Belajar Pertanian dengan Facebook

group pertanian cabe facebook

Facebook sering jadi ‘kambing hitam’dan lebih banyak disorot sisi negatifnya. Sebenarnya Facebook juga punya banyak manfaat. Ibaratnya pisau bermata dua, ada sisi positif dan ada sisi negatifnya. Kita bisa mengambil banyak sisi positif dari Facebook ini. Salah satunya adalah untuk belajar tentang pertanian.

Bagaimana caranya bisa belajar pertanian di Facebook?

Disadari atau tidak penggunaan Facebook sudah berkembang sangat pesat. Lebih dari hanya sekedar ‘microblogging’ atau ‘update status’ saja. Fasilitas group di FB membuka banyak peluang yang mungkin tidak pernah terpikirkan. Orang-orang yang memiliki minat yang sama kemudian membuat group-group FB tersendiri. Termasuk orang-orang yang bergerak di dunia pertanian. Ada banyak group-group tentang pertanian. Ada yang umum ada, ada yang spesifik, bahkan sangat spesifik. Misalnya saja: Komunitas Petani Cabe Indonesia, Petani Cabe Rawit Indonesia, Komunitas Petani Jahe Indonesia, Gabungan Petani Singkong Indonesia, Petani Kentang Dieng.

Saya mencoba untuk mendaftar ke group-group pertanian itu. Menariknya, anggota group-group itu sebagian besar adalah petani-petani. Ada juga sih yang pedagang, pedagang pupuk, pedagang bibit atau ‘pengembira’ seperti saya. Anggotanya pun mencapai ribuan. Ada yang sampai 50rb anggota. Luar biasa. Ada anggota yang masih ‘newbie’ ada yang sudah ‘expert’ alias ‘ahli’ dan ‘berpengalaman’.

Di sinilah menariknya komunitas-komunitas pertanian tersebut. Diskusinya menjadi konstruktif dan bisa menjadi ajang pembelajaran bagi petani. Contohnya saja. Ketika ada masalah mereka posting di Group. Foto-fotonya ditampilkan berikut sedikit keterangan. Anggota-anggota yang lain akan ikut membahasnya. Misalnya tentang penyakit. Akan banyak pembahasan di group-group itu. Intinya bagaimana mengatasi masalah penyakit itu. Apa obatnya, apa penyebabnya, bagaimana penanganannya. Masing-masing akan menyampaikan pengalamannya sendiri-sendiri. Jadi ada tips-tips dan cara-cara penangannan yang sudah teruji sendiri oleh petani. Bukan hanya omongan dari pedagang obatnya saja.

Kalau ada yang berhasil dan tanamannya subur-subur. Biasanya mereka juga akan upload foto-fotonya. Mereka kasih keterangan bagaimana resepnya agar tanamannya bisa tumbuh subur seperti itu. Pakai pupuk apa? Pakai obat apa? Benihnya dari mana? Jenisnya apa? Ditanam di daerah mana? Tinggi tempatnya berapa? Dan masih banyak informasi lainnya.

Petani-petani di Group ini saling berbagi ilmu dan pengalaman. Masing-masing akan saling belajar dan mengajari. Tidak pelit ilmu.

Saya rasa potensi ini harus dikembangkan dan didorong agar bisa lebih mau lagi. Ada banyak alasan group FB ini bisa berkembang di kalangan petani:
– petani-petani sekarang sudah kaya-kaya, HPnya minimal Android dan langganan pulsa internet.
– lintas wilayah dan lintas waktu. Tidak peduli tinggalnya di mana, asalkan ada koneksi internet bisa aktif di Group.
– anggota group bisa siapa saja, Menteri Pertanian pun kalau mau bisa jadi anggotanya.
– bisa jadi ajang jual beli langsung dari petani ke konsumen.
– bisa jadi sarana untuk cek harga dan menentukan harga komoditas pertanian.

