Di apartemen ini kami lah yang datang pertama. Saya satu kamar dengan Pak Muslikhin. Hari pertama datang badan penat luar biasa setelah menempuh perjalanan lebih dari 18 jam. Pinginnya langsung glosor aja.
Di kamar cuma ada satu tempat tidur ukuran satu orang, untungnya ada kasur tipis extra yang bisa dijadikan alas tidur. Saya pakai kasur itu untuk tepar. Dalam sekejab saya sudah melanglang buana di dunia mimpi.
Sedangkan Pak Mus yang belum bisa tidur, karena mesti menunggu kopernya yang tertinggal di KLM Airlines. Pihak KLM janji sore hari mau mengantar ke apartemen, karena itu Pak Mus tetap menjaga mata tetap terbuka. Menjelang sore bel telepon berbunyi. Pak Mus pikir ini dia orang dari KLM.
“Hello….!!!!” terdengar suara orang dari luar apartemen. Gedung apartemen pintunya terkunci. Hanya penghuni yang punya kuncinya dan bisa masuk gedung. Kalau ada tamu, dia mesti pencet tombol bel semacam interkom. Kalau tuan rumah pencet tombol telepon maka pintu gerbang akan terbuka.
“Hai…Hello..Are Your from the air port?”, tanya Pak Mus.
“Yes…I am from the air port”, jawab orang itu dengan mantap. Lalu tombol telpon dipencet untuk membuka pintu gerbang.
Apartemen kami ada di gedung no. 32 lantai tujuh No. 315. Tak berapa lama terdengar lift berhenti di lantai kami. Pak Mus yang dengan kegirangan – dalam pikirannya kopernya bisa segera kembali – segera membuka pintu apartemen.
Setelah dibuka, berdiri sesosok manusia asing di depan pintu. Kepalanya lonjong penjol dan plontos. Rambutnya mungkin baru tumbuh kurang dari satu mm. Licin kepalanya. Tingginya sekitar 160-an cm. Cukup pendek untuk ukuran orang eropa. Dia membawa koper besar dan tas. Tapi, bukan tasnya Pak Mus.
Dengan wajah penuh ragu, Pak Mus bertanya sekali lagi untuk meyakinkan: “Are You from the air port?”
“Yes…yes…I’m from the airport. You not believe me?”, dia balik bertanya dengan bahasa Inggris yang sedikit kacau.
Wajah Pak Mus semakin ragu, apalagi orangnya tampak tidak meyakinkan. Rupanya orang itu merasa kalau dirinya diragukan.
“I have a key…I have a key…You not bilieve me?” katanya sambil menunjukkan kunci untuk meyakinkan. Lalu dia masuk ke dalam apartemen. Continue reading →
Malam ini
Bersama sunyi dan sepi
Di balik diam termanggu
Rindu menyapa
dengan lembut
namun mengena
***
Hal terberat yang aku rasakan ketika berada di Göteborg ini adalah jauh dengan keluarga & orang yang dicintai. Meskipun saat ini ngobrol bisa dilakukan setiap saat via Skype (thanks skype), tapi cuma bisa didengar dan dilihat. Tak bisa di pegang, dipeluk atau dicium.
Minggu-minggu awal belum begitu terasa. Komunikasi masih dilakukan dengan cara konvensional: SMS. Saya lupa tidak install Skype di komputer rumah, jadi belum bisa Skype-an. Paling-paling kirim pesan via FB atau YM-an pakai NIMBUZZ. Hanya bisa baca pesan-pesan singkat saja.
Awalnya saya SMS pakai kartu KOMPIZ. Lumayan juga, sekali SMS kena 1-2 SEK. Pulsa disedot habis dalam sekejab. Obat rindu ternyata mahal banget. Lalu, temen merekomendasikan pakai AMIGOS, katanya murah untuk telepon dan SMS ke luar negeri. Jadilah saya beli pulsa AMIGOS di warung PRESSBYRÅN 100 SEK. Memang bener murah sekali, semenit cuma sekitar 1 SEK. Tapi biaya misscall sampai 2 SEK. Pernah susah sekali terhubung, yang menjawab Cik Veronika melulu, tak terasa pulsa 25 SEK pun melayang. Bulan ini biaya pulsaku menembus 500 SEK (= Rp. 600rb). Obat rindu memang semakin mahal.
