Menonton Lagi Film Penghianatan G30S/PKI di Indonesia

PKI dan paham komunis memiliki sejarah kelam yang penuh darah di Indonesia. Ketika saya masih kecil dulu film ini selalu diputar di TVRI. Penghianatan PKI tidak hanya saya lihat di film saja atau baca buku-buku sejarah. Kebiadapan PKI juga saya dengar dari orang-orang tua, bapak saya, simbah saya sendiri. Ketika saya pergi ke Jawa Timur, orang-orang tua di sana juga menceritakan bagaimana kekejaman PKI dan orang-orang yang berpaham komunis.

Partai komunis mungkin sekarang tidak ada secara hukum, tapi saya yakin ideologinya tidak bisa begitu saja mati di negeri ini. Masih ada orang-orang yang mengidolakan ideologi ini, bahkan mungkin meyakininya dan menyebarluaskannya. Meski tidak secara terang-tarangan.

Saya baca juga ada beberapa media, baik media asing, media lokal, dan blog-blog yang secara tidak langsung ingin membangkitkan kembali ideologi ini di Indonesia. Mereka ingin menghapus jejak kelam komunis yang berdarah-darah di negeri ini.

Untuk generasi muda yang tidak mengalami masa-masa dulu, kekejaman dan kekejian PKI bisa dilihat di video YouTube ini.

Selamat menyaksikan.

Jalan-jalan ke Kebun Raya Cibodas, Cipanas – Puncak

Kebun Raya Cibodas

Pintu Utama (1) Kebun Raya Cibodas, Cipanas.

Kebun Raya Cibodas, Wisata Alam Alternatif di Wilayah Puncak Bogor

Hari minggu ini kami pergi ke Kebun Raya Cibodas. Sudah lama kami ingin liburan ke sini, tapi baru sekarang terlaksana. Jaraknya sih tidak terlalu jauh dari rumah kami di Bogor. Cuma 48km. Masalahnya buka jaraknya, tapi waktu. Maklum, arah ke Puncak dan Ciboas sudah terkenal macetnya. Pengalaman saya pergi ke Cianjur, Cipanas dan Cibodas, jalur ini sangat macet di akhir pekan dan polisi menerapkan sistem buka tutup. Tipsnya untuk menghindari kemacetan adalah:

  • Harus sudah keluar tol Ciawi sebelum jam 6 pagi.
  • Harus sudah turun ke Bogor dan sampai di pintu tol Ciawi sebelum pukul 6 sore.

Karena itu kami berangkat di pagi buta. Selesai sholat subuh di masjid langsung berangkat. Kami sudah bangun pukul 03.30 pagi. Barang-barang yang mau dibawa sudah disiapkan sejak kemarin malam. Sholat subuh pun sudah dengan pakaian siap berangkat.

Karena masih pagi, jalanan masih cukup lancar. Masuk Tol cuma perlu waktu 20 menit. Keluar tol Ciawi masih pukul 5.30 pagi. Masih lancar. Meski begitu, jalan raya puncak sudah mulai ramai. Kecepatan rata-rata kami cuma 30 km/jam. Alhamdulillah, kami sudah sampai di pintu gerbang Cibodas pukul 06.20 pagi.

Harga Tiket Masuk Kebun Raya Cibodas

Masuk ke Kebun Raya Cibodas ada berlapis-lapis tiketnya. Sebel sebenarnya di sini. Pertama ada pungutan dari desa, besarnya di tiketnya Rp.3000 per orang, tapi tambah pungutan PMI Rp. 2000. Jadi total per orang Rp. 5000. Masih ada lagi pungutan untuk mobil. Entah berapa saya lupa.

Berikutnya tiket masuk ke Kebun Raya Cibodas. Ini tiket resmi dari LIPI yang mengelola Cibodas. Menurut saya sih murah. Harga tiket masuknya Rp. 9.500 per orang dan untuk Mobil Rp. 16.000. Tiket ini lebih murah daripada yang di Kebun Raya Bogor.

Kebun Raya Cibodas

Tiket masuk kebun raya Cibodas, Cipanas.

