Monthly Archives: August 2014

Menaklukkan Tanjakan Ciengkek Ciomas

image

Istirahat di tanjakan Ciengkek Ciomas

Bersepeda adalah salah satu. Olah-raga favoriteku untuk membakar tumpukan lemak di perut. Biasanya saya bersepeda sendiri atau bersama anak-anak menyusuri kampung-kampung (cross country) di seputaran tempat tinggal kami. Ada satu jalur sepeda yang memiliki tanjakan tajam dan menantang. Tanjakan Ciengkek namanya.

Tanjakan ini juga tanjakan favorite bagi para goweser yang menyukai tanjakan dan cross country. Kemiringannya mungkin sampai 40-45o. Artinya tajam banget tanjakannya. Di beberapa tempat orang mesti mengenjot sepeda sambil berdiri agar roda depan tidak terangkat ke atas. Jaraknya dari bawah sampai ke puncak sekitar 500 – 800 m. Ada beberapa kelokan di tanjakan ini.

Ketika melalui jalur ini saya sering ketemu dengan goweser-goweser lain. Pernah ketemu dengan satu atau dua orang. Pernah ketemu dengan rombongan delapan orang. Bahkan pernah ketemu dengan rombongan 40 sepeda. Banyak goweser ingin menaklukkan tanjakan ini.

image

Pete dan rute tanjakan Ciengkem

Peta dan rute tanjakan Ciengkek

Continue reading

Kuliner Bogor: Sop Buntut Ma’Emun VS Mbak Par

Sop buntut sudah terkenal sebagai kuliner favorite di Indonesia. Daerah-daerah di Indonesia punya kuliner sop buntutnya masing-masing. Tak terkecuali di kota Bogor. Ada banyak warung sop buntuk, dua yang terkenal adalah Sop Buntut Ma’Emun dan sop buntutnya Mbak Par.


Catatan kuliner: KULINER


Ada beberapa warung sop buntut yang pernah saya coba. Saya pernah makan sop buntut yang di dekat air mancur jl. A Yani. Kuah sop buntutnya berwarna kuning dan kental. Minyaknya banyak. Orang yang ‘anti’ kolesterol pasti tidak suka memakannya. Rasanya pun biasa-biasa saja. Saya tidak merekomendasikannya. Pernah juga makan sop buntut di Ciomas dekat perumahan Bukit Asri. Rasanya lumayan lah, cuma belum istimewa rasanya. Pernah juga makan sop buntut di daerah SurKen. Rasanya masih biasa-biasa saja.

Nah, sop buntut yang cukup istimewa rasanya yang pernah saya coba adalah sop buntutnya Ma’Emun dan Mbak Par.

Sop Buntut Ma’Emun

Kuliner Sop Buntut Ma' Emun Bogor.

Kuliner Sop Buntut Ma’ Emun Bogor.

Warung sop buntut Ma’Emun cukup terkenal di kota Bogor. Ada beberapa cabang warung sob buntut ini. Misalnya di Jl. A Yani di depan markas Zeni. Ada juga yang di Jl. Salak di GOR INIRO, ada juga di beberapa tempat. Konon sop buntut ini sudah lama berdiri dan sudah beberapa generasi.

Yang istimewa dari sop buntut ini adalah dagingnya yang masih berwarna merah dan sangat empuk. Ukuran porsinya besar dan banyak lemaknya. Meskipun lemaknya tidak sekental dan kebanyak di warung yang di dekat air mancur.

Rasanya enak dan mantap. Bumbunya pas. Tidak terlalu ‘njomplang’ rasanya. Soalnya, saya pernah makan sop buntut yang rasa rempah-rempahnya terasa banget. Jadi lebih mirip makan jamu daripada makan sop.

