah awal. Untuk merestore aplikasi lebih mudah dengan menggunakan aplikasi backup.

Langkah berikutnya lagi adalah mengupdate semua aplikasi-aplikasi yang kita install.

Proses ini cukup memakan waktu yang lama. Saya melakukannya selama 3-4 jam. Karena sambil kerja.

Hasilnya sangat memuaskan. Saya seperti memakai HP Android baru. Kenceng banget.

Nggak jadi deh belu HP Baru.

Museum Etnobotani Indonesia atau Herbarium Bogoriense

Belanja On-Line

Penetrasi internet semakin luas di Indonesia. Ini membuka peluang yang semakin besar untuk bisnis on-line. Lihat saja iklan di televisi, ada banyak sekali penawaran-penawaran toko online. Seperti: tokopedia.com, Olx.com, Traveloka.com dan masih banyak lagi. Di Medsos pun sekarang juga banyak sekali penawaran-penawaran barang. Saya sendiri punya juga sudah mulai jualan on-line sejak blog ini lahir. Saya yakin, dalam beberapa tahun ke depan bisnis on-line akan semakin berkibar.

Saya juga sering membeli berang secara on-line. Bahkan membeli barang yang ecek-ecek saja saya perah beli on-line. Saya pernah beli barang on-line di Indonesia sampai ke USA. Misalnya saja: saya beli benih lithops dari Amerika. Saya pernah beli batu dari India. Beli buku dari England. Situs on-line internasional yang sering saya kunjungi adalah: eBay.com, Amazon.com, Alibaba.com dan Aliexpress.com. Yang paling sering ya beli di toko-toko on-line di Indonesia. Saya beli banyak buku secara on-line. Ada buku yang baru dan banyak buku-buku bekas.

Kadang-kadang beli on-line bisa mendapatkan barang dengan harga yang lebih murah daripada yang di toko. Selain itu kita bisa lebih hemat waktu, tidak perlu ke toko. Di Bogor perjalanan adalah perjuangan. Macetnya minta ampun. Mau ke Gramedia saja butuh waktu satu jam, dua jam pp. Gila.

Memang sih. Dunia on-line seperti halnya dunia nyata. Ada juga orang jahat dan penipu. Kalau tidak hati-hati bisa kena tipu. Karena itu sebelum membeli biasanya saya lihat dulu siapa yang jual, bagaiman reputasinya dan review atau komentar-komentar dari orang yang sudah pernah membeli. Alhamduillah, selama ini belum pernah kena tipu. Semua barang diterima dengan baik.

Menikmati Keadaan

Semua orang pasti pernah mengalami kondisi yang tidak mengenakkan, suasana yang membosankan, kondisi kerja yang membuat frustasi, atau rumah yang tidak memuat betah. Enak atau tidak enaknya kondisi itu tergantung pada bagaimana kita mereson kondisi dan situasi yang sangat tidak mengenakkan itu.

Pernah suatu hari saya dalam perjalanan dari Semarang-Kendal ke Cirebon-Bogor. Saya naik bis ekonomi. Jarak perjalanannya lebih dari 4 jam. Bis ekonomi tahu sendirilah bagaimana kondisinya. Joknya keras. Tempat duduknya mepet-mepet, kalau duduk kaki nempel di jok depan kita. Susah digerakkan. Udara panas dan penggap, karena tidak ada AC.

Menikmati Keadaan

Memanfaatkan Patent-Patent yang sudah Expired

Melanjutkan lagi posting saya sebelumnya tentang study patent. Kalau Anda cukup rajin dan teliti, Anda akan menemukan banyak sekali dokumen paten. Coba perhatikan status dari paten tersebut. Ada sebagian paten yang statusnya expired atau kadaluwarsa. Artinya paten ini sudah menjadi public domain atau milik umuk. Semua orang boleh dan bebas menggunakan dan memanfaatkan paten ini tanpa harus membayar royalti.