Komunikasi yang murah memang via internet rupanya. Apalagi pakai SKYPE. Masalahnya satu, laptop rumah belum terinstall Skype. Saya minta Ummi Royan – istri tercinta – install Skype saya pandu via NIMBUZZ, tetep aja belum bisa. Saya pandu pakai AMIGOS. Ngomong sampai ndower bibirku, belum berhasil juga. Lalu coba alternatif lain, minta bantuan saudara untuk mwngistallnya, tetep aja nggak bisa-bisa. Akhirnya laptop rumah diungsikan ke Magelang. Setelah diutak-utik oleh Om Manto baru sukses Skype terintall. Malam itu pukul 2 WIB (atau pukul 11 malam CEST) aku bisa melihat wajah Om Manto. AKhirnya pikirku….
Hari-hari berikutnya, ngobrol via Skype. Pulsa telepon bisa ditekan lebih rendah. Demi Skype, orang rumah pasang Speedy, tidak ada pilihan lain yang lebih baik. Hari minggu pagi, saya janjian Online dengan keluarga. Jam 5 pagi, habis sholat subuh laptop sudah dihidupkan. Nunggu video call dari negeri tercinta di seberang benua sana.
Tak begitu lama suara ringging call khas Skype terdengar. Klik Accept video call. Koneksi terasa luuaaambrrraaaatttt…..banget. Loading video tidak muncul-muncul. Setelah nunggu sampai hampir putus asa:
“Abi…………..!!!!!!”, teriak Mas Royan & Dedek Abim bersamaan. Suara itu menerobos masuk ke relung hati.
Saya jadi ingat dulu ketika mereka masih anak-anak. Royan yang diam, tetapi tak pernah berhenti bergerak. “Anteng Kitiran” kata orang jawa. Dedek Abim yang tangisannya kenceng banget dan klo ngomong seperti radio, sama-sama tak bisa diam.
Tanpa ku sadari mereka sudah besar-besar. Dedek Abim tambah putih dan cakep. Mas Royan wajahnya semakin ‘cool’ dan tampak lebih besar.
“Abi…, sedang apa? Di sana dingin ya…?” tanya Mas Royan.
Adiknya yang ada disampingnya, sambil bergaya bilang, “Abi…abi…abi….”
Ummi Royan yang ada di belakang mereka hanya senyam senyum saja. Meskipun kadang-kadang nakal, anak-anak tetap menyenangkan.
Hari itu rinduku tertumpah semua.
***
Pernah suatu hari, ketika sedang naik Tram, saya melihat dua anak laki-laki. Sepertinya mereka bersaudara, karena wajahnya mirip. Yang satu duduk diam saja menghadap ke arah luar. Sepertinya dia anak yang lebih besar. Di sampingnya adiknya mengelayut di punggung kakaknya. Sang kakak sepertinya sedang marah dan tidak mau diganggu adiknya. Di usirnya sang adik dengan sikutnya. Sang adik tetap aja menggoda. Dia sentil-sentil kakaknya. Sang kakak tetap mengarahkan pandangannya ke luar, cuek saja.
Sang adik tidak kekurangan akal. Diahadapkan wajahnya ke wajah sang kakak, sambil menyibir: “Weeeekkk…..” (gitulah kira-kira klo orang Indonesia).
Sang kakak tampak semakin kesal. Lalu dia bangkit dan ngeloyor pindah ke depan. Sang adik mengekor di belakangnya.
Melihat tingkah mereka saya jadi ingat Royan & Ibrahim. Hampir tiap hari mereka bertengkar. Ada aja yang rebutkan. Kadang-kadang mereka bertengkar, kadang-kadang kompak. Pernah suatu hari saya jemput mereka di sekolah, keduanya jalan pulang sambil berangkulan. Kompak banget. Tak jarang kakaknya menggoda adiknya sampai nangis. Atau adiknya merenggek-rengek yang membuat kakaknya kesal.
Umminya yang sudah capek semakin kesal dan marah-marah. Anak-anak seperti sengaja membuat umminya marah.
Saya jadi ingat Royan ketika baru berumur 1 tahun. Sejak kecil Royan tidur denganku, karena umminya ‘nenenin’ Ibrahim. Saya jadi ingat Ibrahim kalau tidur selalu minta ‘dipuk-puk’ punggungnya. Kalau Abim belum tidur tidak boleh berhenti nepuk-nepuk punggungnya. Padahal orang tuanya sudah capek seharian kerja.