Menurut saya Group di Facebook memiliki beberapa kelebihan dibandingkan dengan Group di WA (saya tidak pernah punya BBM, jadi tidak bisa membandingkan dengan BBM):
– memudahkan posting foto, video, dokumen, link dan lain-lain,
– memudahkan untuk searching postingan-postingan yang lama-lama,
– bisa menambahkan artikel-artikel/dokumen di tempat khusus, sehingga memudahkan untuk membaca dan belajar.

WA juga memiliki beberapa kelebihan yang tidak dimiliki oleh FB. Tapi lain kali saja dibahasnya.

Kalau Anda bergerak di dunia pertanian, siapa pun Anda, saya sangat menyarankan untuk ikut dan aktif bergabung di Group-Group dan komunitas di Facebook. Ada sedikit tip dari saya untuk memilih group atau komunitas di Facebook, karena ada puluhan mungkin ratusan group sejenis.

Pertama. Gunakan fasilitas searching/pencarian yang ada di Facebook. Gunakan katan kunci yang spesifik. Di halaman pencarian pilih tab Group. Facebook akan menampilkan semua group yang mengandung kata kunci tersebut. Di daftar itu ada informasi singkat yang bisa digunakan untuk memilih group Facebook, yaitu: nama group, keterangang singkat group, anggota dan teman-teman kita yang sudah menjadi anggota. Saya biasanya melihat terlebih dahulu informasi singkat dan jumlah anggota. Semakin banyak jumlah anggotanya, biasanya semakin aktif group tersebut.

group_cabe_facebook - 1 (1)

Langkah kedua, adalah melihat isi diskusi di Group Facebook tersebut. Kadang-kadang ada group yang isinya cuma iklan melulu. Nyebelin. Tapi ada group-group yang diskusinya aktif dan bergairah. Jadi cobalah untuk melihat-lihat dan scroll down sampai beberapa minggu sebelumnya. Jangan lupa juga untuk membaca peraturan Group. Dan file-file lain yang mungkin sudah ada di Group tersebut. Kalau Anda merasa cocok silahkan klik Join untuk meminta gabung di Group tersebut.

Setelah gabung sebaiknya Anda ‘kulonuwun’ dulu. Minimal mengucapkan ucapan terima kasih karena sudah diperbolehkan untuk gabung di group tersebut. Berikutnya cobalah untuk aktif. Jadilah pengamat yang sopan terlebih dahulu. Pelajari ‘adat-istiadat’ dan kebiasaan-kebiasaan di group tersebut. Kalau Anda sudah merasa cukup PD, cobalah untuk memposting sesuatu dan melihat bagaimana respon anggota group yang lain.

Biasanya setelah gabung kita akan menapatkan update dari Group ini. Amati dulu selama beberapa waktu. Kalau Anda tidak merasa betah di group ini. Tidak ada salahnya untuk keluar. Saya sering keluar group. Gara2nya sepele: terlalu banyak iklan, promosi, informasi yang tidak sesuai dengan group, dan banyak spammnya (pornografi). Sebel banget.

Potensi pemanfaatan Group Facebook ini belum banyak dieksplorasi oleh instansi-instansi pemerintah, seperti: penyuluh, kelompok tani, gapoktan, BPTP, Dinas Pertanian TK II atau TK I, Badan Litbang Deptan atau kementrian pertanian. Saya lihat ada beberapa group penyuluh pertanian, tetapi isinya bukan tentang dunia pertanian sendiri. Ada juga akun-akun Gapoktan, saya masih belum cukup aktif juga. Pemerintah perlu mendorong agar petani bisa memanfaatkan secara maksimal potensi belajar pertanian dari Group FB ini. Ini bisa jadi bahan kajian menarik bagi orang IT yang kerja di Badang Litbang atau Kementrian Pertanian. Bahkan juga bisa menjadi kajian atau penelitian bagi peneliti di lingkup Badang Litbang Pertanian sendiri. Sayangnya saya bukan ‘orang departemen pertanian’ atau ‘Badang litbang Deptan’. Jadi bisanya cuma ngasih saran saja dan berharap agar tulisan ini ada yang membacanya.

