Hutan Indonesia Lestari Jika Sebagian Pulp Dipenuhi dari Tankos Sawit

pulp tankos sawit

Pulp yang dibuat dari 100% tandan kosong kelapa sawit.


Melanjutkan lagi postingan tentang pulp sebelumnya. Saya benar-benar ‘excited’ ketika menyaksikan dengan mata kepala sendiri, ‘ainul yaqin’, pulp dan kertas yang dibuat dari tandan kosong kelapa sawit (TKKS). Potensi tankos sawit/TKKS sebagai pulp sudah mulai dilirik sejak bertahun-tahun yang lalu. Bos saya di Balai Penelitian Bioteknologi Perkebunan Indonesia (sekarang PPBBI) sudah membuat pulp dan kertas dari tankos sawit sejak 15 tahun yang lalu. Kertasnya sudah dibuat menjadi kertas untuk surat-surat dari kantor. PPKS Medan juga sudah mengembangkanya. Balai Besar Selulosa Bandung juga menelitinya cukup lama. Namun, sebagian besar hanya berhenti di penelitian saja. Saya juga mendengar kalau beberapa perusahaan kertas besar pernah melakukan ujicoba pembuatan pulp dari tankos sawit. Namun, hasilnya belum cukup bagus dan memenuhi standard pabrik besar. Kalau di literatur, negera sebelah, juga sudah berhasil membuat pulp dari tankos. Temen saya yang pernah berkunjung ke negara tetangga untuk melihat industri pulp dari tankos, kertas tankos yang diklaim berhasil oleh negara tetangga adalah kertas untuk kerajinan tangan, bukan pulp untuk industri.

Banyak kendala pembuatan pulp dan kertas dari tankos sawit. Sudah saya sebutkan di postingan sebelumnya. Sebagian kendala ini dihadapi di tingkat laboratorium, sebagian lagi baru terasa ketika diaplikasikan skala besar di pabrik. Ketika saya mendengar cerita dari Pak Gunawan via telepon, terus terang saya sedikit tidak percaya. Karena itu saya ‘memaksa’ Pak Gunawan untuk bisa melihatnya sendiri secara langsung. Singkat cerita, akhirnya dua hari lalu saya diajak berkunjung ke pabriknya. Hanya boleh saya sendiri.
Continue reading

99 + 1 = 0

99 + 1 = 0. Rumus yang menyalahi kaidah matematika. Tapi artinya dalam dan filosofis sekali. Rumus itu saya dapatkan dari sabahat baru saya, Pak Bambang S. Rumus yang jadi peringatan untuk mengarungi kehidupan ini.

Rumus itu didapatkan dari pengalaman hidup Pak Bambang sendiri yang penuh liku-liku. Pak Bambang orang yang hidup mapan. Kuliahnya di Amerika. Bekerja di tempat yang ‘basah’, tidak hanya sekedar ‘basah’ tapi ‘basah kuyup’. Punya istri yang baik dan cantik, dikaruniai anak-anak yang baik-baik dan pinter-pinter. Istrinya tipikal istri yang soleh, rajin mengaji dan haus akan ilmu agama. Seperti sempurna hidupnya.

Namun semua itu kemudian barubah. Secara lahiriyah, perubahan itu bukan perubahan yang ‘buruk’. Namun ini hanya permukaan luarnya saja.

Suatu hari istrinya, yang memang suka mengaji, belajar agama dan membaca, mendapatkan sebuah buku. Buku itu dicap oleh orang sebagai ajaran menyimpang, karena penasaran dia tetap menelaahnya sampai selesai. Menurut istrinya itu isinya bagus banget, buku yang mengajarkan kebaikan, suka menolong, banyak sedekah, rajin beribadah, dan semua perbuatan kebajikan yang lain. Istrinya semakin penasaran dan ingin ketemu langsung dengan yang mengajarkannya. Maka dia pun mencari alamatnya. Gampang dicari tinggal tanya mbah Google saja.