Saya jadi teringat kalau saya capek, Mas Royan dan Dedek Abim yang menginjak-injak badan. Badan capek jadi sedikit lebih lega.
Kenangan-kenangan itu menari-nari di dalam pikiranku. Ketika sendiri mau tidur. Atau ketika istirahat di sela-sela mengerjakan tugas. Kenangan itu menoreh-menoreh hati.
Rinduku makin dalam.
Saya coba nanam jamur tiram dalam skala menengah (ukuran badlog) dan kecil (tabung reaksi). Ternyata teknik ini berhasil diaplikasikan. Pertama saya coba di ukuran yang kecil-kecil, seperti di dalam tabung reaksi, erlenmeyer, dan botol. Dalam ukuran kecil miselia jamur bisa tumbuh dengan sangat baik. Kemudian di dalam plastik yang lebih besar, miselia jamur bisa tumbuh dengan baik juga. Saya coba hitung berapa populasi bakteri atau jamur kontaminan lain, ternyata tidak begitu besar, sekitar 3 x 10^8 untuk bakteri dan 2 x 10^6 untuk jamur.
Menanam jamur tanpa sterilisasi di dalam tabung reaksi. Continue reading →
Hari kedua setalah menghirup segarnya udara Göteborg, kami langsung ke kampus-Chalmers University of Technology. Beruntung saya dapat apartemen di Västra Frölunda. Persis di samping halte tram Frölunda torg (bacanya: frolunda tori). Kalau mau ke kampus tinggal turun, lalu naik Tram No. 7 atau No. 8. Sekali jalan, kira-kira 25-30 menit sudah sampai di depan halte Chalmers.
Saya naik tram di gerbong belakang, jadi turunnya dekat ujung halte. Waktu saya turun, sekilas saya lihat ada sepeda di parkir di ujung dekat pagar, sepeda warna kuning.
Sepeda merupakan salah satu sarana transpotasi yang digemari Göteborg. Meskipun sarana transportasi publik sangat bagus di Göteborg, sepeda banyak pengemarnya. Salah satu alasannya adalah untuk olah raga. Sepeda memaksa mereka melakukan gerakan otot yang membuat tubuh mereka jadi sehat. Prof Anders, salah satu dosen di kemi setiap hari selalu naik sepeda dari rumahnya yang jaraknya sekitar 5 km.
Alasan lain adalah karena sepeda lebih ramah lingkungan. Orang Swedia sangan memperhatikan enviroment suistainability . Dengan menggunakan sepeda, berarti membantu mengurangi pencemaran lingkungan. Karena alasan ini pemerintah kota Göteborg juga menyediakan penyewaan sepeda di sekitar kota.
Empat orang petugas sedang memperbaiki jalan Gilbaltargatan.
Daya penciuman Aziz ternyata sangat tajam, mungkin lebih tajam dari anjing anggota Brimop atau aparat bea cukai (sorry…Ziz…). Dia mencium bau aspal di departemen Kemi. Padahal tidak ada yang kerja dengan aspal di lantai ini.
Saya baru tahu kalau ada petugas yang sedang memperbaiki jalan setelah keluar untuk mencari makan siang. Di jalan Gibaltargatan yang jaraknya sekitar 10 menit jalan dari departemen Kemi. Ada empat orang petugas yang sedang memperbaiki jalan. Lebar jalan yang diperbaiki kira-kira 5 m x 15 m. Saya tidak tahu pasti. Waktu kami lewat mereka baru mengaspal sebagian ujung jalan.
Mereka mengerjakannya dengan menggunakan ‘slender kecil’, pengeras jalan manual, dan truk aspal yang digerakkan dengan remot. Sambil jalan saya perhatikan mereka kerja. Kerja mereka rapi dan cermat.