Nah. Ini tentunya sangat menarik sekali. Klaim di dalam dokumen paten tersebut biasanya tertulis sangat jelas. Kita bisa meniru dan mengikuti petujuk di dalam dokumen paten ini. Coba-coba saja sampai berhasil.

Masih ingat beberapa tahun yang lalu? Indonesia dibanjiri dengan motor-motor dari China dengan merek aneh2 tapi secara fisik bentuknya sangat mirip dengan motor2 terkenal dari Jepang. Persis banget, bahkan spare part dan onderdilnya pun identik dan bisa dipasang ke motor China itu. Anehnya, tidak ada komplain dari motor pabrikan Jepang.

Saya sempat baca ulasan di media otomotif, kenapa pabrikan Jepang itu tidak komplain? Apa mereka tidak melanggar HKI. Ternyata jawabannya adalah marena produk dan desain motor yg ‘dijiplak’ negeri China itu paten dan HKInya sudah kadaluwarsa. Siapa pun kalau bisa boleh memproduksi motor itu.

Motor China alias Mochin laris manis di Indonesia, karena harganya yang murah. Memang sih, kualitasnya masih di bawah motor Jepang. Motornya tidak awet. Onderdilnya cepat rusak. Sebentar-sebentar masuk bengkel.

Dalam konteks riset, penggunaan paten yang kadaluwaraa bisa memotong lamanya waktu riset. Kita tidak usah mulai dari nol. Mulai dari teknologi yang sudah teruji. Kita coba tiru, coba terus sampai berhasil. Lalu lakukan imrovement, pengembangan dan modifikasi. Kalau memungkinkan, coba telusuri paten-paten terbaru dari produk tersebut.

Selamat menelusuri lautan paten. Terus berkarya.

Komposter Sampah Organik Sederhana yang Tidak Pernah Penuh

Bp. Elan Jaelani, Ketua Rt. 2, Rw. 12, Kampung Nagrog, Desa Pamoyonan, Kec. Bogor Selatan – Kota Bogor, menjelaskan tentang komposter sederhana untuk pengomposan sampah organik rumah tangga. Keistimewaan komposter ini dibandingkan komposter yang sudah saya posting sebelumnya adalah komposter ini tidak pernah penuh meski diisi terus menerus. Kompos yang sudah jadi tertampung di bagian bawah. Kompos sampah organik ini dipanen/diambil terus, sehingga komposter ini tidak akan penuh.

Komposter ini dibuat dari tong plastik berukuran 50 L. Bisa saja dibuat dari tong yang lebih besar jika digunakan untuk volume sampah organik yang lebih besar. Bagian bawah, di sisi sampingnya, tong ini diberi lubang untuk pintu memanen kompos yang sudah jadi. Sedikit di atas lubang panen ini dipasang pejangga dari pralon yang disusun sedemikian rupa untuk menahan kompos/sampah organik. Bagian tutupnya diberi lubang seukuran pralon. Di atas penahan pralon ini diberi saringan plastik yang ukuran lubang-lubangnya besar. Kira-kira berukuran 3 cm. Lubang ini harus cukup besar agar kompos bisa turun ke tempat penampungan. Jika ukuran lubang-lubang saringan ini terlalu kecil, kompos akan sulit turun ke tempat penampungan kompos. Di bagian paling bawah juga diberi lubang untuk membuang cairan yang keluar dari sampah organik. Jika perlu cairan lindi ini bisa ditampung dan diolah menjadi pupuk organik cair.

Cara pemakaianya sangat mudah dan sederhana sekali. Pertama, dibagian bawah diberi lapisan daun. Lapiran daun ini berfungsi sebagai alas penahan. Bisa juga diberi sobekan kertas karton. Kedua, lapisan paling bawah adalah kompos matang atau lapisan tanah halus. Kompos matang ini juga berfungsi sebagai sumber inokulum pembuatan kompos. Setelah itu baru ditambahkan sampah organik secara bertahap.

