Category Archives: Bogor

Belajar dengan YouTube

Ada banyak pilihan belajar di ‘dunia maya’. Posting sebelumnya saya sudah sampaikan tentang belajar dengan Facebook. Di posting ini saya ingin berbagi tentang belajar dengan YouTube.com. YouTube memang belum terlalu menjadi pilihan, karena untuk melihat YouTube perlu koneksi internet yang lancar dan kuota yang lebih besar. Namun, dengan semakin turunnya biaya internet dan semakin baiknya infrastuktur internet, di masa depan YouTube.com akan semakin populer.

Ada jutaan video di YouTube.com. Isinya pun bermacam-macam, tidak hanya sekedar berita, film, klip lagu atau sinetron saja. Penggunga YouTube.com atau disering disebut dengan YouTuber memposting bermacam-macam kontent. Termasuk kontent berbagai macam tutorial. Rasanya hampir semua tutorial bisa diperoleh di YouTube.com. Mau belajar bahasa asing, ada tutorialnya. Mau belajar matematika, ada tutorialnya. Mau belajar applikasi komputer, ada tutorialnya. Mau belajar membuat program, ada tutorialnya. Mau belajar bercocok tanam, ada tutorialnya. Mau belajar memasak, ada tutorialnya. Bahkan membuat pistol dan sejata rakitan pun ada tutorialnya.

Belajar di YouTube.com member pengalaman belajar yang baru dibandingkan belajar dari Website yang isinya hanya teks dan gambar saja. YouTube.com menjelaskan dengan cara visual dan relatif mudah diikuti, meskipun kita tidak tahu bahasanya. Langkah-langkahnya dijelaskan bertahap dan mudah diikuti. Video YouTube.com juga bisa dipause, bisa diputar ulang, dan (sebagian) bisa disimpana atau didonwload di komputer.

Istri saya termasuk ‘muridnya’ YouTube. Istri saya banyak belajar memasak dengan melihat videonya di YouTube. Salah satunya adalah Channel AyoMemasak. Channel ini cukup luar biasa menurut saya. Videonya sederhana, alat-alatnya sederhana, kualitas videonya juga biasa-biasa saja. Sepertinya dibuat hanya dengan kamera HP biasa. Tapi, subcribernya sekarang sudah mencapai >16ribu. Wow…….!!!! Mungkin keserhanaan resep dan peralatannya menjadi kekuatan tersendiri.

Saya pernah mengalami masalah dengan printer saya. Saya coba mencari solusinya di YouTube.com, ternyata ada. Saya ikuti solusi seperti yang diajarkan oleh video YouTube.com itu. Alhamdulillah, berhasil dan printer saya bisa berfungsi lagi dengan baik.

Ketika saya pertama kali menggunakan MacBook Air, saya banyak juga belajar dari YouTube.com. Saya memilih YouTube.com karena lebih mudah diikuti dan tidak perlu banyak membaca. Fungsi-fungsi dasar MacBook saya pelajari dari YouTube.com. Kalau ingin lebih detail biasanya baru saya cari di artikel-artikel blog dan website. Istilah yang lebih teknis baru saya cari lebih mendalam di halaman help center.

Saya memprediksikan pada suatu saat nanti, YouTube.com akan menggantikan televisi konvensional saat ini. Acara-acara televisi yang berisi pembelajaran dan materi tutorial, acara masak memasak misalnya, akan tergusur oleh YouTube. Penonton, kita, lebih memiliki kebebasan dalam memilih video yang akan kita tonton. Sangat berbeda dengan televisi yang kita hanya konsumen pasif.

Problem utama belajar dengan YouTube.com adalah tidak interaktif dan kita tidak bisa bertanya langsung ketika ada masalah. Pertanyaan bisa diajukan melalui kolom komentar, dan biasanya tidak langsung dijawab oleh pemilik akun YouTube.com tersebut. YouTube.com juga tidak bisa mengkoreksi pekerjaan kita apakah sudah benar atau tidak. YouTube.com adalah ‘guru’ yang pasif. Meskipun ada kekurangannya, belajar di YouTube.com adalah salah satu alternatif media belajar.

