Gowes di Gunung Rowo

Saya mulai menikmati aktivitas bersepeda. Awalnya tujuannya untuk ‘cari keringat’ sambil ‘mengecilkan perut’. Ternyata bersepeda sangat mengasikkan. Sambil berolah raga, kita bisa menikmati pemandangan.

Kali ini saya bersepeda dengan Arroyan. Kami sengaja bersepeda berdua saja dan tidak mengajak Abim, karena jalur yang akan kami lalui cukup jauh, dan tanjakannya tinggi. Pukul 06.15 menit kami sudah meninggalkan rumah menuju Gunung Rowo.

Jarak rumah kami ke Gn. Rowo kurang lebih 18km. Lumayan jauh. Apalagi jalurnya menanjak terus. Ada beberapa tanjakan yang cukup tinggi sebelum sampai ke waduk Gn. Rowo.

Maklum badan saya agak kelebihan sedikit beratnya. Perut maju ke depan. Ditambah napas yang sudah berumur. Saya mengayuh sepeda santai-santai saja. Yang penting bisa sampai atas sudah luar biasa.

Delapan kilo meter pertama dilalui dengan lancar. Tanjakannya masih landai. Saya baru berhenti karena ‘kebelet pipis’. Di balik pohon randu besar yang tumbuh di dekat jalan saya ‘membuang hajat kecil’ saya. Minum seteguk air dan langung gowes lagi.

Napas saya mulai tersengal-sengal setelah sampai ditanjakan yang cukup curam di areal kebun singkong. Saya paksakan terus mengayuh dengan gigi pada posisi 1-1 alias yang paling ringan. Royan terlihat masih segar bugar dibelakang saya sambil terus memberiku semangat untuk tetap mengayuh.

Kaki saya pegel sekali. Akhirnya saya menyerah dan berhenti di depan sebuah padepokan yang gapuranya berwarna hitam kelam. Saya duduk sambil melepas lelah di pokok kayu yang tumbang. Padepokan ini unik. Suasananya sedikit ‘angker’. Di halaman depannya ada batu nisan yang diletakkan agak tinggi. Ada tulisan yang cukup jelas saya baca dari luar gapuro: Tujuan Hidup. Aneh.

Kami meneruskan perjalanan menuju Gunung Rowo. Setelah melewati gapuro desa Sitiluhur jalanan terus menanjak tajam. Terpaksa kami berhenti sampai 3 kali, karena tidak kuat terus mengowes sepeda kami.

Alhamdulillah, dengan napas tinggal satu dua, akhirnya sampai juga ke waduk. Kami berhenti dan istirahat di salah satu gubuk yang ada di pinggir waduk. Kami memesan es degan untuk membasahi dahaga.

Rasa capek kami terobati setelah melihat keindahan Gunung Rowo. Langit cerah membiru. Sekeliling waduk yang ditumbuhi rumput menghijau. Ada beberapa nelayan yang sedang mengkap ikan. Di kejauhan ada gunung yang berdiri gagah. Benar-benar pemandangan yang indah sekali. Subhanallah.

image

Satu setengah jam lebih kami menikmati pemandangan di gunung Rowo. Ketika matahari mulai terik. Kami memutuskan untuk turun kembali ke rumah.

Perjalanan pulang berjalan cepat karena jalanan menurun. Rasa lelah tidak ada lagi.

Suatu saat kami akan gowes ke sini lagi sambil ngajak Abim, Yusuf, dan Umminya Royan. Insya Allah.

image

image

Fotografi Unik Kerstin Hiestermann dari Barang-barang di Sekitar Kita

Fotografi unik kiersten hiestermann

Fotografi unik karya Kiersten Hiestermann (Sumber: http://www.spielkkind.de/)

Imajinasi tidak ada batasnya. Dengan imajinasi barang-barang ‘sampah’ yang seperti tidak ada ‘seninya’ bisa disulap menjadi ‘foto model’ yang spektakuler. Kerstin Hiestermann, fotografer dari Denmark membuat foto-foto uniknya dari barang-barang yang dia temukan di sekitarnya. Unik, lucu, dan ngemesin.