Jam 07.00 pagi loket baru buka. Jadi kami masuk ke pintu gerbang yang pertama kali. Pertama masuk belok ke kiri. Ini pertama kali kami masuk, jadi kami belum tahu tempat-tempat mana yang bagus dan mana yang kurang bagus. Kami berjalan sambil menyusuri taman-taman yang ada. Kalau ada tempat yang bagus kami turun dan bermain-main di situ.

Anak-anak seneng banget bermain-main di taman itu. Terutama Yusuf, dia lari sana-sini, plosotan dan kejar-kejaran dengan kakaknya.

Suasana Kebun Raya Cibodas

Kebun Raya Cibodas sedikit berbeda dengan Kebun Raya Bogor. Mungkin karena belum tua umurnya. Tanamannya belum terlalu banyak. Beberapa yang unik di tempat ini yang tidak ada di Kebun Raya Bogor adalah koleksi lumut dan koleksi kantung semar. Namun, sayang sekali, ketika kami ke sana, kedua taman ini tutup.

Di Kebun Raya Cibodas juga ada beberapa air terjun. Di Kebun Raya Bogor tidak ada air terjunnya. Airnya pun masih jernih sekali, bisa untuk mandi dan main air. Ketika kami sholat pun wudhu dengan air sungai yang jernih ini.

Kami juga seneng sekali, karena di Cibodas kami bisa membeli tanaman hias. Ada banyak sekali jenisnya. Harganya pun lumayan miring daripada di Bogor. Asalkan kita pintar-pintar menawar saja. Ada berbagai macam kaktus, tanaman bunga, bonsai, sekulen, anggrek dan beberapa jenis tanaman lainnya. Kami memborong banyak sekali tanaman.

Tapi kamu juga sedikit kecewa, terutama dengan pedagang asongan di parkiran Kebun Raya Cibodas. Kami beli kue moci dan straberry. Kecewa banget, karena kue mocinya kecil-kecil. Satu kotak cuma isi lima gelintir yang kecil-kecil. Rasanya nggak karu-karuan. Kapok deh. Sama ketika beli berry-berryan. Kalau pergi ke sana, mendingan tidak usah beli makanan-makanan seperti ini.

Untuk menghindari macet, kami harus keluar dari Kebun Raya sebelum pukul 3 sore. Pertimbanganya, meski jaraknya cuma sekitar 20km ke pintu tol Ciawi, jalan di sini macet. Bener saja, ketika kami keluar masih macet dan masih jalan dua arah. Pukul 3, jalan dibuat satu arah ke bawah saja. Meski begitu, jalanan tetap saja macet. Perjalanan pulang ke rumah kami tempuh dalam waktu 2.5 jam. Artinya 45km/2.5 jam, kecepatannya cuma 18 km per jam. Gila kan.

Tapi kami puas sih main-main ke Cibodas. Kapan-kapan main ke sini lagi, tentunya dengan persiapan yang lebih matang. Kalau bisa dihari kerja, biar tidak macet banget.

Kebun Raya Cibodas

Di salah satu taman di Kebun Raya Cibodas

Kebun Raya Cibodas

Pemandangan di salah satu taman di Kebun Raya Cibodas, Cipanas

Continue reading

Uniknya Cabe di Indonesia

Cabe (foto dari BP4K Gresik)

Cabe (foto dari BP4K Gresik)

Kemarin saya bertemu dengan kenalan baru yang menekuni percabaian. Kebetulan rumahnya tidak jauh dari rumah saya. Malam-malam saya berkunjung ke rumahnya. Karena baru kenal, kami basa-basi seperlunya. Kemudian mulai dia cerita tentang percabaian. Boleh dibilang teman saya ini adalah kolektor bibit/benih cabe dan mulai bercocok tanam hidroponik.

Koleksinya tidak terlalu banyak dan tempatnya pun tidak terlalu besar. Ada sebuah Green House (GH) sederhana di depan rumahnya dan ada juga banyak bibit-bibit cabe yang baru ditanam dengan sistem hidroponik. Ada cukup banyak gelas-gelas bekas minuman yang dijadikan sebagi tempat menanam hidroponik. Menarik.

