Cara Pembuatan Pestisida Nabati: Esktrak Mindi (Melia azedarah)

esktrak mindi

Info lengkap Pestisida Nabati/pestisida organik klik di sini: Pestisida Nabati

Mindi (Melia azedarah) adalah salah satu bahan utama pestisida nabati. Mindi mirip dengan mimba, demikian pula racun yang dikandungnya, meskipun racun mindi tidak sekuat kandungan racun mimba. Bagian tanaman yang bisa dimanfaatkan untuk pestisida nabati adalah buah/biji, kulit batang, dan daunnya. Biji memiliki kandungan racun yang paling banyak. Namun biji mimba relatif sedikit, sehingga daun yang lebih banyak dimanfaatkan untuk bahan pestisida nabati. Ekstrak daun mindi dibuat dengan menumbuk dan memeras daun mindi.

daun mindi

Informasi lebih lengkap tentang mindi (Melia azedarah) untuk pestisida nabati bisa dilihat di link berikut ini:

https://isroi.wordpress.com/2010/07/31/tanaman-pestisida-nabati-mindi-melia-azedarah-l/

ekstrak mindi

ekstrak mindi

Cara Pembuatan Pestisida Nabati: Ekstrak Suren

Info lengkap Pestisida Nabati/Pestisida Organik klik di sini: Pestisida Nabati

ekstrak suren

esktrak suren02

ekstrak suren pestisida nabati

Info pestisida nabati hubungi Manto: 085643907204

Cara Pembuatan Pestisida Nabati: Esktrak Jeringau atau Dlingo

Info lengkap Pestisida Nabati/pestisida organik klik di sini: Pestisida Nabati

ekstrak jeringau pestisida nabati

ekstrak jeringau pestisida nabati

ekstrak jeringau pestisida nabati

Info pestisida nabati hubungi Manto: 085643907204

Cara Pembuatan Pestisida Nabati: Ekstrak Biji Bengkoang

biji bengkoang

Info lengkap Pestisida Nabati/pestisida organik klik di sini: Pestisida Nabati

Biji bengkoang memiliki racun yang bisa dimanfaatkan sebagai bahan aktif pestisida nabati/pestisida organik. Info lebih lengkap tentang biji bengkoang untuk pestisida nabati silahkan lihat di:
https://isroi.wordpress.com/2010/08/01/tanaman-pestisida-nabati-biji-bengkoang-pachyrhizus-erosus/

ekstrak biji bengkoang pestisida nabati

ekstrak biji bengkoang pestisida nabati

Info pestisida nabati hubungi Manto: 085643907204

Cara Pembuatan Pestisida Nabati: Esktrak Tembakau (Nicotiana tobaccun L.)

ekstrak tebakau pestisida nabati Tembakau (Nicotiana tobaccum L.) adalah salah satu bahan pestisida nabati/pestisida organik yang sangat ampuh. Berbagai macam hama bisa dikendalikan dengan ekstrak tembakau ini. Hampir semua bagian tanaman tembakau bisa dimanfaatkan untuk pestisida nabati. Daun tembakau, terutama yang sudah difermentasi, sangat efektif untuk pestisida nabati. Jika daun tembakau tidak tersedia, atau mahal harganya, bisa memanfaatkan sisa-sisa batang setelah tanah. Bahan pestisida nabati juga bisa memanfaatkan tembakau yang kualitasnya jelek dan harganya murah.

Info lengkap Pestisida Nabati/Pestisida Organik klik di sini: Pestisida Nabati

hormon tanaman giberelin auksin sitokininBeberapa daerah dikenal sebagai sentra produksi tembakau, seperti: Temanggung, Wonosobo, lereng Gn. Merapi, Jember, Banyuwangi, dan beberapa tempat lainnya. Ketika musim panen tiba, banyak sekali sisa-sisa tembakau yang harganya relatif miring. Kumpulkan saja bahan-bahan ini dan jika diperlukan suatu saat bisa dimanfaatkan untuk membuat pestisida nabati.

Petani-petani yang ada di sekitar wilayah penghasil tembakau, bisa memanfaatkan bahan ini untuk pengganti pestisida kimia. Pestisida nabati dari daun tembakau tidak kalah manjurnya daripada pestisida kimia. Memang petani mesti repot sedikit untuk membuat pestitidanya, tetapi yang lebih penting adalah petani bisa mandiri dan lebih ramah lingkungan.


Tembakau kualitas rendah yang sudah tidak layak untuk bahan baku rokok yang dijadikan sebagai bahan baku pestisida nabati.

