Category Archives: Pupuk Organik Cair

Informasi tentang pupuk organik cair (POC)

Inspirasi Bercocok Tanam di Rumah dengan Pupuk Kompos dari Sampah Organik

Saya sedang mencari-cari inspirasi bercocok tanam di rumah yang lahannya terbatas dengan pupuk kompos yang dibuat dari sampah organik rumah tangga. Ada banyak foto-foto yang menarik dan bisa dijadikan sumber inspirasi. Foto-foto ini memang dari negeri ‘seberang’, tapi setidaknya bisa dijadikan contoh dengan sedikit penyesuaian dan modifikasi.

Pupuk kompos dari sampah rumah tangga bisa dibuat dengan menggunakan komposter sederhana seperti yang sudah saya jelaskan sebelumnya: Komposter Sederhana. Aktivator untuk pembuatan kompos menggunakan PROMI.

Semoga bermanfaat.

1374052_548249208665317_3130970669471500825_n

1509314_548249188665319_1292003698389376383_n

1653903_548249275331977_2483448968597676405_n

10846113_548247425332162_7668363682392743394_n (1)
Continue reading

Tanaman hias indoor: Kaktus dan Sukulen

Tananam kaktus (cactus) banyak dijadikan sebagai tanaman hias dalam ruangan. Ciri umumnya adalah ada durinya, keras, dan suka daerah kering. Tanaman ini memang berasal dari daerah-daerah yang kering, seperti di padang pasir Afrika, Arab, Mexico dan lain-lain.

Tanaman kaktus memiliki jenis yang bermacam-macam dan bentuknya juga unik-unik. Karena itu banyak yang menyukainya. Selain itu, perawatan tanaman kaktus cukup mudah. Tanaman kaktus hanya membutuhkan sedikit sekali air. Artinya, kita tidak perlu setiap hari menyiram tanaman ini. Kalau kering saja baru disiram, atau paling tidak seminggu sekali dengan sedikit air.

Tanaman kaktus ada yang bisa tumbuh besar ada juga yang mungil. Bentuknya pun juga bermacam-macam. Ada yang bulat, lonjong, menjari, tunggal dan lain-lain.

kaktus cactus succulent

Cantiknya duri-duri kaktus

sukulen succulent kaktus cactus http://isro.com sukulen succulent kaktus cactus http://isro.com sukulen succulent kaktus cactus http://isro.com sukulen succulent kaktus cactus http://isro.com sukulen succulent kaktus cactus http://isro.com

Video Penjelasan ZPT/Hormon Tanaman Auksin

Video YouTube.com ini menjelaskan tentang peranan hormon auksin pada tanaman. Penjelasannya jelas, singkat, dan mudah dimengerti.

Silahkan klik gambar di bawah ini jika Anda membutuhkan hormon tanaman/zpt.

hormon tanaman zpt

Materi Resep Pembuatan Mikro Organisme Lokal (MOL)

Pola dan Kebutuhan Makan (pupuk) Tanaman Jahe

Semua mahluk hidup membutuhkan asupan makanan, termasuk tanaman. Makanan untuk tanaman adalah hara mineral alias pupuk. Tanaman ‘makan’ (maksudnya ‘menyerap’) sari pati makanan dari dalam tanah dengan menggunakan akar-akarnya. Jadi akar tanaman itu ibarat mulutnya tanaman. Namun, tanaman juga memiliki mulut yang letaknya di daun. Mulut ini disebut dengan ‘stomata’ alias mulut daun. Mulut daun juga bisa digunakan untuk menyerap saripati makanan dan udara (CO2 dan O2). Karena ‘mulut daun’ juga digunakan untuk menyerap udara, ‘mulut daun’ ibarat ‘hidungnya tanaman’. Tanaman berbeda dengan mahluk lain dalam hal makan. ‘Makanan’ tanaman alias pupuk diserap dalam bentuk mineral, karena itu orang juga sering menyebutnya saripati makanan.

