Anggrek Spesies Ascocentrum miniatum

Anggrek spesies Ascocentrum miniatum Anggrek spesies Ascocentrum miniatum

Anggrek spesies Ascocentrum miniatum ini ukurannya mini. Batangnya monopodial, maksudnya memanjang satu persatu. Mirip dengan bentuk tanaman anggrek vanda, tetapi dengan ukuran yang kecil. Bunganya kecil-kecil dan bergerombol banyak sekali. Warnanya orange. Kalau sedang mekar banyak dan terlihat indah. Sebaran anggrek ini cukup banyak. Anggrek dari genus Ascocentrum ini bisa ditemui di pegunungan Himalaya sampai ke China, Filipina dan Indonesia. Di Indonesia bisa ditemukan di Kalimantan, Sumater dan Jawa. Tetapi di catatan Mbah J.B. Comber (Orchid of Java), anggrek ini tidak ditemukan di daerah timur. Anggrek ini tidak punya pseudobulp (umbi semu).

Kalau menurut orang barat (Zdenek Jezek), anggrek ini sulit ditumbuhkan. Mungkin saja sih, kalau ditumbuhkan di daratan Eropa. Tapi kalau di sini, di Indonesia, anggrek ini cukup mudah dipelihara dan ditumbuhkan. Cukup banyak juga diperjual belikan di kebun-kebun anggrek atau toko-toko tanaman hias. Anggrek spesies Ascocentrum miniatum akan tampak lebih indah jika ditanam bergerombol. Jadi ketika berbunga bareng bisa cukup banyak tangkainya. Anggrek spesies Ascocentrum miniatum ini berbunga pada bulan May-Juni.

Pupuk untuk Tanaman Anggrek

Anggrek tanah

Anggrek tanah

Agar tanaman anggrek tumbuh dengan subur perlu dipupuk. Saya nememukan resep pupuk untuk anggrek dari buku Budidaya Anggrek karangan Bu Livy Winata Gunawan. Resep pupuk ini disusun oleh Post tahun 1952 (Penulis buku2 tentang tanaman bunga). Resepnya sebagai berikut:
– 100 gr Ca(NO3)2 (Kalsium Nitrat)
– 100 gr MgSO4 (Magnesium Sulfat)
– 100 gr KH2PO4 (Monopotassium phosphate)
– 25 gr FePO4 (Iron (III) phosphate/Ferric phosphate)
– 1000 ml aquadest

Bahan-bahan kimia itu bisa diperoleh dari toko hidrophonik atau toko kimia atau toko-toko yang menyediakan perlengkapan laboratorium.

Semua bahan dilarutkan ke dalam 1 liter aquadest sebagai larutan stok. Larutan ini sangat pekat dan bisa disimpan di cukup lama. Dosis pemakaiannya adalah 4 ml liter dilarutkan ke dalam 1 liter air. Disemprotkan ke tanaman anggrek. Penyemprotan bisa dilakukan seminggu sekali atau dua minggu sekali.

Satu resep tersebut cukup untuk membuat 250 liter larutan penyemprotan. Andaikan satu tanaman anggrek berukuran sedang perlu 2.5 s/d 5 ml. Satu resep itu cukup untuk memupuk 50.000 – 100.000 tanaman. Sangat irit sekali.

Anggrek Spesies Baru Asli Jawa Gastrodia bambu (Orchidaceae: Epidendroideae)

Gastrodia bambu

Gastrodia bambu

Anggrek Macan Papua Grammatophyllum scriptum

Anggrek macan papua

Anggrek macan papua

Namanya memang anggrek macam, tetapi anggrek macam ini beda dengan anggrek macan yang adan di Kebun Raya Bogor. Kalau anggrek macan yang ada di KRB itu anggrek tebu. Batangnya mirip tebu dan gede-gede banget. Kalau anggrek macan papua punya bulp yang gede. Nama ilmiah anggrek macan papua adalah Grammatophyllum scriptum. Bunganya muncul dari bulp yang gede-gede itu. Panjang tangkai bunganya bisa lebih dari 1.5 meter dan ada puluhan bunga. Warnanya bunganya loreng-loreng coklat dengan warna dasar kuning.