Tidak ada istilahnya terlambat belajar atau terlalu tua untuk belajar. Selamat belajar dengan YouTube.com

Bekicot Kecil Tinggal Di Hutan

Di sebuah hutan, pohon – pohon tumbuh lebat dan subur. Batangnya besar menjulang tinggi ke langit. Daunnya rimbun sekali. Ada satu pohon yang paling besar dan paling tua. Dia adalah pohon tua yang paling tinggi di hutan ini. Lingkar batang sebesar 10 lingkarang orang dewasa. Akar-akarnya besar menonjol seperti ular yang menjalar ke mana-mana. Kulit batangnya retak-retak dan berkeriput seperti kakek-kakek yang tua renta. Banyak lumut dan tanaman paku-pakuan yang tumbuh di batang pohon itu.

Di bagian bawah pohon itu terdapat lubang cukup besar. Lubang itu menjadi tempat tinggal keluarga bekicot; Ayah bekicot, ibu bekicot dan tiga orang anaknya. Bekicot yang paling sulung namanya Yan-yan, adiknya namanya Bim-bim dan yang paling kecil namanya Yo-yo.

Yan-yan adalah bekicot kecil yang kuat. Otot-otonya besar dan kuat. Dia suka olah-raga. Makannya paling banyak dan rakus. Apa saja dia makan. Kalau ada makanan di meja langsung disikatnya. Yan Yan suka tanaman. Tapi, Yan-yan tidak suka mandi dan gosok gigi. Keringatnya bau.

Bim-bim adalah bekicot yang periang dan lucu. Dia paling usil diantara saudara-saudaranya. Dia suka bercerita yang lucu-lucu. Bim-bim aslinya anak yang penakut, tetapi dia paling suka baca cerita horor. Bim-bim juga suka mengambar dan mewarnai. Tapi, Bim-bim agak pemalas. Sukanya tidur melulu dan susah dibangunin.

Yo-yo adalah bekicot yang periang, lucu dan pintar, tapi Yo-yo agak manja. Yo-yo suka membaca buku. Yo-yo suka mencari perhatian. Yo-yo juga suka dengan binatang-binatang. Yo-yo suka bercerita. Yo-yo kalau ngomong suaranya melengking kenceng banget. Apalagi kalau menangis suaranya mengagetkan seluruh penghuni hutan ini.

Suatu hari di pagi yang cerah Yo Yo bermain keluar rumah. Dia berlari-lari kecil sambil bernyanyi.

“Bersinar matahari
Wo … O … O
Wo … O … O”

Awal musim panas adalah saatnya jamur – jamur bermunculan. Ada banyak sekali jenis jamur di hutan ini. Ada jamur yang warnanya kuning seperti warna kuning telor. Ada jamur yang warnanya ungu. Ada jamur yang warnanya putih besar. Ada jamur yang warnanya abu-abu. Ada juga jamur yang warnanya merah totol-totol. Ada jamur yang enak dimakan, tapi ada juga jamur yang beracun.

“Aku akan mencari jamur. Kalau di masak pasti rasanya lezat sekali, ” kata Yo Yo dalam hati.
Sambil terus berdendang Yo Yo mulai mencari jamur di sekitar pohon besar itu. Yo Yo menyibak setiap rumput sambil mencari-cari kalau ada jamur yang tumbuh dibaliknya. Yo Yo juga mencari di sela-sela batu. Setelah mencari sekian lama. Akhirnya Yo Yo menemukan jamur.

“Horeeee ……. !!!!”

Yo Yo menemukan jamur yang berwarna kuning dan bentuknya seperti terompet. Jamur kuning ini tumbuhnya bergerombol banyak sekali. Yo Yo mencabuti jamur-jamur itu dan menaruhnya dalam keranjang. Pagi ini Yo Yo panen jamur. Keranjangnya penuh dengan jamur. Yo Yo senang sekali. Yo Yo beranjak pulang setelah semua jamur diambilnya.

Dari kejauhan Yo Yo melihat Yan Yan di dekat lubang.

