Belajar Bisnis

Aku tipikal orang lab tulen. Sehari-hari kerja di lab. Dulu waktu masih bujang bahkan aku sering tidur di lab untuk melakukan penelitian. Dan aku sangat menikmati pekerjaanku ini, meskipun ‘kering’. Sejalan dengan berjalannya waktu, aku dituntut untuk belajar hal-hal lain. Aku menjadi co-inventor untuk beberapa produk berbasis mikroba. Alhandulillah, produk-produk itu diterima pasar dan mulai diproduksi dalam skala komersial.
Continue reading

Cerita Sampah, Masalah, dan Solusinya Bagian 3

Sampah yang menumpuk di kali

Sampah yang menumpuk di kali


Sampah bukan MASALAH, SAMPAH ADALAH BERKAH.
Info lengkap pelatihan pengelolaan sampah klik disini: BERKAH DARI SAMPAH


Mengapa Para Sampah Berkumpul


Baca ini juga: Cerita Sampah, Masalah, dan Solusinya Bagian 1 | Bagian 2 | Bagian 3 | Bagian 4 | Bagian 5 | 3 Fokus pengelolaan sampah | Pengomposan Sampah | UU No. 18 th 08 tentang Sampah


Sampah bermasalah karena mereka berkumpul. Pertanyaan berikutnya adalah KENAPA dan BAGAIMANA MEREKA BERKUMPUL. Yang paling bisa menjawabnya adalah para sampah-sampah itu sendiri. Andaikan mereka punya mulut, pasti akan mengatakannya dengan jujur. Atau andaikan kita mengerti bahasa mereka, kita pun akan tahu. Tetapi sayangnya, mereka tidak punya mulut untuk berbicara atau kita yang tidak bisa mengerti bahasa mereka.
Continue reading

Cerita Sampah, Masalah, dan Solusinya Bagian 2

sampah plastik tpa

Sampah plastik yang memiliki nilai jual


Baca ini juga: Cerita Sampah, Masalah, dan Solusinya Bagian 1 | Bagian 2 | Bagian 3 | Bagian 4 | Bagian 5 | 3 Fokus pengelolaan sampah | Pengomposan Sampah | UU No. 18 th 08 tentang Sampah



Sampah bukan MASALAH, SAMPAH ADALAH BERKAH.
Info lengkap pelatihan pengelolaan sampah klik disini: BERKAH DARI SAMPAH


Kelompok Sampah

Namun, kalau dicermati lebih dalam lagi. Sampah bisa dibagi-bagi. Ada yang bener-benar sampah alias sampah sejati, ada yang setengah sampah, ada juga yang sebenarnya bukan sampah. Mudahnya begini:

1. Geng Sampah sejati.
Geng sampah pertama adalah sampah sejati, sampah tulen, dan barang-barang yang sudah tidak berguna dan tidak bisa dimanfaatkan lagi.

2. Geng Setengah Sampah.
Geng ini adalah geng barang yang sudah dicampakkan orang karena dianggap tidak berguna lagi. Padahal sebenarnya dia masih berguna, masih memiliki manfaat atau dimanfaatkan. Tetapi agar barang ini bisa dimanfaatkan, barang ini harus diolah dulu atau harus diubah dulu menjadi bentuk lain untuk manfaat lain, atau istilah kerennya ‘recycle’ alias ‘daur ulang’. Kata kebanyakan orang geng ini adalah sampah, tetapi kalau menurutku ini bukan sampah, ini ‘duit’. Ngak percaya??? Coba tanya pada para pemulung-pemulung itu.

