Category Archives: Video

Penanaman Jahe dengan Sistem Hidroponik – YouTube

Sudah beberapa kali saya mendapat kiriman link video dalam YouTube ini. Penanaman jahe dengan sistem hidroponik. Tujuannya untuk menyediakan bibit jahe yang bebas hama dan penyakit. Menarik juga untuk dicoba. Hawai yang bukan negara penghasil utama jahe saja melakukannya. Masak kita yang termasuk sepuluh besar tidak bisa…..

Cara Membuat Kompos dan Pupuk Organik dari Kotoran Sapi dengan Promi

Testimoni petani di Desa Karangayu, Kec. Cepiring, Kab. Kendal, yang melakukan pembuatan kompos dari kotoran sapi dengan Promi. Sebelum membuat pupuk kompos, ibu ini sering diprotes warga karena bau kotoran sapi yang sangat menyengat. Kotoran sapi tidak diolah, ditumpuk dan dibiarkan saja.

Si Ibu mendapatkan pelatihan cara pembuatan pupuk kompos dengan aktivator Promi dari LSM LP3KLH Kab. Kendal. Cara pembuatan komposnya sangat sederhana sekali. Pertama, kotoran sapi ditumpuk membentuk lapisan setebal kurang lebih 10-15 cm, kemudian disiram dengan larutan Promi. Larutan Promi dibuat dengan mengencerkan 1 kg Promi untuk 200 L air. Pada prakteknya, larutan Promi yang dibuat secukupnya saja. 1 Kg Promi kira-kira cukup untuk 3-4 minggu. Sangat hemat sekali.

Setelah diberi larutan Promi, kotoran sapi ditutup dengan plastik. Seminggu kemudian, tumpukan itu diceker-ceker untuk menambah aerasi. Di atas tumpukan itu juga dibuat lagi tumpukan satu lapisan kotoran sapi yang masih baru. Tinggi tumpukan kurang lebih hingga 1 meteran. Selama perjalanan waktu, tumpukan akan menyusut. Kotoran sapi akan menjadi pupuk kompos dalam waktu 3 minggu. Bau kotoran sapi hilang, boleh dikatakan sudah tidak berbau kotoran sapi lagi.

Kompos dari kotoran sapi ini dimanfaatkan sebagai pupuk organik untuk lahan pertaniannya. Kotoran sapi tidak bisa langsung dipakai sebagai pupuk organik, karena tanaman bisa mati atau kuntet (kerdil). Kotoran sapi yang sudah jadi kompos sangat baik untuk pupuk organik. Kompos ini akan menambah bahan organik tanah, memperbaiki sifat fisik tanah dan sifat kimia tanah, dan menyediakan hara nutrisi yang dibutuhkan oleh tanaman. Aplikasi pupuk organik dari kotoran sapi juga sangat bagus untuk memperbaiki kondisi lahan yang rusak karena pemakaian pupuk kimia yang berlebihan.

Aplikasi kompos kohe sapi ini juga mudah. Kompos dikeringkan terlebih dahulu, agar bobotnya berkurang dan memudahkan untuk di bawa ke lahan. Kompos langsung ditebarkan ke guludan atau diberikan di sekitar pokok tanaman. Kompos juga bisa digunakan sebagai pupuk dasar sebelum penanaman bibit. Kompos kotoran sapi bisa digunakan untuk memupuk tanaman apa saja; padi, jagung, kedelai, kacang, tomat, kubis, brokoli, kentang dan sayuran-sayuran lainnya.

Ibu ini senang dan tidak diprotes warga lagi.

Pengelolaan Sampah Organik Kota – File Presentasi

Lihat videonya di link ini: Pengelolaan Sampah Kota

Presentasi Pengelolaan Sampah Kota Skala Rumah Tangga dan Komunal

Download file presentasi (PPT) di link ini: Pengelolaan Sampah Kota

Memanfaatkan sampah diapers/pampers untuk media tanam dan penyiraman

Sampah diapers, atau lebih disebut pampers, jumlahnya sangat melimpah. Hampir setiap bayi di Indonesia memakai diapers setiap hari sampai umur sekitar 3 tahunan. Diampers memiliki sifat yang unik, yaitu bisa menyerap air dan menyimpan air sampai beberapa ratus kali massanya. Bahkan saat ini tidak hanya bayi saja yang memakai diapers, tetapi juga orang-orang dewasa dan lanjut usia. Sampah diapers ini bisa dimanfaatkan sebagai campuran media tanam untuk meningkatkan daya simpan air pada media tanam.