Saya jadi inggat, mungkin 25 tahun yang lalu, ketika itu masih SMA. Saya membeli sebuah buku hidroponik terjemahan. Sampul bukunya putih dan ada tulisannya Hidroponik. Saya tertarik membeli buku itu karena penasaran dengan pengantarnya, menanam tanaman dengan air. Kendala waktu itu adalah sarana dan prasarananya tidak banyak tersedia seperti sekarang ini. Saya paling sulit mendapatkan bahan-bahan kimia untuk media tanamanya. Alhasil, saya menyerah dengan sendirinya. Entah ke mana buku hidroponik itu sekarang.

Kami cerita ke mana-mana, ngalor-ngidul. Mulai dari pertanian, kondisi ekonomi kita, politik pertanian, tilang polisi dan tentunya tentang cabe. Nah, yang menarik adalah alasan kenapa dia tertarik menekuni cabe. Awalnya dia pernah mencoba menanam bermacam-macam tanaman. Mulai dari tanaman kehutanan, tanaman hortikultura, buah-buahan dan akhirnya cabai. Alasanya, karena cabe adalah komoditas yang unik di Indonesia. Harga cabe bisa gila-gilaan. Harga cabe bisa lebih mahal dari harga daging sapi di pasaran. Bahkan, ekonomi Indonesia pun bisa goyah kalau harga cabe memumbung tinggi.

Orang Indonesia memang seperti tidak bisa dipisahkan dengan cabe. Cabe memang bukan makanan pokok, tapi mayoritas orang Indonesia hampir selalu makan dengan cabe setiap hari. Masakan Indonesia hampir semua ada citarasa pedasnya. Bisa dibayangngkan jika cabe menghilang dari pasaran bagaimana rasanya masakan warung padang. Aneh sekali kan?

Harga cabe memang berfluktuasi mulai dari belasan ribu per kg sampai lebih dari seratus ribu per kilo. Menanam cabe juga tidak mudah, apalagi di musim penghujan. Cabe rentan penyakit dan hama. Cabe tanaman yang manja, harus diberi perhatian penuh. Kalau tidak bisa tidak panen.

Konon, ini menurut cerita dia, Indonesia juga kaya akan plasma nutfah cabe. Di Indonesia tumbuh tanaman cabe asli Indonesia dan ada juga yang cabe purba. Misalnya saja cabe jawa yang biasanya untuk jamu di Magelang. Termasuk tanaman cabe asli Indonesia, katanya. Masih banyak jenis-jenis cabe asli Indonesia yang perlu dilestarikan dan dikembangkan.

Menarik.

Pesepeda Paling Top; Dany Macaskill

Terus terang saya sangat kagum dengan peseda satu ini, Dany Macascill. Dia memang ahlinya naik sepeda freestyle. Banyak videonya di YouTube dan sudah dilihat jutaan orang. Salah satu videonya yang paling terkennal judulnya The Ridge yang sudah dilihat 37juta kali.

Saya sudah beberapa kali menonton video ini dan tida pernah bosan. Keahliannya naik sepeda, pemandangan yang indah dan sedikit ‘menakutkan, dan sudut pengambilan gambar yang canggih, membuat video ini layak ditonton, maklum kalau disukai banyak orang.

Dany Macaskill naik sepeda di berbagai tempat dengan rintangan-rintangan yang luar biasa. Dia menunjukkan keahliannya naik sepeda yang luar biasa. Keseimbangannya luar biasa, dan sangat trampil. Dia bisa salto sambil naik sepeda. Meniti pagar, batang pohon, tembok atau penghalang jalan.

Jadi Dany Macaskill sungguh menyenangkan. Dia hobby naik sepeda dan ahli di bidangnya. Dari situ dia mendapatkan uang yang lebih dari cukup. Seneng sekali, mengerjakan hobby dan mendapatkan bayaran.

Toko Penjual Asesoris Furniture yang Lengkap di Bogor; Toko Formica

toko penjual asesoris furniture bogor

Toko Formica yang menjual perlengkapan asesoris furniture lengkap. Alamatnya ada di jalan Merdeka Bogor

Kalau Anda sedang mencari-cari asesoris dan perlengkapan furniture yang lengkap di Bogor, maka toko yang paling direkomendasikan adalah toko Formica. Letak toko ini ada di Jalan Merdeka, tepatnya di depan kantor cabang Bank BNI Syariah yang di jalan Merdeka. Jadi arahnya dari bekas biokop Presiden ke arah PGB Merdeka. Posisinya di sisi kanan jalan. Kalau dilihat sepintas tokonya seperti kecil saja, tapi kalau sudah masuk lengkap sekali barang-barang furniture di toko ini.

