Catatan buku: Creole

image


Baca catatan buku yang lain: BUKU


Kelompok buku yang juga memenuhi rak buku kami adalah buku cerita anak. Ada banyak buku cerita yang kami miliki mulai dari kisah2 nabi, sahabat, atau cerita2 saduran dari luar negeri. Salah satu buku cerita anak yang disukai anak-anak adalah Creole.

Creole adalah buku cerita bergambar. Ceritanya sederhana dan tersirat nilai2 kemanusiaan. Dikisahkan tentang kehidupan di hutan di tepi rawa. Kehidupan di rawa itu awalnya tenang dan damai hingga suatu ketika lahirlah seekor binatang yang sangat jelek rupanya. Namanya Creole.

Binatang2 lain ditempat itu membenci dan takut dengan Creole. Mereka takut dan berburuk sangka karena fisik Creole yang buruk dan menakutkan. Binatang2 itu beranggapan bahwa mahluk yang rupanya buruk pasti juga buruk dan jahat.

Creole justru sebaliknya. Creole berhati lembut dan penyayang. Hati dan perangainya lembut dan baik. Selama ini penghuni rawa itu telah berburuk sangka dengan Creole. Kecuali satu binatang anak buaya yang tidak takut kepada Creole.

Melalui anak buaya itu akhirnya Creole bisa diterima dan berkawan dengan binatang2 lain penghuni rawa.

Buku itu sudah kami miliki sejak Royan dan Abim masih kecil. Dulu Abim yang jadi Creolenya. Sekarang Yusuf yang suka dengan cerita itu dan sering menceritakan kembali dengan gayanya yang lucu.

image

Catatan buku: Ummi Kalsum

image


Baca catatan buku yang lain: BUKU


Buku ini salah satu koleksi buku lama yang ada di rak buku kami. Sebuah buku sastra, kumpulan cerpen karya Djamil Suherman. Saya baca buku ini beberapa kali. Ceritanya menarik.

Meskipun berupa kumpulan cerpen, tapi ceritanya sambung menyambung menjadi seperti sebuah novel. Ceritanya berkisar tentang kehidupan santri di sebuah pesantren di Jawa Timur. Ceritanya sederhana, tapi menarik. Konon cerita ini berdasarkan pengalaman pribadi penulisnya yang memang dari santri.

Buku ini diberi ulasan/pengantar oleh HB Yassin, salah satu tokoh sastra Indonesia jaman itu. HB Yassin memuji karya sastra ini. Artinya buku ini memang bermutu, layak untuk dibaca dan layak menjadi koleksi.

Selamat membaca.

Catatan buku: Buku-buku Panduan Do’a

image


Baca catatan buku yang lain: BUKU


Berdoa adalah intinya ibadah. Islam mengajarkan untuk selalu berdoa dalam setiap kesempatan, setiap keadaan, dan setiap waktu. Ibaratnya sejak bangun tidur sampai tidur lagi ada doa-doa yang diajarkan oleh Rasulullah. Sebut saja; doa bangun tidur, doa masuk wc, doa keluar wc, doa berwudhu, doa setelah wudhu, doa keluar rumah, doa berangkat ke masjid, doa masuk ke masjid, doa setelah adzan, doa setelah sholat, doa keluar masjid, doa pagi hari, doa pakai baju, doa berangkat kerja/keluar rumah, doa naik kendaraan, doa mulai kerja, doa mau makan, doa setelah makan, doa sore hari, doa mau tidur, doa ketika mimpi buruk. Masih ada lagi doa-doa untuk keadaan tertentu; doa ketika bersin, doa ketima melihat sesuatu yang mengembirakan, doa ketika hujan, doa ketika mendengar petir, doa menengok orang sakit, doa mohon kesembuhan, doa memohon keturunan yang baik dan masih banyak doa-doa yang lain.

Kita tidak perlu menghafal semua doa-doa itu. Hafalkan saja sesuai kemampuan kita dan amalkan secara rutin dan istiqomah agar kita mendapatkan pahala atas setiap perbuatan kita.

Doa-doa itu ada yang bersumber dari Al Quran dan ada pula yang diajarkan oleh Rasulullah SAW. Karena doa adalah ibadah kita perlu belajar dari sumber-sumber yang terpercaya. Terutama untuk doa-doa yang bersumber dari hadist Rasul.

Kami membeli beberapa buku tentang doa-doa itu. Mulai dari buku yang tipis hingga tebal. Mulai dari buku yang kecil hingga buku yang besar. Kami mencoba menghafal doa-doa itu.

