Category Archives: Hormon Tanaman

Hasil Panen Jahe Emprit di Polybag

Panen Jahe emprit 2 kg polybag

Hasil panen jahe emprit 2 kg satu polybag satu bibit umur 12 bulan (courtesy of Arif Senang Menanam).

Saya mendapatkan foto ini dari salah satu temen petani jahe di Malang, Jawa Timur. Nama kerennya Komandan Arif Senang Menanam. Sudah cukup lama berkecimpung di perjahean dan sudah sering dikecewakan dg berbagai macam PHP.

Hasil panen ini tidak seheboh yg digembar-gemborkan orang, yaitu sebesar 2 kg dalam satu polybag. Biasanya Komandan Arif hanya dapat < 2 kg. Hasil ini cukup mengejutkan dan sedikit banyak memberikan secercah harapan. Karena jahe ini diambil dari polybag yg 'terlupakan' dan 'terabaikan'. Dalam 1 polybag hanya diisi 1 bibit. Setelah 12 bulan dicabut ternyata bisa mencapai 2 kg.

Biasanya dalam satu polybag diisi dengan 3 mata tunas. Panen muda umur 9 bulan, panen tua umur sekitar 10 bulan. Hasil yang sering diperoleh petani <1 kg. Hasil ini jauh sekali dengan hasil yang sering digembar-gemborkan para pedagang bibit dan pupuk yang konon katanya bisa sampai 14 kg.

Panen Jahe emprit 2 kg polybag

Hasil panen jahe emprit 2 kg satu polybag satu bibit umur 12 bulan (courtesy of Arif Senang Menanam).

Tanaman Unik Jenggot Musa atau Spanish moss (Tillandsia usneoides)

Keluarga kami suka menanam dan suka tanaman. Kalau ketemu tanaman yang unik pasti kami suka. Kali ini kami punya koleksi tanaman baru yang unik sekali, yaitu Jenggot Musa. Kami dapatkan dari Kebun Raya Cibodas. Di rumah kaca anggrek kami melihat tanaman menggantung yang bentuknya aneh. Saya tanya ke penjaganya, apakah ini tanaman lumut janggut (usnea). Penjaganya bilang: “Bukan, Pak. Ini Jenggot Musa, bukan usena.”

Ketika kuliah dulu, saya ingat sekali dengan usnea atau lumut janggut. Tanaman ini adalah simbiosis antara lumut dan alga dan morfiloginya seperti jenggot. Biasanya digunakan untuk tanaman herbal. Mirip banget bentuknya, cuma usnea tidak bisa panjang-panjang seperti Jenggot musa.

Tanaman jenggot musa bisa panjang sekali, bahkan bisa sampai beberapa meter panjangnya. Tanaman yang saya lihat panjangnya kurang lebih 2 meter dan rimbun sekali.
Continue reading

Insipirasi Pot Tanaman dari Barang Bekas

Kalau anda suka menanam dan suka berkebun. Anda bisa membuat pot tanaman yang cantik dari barang-barang bekas Anda. Video YouTube di atas bisa menjadi inspirasi membuat pot-pot tanaman yang cantik dengan menggunakan barang-barang bekas.

Silahkan dicoba.

Mesin-mesin pertanian untuk menanam padi di sawah

Beras adalah makanan utama rakyat Indonesia, mungkin juga dunia. Meski makanan pokoknya beras, cara bercocok tanam padi di Indonesia masih tradisional dan sebagian besar masih manual. Untuk menekan biaya usaha tani padi, terutama untuk menghemat ongkos tenaga kerja, penanaman padi bisa menggunakan tenaga mesin/traktor. Teknologi ini sudah berkembang di beberapa negara yang juga makanan pokoknya beras, seperti Jepang, India dan China.

Daerah sentra produksi padi di Indonesia yang wilayahnya datar. Misalnya daerah Kerawang, Indramayu, Demak, Purworejo, Klaten bisa mengadopsi teknologi ini. Mesin-mesin untuk menanam padi ada yang menggunakan traktor besar, traktor tangan, maupun model yang kecil. Ukurannya bisa disesuaikan dengan daerah dan kemampuan petani.

Berikut ini beberapa video di YouTube yang menampilkan beberapa model mesin pertanian untuk menanam padi di sawah.


Continue reading

Berbicara dengan Tanaman

yusuf dan tanaman beringin karet

Yusuf dan beringin karet kesayangannya.

Agak aneh dan mungkin ada yang mengagapnya gila; kalau ada yang berbicara dengan tanaman. Tanaman seperti halnya mahluk Allah yang lain, tanaman juga punya ‘perasaan’ dan bisa merespon rangsangan dari mahluk2 di sekitarnya. Kalau kita menyayangi tanaman, tanaman pun akan menyayangi kita juga. Kalau kita acuh tidak acuh dengan tanaman, tanaman pun akan ‘merana’.


