Harga: Rp. 65.000/botol @100ml
Kandungan bahan aktif : 100 mg per 100 ml
Kegunaan:
Hormon colcicin berguna untuk cultur jaringan, membuat tanaman tetraploid, membuat tanaman hias menjadi varegata dan tanaman buah, padi, melon, sawit, dan lain lain, buahnya menjadi lebih besar dan lebat.
Pemakaian:
Hormon colcicin untuk membuat tanaman menjadi varegata, rendam akar tanaman ke dalam hormon yang sudah dicampur air selama 20 menit.
Tanam ke media tanam
Sisa hormon disemprotkan ke media kea rah akar hingga merata.
Lakukan 3-4 hari sekali sampai muncul varegata, kemujdian teruskan sampai seperti yang diinginkan.
Untuk tanaman sawit, padi, melon, rendam bibit selama 24 jam, kemudian bibit langsung disemaikan.
Perhatian: Colchisine bersifat karsinogenik. Selalu gunakan sarung tangan karet dan masker ketika menggunakan colchisine.
Satu botol (@100ml) bisa digunakan untuk 400 L air. Jadi biaya per liter air yang disiramkan hanya Rp. 15. Sangat murah sekali.
Bahan Aktif:
Mengadung mikroba/bakteri Lactobacillus, Actinomycetes, Pseudomonas, Streptomyces, Saccaromyces, dan mikroba pelarut fosfat.
Manfaat:
Sebagai amelioran tanah yang bisa memperbaiki kondisi tanah yang rusak akibat pemakaian pupuk kimia secara belebihan dalam waktu yang lama. Probiotik Tanah akan mengembalikan aktivitas mikro-biota tanah, sehingga tanah kembali subur.
Pemakaian:
100 ml Probiotik Tanah diencerkan dengan 1 liter air.
Kemudian jika akan digunakan setiap 2.5 ml larutan Probiotik Tanah diencerkan dengan 1 Liter air.
Buat parik kecil di sekitar pokok tanaman.
Siramkan di parit yang telah kita buat tadi. Setelah disiramkan, parit ditutup lagi dengan tanah. Penutupan ini untuk melindungi mikroba dari sinar matahari.
Penyiraman dilakukan 2 x seminggu hingga tanah terlihat kembali gembur.
Harga: Rp. 100.000/L )* Kemasan: 1 Liter, 5 Liter, 10 Liter, & 25 Liter
*)Harga belum termasuk ongkos kirim
Baca artikelnya: Membuat POC Sendiri dengan Biang POC
Catatan:
Tidak ada merek
Tidak ada ijin Deptan
Silahkan diberi merek sendiri-sendiri. Kalau mau mengajukan ijinnya, silahkan diajukan sendiri-sendiri juga. Tetapi, kalau perlu bantuan untuk mengajukan ijin, bisa saja kita bantu. Formula POC ini akan selalu diperbaiki dan ditingkatkan. Insya Allah.
Pembuatan POC dengan Biang POC:
Biang POC digunakan untuk membuat pupuk organik cair siap pakai dengan penambahan beberapa bahan yang mudah didapat.
Biang POC diencerkan 20 kali untuk membuat POC siap pakai. Atau 1 liter biang POC digunakan untuk membuat 20 liter POC siap pakai/jual.
Pemakaian POC ke tanaman:
Catatan: POC yang dibuat dari Biang POC, bukan Biang POC-nya.
5 ml POC diencerkan dengan 1 liter air.
Disemprotkan ke daun atau seluruh permukaan tanaman.
Penyemprotan dilakukan pagi hari atau sore hari.
Penyemprotan dilakukan setiap 2 minggu sekali.
Tambahan:
Untuk membuat POC yang berkualitas, dalam pembuatan POC bisa ditambahkan dengan hormon tanaman (auksin, sitokinin, giberelin) dan/atau asam humat. Banyaknya penambahan disesuaikan dengan kebutuhan atau target tanamannya.
Kandungan:
Asam humat: 25% – 30%
Kandungan Hara: N 5%; P2O5 4,25%; K2O 5%, C-organik 4%, Zn 4,1 ppm, Cu 8,4ppm; Mn 2,4 ppm; Co 2,5 ppm; Fe 0,45 ppm; Ca 0,5%; Mg 16,88ppm;Al 6,38 ppm; pH 9,5
Harga: Rp. 40.000/liter
Harga belum termasuk ongkos kirim.