Keterangan lebih lengkap tentang tembakau untuk pestisida nabati silahkan dibaca di link berikut ini: https://isroi.wordpress.com/2010/08/01/tanaman-pestisida-nabati-tembakau-nicotiana-tobacum-l/

ekstrak tembakau pestisida nabati

Esktrak daun tembakau berwarna hitam pekat. Baunya pun khas bau tembakau dan nikotin yang sangat menyengat. Hama aja KO, apalagi orang-orang yang biasa merokok ya…?

pestisida nabati ekstrak tembakau

Ekstrak daun tembakau ini sangat pekat sekali. Pemakaiannya perlu hati-hati, karena pemakaian yang berlebihan dari tembakau bisa menyebabkan tanaman keracunan.

Info pestisida nabati hubungi Manto: 085643907204

Buku & Situs tentang Pestisida Nabati/Pestisida Organik

hormon tanaman giberelin auksin sitokinin

Pestisida nabati menjadi pilihan alternatif mengatasi hama & penyakit tanaman. Meskipun memiliki beberapa kelemahan, pestisida memiliki beberapa keunggulan.

Info lengkap Pestisida Nabati/pestisida organik kli di sini: Pestisida Nabati

Ada beberapa buku tentang pestisida nabati yang menurut saya bagus isinya.

1. Pengendalian Hama & Penyakit Tanaman Secara Organik. Ir. Pracaya, Penerbit Kanisius.

Ir. Pracaya banyak menulis buku tentang pertanian & diterbitkan oleh penerbit pertanian terkemuka, seperti Penebar Swadaya, Agromedia, dan Kanisius. Di buku ini dijelaskan tentang hama & penyakit tanaman, mulai dari padi, sayuran, dan kemudian tanaman-tanaman yang bisa digunakan untuk pestisida nabati. Dijelaskan juga contoh-contoh resep pestisida nabati yang bisa dibuat.
Yang menarik dari buku ini adalah, Ir Pracaya menyampaikan tanaman pestisida nabati dan hama yang sasarannya. Data semacam ini jarang di buku-buku yang lain.
Saya merekomendasikan buku ini untuk siapa saja yang akan membuat pestisida nabati & akan melakukan budidaya pertanian organik.

2. Pestisida Nabati: Pembuatan & Pemanfaatannya, Subiyakto Sudarmo, Penerbit Kanisius.

pestisida nabatiBuku dari seri teknologi tepat guna ini sangat bagus dan berbeda dengan buku-buku yang lain. Bukunya tipis dan harganya sangat murah. Waktu aku beli cuma Rp. 13rb. Isi buku ini sebenarnya sederhana saja. Buku ini menyajikan cara pembuatan pestisida nabati untuk beberapa tanaman/bahan.

Namun ada bab yang tidak ada dibuku-buku lain, yaitu tentang pengujian pestisida nabati. Buku ini menguraikan secara jelas dan sederhana bagaimana menguji pestisida nabati yang kita buat. Apakah pestisida nabatinya termasuk racun kontak, racun perut, atau repelan.

Di bagian akhir disebutkan salah satu produk pestisida nabati yang dibuat dari biji mimba. Penjelasannya cukup lengkap, mulai dari pembuatan, pengemasan, dan ujicobanya. Jika dilengkapi dengan buku Budidaya Mimba, bisa menjadi panduan yang cukup lengkap untuk usaha pembuatan pestisida nabati dari tanaman mimba. Seperti yang sudah saya sampaikan diposting yang lain, bagian tanaman mimba yang bisa dibuat pestisida tidak hanya bijinya saja, tetapi daun dan kulit kayunya juga bisa dimanfaatkan.

Buku ini bisa melengkapi buku yang pertama, terutama di bagian pengujian pestisida nabati. Buku ini saya rekomendasikan untuk temen2 yang akan membuat dan memproduksi pestisida nabati.

3. Budidaya Pertanian Organik dalam Polybag, Ir. Pracaya,

Buku lain karangan Ir. Pracaya. Kakek yang sudah berumur ini memang sangat produktif sekali. Buku ini memang tidak secara khusus membahas tentang pestisida nabati, tetapi di bagian akhirnya ditulis daftar tanaman pestisida nabati. Dijelaskan juga cara membuat pestisida nabati dari beberapa versi.

