Monthly Archives: November 2008

Produksi Bioethanol Berbahan Baku Biomassa Lignoselulosa : Purifikasi


Baca juga: Pendahuluan | Pretreatment | Hidrolisis Asam |Hidrolisis Enzimatis| Fermentasi | Purifikasi | Literatur


Produk hasil fermentasi dikenal dengan istilah ‘bir’ (beer) yang merupakan campuran antara ethanol, biomassa sel, dan air. Di dalam tahapan ini, konsentrasi ethanol dari biomassa lignoselulosa lebih rendah (≤ 5%) daripada ethanol yang berasal dari jagung. Konsentrasi ethanol yang dapat ditolelir oleh mikroba adalah kurang lebih 10% pada suhu 30oC, tetapi akan menurun dengan naiknya temperature (Hamelinck, Hooijdonk, & Faaij, 2005). Produk dari tahapan fermentasi berbentuk seperti bubur (slurries) dan sulit untuk ditangani, dimana kandungan padatannya sekitar 15%, dan juga terkait dengan kandungan ethanol yang kurang dari 5%.
Continue reading

Produksi Bioethanol Berbahan Baku Biomassa Lignoselulosa : Hidrolisis Enzimatis


Baca juga: Pendahuluan | Pretreatment | Hidrolisis Asam |Hidrolisis Enzimatis| Fermentasi | Purifikasi | Literatur


Selama Perang Dunia ke II ditemukan fungi yang menghancurkan baju dan tenda. Fungi tersebut adalah Trichoderma reseii yang menghasilkan enzim selulase dan dapat menghidrolisis selulosa (Hamelinck, Hooijdonk, & Faaij, 2005). Aplikasi hidrolisis menggunakan enzim secara sederhana dilakukan dengan menganti tahap hidrolisis asam dengan tahap hidrolisis enzim selulosa. Hidrolisis enzimatis memiliki beberapa keuntungan dibandingkan hidrolisis asam, antara lain: tidak terjadi degradasi gula hasil hidrolisis, kondisi proses yang lebih lunak (suhu rendah, pH netral), berpotensi memberikan hasil yang tinggi, dan biaya pemeliharaan peralatan relative rendah karena tidak ada bahan yang korosif (Taherzadeh & Karimi, 2007) (Hamelinck, Hooijdonk, & Faaij, 2005). Beberapa kelemahan dari hidrolisis enzimatis antara lain adalah membutuhkan waktu yang lebih lama, dan kerja enzim dihambat oleh produk. Di sisi lain harga enzim saat ini lebih mahal daripada asam sulfat, namun demikian pengembangan terus dilakukan untuk menurunkan biaya dan meningkatkan efisiensi hidrolisis maupun fermentasi (Sanchez & Cardona, 2007).
Continue reading

Bedanya Pustaka Jaman Dulu dan Jaman Sekarang

Pustaka Jaman Dulu

Bagi yang bergelut di dunia ilmu. Baik itu mahasiswa, dosen, guru, peneliti, dan para cerdik cendekia yang lain. Pustaka adalah modal utama. Kita harus selalu mengikuti perkembangan ilmu dan teknologi. Mendapatkan pustaka terbaru dan ter-up-to-date merupakan kebahagiaan tersendiri.

Kalau mengingat-ingat jaman dulu, sulit sekali mencari pustaka. Apalagi yang baru, sukar bin zulit. Saya datang ke perpustakaan. Buka-buka buku satu persatu. Buka jurnal-jurnal lama yang sudah kucel. Lalu pesan untuk difotokopi. Dua tiga hari baru bisa dipelajari pustaka itu. Ada beberapa perpustakaan yang biasa aku datangi. Pertama jelas perpustakaan kampus: fakultas dan perpustakaan pusat. Hampir semua buku-buku pernah aku lihat (yang terkait ilmunya saja..lho..).
Continue reading

Belajar

Beberapa minggu ini aku masuk ke sebuah gua. Tempat yang banyak digunakan orang untuk semedi. Berkontemplasi. Gua di lereng gunung, di tengah hutan belantara. Gua yang gelap, dingin, lembab, dan sepi. Sendiri. Jauh dari dunia luar. Jauh dari orang-orang. Jauh menghindar dari semua masalah. Hanya ada suara tetes-tetes air yang menemani.