Semoga.

Bioplastik, Plastik yang Lebih Ramah Lingkungan

contoh bioplastic bioplastik

Contoh bioplastik yang terbuat dari bahan renewable

Masalah plastik untuk alam dan lingkungan sudah jadi rahasia umum. Sudah diketahui jika plastik sangat-sangat zulit untuk terdegradasi.Konon kabarnya sampai ratusan tahun pun plastik belum terdegradasi. Wujudnya tetap utuh meski terpemdam ratusan tahun. Plastik memang kuat dan tahan lama. Sifat ini banyak memberi manfaat bagi kehidupan manusia. Namun, di sisi lain, sifat ini lah yang mendatangkan banyak masalah bagi manusia sendiri atau juga lingkungan. Kalau dirinci ada masalah-masalah lain yang ditimbulkan karena sulitnya plastik terdegradasi ini.Plastik konvensional juga dibuat dari bahan-bahan minyak fosil. Artinya dibuat dari bahan baku yang non-renewable alias tidak terbarukan.

Minimal, dua hal inilah yang menjadi pendorong pencarian/penelitian bahan plastik yang ‘lebih ramah lingkungan’. Masalah-masalah tersebut bisa dihilangkan, atau paling tidak dikurangi. Maka lahirlah yang dinamakan ‘BIOPLASTIK‘. Dari namanya sendiri bioplastik berasal dari dua suku kata: Bio dan Plastik. Bio artinya hidup. Jadi kurang lebih kalau diartikan secara kata adalah plastik dari bahan biologi. Dalam salah satu artikel di Wikipedia.com, bioplastik diartikan sebagai plastik yang dibuat dari biomassa yang terbarukan (renewable). Memang, dalam prakteknya bioplastik dibuat dari bahan-bahan biomassa, seperti: minyak nabati/hewani, tepung-tepungan, gelatin dan selulosa atau dari diproduksi oleh mikroba.

Bioplastik bukanlan senyawa tunggal. Bioplastik merupakan komposit dari berbagai macam klas bahan yang memiliki fungsinya masing-masing. Menurut lembaga bioplastik Eropa, meterial plastik dimasukkan ke dalam kelompok bioplastik jika memenuhi persyaratan biobased (berbahan baku dari biomassa), biodegradable (bisa dihancurkan melalui proses biologi/alami) atau memiliki kedua sifat tersebut. Definisi ini berimplikasi sangat luas.

Biobased berarti bahwa material yang digunakan untuk membuat plastik tersebut adalah seluruhnya/sebagian berasal dari biomassa, seperti: gula, tepung-tepungan, minyak nabati/hewani dan selulosa. Biomassa tersebut bisa diolah terlebih dahulu agar bisa menjadi bioplastik.

Biodegradable berarti bahwa materialt plastik tersebut bisa dihancurkan secara kimia oleh mikroba di alam menjadi senyawa-senyawa alamiah seperti: air, karbon dioksida, dan kompos (tanpa penambahan bahan aditif). Proses degradasinya tergantung pada kondisi lingkungan sekitarnya.

Karakteristik biodegradable tidak tergantung pada asal bahan bakunya, tetapi lebih pada struktur kimiawinya. Jadi bisa saja bioplastik yang 100% dibuat dari biomassa bisa non-biodegradable, atau bahkan ada materkal plastik yang 100% dari baha fosil tetapi bisa didegradasi oleh mikroba.

