Category Archives: Limbah Perkebunan

Kompos limbah perkebunan

Pretreatment Biomassa Lignoselulosa.pdf

Pretreatment Biomassa Lignoselulosa.pdf: http://scribd.com/doc/142221592

Pupuk Kompos Jerami, solusi bagi petani Indonesia

Silahkan lihat cara pembuatan pupuk kompos jerami di Youtube:

Artikel terkait: Presentasi Kompos Jerami | File MS PowerPoint Kompos Jerami | Video Pengomposan Jerami | Sejarah PROMI | Informasi Pembelian PROMI

Makalah Pupuk Kompos

Metode Analisa Enzyme Ligninolitik; lac, MnP, LiP

Metode analisis lengkap kandungan biomassa lignoselulosa dengan metode Chesson-Datta

Buku Panduan Pembuatan Pupuk Organik Cair —Gratis

Buku KomposBuku ini membahas secara lengkap pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) dengan Biang POC. Pembahasan dimulai dari latar belakang POC, manfaat POC bagi tanaman dan perbedaannya dengan Pupuk Organik Granul (POG), seni meramu POC, dan strategi pemasaran POC. Buku ini sangat bermanfaat untuk petani atau kelompok tani yang ingin mandiri dalam menyediakan pupuk; terutama pupuk organik. Buku ini juga berguna bagi penyuluh pertanian, kelompok tani, maupun pengusaha yang bergerak di bidang pupuk organik. Semoga buku ini bermanfaat.
Klik di sini untuk menddownload buku ini.
Download buku gratis saya yang lain: klik di sini.

Chalmers Poster Exibition: Biological Pretreatment of Lignocellulosic Biomass with White-rot Fungi for Biofuel Production

Download document ini: Biological Pretreatment of Lignocellulosic Biomass

Pupuk Organik dengan Kandungan N Tinggi

Hari ini saya mendapatkan pengalaman dan ilmu baru yang sangat menarik tentang pupuk organik. Olle Högblom, salah satu teman PhD di ‘Kemi’ memberiku pupuk organik. Pupuk yang diberi cuma segumpal kecil, warnanya hitam pekat, dan baunya amoniak. Menyengat sekali bau amoniaknya, yang menandakan kandungan Nitrogen (N) nya juga tinggi.

Olle cerita kalau pupuk organik ini ditemukan oleh kakeknya. Kakeknya menemukan metode untuk membuat pupuk organik dengan kandungan N tinggi dari tanaman rumput-rumputan yang ada di Swedia. Kakeknya juga adalah salah seorang petani sukses di Swedia. Kakeknya berhasil menanam tanaman-tanaman tropis yang sebenarnya sulit ditanam di Eropa. Kakeknya juga menulis buku tentang pertanian dan pembuatan pupuk organik.

Olle Högblom
(Olle Högblom)
Continue reading

Digital Calculator for theoretical ethanol yield

ethanol yield
(source: http://www.nrel.gov/data/pix/Jpegs/17376.jpg)

Baca juga: Menghitung potensi bioetanol dari TKKS | Sirup gula dari TKKS


NREL, National Renewable Energy Laboratory dari negeri Paman Sam, menyediakan web calculator untuk menghitung hasil teoritik (theoritical yield) etanol dari biomassa lignosellulosa. Kalau Anda memiliki bahan baku biomassa dan ingin tahu berapa (secara teori) ethanol yang bisa dihasilkan dari biomassa itu, Anda bisa mencoba fasilitas ini. Silahkan kunjungi: http://www1.eere.energy.gov/biomass/ethanol_yield_calculator.html.
Berikut ini contoh perhitungan dari theoritical yield ethanol dari tandan kosong kelapa sawit (TKKS). Datanya saya peroleh dari literaturnya Law et al. (2007). Law et al. (2007) menganalisis TKKS lengkap sekali, termasuk kandungan gula (C5 dan C6)-nya. Kalau data dari Law et al. (2007) ini dimasukkan hasilnya sangat menarik sekali. Ini hasil dari calculatornya NREL:

179,4 gallon/ton bahan baku kering

atau kurang lebih

679 liter/ton bahan baku kering.