Guanya tidak terlalu besar, tetapi cukup untuk duduk dan berbaring. Anehnya tidak ada binatang di dalam gua ini. Aku bersihkan gua ini. Cahaya mentari mengintip malu-malu. Bisikan angin menyapa, “Selamat datang penghuni baru”.
Continue reading

Merajut Mimpi

Ku rebahkan badan di pangkuan malam yang menaruh kasihan pada mata yang tidak bisa terpejam. Dibelaiannya kurajut mimpi dari benang-benang imanjinasi. Pikiran mengelana ke dunia misteri. Mengembara ke negeri-negeri tanpa batas.

Serpihan-serpihan kutemukan sepanjang jalan. Ku jumputi potongan-potongan berserakan. Orang-orang dengan pandangan aneh penuh tanya: apa yang kau cari? Orang gila. Aku melihat. Apa yang tak terlihat. Aku mencari. Apa yang tersembunyi.

Ku susun potongan-potongan mimpi. Ku bangun bata demi bata membumbung tinggi. Di negeri ini semua tersedia. Di negeri ini semua boleh terjadi. Di negeri bebas merdeka. Semua boleh berbuat apa saja. Tak ada batas pembatas. Hukum alam tidak berlaku di sini.

Mimpiku menjulang tinggi. Awang-awang. Langit.

Di gelapnya antariksa. Aku mengelana.

Jogja, 181108

EVOLUSI TEKNOLOGI PRODUKSI ETHANOL

Ethanol atau bioethanol adalah salah satu biofuel penting saat ini. Ethanol menjadi sumber bahan bakar alternatif penganti bensin. Sebenarnya produksi ethanol sudah sangat lama sekali. Teknologi ini terus berevolusi sejalan dengan perkembangan tuntutan jaman. Kalau bisa diringkas kira-kira evolusinya seperti saya uraikan di bawah ini. Mungkin saja banyak variasi dari teknologi ini, saya hanya menyebutkan bagian utamanya saja.

Ethanol dari Gula-gulaan

Kurang lebih sejak 6000 tahun yang lalu orang Sumeria, orang Babylonia, dan orang Mesir telah memfermentasi gula/nira menjadi minuman keras alias mengandung ethanol. Ethanol digunakan untuk mabok. Cara yang mirip juga digunakan untuk membuat tape. Tahapan utamanya cuma satu, yaitu fermentasi. Minuman hasil fermentasi langsung diminum sampai teler.

Skema tahapan pembuatan bir

Skema tahapan pembuatan bir


Gambar 1. Tahapan fermentasi gula menjadi bir/ethanol
Continue reading

TOPIK PENELITIAN BIOETHANOL, TOPIK PENELITIAN PALING HOT SAAT INI

Topik penelitian tentang bioethanol merupakan salah satu topik paling ‘hot’ saat ini di dunia. Puluhan bahkan mungkin ratusan peneliti di seluruh penjuru dunia berlomba-lomba menemukan teknologi produksi bioethanol dari lignoselulosa. Ketika berkelana di dunia ‘maya’ aku menemukan ratusan jurnal ilmiah, laporan, ulasan di website, dan blog yang mengulas tentang topik bioethanol selulosa. Secara garis besar penelitian bioethanol lignoselulosa dapat dikelompokkan mejadi beberapa seperti saya uraikan di bawah ini.


Catatan: Saya tidak menyebutkan literaturnya secara eksplisit, karena ini bukan tulisan ilmiah. Citasi memang penting, tetapi kurang enak dipandang dan dapat mengaburkan inti tulisan sebenarnya. Yang tertarik untuk mendalami lebih lanjut, silahkan cari sendiri atau tanya ke Om Google, Om Yahoo, atau Om Wikipedia.


1. Pencarian biomassa lignoselulosa yang potensial

Awalnya ethanol dibuat dari gula. Lalu beralih ke pati-patian. Tetapi karena berkompetisi dengan pangan dan pakan, ethanol dari gula dan pati tidak memungkinkan lagi. Mau pilih perut kita atau perutnya mesin? Perut kita tentu lebih utama. Oleh karena itu dicari sumber bahan baku alternatif dan yang paling potensial adalah biomassa lignoselulosa. Lignoselulosa dipilih karena tidak berkompetisi dengan pangan maupun pakan, tersedia melimpah, murah, dan terbarukan.
Continue reading

Presentasi Pupuk Organik

Saya diminta membantu membuat makalah tentang pupuk organik yang disampaikan dalam sebuah seminar di Surabaya. Saya publikasikan presentasi ini. Silahkan dilihat dilink di bawah ini. Semoga bermanfaat.