Tipe Bahan Baku Bioplastik

Secara kasar ada tiga tipe bahan untuk membuat bioplastik:

  1. Biobased atau partialybiobased non-biodegradable plastik, misalnya: biobased PP (Polypropylene), PE (Polyethylene), PET (Polyethylene terephthalate).
  2. Bahan plastik yang berasal dari biomassa dan biodegradable, misalnya: PLA (Polylactic acid), PHA (Polyhydroxyalkanoates), PHB (Poly-3-hydroxybutyrate).
  3. Bahan plastik yang berasal dari fossil dan biodegradable, misalnya: PBAT (polybutyrate adipate terephthalate).
bioplastic

Pembagian kelompok bioplastik (European Bioplastic http://www.european-bioplastics.org/)

Beberapa Contoh Material Bioplastik yang Sudah Ada

Biobased, non-biodegradable polyolefines dan PET (“drop-in” solutions)

Material plastik umum seperti: PE, PP dan PVC bisa dibuat dari material biologi, umumnya dari bioetanol. Brazil adalah salah satu negara yang sudah memproduksi Bio-PE dalam jumlah yang sangat besar. Seperti kita tahu, Brazil adalah produsen bioetanol terbesar di dunia. Brazil juga memanfaatkan bioetanolnya sebagai bahan baku bioplastik Bio-PE. Karakteristik Bio-PE identik dengan PE yang dibuat dari bahan baku minyak bumi (fossi). Solusi ini juga dikenal dengan ‘drop-in solution bioplastic‘.

Biobased, non-biodegradable technical/performance polymers
Kelompok material yang terdiri dari senyawa polimer spesifik seperti; biobased polyamida (PA_, polyester (PTT, PBT), poly-urethanes (PUR) dan polyepoxides. Polimer plastik ini dimanfaatkan untuk serat/fiber tekstile (karpet, pebungkus tempat duduk), berbagai macam aplikasi untuk automotif. Bahan-bahan ini memang dibuat kuat dan tidak ‘rapuh’.

Biobased dan Biodegradable
Kelompok ini meliputi campuran dari berbagai macam polymber biologi dengan polimer lain yang bisa terdegradasi. Misalnya saja: pati termodifikasi dengan PLA, PHA dan selulosa termodifikasi. Bahan-bahan ini relatif ‘rapuh’, jadi banyak digunakan untuk material/penggunaan yang masa pakainya singkat. Misalnya saja: plastik kemasan. PLA adalah salah satu bioplastik yang sudah diproduksi dalam skala besar saat ini. PLA juga mulai dikembangkan untuk aplikasi-aplikasi jangka panjang. Beberapa penelitian sudah diarahkan untuk mendaur ulang PLA.

Biodegradabel, plastik berbahan baku dari bahan bakar fosil
Penelitian dan pengembangan dilakukan pada plastik yang terbuat dari bahan baku fossil. Beberapa bahan dibuat dengan memadukan bahan baku fossil dengan biomassa. Beberapa bahan yang dibuat sedemikian rupa, sehingga stuktur kimianya memungkinkan untuk terdegradasi di alam.

bioplastic bioplastik European Bioplastik

bioplastik

Preparation of the cellulose nitrate

This methods is part of the book:
Klemm, D., et al. “Comprehensive cellulose chemistry: v. 2: functionalization of cellulose: functionalization of cellulose.” (1998).

A sample of about 0.8 g cellulose is mixed with 40 ml of the nitration acid, and coole down to 0oC. This mixture is shaken vigorously and then kept for 3 h at 0oC with occasional shaking. Subsequently most of the nitration acid is separated from the cellulose on a coarse sintered-glass crucible by pressing with glass stopper. After putting the filter crucible onto a suction flask, the sample is neutralized stepwise by addition of a total volume of 240 ml of 2% by weight aqueous Na2CO3 solution, which is filtered through the crucible without suction. Subsequently the sample is washed with about 8 l of distilled water, again applying no suction. After these washing, most of the water covering the sample is drawn off by suction, and the cellulose nitrate is stabilized for 2 h at room temperature by covering it with methanol in a beaker. After separating the methanol by filtration, the sample is dried in vacuo over P2O5 at 20oC for at least 15h.