Bukti ilmiah tanaman bisa ‘mendengar’, ‘merasa’, ‘melihat’ dan memberikan respon: Tanaman juga punya perasaan.


Ada seorang ibu-ibu pecinta bunga anggrek yang bercerita dengan saya, kalau tanaman anggreknya malas berbunga. Tanaman anggrek ini berbeda dengan tanaman-tanamannya yang lain, kalau tanaman yang lain sudah mulai berbunga, tanaman satu ini seperti tidak mau berbunga. Kemudian si Ibu itu menyirami tanaman sambil berbicara dengan tanamannya. Intinya merayu tanaman anggrek itu agar mau berbunga. Sekali-kali dia juga mengancam, kalau tidak mau berbungga aggrek itu akan dibuang saja. Aneh bin ajaib. Tidak berselang lama, tanaman anggrek itu pun berbunga indah.
Continue reading

Video Penjelasan ZPT/Hormon Tanaman Auksin

Video YouTube.com ini menjelaskan tentang peranan hormon auksin pada tanaman. Penjelasannya jelas, singkat, dan mudah dimengerti.

Silahkan klik gambar di bawah ini jika Anda membutuhkan hormon tanaman/zpt.

hormon tanaman zpt

Video Penjelasan Tentang Hormon Tanaman

Hormon tanaman lebih mudah dijelaskan dengan gambar atau animasi. Video YouTube di atas menjelaskan tentang hormone-hormone utama tanaman dan peranannya pada pengaturan pertumbuhan tanaman.

Silahkan klik gambar di bawah ini jika Anda membutuhkan hormon tanaman/zpt.

hormon tanaman zpt

Bukti Ilmiah Penggunaan Hormon (ZPT) Giberelin untuk Jahe

Jahe Gajah

Rimpang Jahe Gajah yang tumbuh maksimal

Di artikel sebelumnya (baca di: Panduan Aplikasi Giberelin pada Jahe) saya menyampaikan tentang panduan aplikasi giberelin (GA3) untuk tanaman jahe. Sebenarnya sudah banyak penelitian dan percobaan yang mencoba menggunakan dan mencari hormon atau zpt apa yang cocok untuk tanaman jahe. Salah satunya yang sudah berhasil adalah pemakaian hormon/ZPT GA3 atau giberelin dengan konsentrasi tinggi (150ppm). Hasilnya sangat mengejutkan. Produksi rimpang segar jahe gajah adalah sebesar 69.86 ton/ha dibandingkan kontrol yang mencapai 45.6 ton per ha. Artinya, bahwa aplikasi hormon giberelin dengan konsentrasi tinggi pada awal fase pertumbuhan cepat dan fase pembesaran rimpang (baca: fase-fase pertumbuhan jahe) dapat meningkatkan produksi rimpang jahe segar secara signifikan.


Hormon Tanaman: | Auksin | Gibereline | Sitokinin | Colchicine | 2.4-D | Paclobutrazol | Strepson


Berikut artikel aslinya:

Informasi dan Pemesanan hormon tanaman (ZPT) hubungi: Ummi Happy: WA dan SMS 082325489277 | Manto: 085643907204
Cara Pemesanan klik di sini: Pemesanan

Panen Jahe Gajah per Polybag 10 – 20 kg, mungkinkah?

Jahe Gajah

Rimpang Jahe Gajah yang tumbuh maksimal

Saya tertarik membahas ini. Banyak orang yang tergiur menanam jahe gajah karena terbuai dengan ‘janji’ panen jahe per polybag 10 kg bahkan ada yang bilang 20 kg. Apakah mungkin ….. ? Siapa saja yang sudah bisa panen rata-rata 10 kg atau lebih per polybag ukuran 60 cm x 60 cm atau pakai karung silahkan absen di kolom komentar di bawah dengan menyertakan foto atau buktinya. Terus terang, saya belum pernah melihat dengan mata kepala dan mata kaki sendiri, belum pernah pegang dengan tangan sendiri, dan belum pernah mencium dengan bibir sendiri.


PENTING!!!

Baca juga: Informasi-informasi menyesatkan Budidaya Jahe dalam Polybag. | Panen Jahe Emprit dalam Polybag.


Saya ingin membahas masalah ini dengan data literatur yang bisa dipertanggungjawabkan, bukan dari kabar angin apalagi katanya si anu yang tidak jelas ‘sanad’ dan ‘matannya’. Jadi pakai data dari laporan ilmiah atau dari data statistik resmi pemerintah. Data-data tersebut umumnya adalah data produksi tanaman jahe yang ditanam di ladang, bukan di polybag. Untuk mendapatkan perkiraan produksi data per polybag saya menggunakan asumsi. Asumsi yang saya gunakan adalah satu polybag ukuran 60 cm x 60 cm atau karung yang diisi dengan tiga bibit jahe gajah. Satu ha kurang lebih setara dengan 6000 polybag. Jadi menghitungnya adalah dari data produksi jahe per ha dibagi dengan 6000 polybag didapatkan data produksi per polybag. Perhitunga ini juga bisa dibalik, data dari polybag dikalikan 6000 diperoleh data setara produksi satu hektar.