Kalau orang Jawa bilang ‘lha kok ndelalah’; kebetulan di tempat yang ditujunya itu istrinya bertemu dengan kawan sekolahnya dulu, bapak2 yang sudah lebih dulu mengikuti ‘ajaran baru’ ini. Singkat cerita istrinya kemudian akrif di pengajian dan pertemuan yang dilakukan oleh kelompok itu. Isinya baik semua. Bahkan baik banget. Orangnya juga baik-baik. Tidak melakukam kekerasan atau menyakiti orang. Istrinya semakin masuk ke dalam. Saking rajinnya beribadah sholat malam saja diwajibkan dalam kelompok itu. Dari ketiga anaknya dua orang akhirnya ikut masuk juga. Pak Bambang pun semakin binggung.

Setelah lama mulai kelihatan ‘penyimpangan-penyimpangannya’. Kemudian dia tahu syahadat kelompok itu diubah. Sekilas seperti tidak ada yang salah, artinya bener. Beberapa ibadah mulai ada ‘improvisasi’ dan ‘modifikasi’. Ujungnya yang memberi ajaran itu dindeklarasikan sebagai ‘nabi baru’. Pengikutnya banyak, bahkan sempat heboh di Indonesia. Dalam sejarah agama-agama samawi, nabi2 adalah laki-laki, kalau ini nabinya ‘wanita’. Kelompok ini percaya ‘akhir jaman’ sudah dekat, karena itu turunlah ‘nabi yang dijanjikan’ itu.

Kehidupan yang ‘sempurna’ itu akhirnya berubah. Biduk rumah tangganya pecah. Satu anaknya berhasil lepas dan ‘kembali’ ke jalan yang lurus. Mantan istrinya akhirnya menikah dengan laki2, kawan lamanya yang bertemu pertama kali di rumah ‘nabi baru’ itu.

****
Kisah ini dituliskan oleh Pak Bambang dalam sebuah buku. Bukunya belum diterbitkan karena banyak pertimbangan.

Godaan syaitan ternyata tidak hanya yang jahat-jahat saja. Syaitan mengoda dengan yang ‘baik-baik’, bagus-bagus, sholeh-sholeh. Godaan itu dibungkus dengan kebajikan-kebajikan. Namun, semuanya hanya ‘fatamorgana’ saja. Semua kebaikan itu hancur lebur dan tidak berbekas karena satu hal saja: akidahnya menyimpang. Tuhannya bukan Allah SWT, nabinya bukan Nabi Muhammad, dan kitabnya bukan Al Quran. Kasihan.

Pulp Tadan Kosong Kelapa Sawit

image

Kertas yang dibuat dari tankos sawit

Pembuatan bioplastik dari tandan kosong kelapa sawit/tankos diawali dengan proses pulping dan isolasi selulosa tankos. Saya pernah mencoba proses ini kurang lebih 10 tahun yang lalu. Bos saya lebih dulu melakukannya 15 tahun yang lalu. Waktu itu masih banyak kendalanya.

Pulp dan kertas yang dihasilkan masih berkualitas rendah. Beberapa literatur menyebutkan jika serat tankos pendek dan tebal. Ini membuat karakteristik  kertasnya kurang bagus. Permasalah lainnya adalah kontaminasi kernel/cangkang sawit dan sisa duri yang merusak kertas. Cangkang dan duri bukan selulosa/serat, jadi tidak bisa menjadi kertas. Kontaminasi ini membuat bercak2 hitam pada kertas. Kendala lainnya adalah masih adanya sisa minyak pada pulp. Sisa minyak ini menyebabkan munculnya busa pada saat proses pembuatan kertas.  Selain itu, proses pembuatannya pun masih tidak/belum efisien.

Ketika sedang melakukan penelitian bioplastik ini, saya jadi teringat dengan kawan lama saya Pak Gunawan Surya yang kerja di pabrik kertas. Sudah 10 tahun tidak pernah kontak2 lagi. Untungnya nomornya masih tersimpan. Saya cek nomornya masih aktif. Saya coba kontak, tidak diangkat. Beberapa kali saya coba tetap tidak tersambung. Saya coba lagi di hari lain. Alhamdulillah berhasil tersambung. Pak Gunawan masih ingat dengan saya dan ternyata mengikuti kegiatan penelitian saya. Pembicaraan pun semakin fokus.