Hasil ini lebih tinggi dari semua bahan baku yang dicontohkan oleh NREL di websitenya (ada di bagian bawah calcultor).
Continue reading

ANALISA AKTIVITAS ENZIME LIGNINOLITIK (revised)

Download manual ini dalam format pdf: Metode Analisa Enzyme Ligninolitik
Lihat juga metode dari Sigma Aldrich : Peroxidase Assay

Download buku dan referensi lain: Klik Di Sini.


Baca metode penelitian dari jurnal kadang-kadang bisa membuat pening kepala. Apalagi ketika baru pertama mau mulai dan tidak punya dasar-dasarnya. Bisa tidak mudheng sama sekali. Sama seperti saya waktu pertama kali mau analisa enzyme, mesti buka-buka texbook dan catatan lama, plus tanya sana-sini. Setelah itu baru sedikit ngeh. Saya bagikan prosedur ini untuk temen-temen yang mungkin membutuhkannya. Metodenya tidak mesti persis sama seperti yang saya uraikan di sini, yang penting tahu apa yang dilakukan dan bisa menghitungnya. Semoga bermanfaat.


Catatan:

Beberapa hal yang perlu diperhatikan pengukuran aktivitas enzyme.
1. Ekstraksi enzyme dan analisa mesti dilakukan pada hari yang sama. Aktivitas enzyme bisa cepat berubah jika disimpan. Jika Anda akan mengukur aktivitas enzyme ligninolitik, mesti segera dilakukan setelah ekstraksi enzyme. Penyimpanan dalam lemari pendingin atau dibekukan akan menghasilkan aktivitas enzyme yang berbeda.

2. Resep di bawah ini bisa saja dimodifikasi dengan mengatur komposisinya agar absorbansinya di antara 0 dan 1. Jika absorbansinya lebih dari 1, encerkan larutan enzymenya.

3. Waktu jeda analisa juga bisa disesuaikan dengan kebutuhan. Waktu bisa dikurangi atau ditambah hingga data absorbansinya cukup terbaca antara 0 dan 1.

A. Ekstrasi Enzyme

Ekstraksi Enzym dengan metode sentrifugasi (Gassara, Brar et al. 2010):
1. Satu gram sample dicampur dengan buffer phosphate 50mM pH 6,5 dengan perbandingan 10/1 (v/w).
2. Kemudian dishaker pada kecepatan 150 rpm selama 1 jam.
3. Setelah itu sampel disentrifugasi pada kecepatan 7000xg selama 20 menit.
4. Supernatan cair dipisahkan dan digunakan untuk analisa aktivitas enzyme.

Metode ini bisa dimodifikasi, langkah ke-2 diganti dengan digerus pada kondisi dingin. Pengerusan dilakukan dengan mortar dan letakan es disekitar mortar tersebut.Hasil gerusan kemudian disaring dan filtratnya disentrifugasi seperti cara di atas.

B. Pengukuran Aktivitas Enzyme

B.1. Laccase (Lac)

Pada cuvet masukkan:
– 0,5 buffer asetat pH5 0,5 M
– 0,1 ml ABTS 1 mM
– 0,4 ml filtrate enzim
Volume total 1 ml. Tabung/cuvet dikocok perlahan agar semua bahan tercampur.
Reaksi aktvitas enzyme dilakukan pada suhu 20±1 oC.
Absorbansi diukur pada waktu 0 dan beberapa menit (5 atau 10 menit, atau lebih lama lagi) pada panjang gelombang  420 nm.

Rumus perhitungan:

Aktivitas enzyme (U/ml) = (∆OD420 x Vtot (ml) x 10^9)/(εmax x d x Vol enzyme (ml) x t)

ε maks = absorpsivitas molar ABTS (36000 M-1 cm-1)
Continue reading