‘Makanan’ alias pupuk tadi ada beberapa macam, yang sering dibagi menjadi dua kelompok utama. Gampangnya, ‘gizi’ tanaman ada dua macam, yaitu: ‘gizi’ makro dan ‘gizi’ mikro. ‘Gizi’ makro adalah saripati makanan yang dibutuhkan dalam jumlah besar, sedangkan mikro adalah saripati makanan yang dibutuhkan dalam jumlah suedikit zekali. ‘Gizi’ makro yang dibutuhkan tanaman adalah N alias nitrogen, P alias fosfor, K alias potasium atau kalium, Ca alias calsium atau kapur dan Mg atau magnesium. Nah, sedangkan ‘gizi’ mikro hanya dibutuhkan dalam jumlah yang suangat-suangat sedikit, karena saking sedikitnya satuan yang digunakan juga kecil, yaitu ppm atau seper sejuta.

Para ahli sudah meneliti tentang pola makan tanaman jahe ini. Lagi-lagi ahlinya dari China dan India. (maaf saya cari literatur yang dari Indonesia tidak ketemu). Para ahli dari negeri produsen utama jahe dunia itu mengamati serapan saripati makanan oleh tanaman jahe sejak masih bibit sampai umur 4 bulan. Umur 4 bulan adalah umur panen jahe muda yang biasa dilakukan oleh petani jahe di India dan China. Kalau di Indonesia kebiasannya umur 6-8 bulan. Karena tidak ada data yang dari Indonesia, saya gunakan saja data dari negeri seberang itu.

Ternyat pola ‘makan’ tanaman jahe kalau dibuat gambar grafik jadinya seperti gambar di bawah ini.

pola serapan hara mineral pupuk oleh tanaman jahe

Pola serapan hara mineral (pupuk) oleh tanaman jahe. (Gambar dari buku Ginger The Genus of Zingiber

Dari grafik di atas terlihat jika pola ‘makan’ tanaman jahe membentuk kurva exponensial alias melengkung ke atas. Di fase2 awal sedikit, lalu perlahan-lahan naik, dan di akhirnya meningkat dengan pesat. Pola ini bisa dipahami dengan melihat fase-fase pertumbuhan tanaman jahe (baca di sini: Fase-fase pertumbuhan jahe). Di fase awal, yaitu fase benih dan bibit, kebutuhan ‘makanan’ tanaman jahe lebih banyak dipenuhi dari ‘simpanan makanan’ yang ada di dalam rimpang jahe. Kita tahu bahwa tanaman jahe menimbun dan menyimpan makanannya di dalam rimpangnya, karena itu rimpangnya besar dan penuh gizi. Serapan saripati makanan dari dalam tanah di fase-fase ini kecil. Di jurnal lain disebutkan jika efisiensi pupuk N (nitrogen) pada fase ini hanya sekitar 20%an. Kecil sekali.

Continue reading

Aplikasi Hormon (ZPT) Giberelin (GA3) untuk Meningkatkan Produksi Rimpang Jahe

Ada beberapa cara untuk meningkatkan hasil produksi rimpang jahe, salah satunya adalah dengan aplikasi hormon tanaman atau zpt (zat pengatur tumbuh) tanaman. Beberapa penelitian telah dilakukan untuk mencari hormon yang sesuai untuk meningkatkan produksititas rimpang. Hormon tanaman yang sudah terbukti bisa meningkatkan produksi rimpang jahe adalah hormone giberelin yang disemprotkan dengan konsentrasi sangat tinggi (150 ppm). Hasil penelitian Sengupta et al. (2008) aplikasi giberelin bisa meningkatkan produksi rimpang jahe hingga 50% daripada rimpang jahe yang tidak diberi perlakuan giberelin. Dalam literaturnya Sengupta et al (2008) itu disebutkan jika produksi rimpang jehe yang diberi aplikasi giberelin mencapai 69,86 ton/ha, sedangkan yang tidak menggunakan giberelin hanya 45,60 ton/ha. Berikut ini saya sarikan cara praktis aplikasi giberelin untuk meningkatkan produksi rimpang jahe. Aplikasi hormon giberelin harus dibarengi dengan ketersediaan hara/pupuk di dalam media tanam jahe. Produksi rimpang yang tinggi membutuhkan ketersediaan hara yang tinggi juga, salah satunya dengan aplikasi pupuk organik cair (POC Jahe).