Toko ini menjual handle laci meja, handel pintu, kunci, roll, roda meda, ganjalan pintu, roda-roda, penutup baut, gantungan baju, dan lain-lain. Perlengkapan-perlengkapan meubeler dan furniture yang sering kita lihat di hotel-hotel bisa kita temukan di sini. Untuk satu macam item saja mereka menjual bermacam-macam model, dengan berbagai ukuran dan harga.

toko penjual asesoris furniture bogor

Contoh bermacam-macam handle pintu, laci meja, dan kaki kursi yang dijual di Toko Formica, Bogor.

toko penjual asesoris furniture bogor

Contoh-contoh penutup baut, kaitan, sekrup dari stainless steel yang dijual di Toko Formica, Bogor.

Saya beberapa kali beli ke toko ini. Pertamanya dulu saya cari-cari onderdil laci meja yang rusak. Saya cari-cari di toko besi nggak ketemu. Toko besi langganan saya menyarankan, kalau mau beli onderdil furniture seperti itu cari saja ke Toko Formica. Bener saja, ternyata di toko ini hampir semua perlengkapan furniture dan asesorisnya ada.
Continue reading

Mimpi Mencium Hajar Aswad

Mencium Hajar aswad kakbah mekkah Mencium Hajar Aswad

Jika mimpiku bisa naik haji bersama seluruh keluarga dan Emakku terwujud, aku pingin banget bisa mencium hajar aswad. Mencium sepuas-puasnya, kalau bisa berkali-kali.


Tiga tahun kemudian, kami bisa umroh. Dan Alhamdulillah, kami bisa mencium hajar aswad. Bukan cuma sekali, tapi berkali-kali.

Baca di sini:

Perjuangan Mencium Hajar Aswad

Mencium Hajar Aswad Kedua Kali


Mencium hajar aswad haji mekkah Mencium Hajar Aswad

Cara Penyembelihan Hewan Qurban

Berkurban adalah salah satu sunnah muakad yang dilaksanakan pada hari raya Idhul Qurban. Saya menemukan beberapa video menarik dari YouTube tentang cara-cara penyembelihan hewan Qurban. Video yang paling menarik adalah video dari Sam Kouka. Terus terang, saya penakut dengan darah. Pingin banget mempraktekkan sendiri tapi tidak berani. Silahkan kalau ada yang mau mempraktekkannya. Ada juga video lain yang saya peroleh dari group WA.

Foto-foto Kakbah dari Masa ke Masa

Memenuhi panggilan Allah untuk datang ke Baitullah (Kakbah) adalah salah satu mimpi terbesar saya. Saya ingin bingits pergi ke Baitullah bersama seluruh keluarga saya, terutama Emak saya yang sudah sepuh. Untuk mengobati kerinduan saya ini, saya mencari-cari foto-foto tentang Kakbah dari masa ke masa. Alhamdulillah, saya dapatkan foto-foto Kakbah dari tahun 1951 sampai yang baru dari Saudi Gazette.

Foto kakbah tahun 1951 (Sumber: Saudi Gazette)

Foto kakbah tahun 1951 (Sumber: Saudi Gazette)

Foto kakbah tahun 1953 (Sumber: Saudi Gazette)

Foto kakbah tahun 1953 (Sumber: Saudi Gazette)

Foto kakbah tahun 1954 (Sumber: Saudi Gazette)

Foto kakbah tahun 1954 (Sumber: Saudi Gazette)

Foto kakbah tahun 1988 (Sumber: Saudi Gazette)

Foto kakbah tahun 1988 (Sumber: Saudi Gazette)

Foto kakbah tahun 1990 (Sumber: Saudi Gazette)

Foto kakbah tahun 1990 (Sumber: Saudi Gazette)

Foto kakbah tahun 2006 (Sumber: Saudi Gazette)