Kalau sebelumnya saya sudah berbagi tentang ide-ide fotografi dari kelapa ikan mati, dan lalat & serangga yang mati. Kali ini ide foto menarik dari karya foto Kerstin Hestermann. Fotografer asal Denmark ini memanfaatkan barang-barang yang bisa diperoleh di sekitar kita. Entah itu daun, ranting, kelopak bungan, gunting, dan lain-lain. Dengan imajinasinya yang luar biasa, barang-barang tersebut disusun di atas kertas atau benda lain. Sama seperti Magnus, Kerstin menambahkan gambar bermacam-macam dengan pensil atau pena. Kerstin juga menambahkan tokok-tokok kecil yang imut dan lucu dengan pensil. Hasilnya adalah sebuah paduan yang sangat menarik.

Karya fotografi Kerstin membentuk semacam karikatur dari dunia mimpi. Di websitenya ada artikel dengan judul: the dreamer embodied. Sayanyang ditulis pakai bahasa Denmark yang saya tidak paham. Yang jelas, bahasa visual bahasa yang universal. Tidak perlu Google Translate untuk menikmati karya-karya Kersten. Silahkan dinikmati foto-foto Kersten.

Salam Jepret.
Silahkan baca artikel lain tentang fotografi di sini: Fotografi

Foto-foto Kersten Hiestermann bisa dilihat di sini: http://www.spielkkind.de/ | @spieldkkind | @khiesti

fotografi unik Kersten Hiestermann

fotografi unik Kersten Hiestermann
Continue reading

Fotografi Unik dari Lalat dan Serangga yang Mati

fotografi dari lalat dan serangg mati

Fotografi dari lalat dan serangga mati karya Magnus Muhr. Sumber: http://muhrgalleri.area81.se/)

Satu lagi karya seni fotografi Magnus Muhr dari lalat-lalat dan serangga yang mati. Lalat-lalat diletakkan di kertas putih, lalu dengan pensil digambar tangan, kaki, dan properti lain sehingga membentuk gambar-gambar lucu yang menarik.

Pertama kali saya lihat karya foto Magnus Muhr ketika sedang di Swedia dan lihat-lihat di website komunitas fotografi Swedia. Karya foto Magnus sangat unik dan langsung menyedot perhatian saya. Magnus mengumpulkan lalat-lalat yang mati. (Padahal setahu saya di Swedia jarang sekali saya lihat lalat, bagaimana dia mendapatkan lalat-lalat ini….?????). Kemudian lalat-lalat itu disusun di atas kertas putih. Dengan bantuan pensil, Magnus mengambar tangan dan kaki. Lalat-lalat itu layaknya manusia yang sedang melakukan beragam aktivitas. Magnus memotret lalat-lalat ini.

fotografi dari lalat dan serangga mati Magnus Muhr

Menikmati karya foto Magnus Muhr seperti sedang menikmati karikatur. Gambarnya lucu-lucu, mengelitik, dan terkadang berisi kritik sosial. Karya Magnus sudah tersebar luas di mana-mana. Banyak yang memberi pujian, tapi ada juga yang mengkritiknya karena membunuh dan mengeksploitasi lalat-lalat itu.

Lepas dari itu semua, bagi saya karya Magnus sangat kreatif. Dia berhasil ‘menghidupkan’ lalat-lalat dan serangga yang mati menjadi karya fotografi yang asik untuk dinikmati.

Di sini banyak sekali lalat, apalagi di pasar-pasar. Mengumpulkan lalat dan serangga mati tidak sulit. Semoga foto-foto ini memberi inspirasi fotografi bagi Anda.
Salam jepret.
Silahkan baca artikel lain tentang fotografi di sini: Fotografi

fotografi dari lalat dan serangga mati magnus murh

fotografi dari lalat dan serangga mati magnus muhr

fotografi dari lalat dan serangga mati Magnus Muhr
Continue reading

Seni fotografi dari kepala ikan mati – (Anne-catherine becker-echivard)

fotografi kepala ikan Anne-Catherine

Fotografi kelapa ikan karya Anne-catherine becker-echivard (Sumber: http://www.ufunk.net/en/photos/secret-life-of-fishes/)

Bagi sebagian orang mungkin kepala ikan tidak ada keindahannya sama sekali. Tetapi tidak bagi Anne-catherine becker-echivard – Seniman Perancis yang memanfaatkan limbah kepala ikan sebagai objek seni fotografinya. Di tangan Anne-catherine kepala ikan itu disulap menjadi sosok-sosok yang berekspresi dan ‘nyeni’. Sebut saja, suasana ruang operasi, pekerja pabrik, narapidana, dan lain-lain.