Bukti Ilmiah Aplikasi Hormon/ZPT Giberelin untuk Jahe


Catatan:
Aplikasi hormon tidak menjadi jaminan jika hasil panennya akan meningkat pesat. Hormon giberelin bukanlah nutrisi tanaman. Aplikasi hormon tidak akan berpengaruh jika media tanam miskin hara atau kekurangan nutrisi hara tanaman.
Agar aplikasi hormon optimal harus dibarengi dengan ketersediaan nutrisi hara yang cukup dan berimbang. Media tanam harus subur atau diberi pupuk yang cukup dan sesuai.
Hasil panen di atas adalah hasil penelitian. Hasil kenyataan di lapangan bisa bervariasi, tergantung pada varietas jahe, kesuburan media, pupuk yg digunakan, teknik budidaya, iklim, hama, penyakit dll.


Hormon atau zpt yang digunakan adalah:

Giberelin (GA3) yang berbentuk serbuk.

Pengenceran/Pembuatan Larutan Stok Hormon Giberelin:

  1. Masukkan 1 gr serbuk hormon giberelin ke dalam gelas kaca atau jika ada gelas beker atau erlenmeyer 1000ml.
  2. Tambahkan 10 ml ethanol absolut (>95%) dan diaduk hingga larutan hormon larut. Jika hormon belum larut, tambahkan sedikit demi sedikit etanol hingga semua hormon terlarut sempurna.
  3. Tambahkan air hingga volumenya mencapai 1000 ml atau 1 L. Aduk hingga semua hormon tercampur merata.
  4. Untuk pembuatan larutan yang lebih banyak, volume etanol dan air yang digunakan dikalikan dengan berat (gr) hormon yang akan dilarutkan.
  5. Masukkan larutan hormon ke dalam botol. Larutan hormon siap diaplikasikan ke tanaman jahe. Botol disimpan di tempat yang sejuk, kering, dan terhindar dari sinar matahari langsung.

Lihat pengenceran giberelin di link ini: Pengenceran Giberelin.

Pengenceran untuk penyemprotan ke tanaman:

  1. Ambil 150ml larutan hormon giberelin yang sudah dibuat sebelumnya.
  2. Tambahkan dengan air bersih sebanyak 850ml hingga volumenya 1 liter.
  3. Larutan diaduk hingga tercampur merata.
  4. Larutan hormon giberelin siap disemprotkan ke tanaman.
  5. Untuk volume yang lebih banyak, kalikan volume di atas dengan volume yang diinginkan. Misal, untuk satu tangki semprot 14L, volume larutan stok hormon yang diperlukan adalah 150ml x 14 = 2,1 L.
  6. Satu rumpun jahe memerlukan kurang lebih 15-20 ml larutan hormon. Satu tangki 14L cukup untuk menyemprot 700 rumpun jahe.

Waktu Penyemprotan:

Aplikasi hormon giberelin diberikan dua kali saja, yaitu pada tanaman jahe usia 90 hst dan 120 hst atau pada awal fase percabangan tiga dan fase pembesaran rimpang. (baca: fase-fase pertumbuhan jahe).

Informasi hormon giberelin klik di sini: Hormon Tanaman

Referensi

Jayachandran, B. and P. Sethumadhavan (1988). “Effect of CCC, ethrel and kinetin on quality of ginger (Zingiber officinale Rosc.).” Agric. Res. J. Kerala 26(2): 277-279.
Kandiannan, K., K. Sivaraman, et al. (1996). “Agronomy of ginger (Zingiber officinale Rosc.)-a review.”
Obasi, M. and S. Atanu (2005). “Effect of growth regulators on growth, flowering and rhizome yield of ginger (Zingiber officinate Rosc).” Nigerian Journal of Horticultural Science 9(1): 69-73.
Ravindran, P. and K. N. Babu (2004). Ginger: the genus Zingiber, CRC Press.
Sengupta, D., T. Maity, et al. (2008). “Effect of growth regulators on growth and rhizome production of ginger (Zingiber officinale Rosc.) in the hilly region of Darjeeling district.” Journal of Crop and Weed 4(2): 10-13.
Velayutham, T. and S. Parthiban (2013). “Role of Growth Regulators and Chemicals on Growth, Yield and Quality Traits of Ginger (Zingiber officinalis Rosc.).” International Journal of Horticulture 3.