“Yan Yan… Yan Yan….!!!! Lihat apa yang aku temukan!” teriak Yo Yo.

“Aku menemukan jamur kuning yang lezat!”

Yan Yan pun bergegas menghampiri Yo Yo.
“Mana – mana! Aku mau lihat!”
“Nih…. bayak, kan?”
“Woooowww, banyak sekali.”

Teriakan Yo Yo terdengar sampai ke dalam rumah. Bim Bim yang sedang malas-malasan di tempat tidur pun beranjak keluar.

“Wooowww…… banyak sekali. Aku mau. Aku mau ….!”

Mereka beramai-ramai membawa jamur itu ke dalam rumah dan menyerahkannya ke Ibu Bekicot yang sedang ada di dapur.

Tips WordPress.com: Mengatur Waktu Tayang Posting

Salah satu kendala menulis di blog alias blogging adalah menjaga konsistensi untuk tetap menulis. Semangat menulis kadang-kadang naik dan turun. Kalau sedang mood ada banyak ide yang bisa ditulis. Tapi kalau sedang tidak mood, tidak ada kata-kata yang keluar dari tuts keyboard. Google dan Search Engine lainnya akan menilai blog kita, salah satunya, dari seberapa sering blog ini di-update. Semakin sering akan dinilai lebih baik. Karena itu kita perlu mengatur waktu tayang postingan di blog kita.

Saya juga demikian, kadang-kadang sangat bergairah menulis blog. Sehari bisa menuliskan 2-3 artikel, kalau sedang semangat. Kadang-kadang tidak ada yang tertulis sampai berhari-hari. Meski beberapa posting bisa ditulis dalam satu hari, sebaiknya postingan itu tidak ditayangkan di hari yang sama. Postingan dijadwal agar minimal bisa satu hari satu postingan. Ini lebih baik dari pada satu hari menayangkan 5 postingan, tetapi kemudian kosong satu minggu.

Semua aplikasi blogging masa kini memiliki fasilitas untuk mengatur waktu tayang sebuah postingan. WordPress.com pun memiliki fitur itu. Cara menggunakannya juga sangat mudah.

Di kolom paling kanan halaman admin penulisan posting terdapat menu Publish. Secara default menu ini disetting immediately. Klik Edit. Kemudian atur tanggal dan waktu tayangnya. Setelah selesai klik Ok. Ketika Anda menyimpan atau mengupdate postingan ini, secara otomatis postingan ini akan ditayangkan pada saat yang telah kita tentukan.

Selamat mencoba. Salam blogging.

waktu tayang wordpress.com

Menanam Living Stone/Lithops


Baca juga: Lithops atau Living Stone | Benih Lithops atau Living Stone | Benih Lithops/Living Stone | Menanam Benih Lithops | Merawat Tanaman Lithops |


Benih living stone alias batu hidup alias lithops sudah sampai. Saatnya untuk menanam benih-benih itu. Ini pertamakalinya kami menanam tanaman ini. Tanaman ini bukan tanaman asli dari Indonesia. Konon katanya tanaman ini berasal dari benua Afrika yang kering. Tanaman ini termasuk tanaman sekulen. Banyak yang mengatakan kalau tanaman ini sulit untuk ditumbuhkan. Baiklah, marilah kita coba menanam benih living stone ini.

Kami sudah mencoba Googling untuk mencari tahu bagaimana caranya menanam benih living stone ini. Cukup sulit dan membutuhkan waktu yang lama. Meski tidak mudah, kami tertantang untuk bisa menumbuhkan benih living stone ini. Media yang sering disebutkan di internet susah kita peroleh di sini. Jadi media tanam ini kami modifikasi dengan media yang banyak ditemukan di Indonesia ini. Kami masih belum yakin apakah media ini bisa cocok. Semoga saja.

Media yang kami gunakan terdiri dari beberapa bagian, yaitu: pasir, tanah, sedikit kompos dan coco peat. Semua media tanam tersebut kami ayak terlebih dahulu untuk membentuk tekstur yang halus. Komposisinya antara pasir 1:1. Kemudian ditambah sedikit kompos, sedikit saja. Coco peat juga ditambahkan sedikit, tapi agak lebih banyak daripada kompos. Coco peat berfungsi untuk mempertahankan kelembaban, mirip dengan perlite. Semua bahan diayak agar halus dan kemudian dicampur sampai merata.