Anggrek macan papua

Anggrek macan papua

Buku Gratis: Masalah Bertanam Padi

Salah satu buku lama tentang permasalahan hama, penyakit dan defisiensi hara pada padi. Buku terbitan IRRI. Sumber asli: http://books.irri.org/9711040808Indo_content.pdf

Kumpulan Foto2 Anggrek-Anggrek Spesies

Kalau ketemu dengan anggres spesies, apalagi anggrek spesies asli Indonesia saya ambil fotonya. Berikut ini adalah beberapa foto anggrek spesies. Sebagian sudah tahu ID-nya, sebagian belum tahu. Insya Allah akan selalu diupdate. Anggrek spesies memang tidak ‘semewah’ anggrek hibrida. Namun, anggrek spesies memiliki kecantikan dan keunikannya tersendiri dibandingkan dengan anggrek-anggrek hibrida. Bagi saya, kecantikan anggrek spesies lebih ‘alami’ dan lebih menawan. Kata penjaga rumah kaca anggrek spesies di Kebun Raya Cibodas, anggrek spesies ini sering dijadikan tetua untuk membuat hibrida-hibrida baru dengan pola-pola baru yang lebih menawan. Silahkan menikmati kecantikan anggrek-anggrek spesies.

Foto detail dari satu kuntum anggrek species Acriopsis javanica. Asal dari Gunung Wungkal, Pati, Jawa Tengah.

Foto detail dari satu kuntum anggrek species Acriopsis javanica. Asal dari Gunung Wungkal, Pati, Jawa Tengah.

Anggrek species Acriopsis javanica

Foto detail dari satu kuntum anggrek species Acriopsis javanica. Asal dari Gunung Wungkal, Pati, Jawa Tengah.

Anggrek Spesies, anggrek tanah

Spathoglottis plicata, Anggrek Spesies, anggrek tanah. Bunga warna merah.

anggres spesies dendrobium gunung salak

Dendrobium mutabile (Blume) Lindl. 1830

anggres spesies dendrobium gunung salak

Dendrobium mutabile (Blume) Lindl. 1830

Dendrobium anosmum var. semi alba

Dendrobium anosmum var. semi alba, anggrek spesies

Cymbidium finlaysonianum, Anggrek Spesies

Cymbidium finlaysonianum, Anggrek Spesies

Anggrek Spesies Mini Asli Indonesia

Anggrek Spesies Mini Asli Indonesia

Dendrobium mutabile (Blume) Lindl. 1830

Dendrobium mutabile (Blume) Lindl. 1830

Dendrobium anosmum var. giganteum

Dendrobium anosmum var. giganteum

Vanda tricolor

Vanda tricolor

Vanda tricolor

Vanda tricolor

Cymbidium finlaysonianum

Cymbidium finlaysonianum

Cymbidium finlaysonianum

Cymbidium finlaysonianum

anggrek spesies

Anggrek spesies

Vanda dari flores (lembata) baunya wangi

Vanda dari flores (lembata) baunya wangi

Vanda

Angrek Vanda

Anggrek Macan Papua

Anggrek Macan Papua

Anggrek Macan Papua

Anggrek Macan Papua

Anggrek tanah

Anggrek tanah

Pengaruh Asam Humat Padat Terhadap Peningkatan Produksi Padi

Penelitian yang dilakukan di India membuktikan bahwa aplikasi asam humat padat bisa meningkatkan produksi padi. Berikut literaturnya. Semoga bermanfaat.

Belajar Tentang Anggrek Spesies

anggrek spesies Anggrek spesies

Dari dulu saya suka tanaman dan suka menanam. Tapi, kurang suka tanaman bunga. Kenapa? Karena tanaman berbunga umumnya umurnya pendek. Entah kenapa beberapa tahun ini mulai menyukai anggrek, khususnya anggrea spesies dari bumi pertiwi.

Sajak lupa awal mula dan kapan saya mulai menyukai tanaman anggrek ini. Sekitar tiga tahun yang lalu kalau tidak salah. Di rumah mertua ada banyak tanaman anggrek, tapi merana. Kadang2 kalau pas pulang, saya coba rawat tanaman2 ini.

Nah. Suatu ketika kami ingin memberikan hadiah bunga anggrek ke Eyang Uti, karena beliau suka tanaman anggrek. Kami membeli bunga anggrek di salah satu kebun anggrek di Magelang; Anggrek Nambangan.

