Category Archives: Biofertilizer

tulisanku tentang biofertilizer

Jerami Sebagai Pupuk Organik

Pemanfaatan Jerami Padi sebagai Pupuk Organik In Situ untuk Mengurangi Penggunaan Pupuk Kimia dan Subsidi Pupuk

 

Isroi, SSi., MSi.,

Himpunan Mahasiswa Paskasarjana

Universitas Gadjah Mada

 

Pendahuluan

Praktek pembuantan kompos jerami oleh H Zaka, Ket. Gapoktan Sulih Asih, Cigombong, Bogor

Lihat lanjutan video ini di Video Praktek Pengomposan Jerami

Permasalahan pupuk hampir selalu muncul setiap tahun di negeri ini. Permasalahan tersebut antara lain adalah kelangkaan pupuk di musim tanam, harga pupuk yang cenderung meningkat, beredarnya pupuk palsu, dan beban subsidi pemerintah yang semakin meningkat. Beberapa upaya dan program telah digulirkan oleh pemerintah melalui Departemen Pertanian RI. Sebagai contoh, subsidi pupuk kimia untuk petani, namun implementasi di lapangan masih banyak penyelewengan yang merugikan petani dan pemerintah.

Alternatif pupuk kimia adalah pupuk organik. Petani di dorong untuk menggunakan pupuk organik sebagai penganti/alternatif pupuk kimia. Baru-baru ini Deptan juga mengeluarkan kebijakan untuk memberikan subsidi pupuk organik. Penyediaan pupuk organik diserahkan kepada BUMN atau perusahaan pupuk besar dengan mekanisme penyediaan yang mirip dengan pupuk kimia. Dikawatirkan masalah yang terjadi pada pupuk kimia akan terulang pada penyediaan pupuk organik granul ini apabila masih melibatkan perusahaan-perusahaan pupuk kimia. Beberapa tahun sebelumnya pemerintah juga pernah mengeluarkan program GO ORGANIK 2010, tetapi gaung program ini seperti kurang terdengar.

Penggunaan pupuk kimia secara intensif oleh petani selama beberapa dekade ini menyebabkan petani sangat tergantung pada pupuk kimia. Di sisi lain, penggunaan pupuk kimia juga menyebabkan kesuburan tanah dan kandungan bahan organik tanah menurun. Petani melupakan salah satu sumber daya yang dapat mempertahankan kesuburan dan bahan organik tanah, yaitu: JERAMI. Pemanfaatkan jerami sisa panen padi untuk kompos secara bertahap dapat mengembalikan kesuburan tanah dan meningkatkan produktivitas padi.

Diperkirakan kandungan bahan organik di sebagian besar sawah di P Jawa menurun hingga 1% saja. Padahal kandungan bahan organik yang ideal adalah sekitar 5%. Kondisi miskin bahan organik ini menimbulkan banyak masalah, antara lain: efisiensi pupuk yang rendah, aktivitas mikroba tanah yang rendah, dan struktur tanah yang kurang baik. Akibatnya produksi padi cenderung turun dan kebutuhan pupuk terus meningkat. Solusi mengatasi permasalah ini adalah dengan menambahkan bahan organik/kompos ke lahan-lahan sawah. Kompos harus ditambahkan dalam jumlah yang cukup hingga kandungan bahan organik kembali ideal seperti semula

Continue reading

Pupuk Kompos Jerami

Praktek pembuantan pupuk kompos jerami oleh H Zaka, Ket. Gapoktan Sulih Asih, Cigombong, Bogor

Artikel terkait: Pengomposan Jerami | Presentasi Kompos Jerami | File MS PowerPoint Kompos Jerami | Video Pengomposan Jerami | Sejarah PROMI | Informasi Pembelian PROMI

Modus Lain Penipuan Kotoran Hewan/Pupuk Kandang Sapi untuk POG

Di posting sebelumnya saya sudah sampaikan beberapa modus penipuan kohe oleh suplier kohe (kik di sini) dan bagaimana cara untuk mengeceknya secara sederhana (kik di sini). Hari ini saya menemui modus penipuan lain yang digunakan oleh suplier kohe untuk curang.