Kami menggunakan tempat kue dari plastik yang ada bagian bawahnya dan penutup atasnya. Masukkan media tanam ini ke dalam wadahnya. Kemudian taburkan benihnya dengan hati-hati dan merata. Taburkan selapis tipis pasir halus. Semprot dengan air sampai basah. Pertumbuhan benih membutuhkan kondisi yang lembab. Jadi airnya harus cukup, tapi jangan terlalu banyak. Tutup penutupnya. Simpan di tempat yang terang.

Benih lithops membutuhkan waktu yang cukup lama untuk berkecambah. Ada yang mengatakan 2 minggu ada yang mengatakan sampai 12 bulan alias tiga bulan. Kita tunggu saja.

Coba Tantangan Ini; 2 Jam Saja Siang Hari Matiin Gadget

anak main gadget

Anak-anak asik dengan gadgetnya.

Pernah tidak Anda merasakan kalau sebenarnya kita sudah ‘dijajah’ oleh gadget? Entah itu smarphone, tablet, netbook, laptop, dan sebangsanya. Rasanya gadget tidak bisa lepas dari tangan kita. Main game, FBan, Twitteran, Googling, YouTube-an atau hanya sekedar berselancar di dunia maya. Banyak yang ketagihan, termasuk saya. Coba saja perhatikan kalau sedang meeting/rapat. Iseng-iseng coba hitung, berapa persen dari peserta rapat yang asik dengan gadget-nya. Coba perhatikan di jalan, berapa banyak pejalan kaki yang berjalan seperti zombie, asik dengan gadgetnya. Coba perhatikan di rumah, siapa-siapa saja yang tidak bisa lepas dari gadgetnya; kita sendiri, istri kita, anak-anak kita, atau bahkan pembantu kita.

Gadget memang di satu sisi banyak memberi manfaat bagi kita. Gadget telah memudahkan pekerjaan-pekerjaan kita. Gadget juga memberi pengalaman baru dan cara pandang baru dalam kehidupan manusia. Masalahnya, gadget membuat kecancuan baru. Ibaratnya manusia modern tidak bisa hidup tanpa gadget.

Banyak fonomena baru akibat kecanduan gadget ini. Misalnya, mulai bergesernya kehidupan sosial manusia dari ‘dunia nyata’ ke ‘dunia maya’. Ada orang yang memiliki banyak teman di Facebook, bahkan mungkin mencapai ribuan teman. Aktif berkomunikasi. Aktif bertegur sapa. Aktif bersendau gurau. Bahkan aktif berdebat. Tapi itu terjadi di ‘Dunia Maya’.

Pada kenyataannya di ‘dunia nyata’. Orang ini adalah orang yang suka menyendiri di kamar. Asik dengan komputer atau smartphonenya. Kalau di jalan juga asik main-main dengan gadgetnya. Kalau di kantor juga jarang bertegur sapa dengan teman-temannya. Uniknya, ketika bertemu dengan ‘teman di dunia maya’-nya itu di jalan. Mereka tidak bertegur sapa. Karena mereka tidak kenal secara fisik di dunia maya.

Saya pernah mengalaminya sendiri. Kebetulan saya aktif di salah satu group di Facebook. Ada teman dunia maya yang sering memberi komentar ke postingan-postingan saya. Dan saya juga tahu dia di dunia nyata. Pada suatu hari saya bertemu dengan dia dalam sebuah acara. Saya sok akrab dan mencoba mengajaknya ngobrol. E…..tidak tahunya dia malam dingin-dingin saja, bahkan seperti tidak mengenal saya. Bener-bener keki saya pada saat itu. Ternyata dia hanya ‘teman saya di dunia maya’ saja. Parah kan…..