MOL atau singkatan Mikro Organisme Lokal sering dimanfaatkan untuk budidaya pertanian organik atau semi organik. MOL memiliki banyak kegunaan, seperti:
1. Dimanfaatkan sebagai POC (Pupuk Organik Cair)
2. Dimanfaatkan sebagai dekomposer atau biang kompos untuk pembuatan kompos
3. Dimanfaatkan untuk pestisida nabati untuk mengusir hama tanaman
Ada banyak sekali resep MOL, banyak petani di daerah-daerah mengembangkan MOL nya sendiri dengan berbagai variasi. Saya banyak menemukan resep MOL ketika berinteraksi dengan petani. Kadang-kadang MOL dikembangkan juga oleh kelompok-kelompok petani organik. Berikut ini beberapa resep MOL yang sempat saya kumpulkan dari berbagai sumber. Resep ini sudah saya kumpulkan sejak tahun 2006-an. Beberapa resep saya dapatkan lebih lama lagi, ketika saya sedang mendapatkan tugas untuk ke desa-desa. Saya cantumkan sumbernya sebagian yang saya ingat, tetapi sebagian saya lupa mendapatkannya dari mana. Semoga bermanfaat.
Daftar bahan lain yang bisa didownload: Download Di Sini Cara mendownload: Klik dua kali pada link yang akan didownload. Kemudian ikuti perintah selanjutnya. Kalau ada iklan yang muncul, klik aja iklannya atau langsung ke SKIP ADD yang ada di pojok kanan atas.
“Var så god och ta” kalau diindonesiakan artinya kurang lebih ‘Silahkan diambil’. Tulisan itu tertera di karpet yang ditinggal pemiliknya di dalam lift apartemen. Barang itu sudah tidak dipakai oleh pemiliknya, dan ditinggalkan untuk dipakai siapa saja yang mau memakainya. Jangan dibayangkan kalau barang ditinggal ini sudah rusak atau jelek atau ‘layak buang’. Barangnya masih bagus. Masih sangat layak dipakai, cuma kelihatan agak kotor, dan seringkali belum ada cacatnya.
Orang Swedia memiliki kebiasaan yang baik untuk barang-barang yang sudah tidak mereka perlukan lagi tetapi masih bagus dan bisa dimanfaatkan. Orang Swedia meletakkan barang tersebut di tempat umum dan menyilahkan siapa saja yang mau untuk mengambilnya. Pernah saya lihat di depan kamar apartemen tergeletak sebuah monitor 19″ & keyboard. Di dekatnya ada tulisan ‘ FOR FREE, PLEASE TAKE ANYTHING YOU NEED’. Kata temen sudah beberapa hari ada di tempat itu & belum ada yang mengambilnya.
Di kampus, di ujung koridor ada yang meletakkan file box di dalam kardus besar. Ada beberapa filebox. Di situ tertulis ‘Please, take me if you want’. Harga filebox baru lumayan mahal untuk ukuran Indonesia, harganya bisa 30-40 kron atau hampir Rp. 50 ribuan. Orang yang meletakkan barang ini mungkin mahasiswa yang sudah lulus dan tidak membutuhkannya lagi. Pernah juga saya lihat di depan sebuah rumah, ada sebuah TV besar, ukurannya saya rasa > 21″. Mungkin pemiliknya sudah punya TV baru dan TV lamanya diberikan ke orang lain.
Barang-barang yang “dibuang” ini tidak hanya itu saja. Meubeler, almari, kursi dll pun sering dijumpai. Di setiap apartemen ada tempat khusus untuk menaruh meja, kursi, atau barang-barang yang ukurannya cukup besar. Setiap orang boleh mengambil & memanfaatkan barang-barang yang diletakkan di tempat itu. Temen saya beuntung mendapatkan kursi belajar/kerja yang masih bagus dan sebuah lampu hias rumah.
Lignin peroksidase (LiP) adalah salah satu enzim yang dapat memecah lignin. Enzim ini umumnya dihasilkan oleh jamur pelapuk putih. Berikut ini model struktur lignin peroksidase.
Lignin merupakan salah satu komponen lignoselulosa yang banyak diteliti. Beberapa usulan model struktur kimia lignin telah dikembangkan oleh beberapa ahli. Berikut ini struktur lignin yang pernah diusulkan.
Freudenberg (1965)
Glasser and Glasser (1974)
Alder (1977)
Brunow et al. (1998)
Vanholme R. et.al. Plant Physiol. 2010:153:895-905
Usulan struktur model lignin yang terbaru dari Vanholme 2010
JANGAN TERUSKAN MEMBACA KALAU PENAKUT, PUNYA SAKIT JANTUNG, LEMAH JANTUNG, DAN DARAH TINGGI. ANDA SUDAH DIPERINGATKAN…!!!!!