Kegunaan:
Merangsang pertumbuhan perakaran.
Memacu pertumbuhan tanaman.
Dalam konsentrasi tinggi bisa digunakan untuk herbisida organik.
Meningkatkan/menetralkan pH tanah.
Pemakaian langsung:
Larutkan 4ml asam humat ke dalam satu liter air. Aduk secara merata. Semprotkan ke seluruh bagian tanaman terutama bagian bawah daun dan tanah sekitar perakaran. Penyemprotan dilakukan pagi hari atau sore hari. Penyemprotan dapat diulang setiap minggu sekali. Aplikasi asamb humat bisa dicampurkan dengan insektisida atau fungisida.
Silahkan klik di sini: Giberelin untuk informasi pemakaian dan pembelian Hormon Giberelin.
Sejarah Singkat Giberelin
Sejarah giberelin sedikit unik. Awal mulanya giberelin ditemukan oleh Eiichi Kurowasa, orang Jepang, pada tahun 1926. Pada tahun itu Pagerang Diponegoro sedang giat-giatnya berperang melawan penjajah londo. Kurosawa sebenarnya sedang meneliti tentang penyakit aneh pada padi yang disebut ‘bakane’. Padi yang terserang penyakit ini tumbuh membesar tidak normal. Batang dan daunnya membesar dan memanjang. Kurosawa berhasil mengisolasi jamur penyebab penyakit ini yang dinamakan Giberrella fujikori. Ketika jamur ini diinfeksikan ke tanaman yang sehat, tanaman yang sehat memperlihatkan gejala itu. Ya…mengikuti postulat Koch yang terkenal itu.
Kurang lebih satu dasawarsa kemudian penelitian ini dilanjutkan oleh Yabuta dan Hayashi tahun 1939. Kedua orang jepang ini melangkah lebih maju dan berhasil mengisolasi kristal protein yang dihasilkan oleh Giberrella fujikori. Kristal ini bisa menstimulasi pertumbuhan akar kecambah.
Setelah perang dunia ke dua, pada tahun 1951 Stodola dan teman-temannya melanjutkan penelitian ini dan menemukan ‘Giberelin A’ dan ‘Giberelin X’. Hasil penelitian selanjutnya ditemukan varian dari giberelin, yaitu GA1, GA2, dan GA3. Pada saat yang hampir bersamaan dilakukan penelitian juga di Laboratory of the Imperial Chemical Industries di Inggris. Dari penelitian ini juga ditemukan GA3. Selanjutnya nama Gibberellic acid disepakati oleh kelompok peneliti itu dan populer hingga jaman sekarang.
Saat ini telah ditemukan tidak kurang dari 126 macam giberelin. Giberelin diberi nama dengan GAn….., diurutkan berdasarkan urutan ditemukannya senyawa giberlin tersebut. Giberelin yang ditemukan pertama kali adalah GA3.
Karakteristik Kimia Giberelin
Semua giberelin yang ditemukan adalah senyawa diterpenoid. Semua kelompok terpinoid terbentuk dari unit isoprene yang memiliki 5 atom karbon (C). Unit-unit isoprene ini dapat bergabung menghasilkan monoterpene (C-10), sesqueterpene (C-15), diterpene (C-20), dan triterpene (C-30). Asam diterpenoid disintesis melalui jalur terpenoid dan dimodifikasi di dalam retikulum endoplasma dan sitosol sampai menjadi senyawa yang aktif.
Semua molekul giberelin mengandung ‘Gibban Skeleton’. Giberelin dapat dikelompokkan mejadi dua kelompok berdasarkan jumlah atom C, yaitu yang mengandung 19 atom C dan 20 atom C. Sedangkan berdasarkan posisi gugus hydroksil dapat dibedakan menjadi gugu hidroksil yang berada di atom C nomor 3 dan nomor 13.
Penelitian lebih lanjut juga menemukan beberapa senyawa lain yang memiliki fungsi seperti giberelin tetapi tidak memiliki ‘Gibban Skeleton’.