Ada anak tetangga yang juga maniak gadget. Hari-hari sepulang sekolah, masuk kamar langsung main gadget. Entah main game atau main FB. Jarang sekali keluar rumah. Temennya di kampung juga sedikit. Ada satu dua temennya yang kadang-kadang ikut bermain di rumahnya. Main game juga.

Saya juga merasakan mulai ‘kecanduan’ dengan gadget. Bahaya. Saya mulai berfikir untuk mengendalikan ‘kecanduan’ ini. Saya yang ngatur gadget saya, bukan gadget yang ngatur saya.

Saya mencoba untuk bisa sedikit lepas dari ‘kecanduan’ gadget ini. Sebisa mungkin di siang hari ada waktu-waktu yang bebas dari gadget. Minimal dua jam saja. Tidak lama, kan. Saya coba tinggalkan gadget saya. Kalau perlu dimatikan. Saya ganti dengan aktivias lain, aktivitas di dunia nyata. Gadget dikembalikan ke fungsi dasarnya saja; komunikasi – telepon dan sms.

Saya coba juga untuk anak-anak. Karena mereka juga sudah mulai kecanduan gadget. Apalagi si Yusuf, kalau batterai iPadnya ‘low’ pasti teriak-teriak minta di-charge. Kalau koneksi internetnya lambat, teriak-teriak juga. Kakak-kakaknya juga lebih sama parahnya. Saya sadar ini tidak baik. Untungnya, istri saya cerewet untuk malasah ini. Tugasnya yang marah-marah dan melarang anak-anak agar terlepas dari gadgetnya. Saya melakukan pendekatan lain. Saya mencoba mencarikan alternatif kegiatan yang bisa membuat mereka terlepas dari kecanduan gadget.

10154183_10208320277752922_5128002523139139110_n
Di rumah ada banyak buku. Kami ajak mereka untuk membaca. Royan dan Abim saya minta mengajak adiknya untuk membaca buku dan bercerita apa saja tentang isi buku itu.

Kebetulan saya juga suka dengan tanaman. Saya ajak anak-anak untuk ‘bercocok tanam’. Kami juga punya projek kecil untuk ‘bercocok tanam’ ini.

Kami tidak punya pembantu. Jadi pekerjaan rumah dikerjakan secara gotong-royong. Pekerjaan ini cukup menyita waktu dan membuat capek. Aktivitas ini bisa mengurangi kontak antara kami dengan gadget.

Semoga langkah-langkah ini bisa membebaskan kami dari kecanduan gadget. Kami bisa terbebas dari jajahan gadget. Kembali ke kehidupan di ‘dunia nyata’.

permainan loncat tali anak-anak

Permainan loncat tali. Permainan yang menyehatkan, melatih fisik, dan kemampuan sosial anak-anak.

Benih Tanaman Cantik dan Unik Lithops atau Living Stone

Lithop atau living stone atau batu hidup adalah tanaman yang unik dan cantik. Tanaman ini bukan tanaman asli Indonesia, tetapi dari benua Afrika. Tanaman ini teramasuk kelompok tanaman sekulen. Menanam benih lithops memang tidak mudah, perlu kesabaran dan ‘telaten’. Seperti halnya tanaman sekulen yang lain, lithops tumbuh lambat. Perkecambahannya juga lambat. Jadi perlu kesabaran extra untuk menanamnya. Justru di sinilah seni menanam lithops. Kalau berhasil tumbuh senengnya bukan main. Hubungi Arroyan 082135352399 untuk info lebih lanjut.


Baca juga: Lithops atau Living Stone | Benih Lithops atau Living Stone | Benih Lithops/Living Stone | Menanam Benih Lithops | Merawat Tanaman Lithops |


benih lithops living stone batu hidup

Lapidaria margaretae rare mesembs living stone cacti exotic cactus seed 30 SEEDS. $12

benih lithops living stone batu hidup

Lithops hookeri v. elephina C92, rare living stones exotic mesembs seed 15 SEEDS. $12


Continue reading

Akhirnya dapat Benih Tanaman ‘Living Stone’ atau Lithops


Baca juga: Lithops atau Living Stone | Benih Lithops atau Living Stone | Benih Lithops/Living Stone | Menanam Benih Lithops | Merawat Tanaman Lithops |


Terus terang kami kepincut dengan tanaman sekulen unik ‘Living Stone‘ atau Lithops. Dua minggu yang lalu kami putuskan untuk membeli benih tanaman ini secara on-line dari USA. Pesanan kami sudah datang. Benihnya kuecil-kuecil. Kami akan mencoba menanamnya.