Hantu, setan, memedi, jurik, ‘ghost’ atau yang semacamnya biasanya menarik diperbincangkan. Khususnya orang Indonesia yang suka dengan sesuatu yang berbau klenik.
Nah….ngemeng-ngemeng masalah hantu saya jadi ingat pengalamanku dengan ‘sesuatu’ yang katanya hantu (Klik di sini). Hantu-hantu yang terkenal di Indonesia antara lain: pocong, kuntilanak, tuyul, gendruwo, dan rekan-rekannya yang lain. Berhubung saya blm pernah melihat dengan mata kepala & mata kaki sendiri, saya jadi tergelitik untuk mencari info tentang makhluk ‘dunia lain’ di dunia maya’. Dan berikut ini beberapa yang aku temukan. Saya mencoba untuk menyeleksi informasi yang ada, hanya informasi yang menurut saya mendekati realita yang saya cantumkan – pertimbangan subjektif tentunya. Selamat bertakut ria.
Pocong
Banyak video, gambar, dan tayangan lain yang menampilkan sosok ‘pocongan’. Pocong adalah sebutan untuk orang mati yang dibungkus dengan kain kapan putih, diikat di ujung kepala, badan dan kaki. Ketika dikubur, bagian mukanya dibuka dan disentuhkan ke tanah. Poncongan berarti sesuatu yang menyerupai pocong.
Cerita, sinetron, bahkan film pun banyak yang memvisualisasikan pocongan. Saya mendapatkan video amatir yang berhasil menangkap sosok ‘pocong’. Sebagian sangat jelas & sebagian samar-samar. Video ini amatir & tidak direkayasa. Silahkan di klik tombol play-nya.
Pocong di SMP
Pocong ini menampakkan diri ketika matahari masih terang benderang. So, setan tidak selalu muncul di malam hari. Perhatikan wujud pocong ini, dia hanya anak yang membawa kamera yang menyadari kehadirannya. Sedangkan anak-anak yang lain asik dengan kesibukannya sendiri. Bahkan sepasang siswa-siswi itu pun tidak sadar kalau dibelakangnya ada pocong. Aku coba putar ulang video ini berkali-kali, sepertinya memang bukan rekayasa.
Lebih menyeramkan lagi, si pocong dapat menghilang dan berpindah ke tempat lain dengan cepat. Hi….seremmmm……!!!!! Jangan menoleh ke belakang, siapa tahu ada pocong di belakang Anda.
Kalau Pocong yang satu ini dilihat oleh banyak orang, nemenin orang yang sedang mancing. Sama seperti pocong sebelumnya, dia juga bisa berpindah dengan cepat.
Ini pocong gedongan. Kabarnya di sebuah gedung pencakar langit di jakarta. Meskipun tampaknya samar-samar, mungkin karena pakai kamera HP. Dia juga berpindah dengan cepat dari satu tempat ke tampat lain. Rasanya mustahil direkayasa. Pocong ini muncul di malam hari.
Ini pocong-pocong yang nampak hanya sekilas, tetapi cukup menyeramkan juga.
Ini pocong yang paling jelas dan paling menyeramkam menurut saya. Diambil oleh anak-anak yang kurang kerjaan. Kalau dilihat dari bahasa dan logatnya, seperti di daerah banyumas dan sekitarnya. Kalau sudah mulai takut jangan diklik tombol PLAYnya.
Video pocong yang lain:
Videonya tanpak nyata dan tanpa rekayasa. Tidak ada jeda yang jelas pada saat pocong muncul atau menghilang. Pocong ini malah ngincengin kamera. Bener nggak ya…????!!!!!
Pocong juga suka ngenet, kaya loe…..!!!!! Pocong juga suka ngenet, main FB, update status, mungkin juga sedang chating atau nyari-nyari pilem blue….???? Dasar setan…..
Pocong ini sepertinya banyak ditemukan di wilayah Indonesia dan Malaysia. Di belahan dunia lain sepertinya dia tidak suka.
Kuntilanak
Kuntilanak, wewe gombel atau sundel bolong, mungkin sama saja. Sosoknya perempuan berambut panjang dan pakai baju putih. Berikut ini kenampakan yang paling jelas tertangkap kamera dalam waktu lama.
Si Kunti ini nampak jelas terlihat. Dia menghilang dan tahu-tahu sudah pindah ke atas lemari. Entah bagaimana caranya. Ketiga wanita ini bisa melihatnya semua, bahkan sampai jejeritan.