Struktur Ent-Gibberellane (gibbal skeleton) (sumber: wikipedia)
Fungsi Fisiologis Giberelin
Cara kerja giberelin pada tanaman sangat banyak dan tergantung pada jenis giberelin yang ada di dalam tanaman tersebut. Beberapa proses fisiologi yang dirangsang oleh giberelin antara lain adalah seperti di bawah ini(Davies, 1995; Mauseth, 1991; Raven, 1992; Salisbury dan Ross, 1992).
Merangsang batang dengan merangsang pembelahan sel dan perpanjangan.
Merangsang lari / berbunga dalam menanggapi hari panjang.
Breaks dormansi benih di beberapa tanaman yang memerlukan stratifikasi atau cahaya untuk menginduksi perkecambahan.
Merangsang produksi enzim (a-amilase) di germinating butir serealia untuk mobilisasi cadangan benih.
Menginduksi maleness di bunga dioecious (ekspresi seksual).
Dapat menyebabkan parthenocarpic (tanpa biji) pengembangan buah.
Dapatkah penundaan penuaan dalam daun dan buah jeruk.
Genetik Dwarsfism
Penjelasan singkat dari masing-masing cara kerja giberelin atau fungsi fisiologis giberelin diuraikan di bawah ini.
Pembungaan
Peranan giberelin terhadap pembungaan telah dibuktikan oleh banyak penelitian. Misalnya penelitian yang dilakukan oleh Henny (1981), pemberian GA3 pada tanaman Spathiphyllum mauna. Ternyata pemberian GA3 meningkatkan pembungaan setelah beberapa minggu perlakuan.
Genetik Dwarsfism
Genetik Dwarsfism adalah suatu gejala kerdil yang disebabkan oleh adanya mutasi genetik. Penyemprotan giberelin pada tanaman yang kerdil bisa mengubah tanaman kerdil menjadi tinggi. Sel-sel pada tanaman keril mengalami perpanjangan (elongation) karena pengaruh giberelin. Giberelin mendukung perkembangan dinding sel menjadi memanjang. Penelitian lain juga menemukan bahwa pemberian giberelin merangsang pembentukan enzim proteolitik yang akan membebaskan tryptophan (senyawa asal auksin). Hal ini menjelaskan fonomena peningkatan kandungan auksik karena pemberian giberelin.
Pematangan Buah
Proses pematangan ditandai dengan perubahan tekture, warna, rasa, dan aroma. Pemberian giberelin dapat memperlambat pematangan buah. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa aplikasi giberelin pada buah tomat dapat memperlambat pematangan buah. Pengaruh ini juga terlihat pada buah pisang matang yang diberi aplikasi giberelin.
Perkecambahan
Biji/benih tanaman terdiri dari embrio dan endosperm. Di dalam endoperm terdapat pati yang dikelilingi oleh lapisan yang dinamakan ‘aleuron’. Pertumbuhan embrio tergantung pada ketersediaan nutrisi untuk tumbuh. Giberelin meningkatkan/merangsang aktivitas enzim amilase yang akan merubah pati menjadi gula sehingga dapat dimanfaatkan oleh embrio.
Stimulasi aktivitas kambium dan xylem
Beberapa penelitian membuktikan bahwa aplikasi giberelin mempengaruhi aktivitas kambium dan xylem. Pemberian giberelin memicu terjadinya differensiasi xylem pada pucuk tanaman. Kombinasi pemberian giberelin + auksin menunjukkan pengaruh sinergistik pada xylem. sedangkan pemberian auksin saja tidak memberikan pengaruh pad xylem.
Dormansi
Dormansi dapat diistilahkan sebagai masa istirahan pada tanaman. Proses dormansi merupakan proses yang komplek dan dipengaruhi banyak faktor. Penelitian yang dilakukan oleh Warner menunjukkan bahwa aplikasi giberelin menstimulasi sintesis ribonuklease, amulase, dan proteasi pada endosperm biji. Fase akhir dormansi adalah fase perkecambahan, giberelin perperan dalam fase perkecambahan ini seperti yang telah dijelaskan di atas.
Klik dua kali pada dokumen yang akan didownload. Kemudian ikuti perintah selanjutnya. Kalau ada iklan yang muncul, klik aja iklannya atau langsung ke SKIP ADD yang ada di pojok kanan atas.
Ok. Semoga sukses presentasinya.