Tertanya Pak Gunawan telah melakukan banyak penelitian dengan tankos untuk pulp dan berhasil. Lihat linknya di sini https://gunawansuryapaper.wordpress.com/2013/08/05/efb-tandan-kosong-kelapa-sawit-sebagai-bahan-baku-pulp-kertas/. Hasilnya bagus dan semua problem di atas sebagian besar sudah bisa diatasi. Masih ada sedikit kendala. Menariknya lagi pulp ini sudah diproduksi secara komersial besar-besaran. Saya diperbolehkan oleh Pak Gunawan untuk berkunjung ke pabriknya.

Ini artinya setengah pekerjaan saya untuk membuat bioplastik sudah terselesaikan. Mempermudah lagi fokus penelitian saya. Saya akan lebih fokus untuk memodifimasi selulosa tankos agar bisa menjadi bioplastik. Alhamdulillah.

image
Pulp 100% tankos.

image
Roll kertas 50% tankos

Morfologi Lithops

Lithops living stone morphologi

Bagian-bagian tanaman Lithops (Sumber: http://www.floweringstones.co.za/morphology/morphology.html)

Lithops atau living stone, kita terjemahkan saja sebagai ‘Batu Hidup’. Namun saya lebih suka menyebutnya dengan lithops saja, karena terdengar lebih keren. Lithops adalah sebuah tanaman dari keluarga sekulen yang unik. Bentuk tanamannya, bagian tanaman yang muncul dipermukaan, pada dasarnya adalah dua daun yang berlawanan. Tuhan Yang Maha Kuasa menciptakan kedua daun tanaman ini sangat tebal dan menyatu bagian-bagian tepi-tepinya, sehingga bentuknya mengerucut. Bagian bawah meruncing pada pertemuan akarnya, sedangkan bagian atasnya terbelah menjadi dua bagian yang kurang lebih sama besarnya, lobus. Sebagian besar spesies lithops bagian pinggir menyatu dari atas ke bawah, namun ada garis tipis di bagian atas.

Lithops living stone morphologi

Bentuk penampang samping Lithops (Sumber: http://www.floweringstones.co.za/morphology/morphology.html)

Mengatasi HP Android yang Mulai Melambat

Apakah Anda merasa Smartphone Android Anda mulai melambat? Responnya lambat, sering hang, tidak bisa menyimpan foto, koneksi lambat atau sudah mulai muncul pesan-pesan error? Jangan buru-buru dibanting Smartphone Anda, karena masih ada solusinya, yaitu dengan melakukan Hard Reset.

Ini pengalaman saya pribadi. Samsung Galaxy yang saya pakai sudah cukup lama, masih Note 2, padahal sekarang sudah Note 4. Malas saya upgrade ke seri yang baru. Maklum harganya cukup mahal dan fitur-fiturnya tidak memberi dampak yang signifikan pada fungsi Smartphone bagi saya. (padune ora duwe duit…. 🙂 ). Nah, Android kesayangan satu-satunya ini sudah mulai menunjukkan gejala-gejala udzur. Pertama, responnya mulai melambat. Koneksi internetnya kadang-kadang putus sendiri, padahal saya berdiri di samping antena WIFI. Parahnya lagi, kadang-kadang restart sendiri tanpa saya suruh-suruh. HP ini terlalu banyak inisiatif sendiri. Payah.

Puncaknya, beberapa hari yang lalu. Muncul pesan error yang sangat-sangat mengganggu. Inti pesannya kurang lebih adalah jika ada proses pengolahan foto/gambar yang gagal. Muncul terus. Dan kalau pesan ini tidak di penjel OKnya, HPnya tidak bisa dipakai. Parahnya, pesan ini muncul terus dengan selang waktu setengah detik. Stress berat saya.

Istri saya tercinta sampai ikut-ikutan stress. Dia bilang, “Ya… udah beli yang baru saja, daripada nambah-nambah masalah”. Bener juga sih. Tapi, saya masih terlalu sayang dengan HP saya ini. Dan lagi, uang tabungan sudah ada alokasi lain. Sayang.