Kohe campur gergajian

Dengan metode sebelumnya kohe yang dicampur dengan tanah/atau pasir sangat mudah dikenali. Karena tanah atau pasir akan segera tenggelam ketika dimasukkan ke dalam air.
Continue reading

Tip Pupuk Organik Granul: Meningkatkan Efisiensi Pengeringan POG dengan Rotary Dryer

pupuk organik granul

Pupuk Organik Granul


Pengeringan POG merupakan salah satu bagian yang banyak makan biaya, karena membutuhkan energi yang lumayan besar. Dalam artikel sebelumnya (a href=”https://isroi.wordpress.com/2010/01/10/mesin-pengering-pupuk-organik-granul-pog/” >mesin pengering rotary dryer)saya sudah menyampaikan beberapa macam rotary dryer untuk pengeringan POG. Dalam artikel ini saya ingin menyampaikan beberapa tip untuk meningkatkan efisiensi pengeringan.

Buku Pupuk Organik GranulEfisiensi pengeringan yang saya maksud di sini adalah banyaknya POG kering yang diproduksi berdasarkan biaya yang dibutuhkan. Biaya di sini adalah biaya bahan bakar/energi. Misalkan saja biaya pengeringannya Rp. 100/kg. Andaikan saja kita bisa mengurangi biaya ini menjadi Rp. 80/kg atau bahkan bisa Rp. 50/kg, berarti efisiensi pengeringannya meningkat.

Continue reading

Tip Produksi Pupuk Organik Granul (POG): Agar Granul Seragam & Sedikit yg Rejek

Praktek granulasi POG

Praktek granulasi POG

Membuat pupuk organik granul (POG) gampang-gampang susah. Apalagi menggunakan pan granulator, membuat POG sebenarnya sangat mudah. Namun, demikian membuat granul dengan pan granulator perlu keahlian plus perasaan.

Buku Pupuk Organik GranulPOG yang baik seharusnya ukurannya seragam dan bulat sempurna. Seringkali bentuk granul penjol-penjol dan banyak yang besar-besar. Tingkat kegagalan juga harus tinggi. Granul yang rejek yang baik di bawah 10%, yaitu granul yang terlalu besar atau granul yang terlalu kecil. Granul yang kecil-kecil bisa langsung dikembalikan ke pan granulator untuk dibuat granul kembali. Sedangkan granul yang besar-besar perlu dihaluskan kembali sebelum masuk ke dalam pan granulator.
Continue reading

Cara Mudah Menguji Keaslian Pupuk Kandang atau Kohe (Kotoran Hewan)

Buku Pupuk Organik GranulTingginya permintaan pupuk organik granul (POG) mendorong permintaan bahan baku POG ini. Bahan baku utama POG adalah kompos, baik kompos dari sisa tanaman atau kotoran hewan (pupuk kandang). Permintaan kompos, terutama kohe sangatlah tinggi.

Andaikan saja, menurut bocoran (jangan dipercaya ya..), kebutuhan POG tahun depan mencapai ratusan ton. Taruhlah 500 ton saja. Proporsi pupuk kandang dalam POG kurang lebih 60%, jadi kebutuhan kohe mencapai 300 ton. Ini kohe kering (kadar airnya di bawah 10%), halus, dan sudah matang. Perkiraan jumlah kohe mentah yang diperlukan bisa mencapai 1000 ton. Permintaan yang luar biasa besar.
Continue reading

Organic Fertilizer, Biofertilizer, and Chemical Fertilizer

Buku Kompos Many people are often wrong in perception when using chemical fertilizers, bio-fertilizers and organic fertilizers. Organic fertilizers and bio-fertilizers is often equated with chemical fertilizers. Every kind of those fertilizers is very different.


Read:
Make Granule Organic Fertilizer| Make Your own organic fertilizer |Secret of biofertilizer making


Continue reading

BUKU KOMPOS

Buku KomposPupuk Organik dan Kompos akhir-akhir ini mendapatkan banyak perhatian. Terutama setelah naiknya harga pupuk kimia buatan sekitar dua tahun yang lalu. Alternatif pengganti pupuk kimia adalah pupuk organik yang dibuat dari kompos. Pada saat itu saya berkesempatan untuk menyampaikan materi tentang kompos di Jember. Sebelumnya aku juga pernah membuat beberapa makalah kompos untuk pelatihan kompos di labku. Makalah tentang kompos ini kulengkapi dan kukirim ke penerbit. Akhirnya, makalah ini diterbitkan oleh Penerbit Andi, Yogyakarta.

