Ada beberapa teknik membuat granul atau pupuk granul. Setiap teknik memiliki kelebihan dan kekurangan sendiri-sendiri dan juga memiliki tujuan khusus yang disesuaikan dengan jenis pupuk yang akan dibuat. Di bawah ini saya sebutkan beberapa teknik membuat pupuk granul yang saya tahu. Mungkin saja masih ada beberapa teknik lain yang belum saya ketahui. Semoga bermanfaat.
Pupuk Granul Umum
Cara paling umum yang digunakan untuk membuat pupuk granul adalah dengan mencampur semua bahan, kemudian dibuat granul dengan pan granulator. Perekat bisa saja ditambahkan pada saat pencampuran bahan (jika bentuknya padatan) atau disemprotkan pada saat granulasi (jika bentuknya cair). Komposisi granul akan merata ke seluruh granul. Membuat granul dengan cara ini adalah yang paling mudah.

Gambar pupuk granul yang umum
Continue reading



Beberapa waktu yang lalu saya jalan-jalan di salah satu perkebunan sawit di Palembang. Luas kebun sawit itu tidak terlalu luas, kurang lebih sekitar 8000 ha (kebun inti) dan 40000 ha (kebun plasma). Tandan buah segar (TBS) yang dipanen dari kebun tersebut kemudian diolah di pabrik kelapa sawit yang letakknya di salah satu ujung kebun. Kapasitas pengolahan pabrik saat ini kurang lebih 50 ton TBS/jam. Dari pengolahan TBS di hasilkan CPO (crude palm oil), limbah TKKS (tandan kosong kelapa sawit), dan limbah cair. Volume limbah TKKS cukup besar. Dalam satu hari bisa mencapai 150 ton.