Tips WordPress.com: Mengatur Waktu Tayang Posting

Salah satu kendala menulis di blog alias blogging adalah menjaga konsistensi untuk tetap menulis. Semangat menulis kadang-kadang naik dan turun. Kalau sedang mood ada banyak ide yang bisa ditulis. Tapi kalau sedang tidak mood, tidak ada kata-kata yang keluar dari tuts keyboard. Google dan Search Engine lainnya akan menilai blog kita, salah satunya, dari seberapa sering blog ini di-update. Semakin sering akan dinilai lebih baik. Karena itu kita perlu mengatur waktu tayang postingan di blog kita.

Saya juga demikian, kadang-kadang sangat bergairah menulis blog. Sehari bisa menuliskan 2-3 artikel, kalau sedang semangat. Kadang-kadang tidak ada yang tertulis sampai berhari-hari. Meski beberapa posting bisa ditulis dalam satu hari, sebaiknya postingan itu tidak ditayangkan di hari yang sama. Postingan dijadwal agar minimal bisa satu hari satu postingan. Ini lebih baik dari pada satu hari menayangkan 5 postingan, tetapi kemudian kosong satu minggu.

Semua aplikasi blogging masa kini memiliki fasilitas untuk mengatur waktu tayang sebuah postingan. WordPress.com pun memiliki fitur itu. Cara menggunakannya juga sangat mudah.

Di kolom paling kanan halaman admin penulisan posting terdapat menu Publish. Secara default menu ini disetting immediately. Klik Edit. Kemudian atur tanggal dan waktu tayangnya. Setelah selesai klik Ok. Ketika Anda menyimpan atau mengupdate postingan ini, secara otomatis postingan ini akan ditayangkan pada saat yang telah kita tentukan.

Selamat mencoba. Salam blogging.

waktu tayang wordpress.com

Gang Jambon Gesikan Magelang yang Cantik

Jambon Gesikan Magelang - 1

Gang di Jambon Gesikan Magelang yang asri dan cantik. Banyak bunga-bunga di sisi jalan.

Jambon Gesikan Magelang - 1

Gang di Jambon Gesikan Magelang yang asri dan cantik. Banyak bunga-bunga di sisi jalan.

Jambon Gesikan Magelang - 1

papan peringatan

Jambon Gesikan Magelang - 1

Gang di Jambon Gesikan Magelang yang asri dan cantik. Banyak bunga-bunga di sisi jalan.

Jambon Gesikan Magelang - 1

Anggrek di tempel di dinding-dinding jalan. Jambon Gesikan Magelang .


Continue reading

Menanam Living Stone/Lithops


Baca juga: Lithops atau Living Stone | Benih Lithops atau Living Stone | Benih Lithops/Living Stone | Menanam Benih Lithops | Merawat Tanaman Lithops |


Benih living stone alias batu hidup alias lithops sudah sampai. Saatnya untuk menanam benih-benih itu. Ini pertamakalinya kami menanam tanaman ini. Tanaman ini bukan tanaman asli dari Indonesia. Konon katanya tanaman ini berasal dari benua Afrika yang kering. Tanaman ini termasuk tanaman sekulen. Banyak yang mengatakan kalau tanaman ini sulit untuk ditumbuhkan. Baiklah, marilah kita coba menanam benih living stone ini.

Kami sudah mencoba Googling untuk mencari tahu bagaimana caranya menanam benih living stone ini. Cukup sulit dan membutuhkan waktu yang lama. Meski tidak mudah, kami tertantang untuk bisa menumbuhkan benih living stone ini. Media yang sering disebutkan di internet susah kita peroleh di sini. Jadi media tanam ini kami modifikasi dengan media yang banyak ditemukan di Indonesia ini. Kami masih belum yakin apakah media ini bisa cocok. Semoga saja.