Ada temen yang ngasih solusi: di hard reset. Saya tahu solusi ini, cuma saya masih khawatir dengan isi-isinya. Hard reset artinya seperti di install ulang kalau di komputer. Semua akan terhapus dan kembali ke settingan awal. Bahkan, aplikasi-aplikasi yang di download dan dibeli on-line bisa hilang semua. Belum lagi foto-foto dan rekaman kenangan yang sudah bertahun-tahun numpuk. Sayang banget kalau hilang.

Saya sudah coba alternatif solusi yang lain. Hasilnya nihil. Mungkin memang reset ulang ini solusinya. Berikut ini langkah-langkah persiapan sebelum mereset ulang SmartPhone Android Anda:

  1. Backup semua file foto, video, musik, dokumen, dan data-data penting lainnya. Backup bisa disimpan di memori tambahan (SD Card) atau ke komputer. Asal jangan di memori internal HP, karena akan kehapus juga.
  2. Download aplikasi untuk backup. Ada banyak aplikasi di Google Play Store untuk membackup data. Pilih salah satu yang Anda sukai. Aplikasi ini sangat membantu untuk memudahkan proses backup data.
  3. Lakukan double backup. Ini untuk jaga-jaga saja. Backup bisa dilakukan di komputer dan media penyimpanna on-line, seperti Dropbox.

Setelah semua langkah backup membackup selesai. Kini saatnya untuk melakukan hard reset. Setiap Smartphone Android memiliki cara yang berbeda untuk melakukan hard reset. Sebaiknya baca ulang di buku panduan atau Googling bagaimana caranya melakukan Hard Reset untuk Smartphone Android Anda. Kalau di Galaxy Note adalah dengan cara sebagai berikut:

  1. Matikan HP.
  2. Hidupkan HP lagi.
  3. Pada saat muncul logo Samsung, pencet ketiga tombolnya: power, volume dan tombol menu selama beberapa detik hingga muncul pilihan untuk reset.
  4. Dengan menggunakan Volume button untuk memilih menu yang diinginkan. Pilih Factory Setting atau Hard Reset.
  5. Tekan tombol power.
  6. Tunggu hingga semua prosesnya selesai.

Ada baiknya juga anda berada di jaringan internet yang aktif. Selama proses ini, mungkin Android Anda minta untuk update softwarenya. Android Anda akan kembali seperti settingan awal. Langkah berikutnya adalah mengecek update software Androidnya. Update jika perlu.

Langkah berikutnya adalah mengembalikan semua applikasi, SMS, foto2, musik, daftar kontak dan aplikasi-aplikasi yang sudah diback up di langkah awal. Untuk merestore aplikasi lebih mudah dengan menggunakan aplikasi backup.

Langkah berikutnya lagi adalah mengupdate semua aplikasi-aplikasi yang kita install.

Proses ini cukup memakan waktu yang lama. Saya melakukannya selama 3-4 jam. Karena sambil kerja.

Hasilnya sangat memuaskan. Saya seperti memakai HP Android baru. Kenceng banget.

Nggak jadi deh belu HP Baru.

Museum Etnobotani Indonesia atau Herbarium Bogoriense

Belanja On-Line

Penetrasi internet semakin luas di Indonesia. Ini membuka peluang yang semakin besar untuk bisnis on-line. Lihat saja iklan di televisi, ada banyak sekali penawaran-penawaran toko online. Seperti: tokopedia.com, Olx.com, Traveloka.com dan masih banyak lagi. Di Medsos pun sekarang juga banyak sekali penawaran-penawaran barang. Saya sendiri punya juga sudah mulai jualan on-line sejak blog ini lahir. Saya yakin, dalam beberapa tahun ke depan bisnis on-line akan semakin berkibar.

Saya juga sering membeli berang secara on-line. Bahkan membeli barang yang ecek-ecek saja saya perah beli on-line. Saya pernah beli barang on-line di Indonesia sampai ke USA. Misalnya saja: saya beli benih lithops dari Amerika. Saya pernah beli batu dari India. Beli buku dari England. Situs on-line internasional yang sering saya kunjungi adalah: eBay.com, Amazon.com, Alibaba.com dan Aliexpress.com. Yang paling sering ya beli di toko-toko on-line di Indonesia. Saya beli banyak buku secara on-line. Ada buku yang baru dan banyak buku-buku bekas.