Untuk sementara link-link di bawah ini tidak berfungsi, silahkan gunakan link yang ada di atas, mulai nomor urut ke-30.
Berikut ini beberapa dokumen penting untuk penelitian biomassa lignosellulosa. Dokumen ini dari NREL (National Renewable Energy Laboratory) Paklik Sam, USA. Silahkan didownload bin sedot gratis.
Prosedur analisa di atas sangat diperlukan oleh temen-temen yang sedang penelitian tentang renewable energi dari biomassa lignoselulosa, terutama bioetanol generasi kedua.
Semoga bermanfaat.
Tidak terasa sudah tiga tahun saya ngeblog di WordPress.com, waktu yang cukup lama. Awalnya ngeblog cuma ingin menuangkan uneg-uneg di kepala atau nulis apa saja yang mungkin berguna untuk orang lain. Akhirnya saya jadi kecanduan ngeblog. Karena di sini bisa nulis apa aja, sesuka hati, kata orang sunda: Blog aing…kumaha aing….
Biasanya saya menuliskan apa yang sedang saya pelajari. Baca sesuatu atau belajar sesuatu langsung saya tulis di blog. Kadang-kadang saya menuliskan pengalaman-pengalamanku atau pengalaman orang lain yang menarik. Kadang-kadang juga saya menuliskan mimpi-mimpi atau khayalan yang terlintas di kepala. Pendek kata, semua yang bisa saya tulis akan saya tuliskan di blog ini.
Saya lupa dapat ide dari mana, tagline BERBAGI TAK PERNAH RUGI saya jadikan moto blog ini. Dan saya merasa tagline ini yang cocok mengambarkan isi blog ini. Saya ingin berbagi pengalaman dan berbagi ilmu dengan orang lain. Saya tuliskan apa saja yang mungkin berguna bagi orang lain. Saya menghindari tulisan yang hanya sekedar keluh kesah atau omelan tak menentu.
Silahkan saja kalau ada yang mau copy-paste isi blog ini. Kalau saya lihat di blog-blog lain melarang mengcopy, saya justru ingin menyebarluaskan ide dan catatan ini. Siapa tahu orang lain bisa lebih mengambil manfaatnya. Tentunya, harapan saya, orang yang mengcopy-paste tetap mencantumkan sumbernya. Mau dijiplak plek jiplek nggak apa-apa. Mau diubah sana-sini juga nggak apa-apa. Mau dimodifikasi dan diperkaya silahkan saja.
Ternyata respon orang sangat luar biasa. Aku mulai perhatikan statistik blogku. Tidak tahu mulai sejak kapan, tetapi statistik kunjungan ke blogku mulai meningkat. Saat ini hampir sejuta kunjungan atau rata-rata per harinya > 1500 kunjungan. Komentar orang pun juga membuatku sedikit tertegun, lebih dari 5000 komentar (termasuk pingback dan komentarku sendiri tentunya). Isi komentar macem-macem juga, mulai yang tanya, sampai yang sinis. Semua komentar saya layani dengan senang hati.
Ternyata aktivitas ini banyak sekali manfaatnya. Pertama yang aku rasakan adalah bertambahnya temen. Banyak temen-temen yang ketemunya di dunia maya, lalu berlanjut ke copy-darat ke dunia nyata. Kalau saya pergi ke Aceh, ada temen di sana, saya pergi ke Medan ada temen di sana, saya pergi ke Makasar ada temen juga di sana. Meskipun baru pertama bertatap muka, rasanya kita sudah akrab sekali.
Kedua, blog ini jadi gudang catatan saya. Otak saya kemampuannya terbatas, tidak mungkin mengingat semuanya. Jadi, kalau lupa tinggal searching di blog. Serpihan-serpihan catatan itu, suatu saat nanti bisa disusun ulang dan diurutkan agar lebih mudah dibaca dan dipahami. Entahlah, mungkin nanti kalau sudah tua dan ngak ada kerjaan…saya akan baca ulang catatan-catatan ini, lalu susun lagi sampai bosen.. 😉
Ketiga, ternyata blog juga bisa jadi sarana jualan. WordPress.com memang bukan untuk toko online seperti Jomla, Mambo, atau AuraCMS, tetapi jualan bisa untuk memajang dagangan kita. Keterangan pelengkap dan data-data pendukung lainnya. Awalnya sama, iseng-iseng aja, ternyata cukup efektif dan jualanku mulai laku. Perlahan-lahan grafik permintaannya mulai naik, meskipun tidak drastis naiknya.