Ada dua macam paket yang kami pesan. Paket pertama adalah mix living stone yang berisi kurang lebih 100 benih. Tapi benihnya campuran dari bermacam-macam lithops atau living stone. Kami pilih ini karena harganya relatif murah dan benihnya cukup banyak. Benih ini cocok untuk yang baru belajar menanam lithops seperti kami.

Paket kedua adalah lithops yang memiliki nama Lapidaria margaretae. Di fotonya bentuknya sangat unik, cantik dan mengemaskan. Karena itu kami pilih lithops ini. Harganya lebih mahal. Satu paket isi 30 benih.

Konon katanya menanam lithops sangat sulit dan perlu menunggu waktu yang cukup lama. Justru itulah tantangannya, kami sangat penasaran kepingin menanam living stone ini. Kalau percobaan pertama ini berhasil, kami akan pesan jenis-jenis lithops yang lainnya lagi.

Lithops adalah sejenis tanaman sekulen. Di Indonesia cukup banyak tanaman sekulen yang bisa hidup. Tanaman ini juga barasal dari Afrika Selatan. Posisinya tidak berbeda jauh dengan Indonesia. Kami juga punya beberapa tanaman sekulen. Berbekal pengalaman ini,kami yakin bisa menanam lithops atau living stone ini. Insha Allah.

Tunggu update selanjutnya ya.

Kalau Anda tertarik dengan benih lithops ini bisa menghubungi Arroyan 082135352399.

mix living stone seed lithops

Benih living stone campuran yang kami pesan seperti ini

Lapidaria margaretae seeds living stone lithops

Lapidaria margaretae seeds

Yusuf dan Teman Barunya; Belalang Sembah

Abim dari dulu memang suka dengan binatang (baca di link ini: Mengajarkan Anak tentang Alam dan Binatang). Dia paling jago kalau menangkap binatang dan tidak takut dengan binatang sejak kecil. Kali ini dia mendapatkan anak belalang sembah. Dia bawa pulang belalang sembah itu dan diberikan ke adiknya Yusuf. Yusuf senang sekali, karena dia punya teman baru; Belalang Sembah.

Ibrahim sedang mengamati belalang sentadu/sembah

Ibrahim sedang mengamati belalang sentadu/sembah (fotonya abim tahun 2008)

Mungkin menurun dari kakak-kakaknya, Yusuf juga suka dengan binatang. Yusuf lebih imaginatif daripada kakak-kakaknya dulu. Yusuf senang sekali dengan teman barunnya ini. Dia ajak ngobrol terus belalang sembahnya. Yusuf memcoba memberi makan belalang sembah itu dengan daun-daunan. Ya…tentu saja belalangnya tidak mau, karena dia makannya belalang kecil yang lain, bukan daun-daun.

kid and mantis

Yusuf has a new pat, a mantis.

Belalang sembah berbeda dengan belalang-belalang yang lain. Belalan sembah termasuk hewan yang pemberani. Dia tidak takut dengan manusia dan tidak mudah lari jika dipegang. Bahkan dia cenderung menurut dan diam saja kalau kita pegang-pegang. Karakter belalang sembah ini cocok untuk diajak bermain-main dengan anak kecil. Mungkin bisa juga jadi pembelajaran untuk anak-anak PAUD atau TK.