Potongan-potongan kepala ikan itu didandani oleh Anne dan diberi properti yang bermacam-macam. Kemudian disusun dan diatur ke dalam sebuah diorama lengkap dengan pencahayaannya. Kejelian Anne adalah menangkap ekspresi dari kepala-kepala ikan itu dan mendadaninya dengan properti yang cocok. Hasilnya adalah karya foto yang luar biasa.

fotografi kepala ikan mati Anne-catherine

Anne-Catherine sedang menyiapan kepala-kepala ikan untuk difoto. (Sumber: http://www.mirror.co.uk/news/weird-news/dead-fish-dressed-up-artist-2076875)

Kalau diperhatikan dari karya-karya Anne, ada semacam kritik sosial yang dalam untuk kehidupan manusian saat ini. Foto-fotonya kadang-kadang lucu, menyeramkan, atau mengelitik. Silahkan nikmati beberapa foto karya anne-catherine becker-echivard yang saya peroleh dari internet ini. Siapa tahu dengan melihat-lihat foto-foto ini bisa memberikan inspirasi bagi foto-foto Anda.

Silahkan baca artikel lain tentang fotografi di sini: Fotografi

Fotografi kreatif dari kepala ikan mati karya Anne-Catherine

fotografi kreatif dengan kepala ikan mati oleh Anne-Catherine

fotografi kreatif dari kepala ikan mati
Continue reading

Presentasi Pengomposan Limbah Organik dengan PROMI

Menghitung Kebutuhan Bahan Organik untuk Tanah

Pertanyaan: berapa kebutuhan bahan organik untuk tanah?, sering ditanyakan oleh para praktisi pertanian/perkebunan. Pernyataan ini tidak mudah untuk menjawabnya.

Dari literatur (Pujiyanto, 1997) sudah pernah membahas tentang rumus untuk menghitung kebutuhan bahan organik untuk tanah-tanah tertentu. Rumus ini ‘benar’, namun menurut saya tidak praktis dan kurang ekonomis. Meskipun demikian, rumus ini bisa dijadikan acuan untuk memperkirakan kebutuhan bahan organik pada tanah-tanah tertentu.

Rumusnya adalah sebagai berikut:

P = (Q – R)/100 x B

di mana:
P : kebutuhan bahan organik (ton/ha)
Q : kadar bahan organik tanah yang dikehendaki (%)
R : kadar bahan organik yang ada di tanah saat ini (%)
B : bobot tanah tiap hektar lahan

Bobot tanah/ha = luas x kedalaman x bobot jenis tanah
= 10 000 m2 x 0.2 m x 1.2 ton/m3
= 2 400 ton

Jadi untuk meningkatkan satu 1% bahan organik tanah dibutuhkan kurang lebih

24 ton

bahan organik/ha. Jumlah ini sangat besar, kurang lebih 5 truk.

Belum lagi jika diperhitungkan kandungan bahan organik dalam pupuk organik. Misalnya saja kandungan bahan organiknya kurang lebih 15%. Maka jumlah itu akan membengkak menjadi

160 ton

…….gila….’nguruk tanah ini namanya’….

Saya ingin sekali berdiskusi dengan ahli tanah yang memahami masalah ini. Apakah memang seperti ini rumus yang dipakai?

Karena, kalau hasil ini dilaksanakan di lapangan akan sangat-sangat tidak efisien dan tidak praktis. Petani tidak akan mau melakukannya. Harga pupuk organiknya memang murah, tetapi jumlahnya sangat besar. Belum lagi ongkos aplikasinya. Rumus ini jarang dipakai secara langsung di petani.