Media yang kami gunakan terdiri dari beberapa bagian, yaitu: pasir, tanah, sedikit kompos dan coco peat. Semua media tanam tersebut kami ayak terlebih dahulu untuk membentuk tekstur yang halus. Komposisinya antara pasir 1:1. Kemudian ditambah sedikit kompos, sedikit saja. Coco peat juga ditambahkan sedikit, tapi agak lebih banyak daripada kompos. Coco peat berfungsi untuk mempertahankan kelembaban, mirip dengan perlite. Semua bahan diayak agar halus dan kemudian dicampur sampai merata.

Kami menggunakan tempat kue dari plastik yang ada bagian bawahnya dan penutup atasnya. Masukkan media tanam ini ke dalam wadahnya. Kemudian taburkan benihnya dengan hati-hati dan merata. Taburkan selapis tipis pasir halus. Semprot dengan air sampai basah. Pertumbuhan benih membutuhkan kondisi yang lembab. Jadi airnya harus cukup, tapi jangan terlalu banyak. Tutup penutupnya. Simpan di tempat yang terang.

Benih lithops membutuhkan waktu yang cukup lama untuk berkecambah. Ada yang mengatakan 2 minggu ada yang mengatakan sampai 12 bulan alias tiga bulan. Kita tunggu saja.

Tips MS Word: Mengetik Cepat dengan Autocorrect

Ada banyak cara mengetik cepat. Jaman dulu ada yang namanya mengetik steno. Kursusnya muahil zekali. Itu dulu. Di jaman komputer seperti sekarang ini mengetik bisa dilakukan dengan sangat cepat. Microsoft Word memiliki fitur yang bisa digunakan untuk mengetik dengan sangat cepat. Namanya: AutoCorrect. Sebenarnya fitur ini sudah ada di MS Word versi-versi lama, sayangnya tidak banyak dimanfaatkan. Padahal kalau saja pengguna komputer tahu fitur ini, kerjaan mengetik bisa menjadi sangat cepat.

Prinsip fitur ini mirip dengan teknik mengetik steno. Beberapa kata, terutama kata-kata yang sering digunakan, disingkat. Misalnya saja kata yang yang disingkat dengan yg. Meski kita hanya memencet tombol ‘y’ dan ‘g’ saja, MS Word secara otomatis akan menggantinya menjadi ‘yang’. Kita bisa mengatur fitur AutoCorrect ini sesuka kita dan sesuai dengan kebutuhan kita. Jadi sangat-sangat customize.

Caranya sangat sederhana sekali. Saya menggunakan MS Word 2011. Fitur ini sudah ada di versi MS Word sebelumnya, mungkin saja posisi/letak fitur ini sedikit berbeda. Jadi silahkan sesuaikan pengaturan AutoCorrect dengan versi MS Word yang Anda gunakan.

Mengaktifkan Fitur Autocomplete

  1. Fitur ini sudah ada sejak versi MS Word yang lama hingga versi terbaru. Mungkin saja letak fitur ini berbeda-beda, tetapi prinsipnya sama. Jadi sesuaikan cara mengaktifkan fitur ini dengan versi MS Word yang digunakan.
  2. Di MS Word 2011 yang saya gunakan fitur ini ada di bawah menu Insert > Auto Text. Perhatikan gambar di bawah ini.
  3. Pilih menu AutoCorrect. Di bawah menu Replace text as you type terdapat daftar tekt yang aktif untuk Autocorrect. Kita tambahkan beberapa kata yang akan kita setting untuk AutoCorrect. Berikut ini beberapa kata yang bisa digunakan untuk AutoCorrect:

    – ak –> aku
    – yg –> yang
    – dn –> dan
    – penel –> penelitian
    – biot –> bioteknologi

  4. Kata-kata ini bisa diedit, dimodikasi atau dihapus sesuai kebutuhan.

Cara Menggunakan Fitur AutoCorrect

  1. Setelah semua tekt dimasukkan, maka fitur ini sudah aktif dan sudah bisa digunakan.
  2. Cara menggunakannya sederhana sekali. Kita tinggal mengetikkan salah satu tekt tersebut dan pencet tombol spasi. MS Word secara otomatis akan menganti tekt yang kita masukkan dengan kata lengkapnya. Misalnya: kita mengetik biotek, akan berubah menjadi bioteknologi.