Produktivitas jahe nasional di Indonesia hanya berkisar dari angka 21-30 ton per ha (saya baca di tulisan dari Balitro). Ini data hasil panen jahe yang di tanam di ladang bukan di polybag. Dari data itu, kalau dibagi per polybag produktivitas jahe gajah tertinggi adalah 5 kg per polybag. Ada teman yang menceritakan jika jahe gajah yang ditanam di polybag, sampai-sampai rimpang dan tunasnya menonjol keluar polybag, ketika dipanen bobotnya masih kurang dari 5 kg per polybag.

Ok. Jadi kalau dibuat perhitungan, itung-itungannya seperti ini:

5 kg per polybag —> 30 ton per ha
10 kg per polybag —> 60 ton per ha
20 kg per polybag —> 120 ton per ha

Laporan produksi paling top di China yang pernah saya dapatkan adalah 88 ton per ha (Baca di sini: Penelitian Top di China). Laporan yang lain di bawah itu semua, ada yang 60 ton per ha, ada yang 51 ton per ha, tapi umumnya masih berkisar di kepala 3. Kalau produksi 88 ton per ha, dibagi per polybag dapatnya angka 14,7 kg per polybag. Saya tidak sepenuhnya percaya dengan data ini. Kalau pun benar, mungkin varietas jahenya adalah varietas terbaru yang super top markotop.

Sepanjang pengetahuan saya, varietas jahe keluaran Balitro (lembaga penelitian yang menghasilkan varietas jahe paling top di Indonesia) tidak ada yang potensi produksinya mencapai 88 ton per ha. Dilihat dari sisi varietas jahe gajah yang digunakan oleh petani jahe di Indonesia, rasanya mustahil bin mustahal produksi jahe per polybag 60×60 bisa mendapatkan 20 kg per polybag. Angka 10 kg per polybag saja menurut saya masih jauh. Bukan tidak mungkin, tapi rasanya masih perlu kerja keras dari peneliti2 di Balitro untuk mendapatkan varietas jahe gajah super. Kalau pakai bibit jahe asalan, artinya tidak jelas varietasnya apa, tetuanya dari mana, jahe muda atau jahe tua tidak jelas, penyakiten lagi; hampir bisa dikatakan tidak mungkin bisa panen 10 kg per polybag.

Yang lagi mimpi bangun-bangun … heh heh … bangun…. !!!!!!!

Bisa panen jahe gajah 10 kg per polybag tentu saja mungkin, tapi banyak syaratnya.

Pertama, varietas jahe yang digunakan memiliki potensi produksi >80 ton per ha. Realitas produksi selalu di bawah potensi produksinya, bisa dapat 80% dari potensi produksinya sudah sangat top markotop.

Kedua, bebas dari serangan hama dan penyakit. Kalau tanaman jahenya terserang busuk rimpang, busuk pangkal batang, daun bercak-bercak, dimakan uret, dimakan nematoda, tidak mungkin jahe bisa tumbuh maksimal dan optimal. Sekali lagi, selain bibit yang top, tanaman jahe juga harus bebas dari hama dan penyakit.

Ketiga, nutrisi hara/pupuk yang diberikan jumlahnya cukup dan seimbang. Pupuk tidak hanya perlu banyak sekali, tetapi juga harus seimbang. Kebutuhan nutrisi/pupuk tanaman bisa disediakan dari media tanam dan pupuk yang diberikan, baik yang padat maupun pupuk cair lewat daun. Saya ingin membahas masalah ini agak lebih detail.

Dari laporannya Koh Kun, diperkirakan pupuk yang dibutuhkan untuk setiap panen 1000 kg jahe adalah: 6,34 kg N, 0,75 kg P2O5, dan 9,27 kg K2O. Kalau ingin panen 10 kg per polybag kebutuhan nutrisi pupuknya masing-masing per polybag adalah sebanyak 63,4 gr urea, 7,5 kg SP36 dan 92,7 gr KCl. Kebutuhan pupuk per hektarnya lumayan buanyak zekali. Nilai-nilai ini belum diperhitungkan efisiensi serapan haranya. Sebagai gambaran, untuk KCl saja agar produksinya setinggi itu perlu paling tidak 650 kg KCl per ha.