Presentasi Pupuk Organik
http://docs.google.com/Present?docid=dcdt363g_159csjk5pfk&hl=en

isroi


DOWNLOAD PUPUK ORGANIK

Silahkan didownload resources yang mungkin Anda perlukan juga:

  1. Buku Petunjuk Pupuk Organik Granul
  2. Buku Petunjuk Teknis Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT): Padi Sawah Irigasi
  3. Petunjuk Teknis Uji Mutu Pupuk Organik
  4. Standard Mutu Pupuk Organik
  5. Kompos
  6. SNI Dolomit
  7. Kompos Limbah Kakao
  8. Petunjuk Lapang PTT Padi
  9. Budidaya Padi Sehat
  10. Brosur Budidaya Padi Sehat
  11. Brosur Kompos Jerami
  12. Pengelolaan Lahan untuk Budiaya Sayur Organik
  13. Pupuk Organik dan Pupuk Hayati
  14. Sifat Fisik Tanah dan Metode Analisisnya
  15. Analisis Biologi Tanah
  16. Juknis Mutu Pupuk Organik
  17. Menuju Pertanian Lahan Kering Lestari
  18. Pembuatan Kompos-Balittanah
  19. Pemupukan Berimbang
  20. Sifat Fisik Tanah dan Metode Analisisnya
  21. Petunjuk Pengambilan Sampel Tanah untuk Analisis Biologi Tanah
  22. Compost Quality TestGermination Index Method
  23. Compost and Soil Conditioner Quality Standards 2005

Daftar bahan lain yang bisa didownload: Download Di Sini
Cara mendownload: Klik dua kali pada link yang akan didownload. Kemudian ikuti perintah selanjutnya. Kalau ada iklan yang muncul, klik aja iklannya atau langsung ke SKIP ADD yang ada di pojok kanan atas.

3 x 3.5

Sendiri. Sendirian. Sepi. Kembali ke masa-masa lalu. Kenangan-kenangan lama yang menggugah jiwa. Goresan-goresan tinta lusuh di buku tua. Ingatan itu kembali berduyun-duyun menuju lubuk hati. Iringan tembang kenangan masuk dari telingan ke sanubari. Apa yang ku cari….????

Hampa datang. Perjalanan jauh yang telah ku tempuh membawaku entah ke mana. Aku asing di tempat terasing. Mimpi-mimpi. Menggantung di awang tinggi.

Lari-larilah. Kan ku kejar. Sembunyi. Kan ku cari. Pergi. Kembali lagi. Rintik hujan. Gemuruh badai di awan. Gelap. Petir menyambar. Kan ku kejar.

Gambar. Gambaran. Angan-angan. Peta-peta khayalan. Samar-samar kembali. Biar lah. Terbuka lah. Wahai…semua yang terkubur. Bangkitlah…..!!!!

Kucari lagi jejak-jejak itu. Mata air. Bekas-bekas masa lalu. Puing-puing masa depan. Kembali mencari dasarnya lagi. Telanjang. Borok-borok. Bekas-bekas luka. Bopeng. Koreng. Apa adanya.

Ku cuci baju lusuhku. Ku basuh wajahku. Mandi badanku. Di oase ini. Jernih airnya untuk berkaca. Daki-daki larut semua. Selamat tinggal.

Ku susun lagi. Potongan-potongan puzzle. Reruntuhan masa depan. Jalanan batu setapak. Rambu-rambu.

Kembali. Berangkat lagi.

Jogja, Nov 2009
isroi

KOMPOS: Dari Tanah Kembali Ke Tanah


Catatan: Bahan ini digunakan untuk menjelaskan kompos pada petani, pekebun, atau masyarakat awam. Dibuat dengan bahasa yang lebih sederhana agar lebih mudah dipahami oleh petani. Semoga bermanfaat.


Silahkan lihat cara pembuatannya di Youtube:

Apa itu kompos?

Kompos atau humus adalah sisa-sisa mahluk hidup yang telah mengalami pelapukan, bentuknya sudah berubah seperti tanah dan tidak berbau. Kompos memiliki kandungan hara NPK yang lengkap meskipun persentasenya kecil. Kompos juga mengandung senyawa-senyawa lain yang sangat bermanfaat bagi tanaman.
Continue reading