Sampah organik tidak perlu disemprot air, karena sampah organik umumnya sudah cukup mengandung air. Air hanya perlu ditambahkan jika sampah organiknya kering sekali. Kemudian ditambahkan dekomposer, misalnya: Promi atau MOL atau dekomposer. Pengunaannya sedikit saja. Dekomposer ini berfungsi untuk mempercepat proses dekomposisi sampah organik menjadi kompos. Sampah organik ditambahkan secara bertahap setiap hari.

Sesekali tong ini digoyang-goyang agar kompos yang sudah jadi turun ke bawah ke tempat penampungan. Dengan demikian, tumpukan kompos akan turun secara bertahap pula. Jika penambahan sampah organik sebanding dengan kecepatan dekomposisi, tong komposter tidak akan pernah penuh.

Kompos yang dihasilkan dari komposter ini dimanfaatkan untuk memupuk tanaman di pekarangan sendiri.

Berkunjung ke Museum Tentara PETA, Bogor

This slideshow requires JavaScript.

Museum Tentara PETA Bogor

Museum Tentara PETA Bogor

Museum Tentara PETA Bogor

Museum Tentara PETA Bogor


Continue reading

Keamanan dengan Pendekatan Kesejahteraan

Ada yang menarik dari materi pra-raker minggu lalu tentang masalah keamanan. Rasa aman dan keamanan menjadi salah satu faktor suksesnya hidup dan usaha. Usaha apa saja. Kalau tidak ada keamanan, bisa hilang semua yang diusahakan. Masalah ini juga dihadapi dalam usaha pertanian dan agrikultur lainnya.

Misalnya saja menanam tanaman buah-buahan, tanaman perkebunan, kehutanan atau tanaman sayur-sayuran. Banyak tanaman yang hilang dicuri, buah-buahan yang diambil anak-anak, atau tanaman yang ditebangi oleh warga sekitar kebun. Kalau skalanya kecil, mungkin lebih mudah mengatasinya. Namun, kalau skalanya luas, perlu banyak usaha untuk mengamankan jerih payah kita ini.

Upaya yang umum dilakukan adalah dengan membangun pagar betis. Bisa berupa tembok tinggi, tanaman rimbun, pagar berduri bahkan kawat listrik. Ada petugas satpam dan keamanan khusus. Pendekatan ini tetap perlu dilakukan. Beberapa cara yang biasa digunakan adalah dengan membantun pagar dari tanaman berduri, seperti tanaman salak. Tanaman salak yang ditanam rapat dipagar kebun akan menghambat orang-orang yang berniat mencuri hasil kebun.

Pak Suhartono, SP., teknisi senior dari PPKK, berbagi tips untuk mengatasi permasalahan keamanan di kebun-kebun atau di pertanian, yaitu melalui pendekatan kesejahteraan. Seringkali permasalahan yang dihadapi perkebunan di desa-desa atau daerah terpencil adalah masalah ekonomi. Mereka mencuri untuk memenuhi kebutuhan ekonominya. Pencurian juga terjadi karena adanya kesenjangan ekonomi yang cukup besar antara pemilik kebun dengan masyarakat di sekitarnya. Kesenjangan-kesenjangan ini yang mestinya diatasi.

Jadi pendekatannya adalah merelakan sebagian hasil kebun untuk masyarakat di sekitarnya atau orang-orang yang berada di sekitar kebun tersebut. Sebagai kompensasinya, orang-orang ini boleh memanfaatkan hasil kebun atau mendapatkan bagian dari hasil panennya. Melalui pendekatan ini, orang-orang yang berada di sekitar kebun akan ikut merasa memiliki dan akan ikut menjaga kebun dari orang-orang yang tidak bertanggung jawab.

Menurut Pak Suhartono, cara ini berhasil dilakukan di beberapa kebun kakao, kopi, pisang dan kebun-kebun lain. Pendekatan ini juga dilakukan oleh perhutani, mereka memperbolehkan warga untuk memanfaatkan kawasan di pingir hutan, tetapi tidak boleh menebang pohon-pohon di hutan tersebut. Dengan cara ini teryata tingkat pencurian bisa dikurangi.