Continue reading

Cerita Sampah, Masalah, dan Solusinya Bagian 1

sampah_plastik02


Baca ini juga: Cerita Sampah, Masalah, dan Solusinya Bagian 1 | Bagian 2 | Bagian 3 | Bagian 4 | Bagian 5 | 3 Fokus pengelolaan sampah | Pengomposan Sampah | UU No. 18 th 08 tentang Sampah


Sampah menjadi masalah di mana saja, di kota mana saja, di kota atau di desa, dan siapa saja. Sampah menurut saya adalah hal yang sewajarnya dan semestinya. Selalu ada sampah. Ibaratnya, orang makan. Tidak semua yang kita makan akan habis. Selalu ada sisa dan ada yang dibuang. B A B kita adalah sampah kita. Kentut (maaf) kita adalah sampah kita. Nafas kita adalah sampah kita. Keringat kita adalah sampah kita. Kalau kita mati, tubuh kita pun jadi ‘sampah’. Binatang lain atau organisme lain juga memiliki perilaku yang mirip, selalu ‘buang sampah’. Bangakai binatang menjadi ‘sampah’ juga. Mirip manusia. Kalau diperhatikan, mesin pun juga buang sampah. Motor dan mobil buang asap, itulah sampahnya. Pabrik juga buang sampah, tetapi kita menenyebutnya ‘limbah’. Intinya sama saja: sampah.


Link terkait: Mengelola Sampah Warga



Sampah bukan MASALAH, SAMPAH ADALAH BERKAH.
Info lengkap pelatihan pengelolaan sampah klik disini: BERKAH DARI SAMPAH


Continue reading

Ayam Bakar Lezat di Warung Sederhana, Subang

Setiap kali ke Subang saya selalu menyempatkan diri untuk mampir di sebuah warung kecil, tepatnya di pertigaan Kali Jati. Nama warungnya Warung Sederhana. Kalau dari arah Subang, warungnya ada di sisi kanan jalan. Saya sering mampir ke warung ini karena menu ayamnya sungguh lezat. Menu yang paling saya sukai adalah ayam bakar kampung dengan sambal trasi segar. Ayamnya ayam kampung, jelas lezat. Apalagi ditambah dengan sambal trasi, tambah lezat lagi. Hampir dapat dipastikan saya selalu ‘nambah’ kalo makan di warung ini.

Sambal trasi subang

Ayam kampung goreng atau bakar mungkin tidak banyak bedanya dengan warung-warung yang lain. Yang membuat ayam kampung bakar di warung ini menjadi istimewa adalah sambalnya. Sambalnya adalah sambel trasi segar (mentah). Saya sempat mengintip bagaimana ‘koki’ warung membuat sambal. Sambalnya dibuat dengan campuran cabe rawit merah, cabe rawit kuning, tomat sambal/sayur, garam, gula jawa, dan terasi yang sudah dibakar. Semua sambal kemudian diulek di atas cobek batu. Membayangkan saja sudah membuat air liur saya deras mengalir….hmmmmmmmmm…..

Ayam bakar hangat plus nasi putih hangat dan sambel terasi segar…..hmmmm …. sebuah panduan yang mak nyoss tenan. Saking nikmatnya sambal ini, biasanya kami selalu minta tambah dibuatkan sambal lagi. Nasinya pun bisa makan dua sampai tiga. Pokokknya, asalkan perut masih muat nambah terus. Continue reading

Warung Jeruk Ciamis Km 13


Warung Jeruk di Km. 13 Ciamis – Banjar

Setiap pergi ke suatu daerah aku seperti harus makan di warung atau rumah makan setempat. Aku termasuk orang yang jarang sekali makan di luar rumah. Aku lebih senang makan masakan istri tercinta daripada masakan warung. Makanya, pengalaman makan di warung/rumah makan adalah pengalaman langka sekali. Ketika jalan-jalan ke Ciamis-Banjar aku makan khas sunda yang nikmat sekali.