Pak Pracaya sepertinya ingin memberikan sesuatu yang berbeda dari buku yang pertama. Kalau di buku yang sebelumnya dijelaskan dengan sangat detail. Di buku ini penjelaskan lebih singkat dan praktis. Pembaca bisa mempraktekkan langsung contoh-contoh pestisida nabati yang ada dan mencobanya sendiri.

4. Pembuatan Pestisida Organik, Meidiantie dkk. AgroMedia.

buku pestisida nabatiBuku ini menjelaskan tentang pembuatan pestisida organik yang meliputi pestisida dari mikroba atau biopestisida dan pestisida dari tanaman atau pestisida nabati. Isinya cukup ringkas dan uraiannya tidak terlalu banyak. Mungkin karena materinya sebenarnya agak berat, tetapi ditulis singkat. Jadi terlihat ada sedikit bolong-bolong di beberapa tempat. Namun, demikian buku ini cukup memberikan gambaran tentang pestisida nabati. Beberapa tanaman yang bermanfaat untuk pembuatan pestisida nabati dijelaskan. Dijelaskan juga beberapa resep pembuatan pestisida nabati.
Buku ini juga sedikit menjelaskan tentang biopestisida dari mikroba. Kebetulan lab saya juga memproduksi biopestisida. Pekerjaan sebenarnya tidak sesederhana yang dijelaskan buku ini. Perlu ketrampilan khusus dan pengetahuan yang cukup agar bisa membuat biopestisida dari mikroba. Saya rasa kalau akan dicoba oleh petani akan banyak gagalnya.Yang menarik dari sisi ini sebenarnya adalah mau memberikan contoh bahwa pestisida biologi (biopestisida) juga bisa dibuat secara rumahan, dengan perlengkapan yang sederhana.

5. Budidaya Tanaman Mimba, Penerbit Kanisius.

Buku kecil sederhana dan murah. Buku ini membahas salah satu tanaman pestisida nabati yang sangat kuat daya racunnya, yaitu mimba atau mimbo. Kata temen racun dari biji mimba hampir seperti DDT. Andaikan racun ini tidak bertahan lama di alam dan sulit didegradasi akan sama bahayanya dengan DDT. Untungnya racun mimba tidak menumpuk di alam, jadi lebih ramah lingkungan.
Buku ini dengan gamblang menguraikan bagiamana cara budidaya tanaman mimba, sehingga bisa memberikan keuntungan yang banyak. Tanaman mimba umumnya hanya berupa tanaman liar di pinggir-pinggir hutan atau dilereng-lereng. Tetapi dengan dibudidayakan yang tepat, produktivitasnya bisa meningkat. Daun dan bijinya bisa dimanfaatkan untuk pembuatan pestisida nabati.

Meskipun singkat, sederhana, dan hanya membahas tentang mimba, tetepi buku ini sangat bermanfaat sekali.

Informasi lain tentang pestisida nabati.

1. Pestisida nabati ala H Zaka.

Pak Haji Zaka punya resep pestisida nabati yang dikembangkan sendiri. Umumnya lebih diperuntukkan untuk tanaman padi.

2. Pestisida Nabati ala Padi SRI

Saya juga mendapatkan makalah/dokumen tentang budidaya Padi SRI. Ada beberapa contoh pembuatan pestisida organik.

3. Laporan Penelitian & Prosiding dari BALITRO BOGOR

BALITRO banyak melakukan penelitian tentang pestisida nabati. Meskipun dokumen ini lebih bersifat teknis dan ilmiah, jadi agak kurang nyaman dibaca oleh orang umum. Tetapi informasinya bisa sangat bermanfaat sekalo. Terutama untuk cara ekstraksi, bahan aktif, dan hama sasarannya.

4. Resep dari Pustaka Depatan

Contoh resep pembuatan pestida nabati.

Semoga bermanfaat.
Catatan: foto, scan buku, dan link menyusul. Belum sempat nyarinya, karena nulisnya dlperjalanan.

Posted from WordPress for Android

Ayam Bakar Mbah Saliyan, Resep Rahasia Keluarga

ayam bakar mbah saliyan

Resep ayam bakar sudah banyak sekali, tetapi rasanya tidak ada yang seperti resepnya Mbah Saliyan. Resep keluarga yang sudah jarang dipraktekkan. Rasanya enak banget.

Resep ini adalah resep rahasia keluarga istriku. Nenek kami tinggal di kampung saliyan, karena itu kimi sering memanggilnya Mbah Saliyan. Mbah Saliyan punya resep ayam bakar yang sangat nikmat. Ayam bakar ini hanya disajikan di acara-acara spesial saja dan selalu jadi sajian favorite keluarga, seperti awal Ramadhan, lebaran, atau acara kumpul-kumpul keluarga.