Belalang sembah itu diletakkan di pohon bonsai yang kami milikki. Dia diam saja di situ dan tidak mau pergi. Cuma kami masih binggung belalangnya mau dikasih makan apa ya…???? Kalau siang hari belalang sembah itu diletakkan di luar rumah. Biar belalangnya bisa mencari makan sendiri. Kalau malam belalangnya dimasukkan ke dalam rumah. Alhamdulillah, sudah beberapa hari ini belalangnya masih setia jadi temannya Yusuf.

kid and mantis

Yusuf play with his mantis

kid and mantis

kid and mantis

mantis

Mantis

Mengganti Media Tanaman Hias

Tanaman hias dalam pot akan tumbuh dan lama-kelamaan akarna akan memenuhi pot. Akarnya bisa menembus bagian bawah pot dan masuk ke tanah. Jika dibiarkan terus, tanah akan habis dan tanaman akan mulai kurus. Akhirnya bisa mati tanaman hias yang kita sayangi itu. Jika akar tanaman sudah mulai penuh, saatnya untuk menganti media tanahnya dengan yang baru dan mengganti potnya dengan pot yang sudah besar.

Media tanam yang dipakai tergantung pada jenis tanaman yang akan ditanam. Misalnya saja untuk tanaman kaktus, sebaiknya lebih banyak menggunakan pasir dan tanah saja. Tidak perlu diberi kompos, atau diberi sediki sekali. Kalau untuk tanaman suplir, sebainya menggunakan banyak kompos dan harus lembab Kalau untuk tanaman gantung, sebaiknya menggunakan media tanam yang ringan.

Kali ini Arroyan mencontohkan bagaimana mengganti media tanam tanaman sekulen yang akarnya sudah memenuhi pot. Caranya tidak sulit. Perlu hati-hati agar akarnya tidak rusak dan tanamannya tidak stress.

Selamat mencoba.

Menanam Biji Rambutan

Di depan rumah kami ada pohon rambutan. Buahnya manis banget, meski kulitnya masih hijau. Tahun lalu rambutan kami berbuah lebat. Kami bagi-bagikan ke tetangga-tetangga rumah. Tahun ini rambutannya berbuah sedikit. Kami menggumpulkan biji-biji rambutan tersebut. Sebagian kami semai dan kami tanam.

Arroyan suka menanam biji-biji rambutan ini. Caranya sangatlah mudah. Sebelumnya biji-bijian ini dikeringkan dahulu. Biji kering bisa disimpan dalam waktu yang cukup lama. Kalau mau ditanam biji-biji ini diletakkan di atas tanah yang gembur dan lembab. Dalam waktu beberapa hari biji-biji yang kita semai akan berkecambah. Jika daunnya sudah muncul dua lapis/dua payung. Tingginya kurang lebih 15 cm. Bibit ini dipindahkan ke pot yang lebih besar.

Arroyan menceritakan bagaimana cara dia memindahkan bibit-bibit ini. Potnya menggunakan gelas bekas minuman atau gelas bekas minuman apa saja. Bisa juga menggunakan tepat bekas PopMie atau mie gelas. Bisa juga menggunakan botol bekas air mineral yang dipotong. Terserah pakai apa saja boleh. Jangan lupa untuk memberi lubang pada dasar gelas-gelas ini. Lubang ini berfungsi untuk jalan air.

Bagian bawah pot diisi dengan pasir atau kerikil. Pasir dan kerikil ini berguna agar air lebih mudah untuk mengalir ke bawah melalui lubang-lubang yang sudah dibuat tadi. Kemudian diisi dengan media tanam sedikit saja. Media tanam yang digunakan adalah campuran dari tanah gembur, kompos, arang sekam, dan coco peat. Perbandinganya kira-kira satu satu.

Kemudian bibit diletakkan di dalam pot sambil diisi dengan tanah dengan hati-hati. Masukkan media tanam dengan hati-hati pula. Jangan sampai merusak akar-akarnya. Lakukan sampai tanahnya penuh menutupi seluruh leher akar. Tanah sedikit dipadatkan.

Jangan lupa untuk disiram. Secukupnya saja. Karena baru saja ditanam, letakkan pot tadi ditempat yang teduh dan cukup lembab. Bibit ini akan terus tumbuh besar. Jika ukurannya sudah kurang lebih 40cm. Bibit ini siap di tanam

Saat ini sedang musim rambutan dan durian. Kumpulkan saja bijinya dan ditanam.