Aku asli orang Jawa. Lidahku biasa makan masakan yang manis-manis. Waktu pertama kali aku ke tanah sunda, lidahku kaget juga makan-makanan khas sunda. Pertama, makanan sunda asin banget. “Apa garamnya orang sunda dengan garamnya orang jawa beda? Kok asin begini”, pikirku. Kedua, lalapannya. Segala macam daun di makan oleh orang sunda. Ibaratnya semua macam daun bisa dimakan oleh orang sunda. Daun pintu dan daun jendela kalau lunak akan dimakan juga :).
Continue reading

Berburu Gambut Rawa Lakbok

Aku mendapat tugas untuk survei gambut yang ada di P Jawa. Senang sekali karena aku sudah lama tidak jalan-jalan berpetualang seperti ini. Aku mendapat informasi kalau ada gambut di perbatasan Jawa Barat dan Jawa Tengah. Daerahnya bernama Rawa Lakbok. Informasi awal yang aku peroleh Rawa Lakbok ada di daerah Banyumas atau Ciamis. Informasinya serba ngak jelas dan ngak pasti. Justru ini yang menantang.
Continue reading

Peneliti Harus Kreatif

Dunia penelitian adalah dunia yang menantang dan mengasikkan. Walaupun di Indonesia, penelitian termasuk ‘lahan kering’ dan jarang diminati. Awalnya aku juga tidak pernah bermimpi apalagi bercita-cita jadi peneliti. Namun, nasip dan takdir membawaku ke dunia ini. Aku sudah masuk ke dunia ini. Aku harus totalitas didalamnya. Makanya aku belajar dan menyelami dunia panelitian ini.

Continue reading

Cara Pengolahan Sampah Organik Rumah Tangga di Perkampungan/Perkotaan

Buku KomposMasalah sampah adalah masalah semua orang, termasuk di kota Bogor. Warga seringkali membuang sampah sembarangan yang menyebabkan penyumbatan aliran sungai dan akhirnya dapat menyebabkan banjir. Kondisi ini mendorong Pak Djajat, anggota Dewan kota Bogor, untuk mengelola sampah warga di RW setempat. Kira-kira pertengahan tahun 2007, Pak Djajat dan Pak Wawan datang ke laboratorium saya untuk berdiskusi tentang pengelolaan sampah warga. Selain datang ke tempat saya, Pak Djajat juga datang ke beberapa orang untuk belajar mengelola sampah warga. Mengelola sampah sebenarnya tidak terlalu sulit, yang lebih sulit adalah memberikan pemahaman kepada warga untuk mengelola sampah dan istigomah menjalankan program ini.


Baca juga: SAMPAH | Mengelola Sampah Rumah | Mengelola Sampah Pasar



Pak Wawan (kiri) ketua pengelola sampah warga sekaligus Pak RW dan Pak Djajat (kanan).

Continue reading

Karakteristik Lignoselulosa sebagai Bahan Baku Bioetanol

Biomassa lignoselulosa sebagian besar terdiri dari campuran polymer karbohidrat (selulosa dan hemiselulosa), lignin, ekstraktif, dan abu. Kadang-kadang disebutkan holoselulosa, istilah ini digunakan untuk menyebutkan total karbohidrat yang dikandung di dalam biomassa dan meliputi selulosa dan hemiselulosa.


Baca juga:
Menghitung potensi bioetanol dari TKKS
Sirup gula dari TKKS
Kalkulator ethanol digital


Selulosa

Selulosa adalah polymer glukosa (hanya glukosa) yang tidak bercabang. Bentuk polymer ini memungkinkan selulosa saling menumpuk/terikat menjadi bentuk serat yang sangat kuat. Panjang molekul selulosa ditentukan oleh jumlah unit glucan di dalam polymer, disebut dengan derajat polymerisasi. Derajat polymerase selulosa tergantung pada jenis tanaman dan umumnya dalam kisaran 2000 – 27000 unit glucan. Selulosa dapat dihidrolisis menjadi glukosa dengan menggunakan asam atau enzim. Selanjutnya glukosa yang dihasilkan dapat difermentasi menjadi etanol.
Continue reading