Saya sedang mencari rumus-rumus yang sudah diuji secara empirik di penelitian. Kalau belum ada, perlu dilakukan penelitian untuk menghitung kebutuhan pupuk organik/bahan organik untuk tanaman atau tanah tertentu.

Semoga ada ahli tanah yang melakukan studi ini, biar hasilnya lebih valid dan bisa dipakai di lapangan.
Semoga.

Limbah Agroindustri Perkebunan: Limbah Kopi


Proses produksi pada agroindustri perkebunan menyisakan banyak limbah. Limbah-limbah tersebut masih sering dianggap sebagai biang masalah. Padahal, sebenarnya limbah-limbah tersebut menyimpan potensi yang besar. Limbah agroindustri bisa diolah dan dimanfaatkan menjadi produk atau bahan baku untuk barang yang memiliki nilai ekonomi. Saya akan menuliskan seri tulisan tentang limbah-limbah dari berbagai agroindustri dan potensi-potensi yang bisa dihasilkan.


Limbah dari Pengolahan Kopi

Indonesia merupakan salah satu negara penghasil kopi di dunia. Luas areal kopi di Indonesia mencapai 1.354.000 ha dengan nilai produksi mencapai 733.000 ton dan produktivitas mencapai 743 kg/ha pada tahun 2012 (Azwar, 2012). Sebelum menjadi kopi siap seduh, biji kopi melalui beberapa proses pengolahan. Tahapan proses pengolahan kopi juga menghasilkan limbah/produk samping yang cukup melimpah.

Secara morfologi buah kopi terdiri dari beberapa bagian, yaitu: kulit luar, kulit buah, kulit ari, kulit cangkang, biji, dan tangkai (Gambar 1 dan Gambar 2).

Morfologi buah kopi

Morfologi buah kopi (Widyotomo, 2013)

Morfologi buah kopi

Morfologi buah kopi (Trubus 527, Okt 2013)

Pengolahan kopi dibagi menjadi dua proses, yaitu: proses kering dan proses basah. Masing-masing proses menghasilkan limbah yang sedikit berbeda.

Limbah yang dihasilkan dari proses kering. Untuk setiap pengolahan 100 kg buah kopi akan dihasilkan:
– 15,95 kg (55%) Biji kopi
– 13,05 kg (45%) Kulit gelondong kering

Kulit gelondong kering terdiri dari kulit cangkang, lendir, dan kulit buah dengan perbandingan 11,9 : 4,9 : 28,7.

Kandungan kulit gelondong kering:
– 12,4% gula reduksi
– 2.02 % gula non pereduksi
– 6.52% senyawa pektat
– 20,7% protein kasar
– 20.8% serat kasar

(Wilboux, 1963; Elias, 1979; dalam Widyotomo, 2013)

Lendir kering mengandung:
– 35% pektin
– 30% gula pereduksi
– 17% selulosa dan abu
(Bressani, 1979 dalam Widyotomo, 2013)

Literatur lain menyebutkan bahwa buah kopi kering terdiri dari:
– 55,4% biji kopi pasar,
– 28,7% kulih buah (pulp) kering,
– 11,9% kulit cangkang,
– 4,9% lendir kering.
(Elias, 1979)

Kulit buah kering terdiri dari:
– 12,6% air,
– 21% serat kasar,
– 8,3% abu
– 12,4% gula pereduksi
– 44,4% ekstrak nitrogen

Kulit cangkang terdiri dari:
– 7,8% air
– 77% serat kasar
– 0,5% abu
– 18,9% ekstrak nitogen

Jika melalui proses basah limbahnya adalah:
Setiap pengolahan 1 ton buah kopi akan menghasilkan:
– 20 m3 air limbah
– 200 kg kulit kopi kering

Sukrisno Widyotomo. 2013. Perkembangan Teknologi Diversifikasi Limbah Kopi Menjadi Produk Bernilai Tambah. Review Penelitian Kopi dan Kakao 1 (1) 2013; 62-79

