Saya diminta untuk memberi pelatihan pada petani di Kab. Kulon Progo, DIY. Dua kelompok tani di dua desa di sebuah kecamatan di Kab. Kulon Progo (saya kelupaan nama desanya) ini mendapatkan bantuan dari Dinas Perindustrian DIY dua buah distilator bioetanol. Mereka berasal dari desa sentra penghasil gula jawa. Pemerintah berharap para petani ini bisa mengembangkan produk hasil olahannya bukan hanya berupa gula jawa, tetapi juga bioetanol. Program ini juga dalam rangka mengembangkan program pemerintah berupa desa mandiri energi, karena bioetanol bisa digunakan sebagai sumber energi terbarukan (biofuel). Dalam pelatihan ini saya didampingi oleh Bapak Hartano dari Balai Teknologi Tepat Guna, DIY.
Continue reading
Choose Your Language
Cari di sini
Top Posts
- Kenapa kita perlu berdo'a ketika masuk kamar mandi dan WC..??
- Update Aplikasi Paclobutrazol untuk Meningkatkan Produksi Padi
- PETUNJUK PEMAKAIAN HORMON PACLOBUTRAZOL UNTUK MERANGSANG PEMBUNGAAN DAN BUAH DI LUAR MUSIM
- Informasi Tempat Membeli Kue kering dan Cemilan Grosir Murah untuk Lebaran di Magelang Jawa Tengah
- Aku Bangga pada Bapakku
-
Join 2,477 other subscribers
Follow me on Twitter
Tweets by IsroiPilih Kategori
- Biodecomposer Bioethanol Biofertilizer Biofuel Bogor Download Fotografi Hormon Tanaman Jalan-jalan Kompos Komputer Lignoselulosa Limbah Perkebunan Literatur MyFamily MyPoems MyResearch MyStories Organik Pestisida Nabati PROMI Pupuk Pupuk Organik Cair Pupuk Organik Granul Sampah Tanaman Tutorial Uncategorized Unik Video
















Mengukur kadar bioetanol dalam cairan fermentasi adalah salah satu hal penting yang harus kita ketahui, jika kita ingin membuat bioetanol. Ada banyak cara untuk mengukur bioetanol. Mulai dari cara yang paling mudah, rumit, dan paling canggih. Setiap metode pengukuran memiliki keunggulan dan kekurangannya sendiri-sendiri. Beberapa metode itu adalah analisis dengan GC (Gas Chromatography), HPLC (High Performance Liquid Chromatography), metode enzym, dan hydrometer. Tiga metode yang pertama sangat sensitif, dapat mengukur kadar bioethanol dalam konsentrasi yang sangat rendah, tetapi juga lebih rumit dan mahal. Metode enzym relatif lebih mudah dan murah dibandingkan dengan metode GC atah HPLC. Saat ini tersedia beberapa produk enzym kit untuk mengukur bioetanol. Tetapi metode ini masih cukup mahal untuk ukuran UKM atau rumahan. Metode terakhir adalah metode yang paling mudah, murah, tetapi juga kurang teliti. Meskipun begitu untuk ukuran UKM atau rumahan rasanya sudah cukup memadai.