Perkembangan microblogging seperti Facebook dan Twitter tidak bisa menggantikan aktivitas ngeblog. Keduanya saling melengkapi. Isi blog bisa diposting ke Facebook atau Twitter, demikian pula sebaliknya update status bisa ditampilkan di blog. Kombinasi keduanya bisa menjaga komunikasi dengan pengunjung blog.
Saya akan tetap menulis di blog selama yang saya bisa. Insya Allah.
Sesekali kita perlu rileks sejenak. Melupakan semua kesibukan yang menyita waktu. Perkerjaan, tugas, amanah, dan tanggung jawab menguras energi dan pikiran kita. Kadang kita jadi lupa dengan tujuan kita sendiri.
Rileks membuat pikiran jadi santai. Cobalah lupakan semua rutinitas. Bebaskan pikiran. Hirup udara segar di pagi hari. Rasakan lembutnya embun pagi. Sambut fajar dan rasakan pancaran energi matahari.
Sujudlah pada yang Maha Kuasa dan rasakan Keagungan dan KebesaranNya. Serahkan diri dan hidupmu hanya untukNya. Ketenangan dan ketentraman akan masuk ke dalam dirimu.
Pejamkan matamu. Mulailah untuk BERMIMPI. Terbanglah ke langit yang paling tinggi. Bebaskan imajinasimu. Di dunia mimpi semua boleh terjadi. Gambarkan keinginanmu yang paling tinggi. Semua detail. Terperinci. Rasakan semua benar-benar nyata.
Sekarang bukalah matamu. Kembali ke dunia nyata. Rasakan energi baru untuk memulai hari-hari depanmu. Melangkah dengan mantap ke arah yang benar.
Jadi…BERMIMPILAH.
Info lengkap Pestisida Nabati/Pestisida Organik klik di sini: Pestisida Nabati
Anti sundep pada padi
Bahan :
1.Daun RONDO semoyo 2 Kg
2.Daun Albasia / Sengon / Nimba 2 kg
3.Daun Pepaya 2 Kg
4.Labu Siam 2 Kg
5.Garam Grosok 2 Kg
6.Belerang Bubuk 2 ons
7.Air 20 Lt
Cara Pembuatan :
Tumbuk Halus No 1-2-3-4-5
Kemudian Tambahkan No 6 dan 7
Rendam Selama 2 Hari dengan Ampas-ampasnya.
Cara Penggunaan :
Semprot Tiap 2 Lt larutan Tersebut untuk 1 Tangki isi 14 Lt
Kocor Tiap 2 Lt larutan tersebut + air 20 Lt + ampas-ampasnya
Waktu Penggunaan :
Tiap 1 minggu 1 x ( Secara Rutin )
ANTI TIKUS
Bahan :
1.Umbi Gadung 2 Kg
2.Ikan Asin 0,5 Kg
Cara Pembuatan :
Iris Gadung Secara tipis dan jemur hingga kering, kemudian setelah kering tumbuk
bersama ikan asin sampai halus. Lalu taburkan di pematang sawah.
INSEKTISIDA
Walang sangit pada padi
Bahan :
1.Gadung 1 Kg
2.Jengkol 1 Kg
3.Garam Krasak 1 ons
4.Bawang Putih 1 Ons
5.Daun Mimba 1 Kg
Cara Pembuatan :
Tumbuk secara halus 1-2-3-4-5 kemudian tambahkan air 6 lt
Simpan selama 7 hari
Cara Penggunaan :
Semprot dengan dosis 3 lt untuk 1 tangki 14 lt
Waktu Penggunaan :
Semprot sebelum padi masak susu
INSEKTISIDA
Wereng pada padi
Bahan :
1.Buah Kecubung 2 ons
2.Batang / akar Tuba / Jenu 1 Kg
3.Daun Pepaya 2 Kg
4.Biji Mahoni 0,5 Kg
Cara Pembuatan :
Tumbuk halus 1-2-3-4 kemudian tambahkan 20 lt air dan direbus hingga mendidih.