Mbah Saliyan sudah lama sekali meninggal. Tidak banyak yang ditinggali resep ayam bakar ini. Salah satu anak/cucu yang masih punya catatan resep Mbah Saliyan adalah bapak mertuaku. Bapak masih menyimpan sobekan kertas berisi tulisa tangan resep rahasia ini. Biasanya, puasa hari pertama, kami akan meraktekkan lagi resep rahasia keluarga ini.

ayam bakar mbah saliyan
Continue reading

Keunikan Jamur Pelapuk Putih: Selektif mendegradasi lignin

grafik jamur pelapuk putih
Grafik perubahan komponen lignoselulosa (selulosa, hemiselulosa, HWS, dan lignin setelah diinkubasi dengan jamur pelapuk putih). Perhatikan lignin terdegradasi dengan cepat, sedangkan selulosa relatif konstants


Jamur pelapuk putih memiliki keistimewaan yang unik, yaitu kemampuannya untuk mendegradasi lignin. Jamur pelapuk putih sanggup menguraikan lignin secara sempurna menjadi air (H2O) dan karbondioksida (CO2). Lebih menajubkan lagi, dia lebih suka ‘makan’ lignin daripada selulosa.

Secara garis besar selulosa terdiri dari 3 komponen utama, yaitu lignin, selulosa, dan hemiselulosa. Selulosa berbentuk serat panjang. Rantai selulosa menyatu dengan ikatan hidrogen membentuk serat selulosa. Serat-serat ini diikat menjadi satu oleh hemiselulosa membentuk benang halus. Beberapa serat diikat dan diselubungi oleh lignin.

Hemiselulosa adalah komponen yang paling mudah didegradasi. Selanjutnya, selulosa ‘agak’ mudah terdegradasi. Kebanyakan mikroba suka ‘makan’ selulosa & hemiselulosa ini. Sedangkan lignin adalah komponen yang paling sulit didegradasi, sangat cocok untuk tugasnya sebagai pelindung.  Pelindung lignin ini yang membatasi pemanfaatan biomassa lignoselulosa sebagai bahan baku produk2 lain.

Kekuatan lignin ini bisa dicontohkan sebagai berikut. Dalam proses pembuatan kertas, lignin ini harus dihilangkan. Untuk mengurangi & melarutkan lignin ini dipergunakan asam kuat. Misalnya saja H2SO4, bahan air aki. Air aki saja kalau kena baju langsung bolong. Konsentrasi asam yg digunakan sampai 20% dan dilakukan pada suhu >180oC, takanan 2 bar, selama sekitar 2 jam. Luar biasa energi yang diperlukan untuk melarutkan lignin ini. Pantesan saja banyak mikroba yang tidak suka.

Namun, ternyata lignin ini ada musuhnya, yaitu jamur pelapuk putih. Jamur pelapuk putih hobinya makan lignin, makan yang keras-keras. Heran juga saya. Si jamur ini memngeluarkan enzim yang sangat kuat yang disebut enzim ligninolitik. Paling tidak ada empat enzim, yaitu: LiP, MnP, Lac, dan VP.

Sudah lama aku baca diliteratur klo jamur ini lebih memilih makan lignin daripada holoselulosa. Ada  juga yang mengatakan kalau jamur ini makan lignin dan sedikit makan holoselulosa. Aku lebih percaya pendapat kedua daripada pendapat pertama. Awalnya seperti itu.

Beberapa hari ini aku sedang mengkoreksi data penelitian temen. Data percobaan degradasi lignoselulosa dengan jamur. Awalnya data itu ditampilkan agak membingungkan. Kemudian aku minta data mentahnya. Aku coba olah sendiri. Hitung sana, hitung sini. Bandingkan antar data. Buat grafiknya. Dan coba analisis statistiknya.

Datanya benar-benar mengejutkan aku. Biomassa lignoselulosa mengalami degradasi. Lignin dan hemiselulosa terdegradasi sangat cepat. Tetapi, selulosanya tidak terdegradasi sama sekali. Massa selulosa relatif tetap sama dari awal  sampai akhir percobaan. Aku minta temen dicek ulang data ini untuk lebih meyakinkan lagi. Datanya masih sama. Data ini memperkuat pendapat bahwa jamur pelapuk putih lebih suka makan lignin daripada selulosa.