Salah satu koleksi buku tentand berdoa yang bagus menurut saya adalah buku “Kumpulan Doa dalam Al Quran dan Hadist” karya Syech Al Qothoni. Saya pernah ditunjukki oleh ustad versi asli dari buku saku ini. Buku ini telah diterjemahkan dengan ukuran yang sama dengan buku aslinya.

image

Keunggulan buku ini adalah ukurannnya yang kecil sehingga mudah disaku dan dibawa ke mana-mana. Dalil2 yang digunakan shahih dan terpercaya. Penulisnya juga salah satu ulama terkenal yang terpercaya. Isinya lengkap dan hampir meliputi setiap aktivitas seorang muslim.

Jika Anda sedang mencari buku rujukan tentang doa, sebaiknya Anda membeli buku ini. Selamat berdoa dan selamat membaca.

Catatan buku: cerita-cerita horor

image


Baca catatan buku yang lain: BUKU


Mungkin ada orang yang tidak percaya hantu, namun banyak juga orang yang mempercayainya. Bagi sebagian orang cerita-cerita hantu yang menyeramkan dan mistis menarik untuk di baca.

Buku horor pertama yang saya baca dulu berjudul “Penunggu Jenazah”; sebuh novel horor yang saya pinjam di sebuah penyewaan buku dekat alun-alun Magelang. Waktu itu saya masih SMP atau SD. Lupa, yang jelas saya masih kecil. Saya lupa nama pengarangnya.

Ceritanya tentang jaman dulu banget. Ada orang yang berprofesi sebagai pengurus jenazah merangkap jadi dukun. Hidupnya menyendiri dan misterius. Dia membawa jenazah dengan menggunakan gerobak kuda. Cerita pun berlanjut hingga tentang tumbal orang untuk pembagunan jembatan atau bangunan konstruksi lainnya.

Lalu cerita2 orang yang mati. Bagaimana mereka mati. Kondisi jasadnya.  Dan cerita2 mengerikan lainnnya.

Di rumahnya yang menyendiri ada satu ruangan khusus. Di ruangan itu ada tengkorak manusia. Pak Tua penunggu jenazah punya ritual meminum darah segar yang dikucurkan di atas tengkorak itu.

Hiii…… seram………

Kini kami kadang2 membeli atau meminjam buku-buku cerita horor, baik novel, kumpulan cerita, maupun komik horor. Misalnya saja: 4 Tahun Tinggal di Rumah Hantu, Penunggu Puncak Ancala, Sekolah-sekolah Berhantu, Blitz dan beberapa judul lain.

Menurut saya cerita-cerita di buku-buku itu biasa-biasa saja. Cerita hantu yang tidak menyeramkan. Ceritanya tidak bisa membuat saya bergidik dan bulu kuduk saya tidak berdiri. Berbeda ketika saya membaca kisah tentang pak tua penunggu jenasah. Bayangan kengerian muncul di kepala saya.

image

Satu buku horor yang menarik menurut saya adalah buku “4 Tahun Tinggal di Rumah Hantu”. Cerita horor berdasarkan kisah nyata ini cukup menarik. Kisahnya tentang sebuah keluarga yang membeli rumah di kawasan Depok. Rumah kuno yang asri itu ternyata menyimpan misteri hantu. Sejak hari pertama ganguan hantu sudah mulai terasa. Dari gangguan-gangguan kecil hingga lantai tanah yang menyembul menjadi kuburan. Seremmmmmm………

Buku cerita yang berjudul Blitz menurut saya cukup bagus. Ceritanya agak datar dan terpengaruh cerita zombie dari luar negeri. Lumayan menghibur.

Membaca cerita-cerita horor bisa menjadi selingan yang menyegarkan. Cerita horor ibarat bumbu penyedap ketika membaca buku-buku ‘berat’ lainnya.

Selamat membaca.

Baca juga : Catatan Buku.

image

Catatan Buku: S H A G, Rusa Kutup Tak Kenal Mundur

image


Baca catatan buku yang lain: BUKU


Buku ini juga salah satu buku lama yang mengisi rak buku kami. Beberapa kali kami mensortasi isi rak buku dan menghibahkan beberapa buku yang jarang kami baca, namun buku kuno yang sudah sobek2 ini tetap kami pertahankan ada di rak buku.

Buku ini berjudul: Shag, Rusa Kutup Tak Kenal Mundur. Sebuah buku terjemahan karangan C. Bernard Rutley.  Sepertinya buku ini merupakan pengadaan diknas untuk anak2 sekolah.

