Tag Archives: YouTube

Pengalaman Langganan YouTube Premium via Apple Store dan Langsung via Website YT

Sudah 6-7 tahun kami tidak lihat siaran televisi sama sekali. Di rumah kami juga tidak ada layar televisi yang terpasang. Antena TV juga tidak ada. Jadi praktis tontonan kami beralih ke YouTube. Nonton YouTube, kami lebih bebas memilih tayangan apa yang disukai. Karena itu aku kemudian berlangganan YouTube Premium yang bisa berbagi hingga 5 orang anggota keluarga. Pas. Keuntungannya adalah tidak ada jeda iklan dan bisa save/download.

Aku juga sudah mulai pakai iPhone sejak seri iPhone 2 sampai sekarang sudah pakai iPhone 12. Pakai Apple memang mudah dan layanannya bagus. Karena terbiasa pakai Apple Store, aku pertama kali berlangganan YouTube Premium melalui Apple Store. Biaya langganannya lumayan, terakhir sebesar Rp. 179.000 per bulan. RP. 179rb dibagi 5 orang masing-masing biayanya Rp. 35,8rb. Masih wajar lah untuk satu bulan. Sejak tahun 2020-an aku setia berlanggangan YT Premium via Apple Store.

Selama ini lancar-lancar saja dan tidak ada masalah. Kami semua senang dan menikmati menonton YT tanpa iklan. Sampai suatu hari aku evaluasi lagi semua subscription dan langganan aplikasi online yang menggunakan Kartu Kredit. Ternyata kalau dihitung semua per bulan dan setahun lumayan juga nilainya. Aku mulai seleksi dan cari-cari cara untuk lebih berhemat dalam pengeluaran untuk subscription on-line. Aku cek-cek lagi mana yang mesti dipertahankan dan mana yang mesti dihentikan saja.

YouTube Premium sangat membantu kami. Karena di YouTube kita bisa belajar dan juga bisa mendapatkan hiburan. Aku mulai mencari informasi lebih banyak tentang langganan YT Premium ini. Akhirnya aku menemukan jika berlangganan YT Premium yang lansung di Websitenya iuran berlangganannya murah di bawah Rp. 179rb. Hanya sekitar Rp. 100rb saja.

Tuinggg….. aku kaget dan terbelalak….Seakan tidak percaya dengan perbedaan nilai itu. Jadi selama ini, selama 5 tahun aku berlangganan 50% lebih mahal. Ampun deh…50% itu nilai yang tidak kecil. Kalau dikumpulkan setahun bisa buat nabung saham dan investasi….. hehehe…

Akhirnya, aku hentikan langgangan YT Premium yang melalui Apple Store dan berpindah langsung ke website resmi aplikasi YouTube.

Alhamdulillah.

Ternyata biaya Apple yang lebih tinggi ini juga berlaku untuk aplikasi-aplikasi lainnya. Ada beberapa aplikasi besar yang sering dipakai, baik untuk kerja, hiburan, game atau yang lainnya yang bisa berlangganan lansung via websiter resmi atau via Apple Store. Harga langganan yang lansung ke website pengembangnya jauh lebih murah dan lebih hemat untuk jenis layanan yang sama.

Jadi, kalian pengguna setia iPhone dan produk Apple lainya. Coba cek subscription di iTune atau Apple Store kalian. Applikasi atau langganan mana yang bisa tidak melalui Apple Store. Cek lagi agar tidak boncos.

Semoga bermanfaat.

Presentasi TEDx Talks Tentang Durian

Bagi orang barat/bule, durian terdengar sedikit ‘mengerikan’ dan ‘menjijikkan’ karena baunya yang sangat menyengat. Beda benget dengan kita orang Asia (Indonesia, Malaysia dan Thailand) yang mengangap durian sebagai ‘Raja-nya Buah’. Orang Barat masih belum bisa menerima, kenapa buah yang sangat bau ini menjadi Raja-nya Buah. Ibaratnya, sama saja orang Indonesia yang tidak bisa makan ‘telur caviar’. Makanan bau begitu kok bisa harganya selangit. Berikut ini ada presentasi menarik dari Dr. Bender tentang durian di forum TEDx Talk. Silahkan dinikmati presentasinya di YouTube.