Continue reading

Pelatihan Pengendalian Ganoderma pada Perkebunan Kelapa Sawit

Pelatihan Keamanan dan Kehalalan Pangan

Tragedi Buah Kurma

Abim menghilang

Abim menghilang

Ini sepenggal kisah kami di bulan Ramadhan lalu. Sebagai orang tua belum pernah saya mengalami panik yang luar biasa. Anakku yang nomor dua, Abim, hilang.

Sehari sebelum masuk bulan Ramadhan saya memboyong seluruh keluarga kembali ke Bogor dari rumah Eyang Pati. Anak-anak masih libur sekolah, jadi mereka bisa istirahat di rumah. Rumah masih berantakan. Buku-buku belum semua tertata di rak. Baju-baju masih menumpuk di sofa. Tas dan kardus masih berantakan di ruang depan dan ruang tengah. Cucian menumpuk segunung di mesin cuci.

Puasa hari pertama kami awali dengan sahur seadanya. Tidak banyak persiapan bahan makanan yang ada di kulkas. Tidak masalah. Kami semua bahagia, karena bisa mengawali puasa bersama seluruh keluarga. Alhamdulillah.
Continue reading

Pengaruh Luar Biasa dari Doa di Pagi Hari

Doa pagi sore

Mengamalkan Wirid Doa Pagi dan Sore Hari

Doa dan wirid pagi-sore sudah menjadi rutinitas. Karena sudah rutinitas menjadi seperti ‘hampar’ rasanya dan seperti kehilangan maknanya. Wirid-wirid itu hanya meluncur cepat dari mulut tanpa masuk ke hati. Rutinitas yang tidak ‘berbekas’ di hari itu. Beberapa hari ini di awal bulan syawal ini saya coba mengevaluasi ‘rutinitas’ itu.

Ketika SMA dulu saya membeli sebuah buku tafsir Al Fatihah karangan Bey Arifin. Buku itu saya baca habis, karena saya ingin paham surat yang wajib dibaca ketika sholat itu. Di salah satu bagian buku itu ada bahasan tengan ayat ke-4. Salah satunya tentang meminta perlindungan dari Allah SWT. Di buku itu disebutkan sebuah hadist yang mengajarkan salah satu doa yang apabila di baca di pagi hari, maka Allah akan member perlindungan dari semua bala dan marabahaya dari pagi hingga sore hari. Demikian pula apabila dibaca ketika sore hari akan diberi perlindungan dari sore hingga pagi hari berikutnya. Saya praktekkan doa itu. Ini adalah wirid pagi-sore.

Doa Perlindungan: “Bismillahilladzi La Yadhurru …”

Ini doa-nya:

doa pagi dan sore

doa pagi dan sore

بِسْمِ اللَّهِ الَّذِي لَا يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

“Bismillahilladzi La Yadhurru Ma’asmihi Syai’un fil Ardhi wa Laa fis Sama’i wa Huwas Sami’ul ‘Alim.”

Artinya: “Dengan nama Allah Yang bersama NamaNya sesuatu apa pun tidak akan celaka baik di bumi dan di langit. Dialah Maha Medengar lagi maha Mengetahui.”

Continue reading

Percaya pada Pertolongan Allah

Lanjut lagi tentang ‘teman baru‘ saya. Salah satu yang sangat berkesan bagi saya adalah cerita Beliau tentang hakekat ‘pertolongan Allah’.

Sebagai seorang muslim, kita harus percaya pada ‘pertolongan Allah’. Sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat (QS.1:214). Kalimat ini mudah diucapkan, tetapi tidak mudah untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Kadang-kadang kita khilaf dan seakan tidak percaya bahwa Allah pasti akan memberi pertolongan pada hambanya yang memohon pertolongan. Beliau memberikan sebuah cerita nyata tetang bagaimana kekuatan iman dan kekuatan keyakinan pada ‘pertolongan Allah’.