Hanya saja ada fonomena penurunan kecepatan degradasi lignin dan hemiselulosa. Aku belum tahu kenapa seperti ini.
Data ini masih awal dan saya belum tahu penjelasannya. Perlu analisa pendukung untuk mencari jawabannya.

Namun demikian, hasil ini membuka peluang pemanfaatan jamur yang lebih luas. Dengan bantuan jamur ini selulosa bisa dipanen tanpa perlu melakukan proses yang membutuhkan energi dan biaya tinggi. Setelah selulosa bisa dipanen, mau diolah jadi apa saja bisa.

Jamur mudah ditumbuhkan, mudah diperbanyak, syarat tumbuhnya juga mudah. Ini sangat potensial dilakukan dalam skala sangat besar.

Saat ini penelitian mesti lebih fokus lagi. Pertama, melakukan optimasi dan memepercepat prosesnya. Kalau itu berhasil, target berikutnya adalah melakukannya dalam skala yang besar. Insya Allah.


Artikel saya tentang pemanfaatan jamur pelapuk putih:
BIOLOGICAL PRETREATMENT OF LIGNOCELLULOSES WITH WHITE-ROT FUNGI AND ITS APPLICATIONS: A REVIEW


Posted from WordPress for Android

Belajar Membuat Pestisida Nabati untuk Pertanian Organik

aku dan pak haji zaka
Aku sedang asik mendengarkan penjelasan Pak Haji Zaka

Tidak terasa sejak tiga tahun yang lalu aku sudah banyak menulis posting tentang pestisida nabati/pestisida organik ini, silahkan dibaca, semoga bermanfaat.

  1. Pengendalian Hama dan Penyakit dengan Pestisida Nabati
  2. Antara Petani dan Pestisida Kimia
  3. Daftar Tanaman untuk Pestisda Nabati
  4. Contoh Pembuatan Pestisida Nabati
  5. Ekstrak Pestisida Nabati
  6. Buku dan Situs Pestisida Nabati

Kumpulan Resep MOL (Mikroorganisme Lokal)


hormon tanaman giberelin auksin sitokininSaya belajar membuat pestisida organik secara tidak sengaja. Awalnya hanya sekedar ingin tahu, sekarang mencoba untuk serius membuatnya. Kasihan petani yang sudah demikian dijajah oleh pestisida kimia.

Saya masih ingat beberapa tahun yang lalu. Duniaku hanya sebatas laboratorium dan laboratorium. Kadang-kadang diajak ke lapang untuk melihat ‘dunia nyata’. Sampai akhirnya, mungkin karena tidak ada yang mau, aku diminta untuk menjadi peneliti pendamping petani. Setelah melihat TOR dan juklaknya, aku jadi befikir ‘Bos’ku di kantor pasti salah milih orang. Jelas-jelas di TORnya ditulis peneliti senior, yang dikirim peneliti ‘bau kencur’. Tapi apa boleh buat, semua seperti sudah ditakdirkan. Mau tidak mau, suka tidak suka aku mesti belajar tentang pertanin.

Aku mendapatkan wilayah yang sebenarnya kurang layak di sebut pertanian, yaitu di Jakarta Utara, tepatnya di Rorotan. Ternyata di ibu kota metropolitan ini masih tersisa sedikit petak-petak sawah. Jadilah aku terjun sekalian di dunia pertanian ini.
Continue reading

Tanaman Pestisida Nabati: Sirsak (Annona muricata L.)

sirsak
Info lengkap pestisida nabati/pestisida organik klik di sini: Pestisida Nabati

Buah sirsak atau kadang-kadang disebut nangka sebrang adalah salah satu bahan pestisida nabati/pestisida organik yang ampuh banget. Nama latin sirsak adalah Annona muricata L. Beberapa keluarga sirsak yang lain juga memiliki manfaat yang sama, seperti: Srikaya (Annona squamosa L.) dan Mulwa (Annona reticulata L.). Bagian yang dimanfaatkan untuk bahan pestisida nabati adalah daunnya.

Sirsak dapat tumbuh dengan baik di dataran rendah yang kering. Pembiatakn tanaman sirsak ini dapat dilakukan dengan biji atau okualasi.

hormon tanaman giberelin auksin sitokinin

Klasifikasi Ilmiah Sirsak:

Kingdom: Plantae
(unranked): Angiosperms
(unranked): Magnoliids
Order: Magnoliales
Family: Annonaceae
Genus: Annona
Species: A. muricata

Source: Wikipedia.org
Continue reading