Kunti ini menampakkan diri di siang hari bolong. Meskipun hanya sekilas, tetapi sangat nyata terlihat.
Video kunti berbaju merah di Sukabumi
Kunti tidak selalu hadir di tempat yang sepi-sepi, bahkan di tempat hura-hura pun dia hadir.
Ini dari tayangan di televisi, ngak yakin asli atau rekayasa.
Si kunti hanya terlihat sepintas pada detik ke 0.04-0.06. Coba putar sekali lagi kalau tidak berhasil melihatnya.
Ternyata kunti bule pun hampir sama kenampakannya. Lihat video di bawah ini. Dia hanya muncul sekilas, kalau Anda tidak melihatnya coba diputer ulang. Kunti terlihat pada detik ke 1.55. Seperti terbang dan tidak terlihat kakinya.
Dari video lain yang tertangkap kurang jelas.
Yang membuat saya agak aneh, kok tidak ada yang rambutnya dipotong pendek seperti Demi Moore. Rambut panjang itu untuk menutupi sebagian wajahnya. Juga kok tidak ada yang pakai baju selain putih. Merah kek atau hijau gitu..biar sedikit modis.
Coba perhatikaan film-film horor dari jepang, sosoknya mirip si kunti ini. Cuma kalau Kunti Jepang jalannya merangkak. Masih lebih canggih kunti Indonesia, bisa menghilang dan terbang. Cie….
Tuyul
Konon kabarnya tuyul berwujud anak kecil, botak, plontos, pakai cawat kain putih dan suka mencuri uang. Di TV-TV sering ada demonstrasi menangkap tuyul, tapi sosok tuyulnya tidak pernah jelas kelihatan.
Hanya video ini yang menujukkan wujud tuyul dengan jelas.
Jalannya merangkak dan mirip Seagol yang di filmnya ‘Lord of the Ring’. Perhatikan gerakannya, rasanya bukan manusia. Makanya jangan suka bergadang.
Hantu anak-anak
Kalau ini sepintas tidak seperti hantu, karena mirip anak-anak yang sedang bermain. Saya juga tidak yakin ini rekayasa atau bukan. Tetapi kalau saya yang mengalaminya sendiri, bisa ketakutan setengah hidup.
Gendruwo
Gendruwo wujudnya raksasa jelek. Klo warnanya hijau disebut Buto Iji (Buto=raksasa, Ijo=hijau). Kalau di ‘Barat’ namanya keren: HULK, si raksasa hijau. Sayang saya tidak mendapatkan banyak gambar atau tayangan yang menampakkan si gendruwo ini.
***
Saya percaya dengan mahluk Allah ‘yang lain’, seperti Setan (Syaithon), jin, malaikat, atau makhluk ghoib lain yang tidak disampaikan ke manusia. Tapi, saya tidak percaya dengan orang yang sudah mati kemudian ‘roh’-nya gentanyangan. Orang yang sudah mati tidak akan pernah bisa kembali ke dunia lagi (baca QS. : ). Saya belum tahu kenapa ada pandangan semacam itu di kalangan orang Indonesia.
Video atau gambar yang saya camtumkan di atas mungkin saja bener, tapi mungkin saja juga tidak bener. Itulah faktanya. Anda boleh percaya boleh tidak.
Kalau Anda tertarik dengan tulisan di blog ini dan berniat untuk meng-copy-nya serta menyebarluaskannya. Jangan malu-malu, copy aja langsung atau save as lewat menu bar. Boleh diubah, dimodifikasi, dan diperkaya, asal tetap mencantumkan credit-nya dan alamat URL-nya. Diperbolehkan selama untuk tujuan kebaikan, tidak melanggar hukum, norma-norma etika dan kesulilaan, tidak menyinggung SARA, dan BUKAN UNTUK TUJUAN KOMERSIAL. Yang terakhir ini harus bayar Royalti ;). Jika Anda memiliki sesuatu yang ingin ditambahkan, koreksian, komplain, bantahan, protes, gugatan, atau yang lainnya, silahkan masukkan di kolom komentar. Kalau Anda merasa bahwa isi blog bermanfaat, silahkan berbagi dengan yang lain. Silahkan klik icon-icon berbagi yang ada di bawah setiap artikel.