Jahe Gajah Bengkak

Jahe Gajah Bengkak

hormon tanaman zpt

Aplikasi Hormon (ZPT) Giberelin untuk Meningkatkan Produksi Rimpang Jahe

Silahkan klik gambar di bawah ini jika Anda membutuhkan hormon tanaman/zpt.

hormon tanaman zpt

Penyakit Jahe: Bercak Daun Phyllosticta


Saya bukan ahli penyakit jahe, jadi catatan ini disarikan dari buku “Ginger The Genus of Zingiber” dan beberapa sumber lain. Sebagian foto2 diambil dari buku tersebut.

Ada beberapa penyakit pada tanaman jahe yang disebabkan oleh kapang, antara lain: busuk rimpang (soft rot) yang disebabkan oleh kapang Pythium, kuning (yellows) yang disebabkan oleh Fusarium, bercak daun (Phyllosticta leaf spot) yang disebabkan oleh Phyllosticta, bercak daun heminthosporium (Helminthosporium leaf spot) yang disebkan oleh Helminthosporium, dan Thread blight yang disebabkan oleh Pellicularia filamentosa. Saya akan coba membuat catatan tentang penyakit-penyakit tersebut.

Penyakit-penyakit tersebut sebagian bisa diatasi dengan menggunakan menggunakan jamur antagonis, seperti Trichoderma dan Aspergillus. Kedua jamur ini ada di dalam Aktivator Promi. Sebagai tindakan preventif, Anda bisa menggunakan Aktivator Promi dalam media tanam jamur.

Pupuk Organik Cair Khusus Jahe klik di sini.


Bercak Daun Phyllosticta

penyakit bercak daun jahe

Daun tanaman jahe yang terkena serangan ringan bercak daun.

Penyakit ini menyebabkan bercak-bercak atau spot di daun jahe. Spotnya kecil sampai sedang, berbentuk bulat atau memanjang berukuran 1mm sampai 10 mm x 0.5m sampai 4mm. Bercak-bercak ini terutama pada daun muda. Bercak memiliki titip pusat yang memutih dan pinggiran coklat gelap dan dikelilingi oleh lingkaran yang menguning. Bercak-bercak bisa semakin membesar dan bergabung membentuk bercak yang lebih besar lagi. Penyakit ini disebabkan oleh jamur Phyllostica zingiberi.

Kelembaban yang tinggi menjadi salah satu kondisi yang menyebabkan jamur ini berkembang biak dengan cepat. Spora jamur yang tertinggal di seresah-seresah daun jahe bisa menjadi sumber infeksi penyakit. Spora ini bisa bertahan hingga 14 bulan. Jadi jika daun-daun jahe yang terserang dibiarkan di lahan bisa menjadi sumber penyakit.

penyakit bercak daun jahe

Daun jahe yang terserang penyakit bercak ( http://agridr.in/tnauEAgri/eagri50/HORT282/lec01.html )

Salah satu cara pencegahannya adalah dengan memberikan naungan. Penelitian di India menemukan bahwa tanaman jahe yang ditumbuhkan di bawah naungan bisa mengurangi serangan penyakit bercak daun ini.

Continue reading

Pengelolaan Sampah Organik Kota – File Presentasi

Lihat videonya di link ini: Pengelolaan Sampah Kota

Presentasi Pengelolaan Sampah Kota Skala Rumah Tangga dan Komunal

Download file presentasi (PPT) di link ini: Pengelolaan Sampah Kota