Silahkan mencoba.

MS Word autocorrect

Musa ingens; Pisang Raksasa Asli Fak-fak, Papua

Indonesia adalah negeri yang sangat kaya dengan kekayaan hayati. Salah satunya, pisang. Ternyata ada pisang super gede alias raksasa yang berasal dari negeri kita tercinta ini. Nama ilmiahnya adalah Musa ingens. Saya sedang googling mencari tanaman-tanaman unik di Indonesia, secara kebetulan saya menemukan foto tanaman pisang raksasa ini. Awalnya saya kira pisang ini berasal dari Afrika atau Amerika latin, ternyata tidak. Tanaman ini berasal dari Fak-fak, Papua Indonesia.

Diameter batangnya mencapai satu meteran. Tingginya mencapai 25 meteran. Tinggi sekali dan besar sekali. Pisangnya juga gede sekeali. Satu pisang cukup untuk dimakan lima sampai delapan orang orang. Kalau dijadikan pisang goreng cukup untuk arisan ibu-ibu se-RT. Cuma sayangnya tidak ada informasi bagaimana rasanya dan umur berbuahnya berapa lama.

Kekayaan alam ini perlu dieksplorasi dan siapa tahu bisa menjadi sumber pangan penting di masa depan.

Bangga jadi orang Indonesia.

Determination of the carboxyl group content of cellulose samples by methylene blue sorption

This methods is part of the book:
Klemm, D., et al. “Comprehensive cellulose chemistry: v. 2: functionalization of cellulose: functionalization of cellulose.” (1998).

A weighed cellulose samples of known water content up to 0.5 g is suspended in 25 ml of aquaeus methylne blue chloride solution (300mg/l) and 25 ml of borate buffer of pH = 8.5 for 1 h at 20 oC in a 100 Erlenmeyer flask and then filtered through a sintered-glass disk. 5 or 10 ml of the filtrate are transferred to a 100 ml calibrated flask. Then 100 of 0.1 N HCl and subsequently water, up to 100 ml, are added. Then the methylene blue content of the liquid is determined photometrically, employing a calibration plot, and from the result the total amount of free, i.e. nonsorbed, methylene blue is calculated. The carboxyl group content of the sample is obtained according to:

rumus_carbonyl - 1

Reference:
Phillip, B., Rehder, W., Lang H. Papier 1965, 1-10

Membuat Video dari Foto di YouTube

YouTube - 1

YouTube.com tidak hanya sekedar situs video. YouTube.com sekarang juga bisa digunakan untuk membuat dan mengedit video. Bahkan di YouTube.com bisa membuat video dari kumpulan foto. Kalau dulu istilahnya slide show. Caranya sangatlah mudah. Meski demikian, fitur ini masih banyak kelemahannya jika dibandingkan dengan aplikasi-aplikasi dan softwere pengolah video lainnya, seperti Ulead, Video Editor atau yang lainnya. Nah, dikesempatan ini saya ingin berbagi bagaimana caranya membuat video dari foto-foto di YouTube.com.

1. Punya akun di YouTube.com
Sebelum bisa membuat video di YouTube.com, Anda harus punya akun YouTube.com terlebih dahulu. Jadi, kalau Anda belum mendaftar di YouTube.com, silahkan mendaftar dulu. Langkah-langkahnya mudah, saya tidak akan menjelaskannya di sini. Setelah memiliki akun di YouTube.com, langkah berikutnya adalah Anda harus login ke akun YouTube.com Anda. Jika login berhasil akan muncul icon akun kita di suduk kanan atas.