Foto kakbah tahun 2006 (Sumber: Saudi Gazette)

Foto kakbah tahun 2009 (Sumber: Saudi Gazette)

Foto kakbah tahun 2009 (Sumber: Saudi Gazette)


Continue reading

Membuat File MP3 dari File MP4 dengan Audacity

audacity

Membuat file MP3 dari file video seperti MP4 dengan Audacity sangatlah mudah. Audacity adalah applikasi pengolah suara favorit saya, karena applikasi ini gratis, mudah digunakan dan cukup banyak fasilitasnya. Kalau Anda belum menginstall Audacity, silahkan download installernya di link ini: http://audacityteam.org/download/. Audacity tersedia untuk semua OS, jadi silahkan download sesuai dengan OS yang Anda gunakan.

File video bisa diperoleh dari mana saja dengan beragam format. Misalnya saja Anda mendownload file video dari Youtube (Baca: Download Video dari YouTube). Video itu bisa saja ceramah, film, konser, video clips dan lain-lain. Kadang-kadang saya membutuhkan hanya file suaranya saja, agar bisa saya mainkan di komputer lain, di HP, MP3 player atau di mobil. Saya membuat file MP3 dari file-file video ini dengan bantuan Audacity.

Caranya sangat mudah sekali.

  1. Buka Audacity.
  2. File > New
  3. Import file video ke Audacity. File>Import. Pilih file video yang Anda inginkan.
  4. Coba dulu dengarkan audio yang baru saja diimport. Klik play.
  5. Simpan file ini dalam format MP3. Anda juga bisa menyimpan dalam format lain. File>export. Dari kotak dialog yang muncul pilih format MP3.
  6. Tentukan lokasi penyimpanannya. Klik Save.

Hanya dalam beberapa langkah file MP3 sudah bisa dibuat.

Selamat mencoba. Semoga bermanfaat.

Catatan dari diskusi “Algae to Fuels” di BalitbangKP BBP4BKP

image

Salah satu topik yang banyak diteliti juga untuk biofuel adalah pemanfaatan mikroalgae yang menghasilkan minyak. Minyak dari mikro algae ini diolah dan dimanfaatkan sebagai biofuel, contohnya biodiesel. Hari ini saya mengikuti diskusi di BBP4BKP yang membahas tentang pemanfaatan algae untuk fuel ini. Salah satu pembicara utamanya ada Dr. Oki Muraza, pakar biodiesel.

Indonesia yang memiliki garis pantai yang panjang memang sangat memungkinkan untuk membudidayakan algae/mikroalgae. Namun, beberapa diskusi muncul beberapa tantangan pemanfaatan algae sebagai biofuel antara lain adalah:

  • proses ektraksi yang masih sulit/mahal
  • rendemen yang rendah

Diskusi ini membahas salah satu metode ekstraksi menggunakan supercritical water. Ini pendapat saya pribadi setelah mendengarkan pemaparan metode dari pembicara. Metode ini membutuhkan suhu (300oC) dan tekanan yang tinggi (25 psi). Artinya energi yang dibutuhkan pun juga tinggi. Padahal harga minyak masih murah. Pertanyaan yang ada di kepala saya adalah, apakah metode ini ekonomis? apakah nilai ekonomi energinya bisa positif? Jangan-jangan energi yang dibutuhkan untuk mendapatkan biooil dengan energi biooilnya malah lebih banyak energi yang dibutuhkan?

Dibandingkan dengan bahan-bahan lain, seperti misalnya CPO, pendapat saya pribadi mikroalga masih bagus di tataran teori dan di atas kertas. Masih perlu dibuktikan di lapangan untuk aspek2 praktis dan nilai ekonomisnya.

Mikroalgae memiliki banyak kandungan lain yang juga bernilai, protein, vitamin, mineral dan senyawa untuk obat. Saya rasa nilai ekonomi senyawa ini lebih tinggi dari sekedar biofuel. Alangkah lebih baik jika senyawa-senyawa yang bernilai tinggi itu diambil terlebih dahulu, jika masih ada sisa/limbahnya dan mengandung banyak minyak baru dimanfaatkan sebagai biofuel.