Nah waktu di Anggrek Nambangan itu saya melihat banyak sekali jenis anggrek. Cantik2 bunganya. Tapi saya lebih tertarik dengan anggrek2 yang biasa2 saja dan ditempel di tembok2 pinggir. Kata penjaga kebun anggrek ini, anggek2 itu adalah anggrek spesies asli Indonesia. Bunga2nya eksotik. Kami membeli beberapa anggrek untuk ditanam sendiri.

Ada yang membuat saya sedikit kaget. Di Nambangan itu ada tanaman digantung berdaun hanya satu. Bentuknya biasa2 saja. Saya tanya ke peniaganya.

“Apa itu, Mas?”

“Anggrek Kalimantan, Pak.”

“Berapa harganya?” Saya piki harganya murah. Karena bentuknya jelek.

“Sejuta, Pak.”

“Hah… mahal sekali. Apa istimewanya?”

“Itu anggrek spesies dari hutan asli Kalimantan. Unik dan sulit di dapat. Makanya mahal.”

Jadi penasaran kami.

Mulai Berburu Anggrek Spesies

Anggrek Spesies Mini Asli Indonesia

Salah satu anggrek Spesies Mini Asli Indonesia yang kami dapati di Cipanas.

Saya jadi pingin tahu apa sih keistimewaan anggrek spesies pribumi Indonesia ini. Saya mulai tanya2 ke Mbah Google dan gabung di Group FB. Ternyata Indonesia sangat kaya dengan anggrek spesies.

Kami suka berlibur ke alam bebas; ke hutan, ke curug, ke gunung, ke kebun raya dan lain2. Nah, kalau kebetulan kami sedang main2 ke alam bebas, kini tambah satu kebiasaan kami, yaitu berburu anggrek liar.

Ketika kami main2 ke Kebun Raya Bogor atau ke Ciboda, kami berburu anggrek liarnya. Ketika kami ke Cibereum, Gn Bunder, Gn Rowo, Gn Andhong, Gn. Wungkal, situ gede, curug nangka, Cikaniki, Green Canyon atau hanya ke kuburan, mata kami selalu ke atas atau ke bawah mencari2 anggrek liar.

Anggrek2 itu kami bawa pulang dan ditanam di rumah. Teras depan rumah yang tidak seberapa pun jadi penuh dengan pot2 anggrek.

Kalau kami main2 ke rumah saudara atau teman. Kalau ada tanaman anggreknya, pasti kami minta anakannya. Habis ngiler sih.

Sebagian anggrek2 yang kami bawa pulang saya tempelkan ke pohon rambutan depan rumah. Batang rambutan itu jadi penuh dengan anggrek2 liar.

Beli Buku-buku Tentang Anggrek

Buku-buku tentang anggrek

Buku-buku tentang anggrek

Untuk memenuhi rasa ingin tahu say

Untuk memenuhi rasa ingin tahu saya, saya membeli buku2 tentang anggrek. Buku anggrek pertama yang saya punya adalah: Simon & Schuster’s Guide to Orchids. Sebuah buku bekas yang saya beli on-line.

Setelah sekian lama. Buku ini masih kurang memenuhi rasa ingin tahu saya. Saya beli lagi buku yang kedua. Buku bekas juga, buku kuno terbitan tahun 56, judulnya “Bunga Anggerik, Permata Belantara Indonesia”. Buku ejaan lama yang bagus dan sangat lengkap tentang anggerik asli Indonesia.

u-anggrek-spesies-kuno-1.jpg”> Buku Anggrek Spesies Kuno Indonesia karya M Latief 1960[/caption]
Saya kurang tertarik dengan buku2 terbitan

Saya kurang tertarik dengan buku2 terbitan baru. Kebanyakan membahas tentang anggrek2 hibrida yang populer. Malas membelinya.

Ketika sedang buka2 perpuatakaan Nano. Saya menemukan buku anggrek klasik terbitan PS, judulnya “Budidaya Anggrek” karya dosen IPB Dr. Livy Winata Gunawan. Buku kecil yang bisa jadi pengantar tentang anggrek.

Lalu saya coba cari buku di Amazon.com. Saya beli tiga buku tentang anggrek. Buku second. Buku yang saya beli: “Orchids of Java”, “The Conplete Encyclopedia of Orchids”, dan “Illustrated Dicti onary of Orchid Genera”.