Dunia sedang Berubah Cepat

televisi jadul
Televisi Jaman dulu

Saya dilahirkan tahun tujuh puluhan dari keluarga ‘pra sejahtera’ alias miskin. Jaman itu, televisi adalah barang mewah dan mahal. Stasiun televisi cuma satu: TVRI. Di RT saya cuma satu keluarga yang punya tipi. Layarnya masih hitam putih, monokrom. Kalau pingin lihat tipi kita ngintip dari jendela nako kaca depan rumah tetangga. Kita ngintip ramai-ramai. Beberapa acara favorit jaman dulu yang masih saya ingat adalah: Aneka Ria Safari, Dunia Dalam Berita, Gemar Menggambar Pak Tino Sidin, Unyil Kucing dan Mbangun Deso TVRI Jogja.

Beberapa tahun kemudian muncul televisi berwarna. Stasiun televisi pun bertambah, seingat saya stasiun televisi swasta adalah RCTI. Teknologi terus berkembang dengan munculnya telepon genggam- gawai. Waktu itu sama sekali saya tidak membayangkan perubahan akan berjalan sangat cepat. Cepat sekali. HP pertama yang saya punya saya beli tahun 2001, ketika saya jadi ‘jurkam’ (juragan kambing). Mereknya Siemens. Kartu SIM pertama yang saya punya saya beli dengan harga 500rb (sayang sekali, SIM cardnya sudah hangus sekarang).

Dalam waktu yang tidak terlalu lama, Siemens mengeluarkan gawai yang bisa koneksi internet melalui jaringan GPRS. Meski layarnya kecil dan warnanya masih biru atau orange. Halaman web yang muncul pun masih teks saja. Meski akhirnya Siemens tergulung dari ‘dunia persilatan’ per-gawai-an, tapi ini menjadi revolusi awal perkembangan yang lebih cepat lagi.

Continue reading

Serupa Tapi Tidak Sama, Paphiopedilum dodyanum vs Paphiopedilum glaucophylum

Suasana Seram Penguburan Jenazah di Malam Hari

Tanaman Juga Punya ‘Perasaan’

Dua tahun yang lalu saya menulis tentang pengalaman orang-orang yang berbicara dengan tanaman (lihat link-nya di sini: Berbicara dengan Tanaman). Waktu itu saya belum menemukan bukti-bukti ilmiah, hanya cerita-cerita dan pengalaman-pengalaman orang atau pengalaman sendiri. Kini saya menemukan bukti-buktinya. Bahkan ada video-nya di YouTube. Bukti yang sangat meyakinkan. Subhanallah.

Video ini adalah salah satu bukti ilmiah jika tanaman juga bisa ‘merasakan’ dan memberikan respon terhadap perlakuan yang diberikan oleh manusia. Tanaman bisa ‘mendengar’ meski tidak punya telinga. Tanaman bisa ‘melihat’ meski tidak punya mata. Tanaman bisa juga ‘sedih’ dan ‘gembira’. Tanaman juga bisa merasakan kesakitan. Tanaman punya ‘perasaan’.

Oleh karena itu, sayangilah tanaman Anda. Berikan perhatian dan perlakuan yang baik, maka tanaman akan memberikan yang terbaik untuk kita. Ajaklah bicara tanaman-tanaman kita. Berikan rangsangan-rangsanga positif.

Edible Bioplastic for Drinking Water

Bioplastik dari Singkong

Pertanian-pertanian yang Menajubkan

Alternatif Pemakaian Botol Bekas untuk Tanaman