buku pupuk organik granulBuku ini hanya sebuah pengantar singkat tentang kompos. Tebalnya hanya 50 halaman saja. Sebuah buku yang singkat. Karena cukup tipis jadi harganya juga miring sekali. Buku ini berisi tentang teori dasar pengomposan dan berisi satu contoh tentang pengomposan jerami/limbah pertanian. Memang isinya sangat sedikit tetapi cukup sebagai pengantar tentang kompos. Salah satu bagian yang penting adalah tentang faktor-faktor yang mempengaruhi proses pengomposan dan bagaimana mempercepat proses pengomposan. Ada banyak faktor, tetapi menurut saya yang penting adalah menjaga keseimbangan antara kadar air (atau lebih tepatnya water activity) dan udara di dalam kompos.
Continue reading

Fungi (Kapang) Pelarut Fosfat

Pikovskaya, seorang peneliti Rusia, pada tahun 1948 mengisolasi bakteri yang dapat melarutkan fosfat. Bakteri ini kemudian diberi nama bakteri P (Bacillus megaterium var. phosphaticum). Penelitian-penelitian selanjutnya banyak menemukan mikroba pelarut fosfat dari kelompok bakteri, aktinomicetes, dan fungi. Fungi pelarut fosfat yang ditemukan adalah dari genus Aspergillus dan Penicillium. Sedangkan dari bakteri dan aktinomicetes yang dominan melarutkan fosfat dari genus Bacillus, Pseudomonas dan Streptomyces. Daftar fungi yang dilaporkan dapat melarutkan fosfat dapat dilihat pada tabel di bawah ini.

Tabel 1. Daftar Fungi Pelarut Fosfat yang Pernah Dilaporkan

Fungi Referensi
Penicillium, Aspergillus Speber, 1959
Acrotecium, Aspergillus, Cephalosporium, Fusarium,
Paecilomyces, Penicillium, Phoma, Rhizoctonia
Subba Rao, 1983
Aspergillus niger, A. candidus, A. flavus, A. ustus,
Cyndrocladium sp, Fusarium solani, F. oxysporum, Gliocladium sp,
Mortierella nana, M. longicollis, Penicillium sp, P. janthinellus,
Pythium iregulose, Rhizoctonia solani, R. praticola, Sclerotium
rolfsii, Trichoderma viridae, Verticillium alba-atrum
Agnihotri, 1970
Aspergillus awamori Goyal, 1983
Cylindrocarpon abtusisporum, Spegazzinia tessarthra,
Scopulariopsis brumtii, Phoma exigua, Eladia roccula, Curvularia
lunata, Myrothecium roridum, Humicola fuscoartra, Robillardo
sessilis, Gliomastrix murorum, Syncepholastrum racemosum,
Peniconia cambrensis, Cladosporium sphaerospermum, Scolecobasidium
viriable
Surange, 1985
Aspergillus, Penicillium, Phialotubus Thomas et al, 1985
A. niger, A. fumigatus, A. regulosus, A. terreus, Penicillium,
Acrophialophora, Alternaria
Tarafdar et al. 1992
P. bilaji Goos et al 1994
A. niger, P. citrinum Omar, 1998
Trichoderma harzianum Rifai Altomare et al, 1999
A. asculeatus Narsian & Patel, 2000
P. variabile P16 Fenice et al, 2000

Continue reading

Inovasi Tiada Henti


Ini bukan slogan dan promosinya Suzuki lho….. Belum ketemu kata yang sepadan dengan itu, ya…sementara pakai itu dulu lah…


Saya sudah menemukan beberapa produk hasil penelitian, salah satu yang cukup sukses dipasaran adalah Promi. Umur Promi masih balita (belum ada lima tahun) sejak lahir beberapa tahun lalu. Meskipun begitu, bukan berarti inovasi untuk Promi selesai.

Promi lahir dari sebuah perjalanan penelitian yang cukup panjang. Beberapa tahun sebelumnya Pak Darmono sudah lama meneliti tentang Trichoderma. Saya sejak awal meneliti tentang mikroba pelarut fosfat, dan Pak Agus yang berpengalaman di bidang perpenyakitan. Memang sudah jodohnya, hasil-hasil penelitian itu bertemu. Ibarat asam di gunung dan garam di laut, bertemu di muara juga.
Continue reading