Gabung di Komunitas Anggrek Spesies FB

Saya mulai juga gabung di sebuah komunitas anggrek spesies di FB. Meskipun sebagian besar isinya jual beli anggrek spesies, tapi saya bisa belajar dan mencari informasi anggrek2 spesies pribumi Indonesia.Kadang2 saya posting foto anggrek yang kami temukan di hutan dan tanya ID dari anggrek tersebut. Responnya cepat dan bisa berduskusi juga.

Kebun Anggrek Langganan

Kini kami, saya dan keluarga jadi berlangganan kebun Anggrek. Salah satunya ya Anggrek Nambangan di Magelang. Kalau pulang ke Magelang hampir selalu beli anggrek. Meski hanya satu pot saja.

Di Bogor kami biasa main2 ke kebun anggrek di Selakopi. Penjaganya Mas Teguh cukup ramah dan saya banyak belajar bagaimana cara merawat anggrek spesies. Di sini banyak juga anggrek spesies, sayangnya tidak banyak yang dijual.

Di Bogor akhirnya saya ketemu juga pedagang bunga yang biasa menjual anggrek2’cabutan dari hutan. Entah dari hutan mana. Yang jelas, saya tahu ini anggrek cabutan, bukan anggrek yang dibudidayakan. Katanya dikirim dari mana2. Ada banyak jenisnya juga. Sayangnya, penjualnya kadang2 tidak tahu semua nama ilmiahnya. Hanya tahu nama lokal/pasaran dan nama genusnya. Sebagian ada juga yang tahu nama lengkapnya.

Tapi, pedagang anggek ini bisa menceritakan banyak tentang anggrek2 spesies pribumi Indonesia.

Ternyata bumi pertiwi ini kaya akan jenis2 anggrek spesies. Subhanallah.

Meningkatkan pH Tanah Sawah yang Bereaksi Masam dengan Kaptan dan Asam Humat

Tanah bereaksi masam cukup luas penyebarannya di Indonesia. Di Jawa Barat saja sebaran tanah masam diperkirakan mencapai 1.8 juta ha, sedangkan di seluruh Indonesia diperkirakan mencapai lebih dari 100 juta ha. (Sumber: Mulyani et al). Tanah yang bereaksi masam memiliki beberapa permasalahan, antara lain: keracunan Al, Mn dan/atau Fe, serta kekahatan unsur-unsur hara penting seperti N, P, Ca, dan atau Mg dan Mo. Produktivitas pertanian/sawah di tanah masam umumnya rendah.

Salah satu cara untuk meningkatkan pH tanah masam itu adalah dengan cara pengapuran. Depertemen Pertanian RI dan Pusat Penelitian Tanah memberikan cara menghitung dosis kaptan (kapur pertanian) untuk meningkatkan pH Tanah masam, yaitu:
– 2 ton kaptan per ha untuk menintkankan pH tanah 1 point.

Jadi misalnya pH tanahnya ingin ditingkatkan dari pH.3 menjadi pH 6 diperlukan kaptan sebanyak: (6-3) x 2 ton per ha = 6 to per ha.

Berikut ini beberapa tabel kebutuhan kaptan untuk meningkatan pH tanah yang banyak disarankan.

DOSIS PENGGUNAAN KAPUR PERTANIAN (DOLOMITE)

SELISIH pH

Jumlah Kapur(ton)/Hektare

2,0

6.83

1,9

6,51

1,8

6,19

1,7

5,88

1,6

5,56

1,5

5,23

1,4

4,93

1,3

4,61

1,2

4,30

1,1

3,99

1,0

3,66

0,9

3,35

0,8

3,03

0,7

2,72

0,6

2,40

0,5

2,08

0,4

1,77

0,3

1,45

0,2

1,13

0,1

0,82

0,0

0,50

Kebutuhan Akan pH Tanah Sesuai Jenis Tanaman:

Kebutuhan Akan pH Tanah Sesuai Jenis Tanaman

Padi 5,00 – 7,00
Jagung 5,50 – 7,50
Umbi Rambat 5,25 – 6,50
Kentang 4,50 – 6,50
Kacang Tanah 5,25 – 6,25
Kedelai 6,00 – 7,00
Sorgum 6,50 – 7,00
Tembakau 5,50 – 7,50
Kapas 5,00 – 6,00
Tomat 5,50 – 7,50
Kubis 5,50 – 7,50
Seledri 6,00 – 7,00
Bawang 6,00 – 7,00
Cabai 5,50 – 6,00
Nanas 5,00 – 6,50
Tebu 6,00 – 8,00
Pisang 6,00 – 7,50
Teh 4,00 – 5,50
Karet 3,75 – 8,00
Kopi 4,50 – 7,50
Kelapa 6,00 – 7,50
Coklat 5,00 – 7,00

Sayangnya, cara ini membutuhkan biaya yang cukup besar sehingga tidak banyak petani yang mampu melakukan anjuran ini.