Resep MOL Nasi 3

hormon tanaman giberelin auksin sitokininIni adalah resep MOL (Mikroorganime Lokal) atau IMO (Indigeneous MicroOrganism) yang dibuat dari nasi. Resep MOL nasi ini adalah resep MOL yang ke-3 (Lihat resep MOL yang lain di link ini: Kumpulan Resep MOL). Resep MOL nasi ini saya dapatkan dari Majalah Trubus No. 527/2013. MOL ini dibuat oleh bapak Aji Sobarna dari Kab. Subang, Jawa Barat. Cara membuat MOL Nasi ini adalah sebagai berikut:

  1. Potong bambu dan buat lubang seperti membuat ketongan.
  2. Isi bambu tersebut dengan nasi.
  3. Tutup bambu dengan kertas manila dan diikat kuat.
  4. Gali lubang di sekitar perakaran rumpun bambu, kemudian benamkan bambu yang sudah berisi nasi.
  5. Tutup lubang dengan seresah bambu kering. Pada musim hujan diselubungi tumpukan seresah dengan plastik.
  6. Timbun tumpukan seresah dengan tanah. MOL atau IMO akan terbentuk pada 4-5 hari pada musim kering atau 7-10 hari pada musim penghujan.
  7. Koloni MOL atau IMO Induk akan berwarna putih bersih seperti kapas.
  8. Campurkan MOL induk dengan gula merah dengan perbandingan 1:1.
  9. Wadah ditutup rapat dan dibiarkan selama 7 hari. Setelah itu baru digunakan.

Cara pemakaian:

  1. MOL ditambahkan/diencerkan dengan dosis 2ml/liter air.
  2. Campuran diaduk merata dan siap disemprotkan.
  3. Penyiraman/penyemprotan dilakukan dengan selang waktu 10 hari.

Berdasarkan pengalaman Bapak Aji Sobarna, dengan mengaplikasikan MOL nasi tersebut bisa panen padi hingga > 8 ton pe ha.
Silahkan para petani, bisa dicoba resep baru MOL nasi ini.

Baca juga: Pestisida Nabati untuk Pertanian Organik

Tips Android: Men-scan dokumen menjadi file pdf dengan CamScanner

CamScanner, pdf, dokumen, Android

Wellcome screen dari app CamScanner


Men-scan dokumen menjadi file pdf sangat mudah dilakukan dengan applikasi CamScanner. Aplikasi pinter ini bisa didownload di Google Store: CamScan. Dengan menggunakan aplikasi ini Anda bisa dengan sangat mudah men-scan dokumen dan langsung merubahnya menjadi file pdf hanya dengan menggunakan smartphone Android Anda.

Aplikasi ini simple, kecil, mudah digunakan dan sangat bermanfaat. Langkah pertama, tentunya mengunduh applikasi CamSanner dari Google Store dan menginstallnya di smartphone Anda. Setelah terinstall, Anda bisa menggunakan smartphone Anda sebagai alat scanner.

Prinsip kerja dari CamScanner ini sebenarnya sederhana, yaitu memanfaatkan camera handphone untuk merekam dokumen dan merubahnya menjadi dokumen pdf. CamScanner menambahkan kemampuan untuk meng-cropping dokumen sesuai dengan dokumen aslinya, fasilitas untuk mengatur kecerahan, dan merubah ke hitam putih. Cara menggunakannya sangat mudah, kita tidak perlu belajar menggunakan aplikasi ini dalam waktu lama.
Continue reading

LAMPIRAN PERATURAN MENTERI PERTANIAN NOMOR : 70/Permentan/SR.140/10/2011 TENTANG PUPUK ORGANIK, PUPUK HAYATI DAN PEMBENAH TANAH

buku pupuk organik granul
Baca juga: Video Membuat Pupuk Granul | membuat pupuk organik sendiri | Mesin Cacah Kompos | Pupuk Organik, Pupuk Kimia, dan Pupuk Hayati | Tata Letak Mesin Pabrik Pupuk Organik | Bagan Pabrik POG | Permentan No. 70/2011 tentang Pupuk Organik, Pupuk Hayati dan Pembenah Tanah | Lampiran 1 Permentan No. 70/2011 | Lampiran 1 Permentan No. 70/2011