Bukti kongkrit dari laporan penelitian di China, untuk mendapatkan hasil produksi 51 ton per paling tidak dibutuhkan 1000 kg urea, 250 kg SP36 dan 725 kg KCl per ha. Agar bisa mencapai 60 ton per ha (atau 10 kg per polybag) perlu pemupukan dan perawatan yang optimmal. Media tanam yang digunakan harus yang paling bagus; baik dari kualitas maupun kuantitas. dan harus bersih dari hama dan penyakit. Pupuk jahe bisa diberikan dalam bentuk padat maupun cair.

Jadi kalau teman-teman sekarang menanam jahe di polybag hanya menggunakan pupuk kandang/bokashi saja, itu saja dibuat dalam waktu seminggu, persentasenya juga kuecil bin sedikit, tidak pakai pupuk kimia, hanya pakai MOL atau POC buatan sendiri yang belum jelas berapa kandungan pupuknya, satu polybag hanya diisi satu bibit, bibitnya tidak jelas varietas dan potensi produksinya, kena serangan busuk rimpang, kena serangan busuk pangkal batang, daunnya bercak-bercak kuning, layu bakteri; segera bangun dan sadar.

Untuk mendapatkan hasil yang optimal perlu kerja keras dan ketekunan. 10 kg per polybag bukan tidak mungkin.
Salam sukses.

— ::: lanjut lagi lain kesempatan :::–


Baca juga:

Semuanya tentang Jahe
Pupuk Anorganik Khusus Jahe
Hormon/ZPT Giberelin untuk Jahe
Hormon/ZPT untuk Bibit Jahe
Hormon/ZPT untuk Menghambat Tunas Jahe
Penggunaan Mikroba Trichoderma sp untuk Tanaman Jahe


Aplikasi Hormon atau ZPT (zat pengatur tumbuh) Tanaman untuk Bibit Jahe

bibit jahe sehat

Bibit jahe (zingiber officinale) yang bagus dan sehat, bebas dari hama dan penyakit


Bukti ilmiah pengaruh aplikasi hormon (zpt) giberelin terhadap produktivitas jahe


Salah satu kunci sukses budidaya jahe adalah pemilihan bibit yang bagus, sehat dan varietas unggul. Varietas unggul penting banget, karena bibit unggul dengan produktivitas tinggi menjadi salah satu jaminan jika produksinya akan tinggi. Secara genetik varietas unggul memiliki potensi produksi yang tinggi. Syarat penting kedua berikutnya adalah bebas dari hama dan penyakit. Bibit bisa menjadi salah satu cara penularan dan penyebaran hama dan penyakit. Bibit jahe yang kelihatan sehat, tetapi jika ditanam di lahan yang terserang penyakit bisa menjadi carrier pembawa penyakit. Hama juga sama, beberapa hama seperti kutu dan nematoda bisa ditularkan melalui bibit.

Nah, syarat yang tidak kalah pentingnya adalah bibit yang sehat dan bagus. Di posting sebelumnya saya sudah menyampaikan tentang ciri tunas yang bagus, yaitu tunas yang sedang dan kecil dari rimpang yang gemuk. (bada di link ini: Tips memilih bibit jahe dari bentuk tunasnya). Bibit dan tunas jahe yang sehat bisa dirangsang dengan mengaplikasikan hormon atau zat pengatur tumbuh (zpt) tanaman. Aplikasi hormon dan zpt pada awalnya banyak digunakan di dalam kultur jaringan jahe. Namun, ternyata aplikasi hormon juga bisa digunakan pada persiapan bibit jahe. Aplikasi hormon ini dapat memecah dormansi tunas jahe, merangsang pembelahan sel-sel embrio, pertumbuhan tunas, sehingga tunas yang dihasilkan tumbuh seragam, serempak dan sehat. Aplikasi hormon atau zpt dilakukan setelah perlakuan dormansi rimpang jahe.

Hormon yang bisa memecah dormansi tunas jahe adalah sitokinin dan giberelin. Hormon auksin sudah lama sekali diketahui merangsang munculnya tunas-tunas dan percabangan baru. Ketiga hormon ini masing-masing, sendiri-sendiri maksudnya bukan dijadikan satu sekaligus, bisa merangsang pertumbuhan tunas jahe. Selain itu, aplikasi larutan gula/sukrosa juga bisa merangsang dan memecah dormansi bibit jahe.

Cara aplikasinya adalah dengan merendam bibit jahe tua dengan larutan hormon. Ada beberapa konsentrasi hormon atau zpt yang disarankan yang berkisar antara 100 – 160 ppm. Direndam dalam waktu yang cukup lama sampai hormon bisa masuk ke dalam rimpang. Setelah itu, rimpang jahe ditiriskan hingga tidak menetes lagi airnya. Jahe yang sudah diberi perlakuan hormon ini baru diperam hingga muncul tunas-tunasnya. Tunas akan segera muncul dan rellatif seragam.

Selamat mencoba.

Silahkan klik gambar di bawah ini jika Anda membutuhkan hormon tanaman/zpt.

hormon tanaman zpt