Buku ini menceritakan tentang kisah kehidupan  Shag si rusa kutup mulai dari lahir hingga menjadi pemimpin kawanannya. Buku ini ditulis berdasarkan riset tentang kehidupan rusa kutup di alam liar. Rangkaian cerita, kondisi lingkungan, dan uraiannya dibuat seperti kehidupan rusa kutup itu sendiri.

Membaca cerita Shag seperti belajar tentang kehidupan rusa kutup. Cara belajar seperti ini menurut saya lebih mengena daripada pelajaran menghafal buku-buku teks pelajaran. Dengan membaca cerita seperti ini anak-anak juga dirangsang untuk mencintai lingkungan.

Jaman dulu, ketika saya masih kecil, ketika tv masih hitam putih dan jarang, membaca cerita adalah kegiatan yang mengasikkan. Anak-anak tidak terkacaukan dengan acara televisi, main game, atau internetan.

Saat ini kegiatan membaca anak kalah dengan acara televisi yang melenakkan. Jika acaranya mendidik sih tidak mengapa. Masalahnya banyak acara, film, atau iklan TV yang tidak mendidik dan tidak menambah informasi. Anak-anak menjadi malas membaca dan belajar. Waktunya lebih banyak dihabiskan di depan TV, atau gadget. Apalagi membaca buku-buku yang sudah lusuh, kusut, dan gambarnya kurang menarik.

Entah, saya juga binggung bagaimana caranya agar anak2 saya gemar membaca.

image

Baca juga : Catatan Buku.

image

Catatan buku: Puisi Arab Modern

image


Baca catatan buku yang lain: BUKU


Kali ini saya ingin berbagi tentang buku yang lain yang tersimpan di ranjangku. Kadang-kadang saya  membaca buku sastra; cerita, novel, cerpen, dan kumpulan puisi. Buku ini adalah buku terjemahan kumpulan puisi dari Timur Tengah. Buku ini dulu saya ‘pinjam’ dari perpustakaan sekolah SMAku; SMANSA.

Ceritanya dulu saya langganan pinjam buku di perpus sekolah. Saking seringnya saya pinjam, petugas perpusnya membolehkan saya masuk ke ruangan koleksi dan meminjam buku-buku ‘Res’ yang ada tandanya merah. Banyak buku yang saya pinjam; baik yang resmi maupun yang ‘tidak resmi’. Ketika lulus buku-buku itu saya kembalikan, tapi ada beberapa buku yang ‘tetap saya pinjam’ sampai sekarang. (Hehehehe….maaaffff).

Penerjemah buku ini juga sastrawan Indonesia; Hartojo Andangdjaja. Ulasannya dan terjemahannya bagus. Saya suka sekali. Makanya buku ini tetap saya pinjam dan masih sering saya buka-buka sampai sekarang.

image

image

Catatan Buku: Di Bawah Lindungan Ka’bah

image


Baca catatan buku yang lain: BUKU


Buku klasik ini saya temukan di perpustakaan keluarga milik Bapak Mertuaku. Sampul bukunya sudah hilang entah ke mana. Warna kertasnya juga sudah coklat. Tapi, isinya tetap menarik untuk dibaca.

Buku tipis setebal 84 halaman ini adalah salah satu karya sastrawan besar bangsa ini; Prof. Buya HAMKA. Cetakan pertama buku ini tahun 1938 dan buku ini adalah cetakan yang ke-12 tahun 1976. Sudah cetak ulang selama 38 tahun. Luar biasa. Bahkan mungkin ada cetakan terbaru dari buku ini.

Seingat saya, saya pernah membaca buku ini waktu SD dulu. Pinjam dari perpustakaan sekolahku; SD Inpres Cacaban 2. Jaman dulu belum ada ruangan khusus perpustakaan. Bukunya juga masih sedikit. Ketika jam istirahat buku-bukunya akan digelar di atas meja di depan ruang kantor sekolah. Anak-anak mengerumininya, termasuk aku.

Buku ini bercerita tentang kisah tragis anak manusia yang berakhir sedih. Sebuah kisah cinta yang tak sampai dan berakhir dengan kematian.

Meskipun saya sudah beberapa kali membaca buku ini. Kadang2 saya ulangi lagi. Ketika membacanya saya seperti kembali ke masa-masa silam. Sekolahku yang di bawah gunung sukorini seperti hadir kembali. Teman-teman kecilku dulu muncul di kepalaku.

Kalau Anda suka membaca buku cerita, buku ini sebaiknya tidak Anda lewatkan.
Selamat membaca.
Baca juga : Catatan Buku.

image

Catatan buku: Setan Angka; sebuah petualangan matematika

image
Buku “Setan Angka”; foto koleksi pribadi.