Kisah ini tentang temannya yang sedang membutuhkan banyak uang. Temannya itu membutuhkan uang segera untuk membayarkan uang kuliah untuk anaknya esok hari. Jumlah yang dibutuhkan cukup besar, sedangkan tabungannya tidak mencukupi. Dia sudah berusaha berbagai cara untuk mendapatkan uang tersebut. Namun, sampai hari terakhir dia belum juga mendapatkannya. Salah satu cara untuk mendapatkan uang adalah dengan meminjam ke ‘rentenir’ (saya sebut saja begitu).
Continue reading

Why I am leaving the best job I ever had

Hidup ini adalah pilihan. Uang bukan segala-galanya. Keluarga lebih utama dari itu semua.

Max Schireson's avatarMax Schireson's blog

Earlier this summer, Matt Lauer asked Mary Barra, the CEO of GM, whether she could balance the demands of being a mom and being a CEO. The Atlantic asked similar questions of PepsiCo’s female CEO Indra Nooyi. As a male CEO, I have been asked what kind of car I drive and what type of music I like, but never how I balance the demands of being both a dad and a CEO.

While the press haven’t asked me, it is a question that I often ask myself. Here is my situation:

* I have 3 wonderful kids at home, aged 14, 12 and 9, and I love spending time with them: skiing, cooking, playing backgammon, swimming, watching movies or Warriors or Giants games, talking, whatever.
* I am on pace to fly 300,000 miles this year, all the normal CEO travel plus commuting between Palo Alto and New York…

View original post 504 more words

Teman Baru

Hidup ini kadang-kadang tidak terduga dan selalu ada kejutan-kejutan. Kemarin pagi saya mendapatkan kejutan itu. Pagi-pagi ketika saya baru saja sampai ke kantor, tiba-tiba telepon saya berdering. Telepon yang tidak biasa saya gunakan untuk menelpon. Ketika saya lihat, nomornya tidak terdaftar dalam daftar kontak saya. Artinya telepon dari ‘orang yang tidak dikenal’.
Biasanya saya abaikan telepon-telepon semacam ini. Karena biasanya kalau tidak dari asuransi, kartu kredit, atau malah ‘telepon mama minta pulsa’. Saking jengkelnya saya dengan telepon semacam ini, sampai saya buat tip singkat untuk memblokir telepon spam (Klik di sini). Namun, pagi ini tidak. Saya terima telepon itu.

“Assalamu’alaikum…”, sapa saya.
Tidak ada suara yang terdengar. Hanya samar-samar seperti ada suara orang berjalan dan gemericik air.
Saya ulangi sekali lagi “Assalamu’alaikum….”.
Sesaat tidak ada balasan apa-apa. Hampir saja saya tutup telepon itu.
Tapi kemudian ada suara menyahutnya:
“Wa’alaikum salam….dengan Bapak Isroi?”, tanya orang di seberang.
“Ya betul saya sendiri…”, jawab saya.
Kemdian dia memperkenalkan diri, menyampaikan dari mana dia mendapatkan nomor ini, dan seterusnya.
Continue reading

CARA MEMBUAT KOMPOS DAN PUPUK DARI KOTORAN SAPI DENGAN PROMI

Dokumen yang bisa didownload dari Scribd ini adalah petunjuk cara pembuatan kompos dan pupuk organik dari kotoran sapi (kohe) dengan menggunakan Promi. Cara pembuatan dan alat-alat yang dibutuhkan sangat sederhana dan mudah dilakukan. Prosedur pembuatan pupuk kompos ini bisa dilakukan untuk skala kecil, kelompok tani maupun peternakan besar dengan penyesuaian-penyesuaian sepertlunya. Waktu yang dibutuhkan untuk membuat kompos dari kohe sapi kurang lebih tiga minggu (jika kotoran sapinya masih segar). Jika kotoran sapinya sudah agak lapuk, lama waktu pembuatan kompos cukup dua minggu saja.

Informasi lebih lanjut tentang Promi bisa dilihat di link berikut ini: PROMI.