Bahan yang menyerap air di dalam sampah diapers tersebut adalah bahan organik. Bagian ini ada di bagian dalam yang dilapisi dengan kain. Bagian yang dimanfaatkan sebagai media tanam ini adalah bagian ini, yaitu bagian sampah diapers yang memiliki kemampuan untuk menyerap dan menyimpan air. Jadi pemanfaatan sampah diapers ini diawali dengan pemisahan bagian diapers yang menyerap air dengan bagian-bagian lainnya.

Ada cara lain penggunaan diampers untuk tanaman, yaitu dengan cara dicampurkan ke air yang digunakan untuk menyiram. Air untuk menyiram bisa air saja atau air yang sudah diberi pupuk cair (seperti Biang POC). Di air tersebut ditambahkan sedikit diapers. Setelah itu baru disiramkan ke tanah. Air/pupuk organik cairnya akan meresap ke dalam diapers dan akan dilepaskan pelan-pelan. Cara ini bisa digunakan untuk penanaman di musim kering.

Petani Jamur di Luar Sono

Pentingnya Biologi Tanah Terhadap Kesuburan dan Kesehatan Tanah

Kamera Smartphone Jadi Mikroskop Digital

Mikroskop adalah peralatan yang saya kagumi dulu ketika di SMU. Jaman dulu, akhir tahun 80-an, tidak semua sekolah SMU punya mikroskop. Sekolahku SMA N 1 Magelang salah satunya. Bagiku dapat mengamati benda-benda renik adalah hal yang sangat luar biasa. Apalagi ketika kuliah di Fabio Unsoed saya mengamati dengan mikroskop, lebih-lebih ketika kerja saya juga banyak menggunakan mikrokop. Mikroskop adalah alat yang luar biasa.

Kini perkembangan teknologi sudah sangat maju. Kamera smartphone bisa diubah menjadi Mikroskop digital. Sedikit kreativitas dan dengan biaya yang murah bisa dibuat mikroskop digital sederhana. Apalagi anak SMU jaman sekarang sudah banyak yang memiliki smartphone. Cara ini mungkin bisa mengatasi penyediaan perlengkapan mikroskop yang cukup mahal harganya.

Lab. Biologi atau Mikrobiologi bisa membuat perlengkapan sederhana ini untuk sarana praktikum biologi. Misalnya pengamatan jaringan tanaman, pengamatan mikroba, hewan kecil (amoeba, protozoa, dll). Ini tentunya akan sangat menarik sekali bagi para siswa.

Saya dan Arroyan pernah mencoba menggunakan kamera iPhone untuk mengamati jentik nyamuk. Menarik.

Mengamati jentik nyamuk dengan iPhone/Smartphone. iPhone bisa jadi mikroskop digital

Mengamati jentik nyamuk dengan iPhone/Smartphone. iPhone bisa jadi mikroskop digital

Macan Tutul yang Merawat Bayi Kera yang Dimangsanya

Seekor macan tutul (leopard) yang merawat bayi kera yang ibunya mati dimangsanya. Video ini sungguh menggugah perasaan. Seekor binatang yang buas ternyata tetap memiliki perasaan belas kasihan. Macan tutul ini memangsa seekor monyet dan membunuhnya. Ternyata monyet ini sedang memiliki bayi monyet yang masih kecil. Bayi monyet ini tetap beergelayut di bangkai ibunya yang dibunuh sang macan tutul. Rupanya sang macan tutul punya rasa belas kasihan. Bayi monyet ini dirawatnya. ;(

Seni Keseimbangan oleh Michael Grab

Michael Grab Gravity Glue

Michael Grab Gravity Glue

Orang mungkin menganggapnya gila, tapi tidak bagi Michael Grab. Michael Grab melakukan sebuah pekerjaan yang hampir mustahil, yaitu menyeimbangkan batu-batu. Keahlian yang sangat luar biasa. Perlu latihan dan konsentrasi yang luar biasa untuk bisa melakukan ‘seni’ ini. Silahkan dinikmati video YouTubenya atau silahkan kunjungi website pribadi dan halam facebooknya.

http://www.gravityglue.com/
https://www.facebook.com/GravityGlue

Michael Grab Gravity Glue

Michael Grab Gravity Glue

Michael Grab Gravity Glue

Michael Grab Gravity Glue

Michael Grab Gravity Glue

Michael Grab Gravity Glue

Michael Grab Gravity Glue

Michael Grab Gravity Glue