Baca catatan buku yang lain: BUKU


Buku cerita petualangan yang menarik karya Hans Magnus Enzensberger. Buku cerita ini bukan buku cerita biasa, tetapi cerita yang syarat dengan ‘palajaran matematika’.  Hans menulis cerita yang menjadikan pelajaran matematika sebagai petualangan yang mengasikkan.

Dari nama pengarangnya buku ini jelas buku terjemahan. Mengeja namanya bisa membuat lidah keseleo. Hans Magnus Enzensberger adalah penulis terkenal di Spanyol. Bukunya ini sangat terkenal dan sudah diterjemahkan ke berbagai bahasa. Di Jerman saja, konon, bukunya sudah laku 130rb exemplar.

Continue reading

Bunga Merah Zingiber spectabile yang menawan

Zingiber spectabile beehive ginger

Zingiber spectabile (beehive ginger) (Foto koleksi pribadi)

Bunga cantik merah nan menawan ini nama kerennya adalah Zingiber spectabile atau beehive ginger. Dari namanya saja sudah bisa ditebak kalau bunga ini masih kerabat dengan jahe-jahean. Daunnya yang menjulang memang mirip dengan daun jahe. Tetapi tanaman ginger ini tidak memiliki rimpang yang beraroma panas seperti jahe.

Keunikan dari bunga merah ginger ini adalah tandan bunganya yang besar dan berwarna menyolok. Ada beberapa varian warna, yaitu merah, kuning, dan hijau. Warna merah yang banyak disukai, karena menyolok dan terlihat cantik.

Zingiber spectabile beehive ginger

Zingiber spectabile (beehive ginger) (Foto koleksi pribadi)

Continue reading

Catatan Kuliner: Sate Maranggi Cianjur; sate sapi dengan sambel oncom dan ketan bakar

image
Sate Maranggi dengan bumbu oncom dan ketan bakar.


Catatan kuliner: KULINER


Saya sering makan sate, tapi baru kali ini ketemu dengan kuliner sate yang ‘anti mainstream’. Umumnya sate dibuat dari daging ayam atau kambing dengan bumbu kacang atau kecap. Sate Maranggi Cianjur ini beda sendiri, karena dibuat dari daging sapi dan sambal oncom plus ketan bakar.

Sebelumnya saya pernah makan sate Maranggi yang di jalan Cikopo-Purwakarta. (Baca di sini: Sate Maranggi). Daging satenya memang daging sapi, tetapi bumbunya tetap bumbu kacang dan kecap. Mirip dengan sate-sate yang lain.

Ketika ke Cianjur saya diajak makan sate Maranggi yang berbeda. Lokasinya di jalan sawojajar (kalau tidak salah ingat). Warungnya kecil dan biasa-biasa saja, tetapi pembelinya ramai. Saya menunggu lebih dari setengah jam baru mendapatkan bagian.

image

Awalnya saya berfikir kalau satenya mirip dengan sate yang saya makan di Cikopo. Rupanya saya keliru. Menu satenya sedikit berbeda. Awalnya saya sedikit curiga; kok di bakaran satemya ada ketan yang di bakar. Kata temen saya kalau cara makan yang khas di sini makannya dengan ketan bakar. Saya jadi semakin penasaran dan tidak sabar menunggu pesanan sate saya datang.

Saya lebih heran lagi ketika melihat sambalnya kok tidak seperti biasanya. Dari kenampakan visual mirip sambal sambal yang biasa buat makan. Saya tanyak ke teman saya; “sambalnya apa itu?”
“Sambal oncom.”
“Sambal oncom?”
“Di sini memang makannya dengan sambal oncom.”
“Ooo……hhmmmm.”
Saya semakin penasaran.

image

Akhirnya pesanan saya datang juga. Tidak sabar saya pingin mengigitnya. Porsi satenya kecil2 dan dalam satu tusuk hanya ada sekitar 3 potong daging saja. Pertama saya cobain satenya dulu. Rasa dagingnya beda. Menurut saya lebih mirip rasa dendeng sapi dan sedikit manis. Kata penjualnya memang sate ini direndam dulu dengan bumbu semalaman sebelum di bakar.

Lalu saya coba colek satenya ke sambal oncom.
Hhmmmm……
Enak. Citarasanya beda. Lain dengan sate2 yang pernah saya makan sebelumnya. Sambal oncomnya tidak terlalu pedas. Di menunya juga tidak disediakan potongan tomat dan bawang merah mentah.

Continue reading