Kadang-kadang beli on-line bisa mendapatkan barang dengan harga yang lebih murah daripada yang di toko. Selain itu kita bisa lebih hemat waktu, tidak perlu ke toko. Di Bogor perjalanan adalah perjuangan. Macetnya minta ampun. Mau ke Gramedia saja butuh waktu satu jam, dua jam pp. Gila.

Memang sih. Dunia on-line seperti halnya dunia nyata. Ada juga orang jahat dan penipu. Kalau tidak hati-hati bisa kena tipu. Karena itu sebelum membeli biasanya saya lihat dulu siapa yang jual, bagaiman reputasinya dan review atau komentar-komentar dari orang yang sudah pernah membeli. Alhamduillah, selama ini belum pernah kena tipu. Semua barang diterima dengan baik.

Menikmati Keadaan

Semua orang pasti pernah mengalami kondisi yang tidak mengenakkan, suasana yang membosankan, kondisi kerja yang membuat frustasi, atau rumah yang tidak memuat betah. Enak atau tidak enaknya kondisi itu tergantung pada bagaimana kita mereson kondisi dan situasi yang sangat tidak mengenakkan itu.

Pernah suatu hari saya dalam perjalanan dari Semarang-Kendal ke Cirebon-Bogor. Saya naik bis ekonomi. Jarak perjalanannya lebih dari 4 jam. Bis ekonomi tahu sendirilah bagaimana kondisinya. Joknya keras. Tempat duduknya mepet-mepet, kalau duduk kaki nempel di jok depan kita. Susah digerakkan. Udara panas dan penggap, karena tidak ada AC.

Menikmati Keadaan

Memanfaatkan Patent-Patent yang sudah Expired

Melanjutkan lagi posting saya sebelumnya tentang study patent. Kalau Anda cukup rajin dan teliti, Anda akan menemukan banyak sekali dokumen paten. Coba perhatikan status dari paten tersebut. Ada sebagian paten yang statusnya expired atau kadaluwarsa. Artinya paten ini sudah menjadi public domain atau milik umuk. Semua orang boleh dan bebas menggunakan dan memanfaatkan paten ini tanpa harus membayar royalti.

Nah. Ini tentunya sangat menarik sekali. Klaim di dalam dokumen paten tersebut biasanya tertulis sangat jelas. Kita bisa meniru dan mengikuti petujuk di dalam dokumen paten ini. Coba-coba saja sampai berhasil.

Masih ingat beberapa tahun yang lalu? Indonesia dibanjiri dengan motor-motor dari China dengan merek aneh2 tapi secara fisik bentuknya sangat mirip dengan motor2 terkenal dari Jepang. Persis banget, bahkan spare part dan onderdilnya pun identik dan bisa dipasang ke motor China itu. Anehnya, tidak ada komplain dari motor pabrikan Jepang.

Saya sempat baca ulasan di media otomotif, kenapa pabrikan Jepang itu tidak komplain? Apa mereka tidak melanggar HKI. Ternyata jawabannya adalah marena produk dan desain motor yg ‘dijiplak’ negeri China itu paten dan HKInya sudah kadaluwarsa. Siapa pun kalau bisa boleh memproduksi motor itu.

Motor China alias Mochin laris manis di Indonesia, karena harganya yang murah. Memang sih, kualitasnya masih di bawah motor Jepang. Motornya tidak awet. Onderdilnya cepat rusak. Sebentar-sebentar masuk bengkel.

Dalam konteks riset, penggunaan paten yang kadaluwaraa bisa memotong lamanya waktu riset. Kita tidak usah mulai dari nol. Mulai dari teknologi yang sudah teruji. Kita coba tiru, coba terus sampai berhasil. Lalu lakukan imrovement, pengembangan dan modifikasi. Kalau memungkinkan, coba telusuri paten-paten terbaru dari produk tersebut.

Selamat menelusuri lautan paten. Terus berkarya.