Tag Archives: ZPT

Hormon Tanaman: Auksin

“Ohne wuchstoff, kein wachstum” (F.W. Went)

auksin
Ungkapan Pak Went yang sangat terkenal ini artinya: “Tanpa zat penggatur tumbuh, tidak ada pertumbuhan”. Secara terminologi, para ahli fisiologi tumbuhan sudah memberi batasan-batasan definisi tentang zat pengatur tumbuh, growth regulator, hormon, dan hara (nutrient).

Zat Pengatur Tumbuh pada tanaman (plant regulator), adalah senyawa organik yang bukan hara (nutrient), yang dalam jumlah sedikit dapat mendukung (promote), menghambat (inhibit), dan merubah proses fisiologi tumbuhan.


Informasi pembelian hormon auksin silahkan lihat di: Hormon Tanaman.


Hormon tumbuhan (plant hormone) adalah zat organik yang dihasilkan oleh tanaman, yang dalam konsentrasi rendah dapat mengatur proses fisiologis tanaman. Hormon ditransportasikan dari bagian yang menghasilkan ke bagian tanaman yang lain.

Hormon tanaman dikelompokkan ke dalam lima kelompok, yiatu: auksin, giberelin, sitokinin, etilen, dan inhibitor. Masing-masing kelompok memiliki ciri yang khas dan pengaruh yang berlainan terhadap proses fisiologi tanaman. Hormon tanaman tidak bekerja sendiri di dalam tanaman. Pada kenyataanya hormon tidak berperan sendiri dalam pertumbuhan tanaman. Penelitian yang dilakukan oleh para ahli membuktikan bahwa ada interaksi antar hormon yang mengatur pertumbuhan dan perkembangan tanaman.

Auksin

iaa auksin
(http://www.plant-hormones.info/auxins.htm)

Auksin (auxin) berasal dari bahasa yunani yang artinya tumbuh. Adanya sesuatu zat yang dapat mengatur pertumbuhan ini awal mulanya diamati oleh Darwin dalam tahun 1897 dengan percobaan pengaruh penyinaran terhadap coleoptile (pucuk tanaman). Ketika penyinaran dilakukan pada ujung coleoptile, ujung coleoptile ini tumbuh mengikuti datangnya sinar. Hal ini menunjukkan bahwa adanya suatu zat atau senyawa yang mengatur pertumbuhan tanaman mengikuti datangnya arah sinar.

Pada tahun 1919 Paal melakukan percobaan dengan menggunakan potongan pucuk coleoptile yang membentuk kurvatur. Pertumbuhan tanaman yang melengkung ini menunjukkan adanya sesuatu yang mengatur pertumbuhan tanaman yang dihasilkan dari ujung coleoptile.

Tahun 1928 Went menemukan sesuatu zat yang berperan dalam pertumbuhan tanaman akibat phototropisme dan pertumbuhan lainnya. Went kemudian mengatakan ungkapan yang kemudian sangat terkenal: ‘ohne wuchsstoff, kein wachtum’. Hasil penemuan berikutnya adalah ditemukannya indole acetic acid (IAA) oleh Kogl dan Konstermans (1934) dan Thymann (1935).

Peranan Auksin


Berikut ini beberapa peranan auksin di dalam pertumbuhan dan perkembangan tanaman:

  • Merangsang perpanjangan sel
  • Merangsang pembelahan sel di kambium dan, dalam kombinasi dengan sitokinin dalam kultur jaringan
  • Merangsang diferensiasi floem dan xilem
  • Memacu inisiasi akar pada stek batang dan akar lateral dalam pengembangan kultur jaringan
  • Perantara dalam respon tropistic lentur dalam menanggapi gravitasi dan cahaya
  • Pasokan auksin dari tunas apikal menekan pertumbuhan tunas lateral
  • Penundaan penuaan daun
  • Dapat menghambat atau merangsang (melalui stimulasi etilena) daun dan pematangan buah
  • Dapat menginduksi pengaturan buah dan pertumbuhan pada beberapa tanaman
  • Terlibat dalam mengasimilasi gerakan menuju auksin yang kemungkinan disebabkan efek transportasi pada floem
  • Penundaan pematangan buah
  • Mempromosikan berbunga di bromeliad
  • Merangsang pertumbuhan bagian bunga
  • Mendukung (via produksi etilen) karakter betina dalam bunga dioecious
  • Merangsang produksi etilen pada konsentrasi tinggi

(diambil dari beberapa sumber: http://www.plant-hormones.info dan Wikipedia.

Info hormon tanaman hubungi Ummi Happi 082325489277 atau Manto: 085643907204 atau klik di sini Auksin

MEMBUAT POC SENDIRI DENGAN BIANG POC. Bagian 2.