Cara Penggunaan :
Semprot dengan dosis 10 lt larutan + 10 lt Air (1:1)
(Photos: courtesy of Donald Simpson) Mimba (Azadirachta indica I.) sudah lama dikenal sebagai bahan pestisida nabati yang sangat ampuh. Konon kabarnya tanaman ini berasal dari India, tetapi sekarang sudah menyebar ke seluruh penjuru dunia. Tanaman ini mudah ditemui dan umumnya tumbuh liar di pingir-pingir hutan, lereng-lereng, atau di lahan kosong. Sudah ribuan tahun yang lalu (2500) mimba telah dimanfaakan sebagai tanaman obat untuk manusia dan hewan di India dan Myanmar.
Info lengkap pestisida nabati/pestisida organik klik di sini: Pestisida Nabati
Racun yang terdapat pada mimba disebut dengan azadirachtin. Azadirachtin sangat sensitif terhadap cahaya ultra violet, oleh karena itu penyemprotan ekstrak mimba sebaiknya dilakukan pada sore hari.
Tanaman ini bisa tumbuh tinggi sekali. Di kantorku, Balai Penelitian Bioteknologi Perkebunan Bogor, ada sekitar 8 pohon yang sudah besar. Tingginya mencapai 15 m. Namun, kalau saya perhatikan tanaman ini jarang ditemui di Jawa Barat, meskipun bisa tumbuh dengan baik. Pohon mimba yang tumbuh di biotek perkebunan jarang berbunga dan berbuah. Mimba banyak ditemui di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Sekilas Mimba mirip dengan Mindi. Cara membedakannya adalah dengan melihat bentuk daunnya secara seksama dan buahnya.
Bagian tanaman yang memiliki kandungan racun paling tinggi adalah biji buahnya. Mimba berbuah pada umur 4-5 tahun dan dapat menghasilkan sekitar 30-50 kg buah setiap pohonnya. Kandungan racun azadirachtin pada biji mimba adalah 2 – 9 mg/g. Untuk aplikasi per ha diperlukan sekitar 30 gr azadirachtin. Jadi kalau dikonversi ke biji mimba kurang lebih adalah 3 – 15 kg biji mimba. Banyak juga ya.., jadi satu pohon hanya cukup untuk 2 – 10 ha saja.
Biji mimba tidak tersedia sepanjang tahun. Namun, untungnya daun mimba juga mengandung azadirachtin meskipun jumlahnya lebih sedikit. Daun mimba tersedia sepanjang tahun dalam jumlah yang melimpah. Pohon mimba dapat menghasilkan kurang lebih 360 kg daun segar setiap tahun atau 7 kali buahnya. Daun mimba mengandung azadirachtin A dan azadirachtin B. Selain itu daun mimba juga mengandung salanin dan meliantriol yang berfungsi sebagai repelen, dan zat nimbim/nimbodin yang mempunyai efek anti virus (Pracaya, 2010).
Zat-zat racun yang ada di dalam tanaman mimba bermanfaat untuk insektisida, repelen, akarisida, penghambat pertumbuhan,,neumatisida, fungisida, anti virus. Racun tersebut sebagai racun perut dan sistemik.
Hama Sasaran
Hama sasaran yang bisa dikendalikan dengan mimba sangat banyak, antra lain:
Kalau Anda tertarik dengan tulisan di blog ini dan berniat untuk meng-copy-nya serta menyebarluaskannya. Jangan malu-malu, copy aja langsung atau save as lewat menu bar. Boleh diubah, dimodifikasi, dan diperkaya, asal tetap mencantumkan credit-nya dan alamat URL-nya. Diperbolehkan selama untuk tujuan kebaikan, tidak melanggar hukum, norma-norma etika dan kesulilaan, tidak menyinggung SARA, dan BUKAN UNTUK TUJUAN KOMERSIAL. Yang terakhir ini harus bayar Royalti ;). Jika Anda memiliki sesuatu yang ingin ditambahkan, koreksian, komplain, bantahan, protes, gugatan, atau yang lainnya, silahkan masukkan di kolom komentar. Kalau Anda merasa bahwa isi blog bermanfaat, silahkan berbagi dengan yang lain. Silahkan klik icon-icon berbagi yang ada di bawah setiap artikel.