Selain menggunakan kaptan, pH tanah sawah juga bisa ditingkatkan dengan menggunakan kombinasi kaptan dengan asam humat (silahkan klik di sini untuk informasi Asam Humat).

Saya mendapatkan kabar dari petani di Kab. Subang Jawa Barat yang bisa meningkatkan pH tanah sawahnya dengan kombinasi kaptan dan asam humat dari pH 3 – 3.5 menjadi pH 6 – 7. Dosisnya adalah 1 ton kaptan per ha dan asam humat 5-6 liter per ha. Hasilnya seperti ditunjukkan di foto-foto berikut ini.

Cara aplikasinya, kaptan atau dolomite diaplikasikan terlebih dahulu setelah olah tanah. Kaptan disebarkan secara merata ke seluruh permukaan tanah. Apabila tanah sudah ditanami, kaptan disebarkan di sela-sela tanaman padi. Beberapa hari kemudian dilanjutkan dengan aplikasi asam humat. Asam humat diencerkan dengan air. 1 liter asam humat diencerkan dengan 50 liter air. Setelah itu larutan asam humat dikocorkan merata ke seluruh permukaan lahan sawah. Sama halnya dengan aplikasi kaptan, jika lahan sudah ditanami, aplikasi asam humat diberikan di sela-sela tanaman padi.

Yang perlu diperhatikan adalah pada saat aplikasi kaptan dan asam humat kondisi air macak-macak. Aliran air irigasi dihentikan terlebih dahulu selama aplikasi kaptan dan asam humat dan dibiarkan sehari atau dua hari tanpa dialiri air. Tujuannya adalah agar asam humat dan kaptan tidak hanyut terbawa air.

pH tanah setelah aplikasi asam humat dan kaptan

pH tanah setelah aplikasi asam humat dan kaptan

pH tanah setelah aplikasi asam humat dan kaptan

pH tanah setelah aplikasi asam humat dan kaptan

aplikasi kaptan dan asam humat

Tanaman padi yang subur usia 35HST setelah aplikasi kaptan dan asam humat

aplikasi kaptan dan asam humat

Padi yang subur setelah aplikasi kaptan dan asam humat

Anggrek Spesies Dendrobium mutabile (Blume) Lindl. 1830 dari Kaki Gunung Salak

anggres spesies dendrobium gunung salak

Anggrek spesies hutan yang kami dapat dari kaki gunung salak ini sangat rajin berbunga. Saya belum tahu nama spesies dari bunga anggrek ini. Dari bentuk bunganya, saya menduga bunga anggrek spesies ini dari marga Dendrobium.

Bunganya muncul dari ujung daun yang menjuntai ke bawah. Warnanya dominan putih, sedikit agak kemerahan. Dan di bagian tengahnya ada bintik berwarna orange. Ukuran bunganya kecil dan tidak berbau wangi.

***
Setelah cari-cari dan tanya sana-sini, akhirnya ketemu juga ID dari anggrek spesies ini, yaitu: Dendrobium mutabile (Blume) Lindl. 1830
Sumber: http://www.orchidspecies.com/denmutabile.htm
Dan
https://en.wikipedia.org/wiki/Dendrobium_mutabile

anggres spesies dendrobium gunung salak

anggres spesies dendrobium gunung salak

anggres spesies dendrobium gunung salak

anggres spesies dendrobium gunung salak

anggres spesies dendrobium gunung salak

anggres spesies dendrobium gunung salak

anggres spesies dendrobium gunung salak

anggres spesies dendrobium gunung salak

Dendrobium mutabile (Blume) Lindl. 1830

Dendrobium mutabile (Blume) Lindl. 1830
(https://en.wikipedia.org/wiki/Dendrobium_mutabile)