 

auksin

sitokinin

giberelin


Baca juga Membuat Pupuk Organik Cair: Bagian 1 | Bagian 2 | Bagian 3 | Bagian 4

DOWNLOAD PROSEDUR PEMBUATAN POC DENGAN BIANG POC | Buku Panduan Pembuatan POC | Goole Drive | SCIBD | Contoh perhitungan bahan baku
Revisi Petunjuk Pembuatan POC dengan Biang POC: Dokumen awal | Revisi 1 | Revisi 2
Download: Petunjuk Pemakaian Langsung Hormon Tanaman.


 

Seni Meramu POC


Di tulisan sebelumnya saya sudah sampaikan sedikit tentang meramu POC dengan biang POC. Di tulisan ini saya akan mencoba membahasnya sedikit lebih detail. Sebenarnya dengan biang POC saja sudah dibuat POC dengan kualitas standard, artinya POC ini sudah bisa memberikan manfaat bagi tanaman dan memiliki kandungan seperti yang diatur oleh pemerintah (Deptan). Jadi bukan POC ‘abal-abal’ (….pinjam ya..GS Astra….;D).

Dengan kualitas standard seperti ini POC kita kurang memiliki keunikkan dibandingkan dengan POC-POC yang lain. Agar ‘menang dalam pertempuran pasar’, POC yang kita jual perlu memiliki keunikan dan keunggulan dibandingkan dengan POC-POC yang lain. Nah..membuat POC yang unik dan unggul ini yang perlu ‘seni’ tersendiri.

Sesuaikan dengan Tanamannya

Continue reading

MEMBUAT POC SENDIRI DENGAN BIANG POC. Bagian 1.

 

auksin

sitokinin

giberelin


Baca juga Membuat Pupuk Organik Cair: Bagian 1 | Bagian 2 | Bagian 3 | Bagian 4

DOWNLOAD PROSEDUR PEMBUATAN POC DENGAN BIANG POC | Buku Panduan Pembuatan POC | ZIDDU | SCIBD | Contoh perhitungan bahan baku
Revisi Petunjuk Pembuatan POC dengan Biang POC: Dokumen awal | Revisi 1 | Revisi 2 | Revisi 3
Download: Petunjuk Pemakaian Langsung Hormon Tanaman.


 

Penggunaan pupuk organik meningkat tajam beberapa tahun terakhir ini, tidak hanya pupuk organik granul (POG) tetapi juga pupuk organik cair (POC). POC memiliki manfaat sinergistik dengan POG. Aplikasi POG sendiri tanpa aplikasi POC biasanya kurang memberikan hasil yang memuaskan. Dengan apliasi POG yang dibarengkan dengan aplikasi POC, hasil tanaman lebih terlihat nyata dan bisa dilakukan full organik, tanpa penambahan pupuk kimia sama sekali.

POC memiliki fungsi yang sedikit berbeda dengan POG. POG lebih berperan di tanah: memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologi tanah. POC berperan langsung pada tanamannya. POC disemprotkan ke daun dan akan langsung masuk ke sistem metabolisme tanaman. Kandungan hara yang ada di dalam POC akan langsung diserap oleh tanaman. Demikian pula kandungan hormon tanaman juga akan langsung berfungsi begitu memasuki sistem metabolisme tanaman. Karena itu aplikai POC lebih cepat terlihat daripada aplikasi POG.

POC bisa diaplikasikan untuk semua jenis tanaman. Selain dikombinasikan dengan POG, aplikasi POC juga bisa dikombinasikan dengan pupuk kimia.

Continue reading

Pupuk Organik Cair (POC) dari Limbah Bioetanol

auksin

sitokinin

giberelin

Industri bioetanol atau etanol diperkirakan akan terus berkembang di masa-masa yang akan datang. Etanol memiliki beragam manfaat, seperti pelarut dan bahan bakar (biofuel). Etanol dimanfaatkan oleh berbagai macam industri, misalnya: industri farmasi, makanan, minuman, oleokimia, dan lain-lain. Pertumbuhan permintaan etanol cenderung meningkat.
Continue reading

Membuat Pupuk Organik Granul

Buku Pupuk Organik Granul
Baca juga: Video Membuat Pupuk Granul | membuat pupuk organik sendiri | Mesin Cacah Kompos | Pupuk Organik, Pupuk Kimia, dan Pupuk Hayati | Tata Letak Mesin Pabrik Pupuk Organik | Bagan Pabrik POG | Permentan No. 70/2011 tentang Pupuk Organik, Pupuk Hayati dan Pembenah Tanah | Lampiran 1 Permentan No. 70/2011 | Lampiran 1 Permentan No. 70/2011 | POC Khusus Jahe |

 


Pupuk organik bisa dibuat dalam bermacam-macam bentuk. Bisa dibuat curah, table, pelet, briket, atau granul. Pemilihan bentuk ini tergantung pada penggunaan, biaya, dan aspek-aspek pemasaran lainnya. Salah satu bentuk yang banyak dipakai adalah granul. Membuat pupuk granul sebenarnya tidak terlalu sulit. Secara garis besar pupuk granul dapat dibuat dengan cara seperti di bawah ini.

 
Continue reading