YouTube - 2

2. Masuk ke Menu Creator Studio
Klik icon akun anda yang ada di pojok kanan atas. Ketika di klik akan muncul menu, kemudian Klik tombol Creator Studio. Menu ini akan membawa kita pada halaman admin Creator Studio akun YouTube.com. Ada banyak menu di halaman ini. Menu untuk membuat video adalah menu Create –> Video Editor. Klik menu ini. Di halaman inilah tersedia fasilitas untuk membuat video dari foto di YouTube.com. Ada beberapa bagian menu di halaman ini. Kita pelajari sambil jalan saja.

YouTube - 3

YouTube - 4

3. Menambahkan Foto-foto ke YouTube.com
Karena kita akan membuat video dari foto, maka pertama kali kita harus punya foto-fotonya terlebih dahulu. Foto-foto ini harus kita upload ke YouTube. Di kolom kanan ada deretan menu-menu resource untuk membuat video. Klik icon kamera. Kemudian klik tombol Add more photos. Pilih foto-foto yang akan dijadikan video. Caranya bisa dengan drag and drop saja. Tunggu hingga semua foto berhasil diupload.

YouTube - 5

4. Menambahkan Foto ke Timeline Video
Setelah semua foto berhasil diunggah, saatnya untuk menyusun foto-foto tersebut menjadi video. Caranya sangatlah mudah, pilih footonya, drag (seret) dan tempatkan ke timeline yang ada di baris bawah. Susun urutan foto-foto itu sesuai dengan keinginan Anda. Buatlah agar foto-foto itu menjadi sebuah rangkaian ‘cerita’ yang menarik. Ada bisa juga merubah susunan foto-foto itu dengan draf-n-drop saja.

5. Memperbaiki foto, menambahkan efek, Judul dan Teks
Pada saat menambahkan foto ke timeline, akan muncul menu untuk mengolah foto tersebut. Terdapat pilihan Auto-Fix, Brightness and contrast. Menu yang lain adalah menambahkan efek filter, mirip dengan yang ada di instagram. Selanjutnya adalah menu untuk menambahkan teks. Anda bisa menambahkan teks, posisi, ukuran huruf, warna dan lain-lain.

6. Mengatur durasi foto
Durasi lama foto tersebut ditayangkan bisa diatur dengan mudah. Tinggal tarik ujung kanan foto akan muncul angka waktu dalam detik. Atur sesuai dengan kebutuhan Anda.

7. Menambahkan Latar Belakang Musik
Video akan terasa ‘kering’ kalau tidak ada iringan musiknya. YouTube.com menyediakan banyak sekali pilihan musik yang bisa dan boleh dijadikan latar belakang. Caranya, klik ikon not balok. Akan muncul list/daftar lagu-lagu yang bisa dijadikan latar belakang. Pilih salah satu lagu, lalu lakukan drag and drop ke timeline untuk musik.

7. Menambahkan Transisi
Perpindahan dari satu foto ke foto yang lain bisa dibuat bagus dengan menambahkan efek transisi. Transisi ini mirip seperti yang tersedia di MS PowerPoint. Klik icon transisi, pilih salah satu efek transisi, lalu drag dan ditempatkan di antara dua foto. Lakukan ini untuk semua foto atau hanya foto-foto yang Anda inginkan.

8. Mengkompilasi Video
Setelah selesai semua, pekerjaan itu perlu dikompilasi agar bisa menjadi sebuah video. Klik tombol Create Video yang ada di pojok kanan atas. Tunggu beberapa saat sampai video selesai dikompilasi. Lama waktu kompilasi ini tergantung pada banyaknya foto, durasi, dan komponen-komponen lain yang ditambahkan.

Selamat mencoba.