Preparation of the cellulose nitrate

This methods is part of the book:
Klemm, D., et al. “Comprehensive cellulose chemistry: v. 2: functionalization of cellulose: functionalization of cellulose.” (1998).

A sample of about 0.8 g cellulose is mixed with 40 ml of the nitration acid, and coole down to 0oC. This mixture is shaken vigorously and then kept for 3 h at 0oC with occasional shaking. Subsequently most of the nitration acid is separated from the cellulose on a coarse sintered-glass crucible by pressing with glass stopper. After putting the filter crucible onto a suction flask, the sample is neutralized stepwise by addition of a total volume of 240 ml of 2% by weight aqueous Na2CO3 solution, which is filtered through the crucible without suction. Subsequently the sample is washed with about 8 l of distilled water, again applying no suction. After these washing, most of the water covering the sample is drawn off by suction, and the cellulose nitrate is stabilized for 2 h at room temperature by covering it with methanol in a beaker. After separating the methanol by filtration, the sample is dried in vacuo over P2O5 at 20oC for at least 15h.

Tips WordPress.com: Mengatur Waktu Tayang Posting

Salah satu kendala menulis di blog alias blogging adalah menjaga konsistensi untuk tetap menulis. Semangat menulis kadang-kadang naik dan turun. Kalau sedang mood ada banyak ide yang bisa ditulis. Tapi kalau sedang tidak mood, tidak ada kata-kata yang keluar dari tuts keyboard. Google dan Search Engine lainnya akan menilai blog kita, salah satunya, dari seberapa sering blog ini di-update. Semakin sering akan dinilai lebih baik. Karena itu kita perlu mengatur waktu tayang postingan di blog kita.

Saya juga demikian, kadang-kadang sangat bergairah menulis blog. Sehari bisa menuliskan 2-3 artikel, kalau sedang semangat. Kadang-kadang tidak ada yang tertulis sampai berhari-hari. Meski beberapa posting bisa ditulis dalam satu hari, sebaiknya postingan itu tidak ditayangkan di hari yang sama. Postingan dijadwal agar minimal bisa satu hari satu postingan. Ini lebih baik dari pada satu hari menayangkan 5 postingan, tetapi kemudian kosong satu minggu.

Semua aplikasi blogging masa kini memiliki fasilitas untuk mengatur waktu tayang sebuah postingan. WordPress.com pun memiliki fitur itu. Cara menggunakannya juga sangat mudah.

Di kolom paling kanan halaman admin penulisan posting terdapat menu Publish. Secara default menu ini disetting immediately. Klik Edit. Kemudian atur tanggal dan waktu tayangnya. Setelah selesai klik Ok. Ketika Anda menyimpan atau mengupdate postingan ini, secara otomatis postingan ini akan ditayangkan pada saat yang telah kita tentukan.

Selamat mencoba. Salam blogging.

waktu tayang wordpress.com

Gang Jambon Gesikan Magelang yang Cantik

Jambon Gesikan Magelang - 1

Gang di Jambon Gesikan Magelang yang asri dan cantik. Banyak bunga-bunga di sisi jalan.

Jambon Gesikan Magelang - 1

Gang di Jambon Gesikan Magelang yang asri dan cantik. Banyak bunga-bunga di sisi jalan.

Jambon Gesikan Magelang - 1

papan peringatan

Jambon Gesikan Magelang - 1

Gang di Jambon Gesikan Magelang yang asri dan cantik. Banyak bunga-bunga di sisi jalan.

Jambon Gesikan Magelang - 1

Anggrek di tempel di dinding-dinding jalan. Jambon Gesikan Magelang .


Continue reading

Menanam Living Stone/Lithops


Baca juga: Lithops atau Living Stone | Benih Lithops atau Living Stone | Benih Lithops/Living Stone | Menanam Benih Lithops | Merawat Tanaman Lithops |


Benih living stone alias batu hidup alias lithops sudah sampai. Saatnya untuk menanam benih-benih itu. Ini pertamakalinya kami menanam tanaman ini. Tanaman ini bukan tanaman asli dari Indonesia. Konon katanya tanaman ini berasal dari benua Afrika yang kering. Tanaman ini termasuk tanaman sekulen. Banyak yang mengatakan kalau tanaman ini sulit untuk ditumbuhkan. Baiklah, marilah kita coba menanam benih living stone ini.

Kami sudah mencoba Googling untuk mencari tahu bagaimana caranya menanam benih living stone ini. Cukup sulit dan membutuhkan waktu yang lama. Meski tidak mudah, kami tertantang untuk bisa menumbuhkan benih living stone ini. Media yang sering disebutkan di internet susah kita peroleh di sini. Jadi media tanam ini kami modifikasi dengan media yang banyak ditemukan di Indonesia ini. Kami masih belum yakin apakah media ini bisa cocok. Semoga saja.

Media yang kami gunakan terdiri dari beberapa bagian, yaitu: pasir, tanah, sedikit kompos dan coco peat. Semua media tanam tersebut kami ayak terlebih dahulu untuk membentuk tekstur yang halus. Komposisinya antara pasir 1:1. Kemudian ditambah sedikit kompos, sedikit saja. Coco peat juga ditambahkan sedikit, tapi agak lebih banyak daripada kompos. Coco peat berfungsi untuk mempertahankan kelembaban, mirip dengan perlite. Semua bahan diayak agar halus dan kemudian dicampur sampai merata.

Kami menggunakan tempat kue dari plastik yang ada bagian bawahnya dan penutup atasnya. Masukkan media tanam ini ke dalam wadahnya. Kemudian taburkan benihnya dengan hati-hati dan merata. Taburkan selapis tipis pasir halus. Semprot dengan air sampai basah. Pertumbuhan benih membutuhkan kondisi yang lembab. Jadi airnya harus cukup, tapi jangan terlalu banyak. Tutup penutupnya. Simpan di tempat yang terang.

Benih lithops membutuhkan waktu yang cukup lama untuk berkecambah. Ada yang mengatakan 2 minggu ada yang mengatakan sampai 12 bulan alias tiga bulan. Kita tunggu saja.

Tips MS Word: Mengetik Cepat dengan Autocorrect

Ada banyak cara mengetik cepat. Jaman dulu ada yang namanya mengetik steno. Kursusnya muahil zekali. Itu dulu. Di jaman komputer seperti sekarang ini mengetik bisa dilakukan dengan sangat cepat. Microsoft Word memiliki fitur yang bisa digunakan untuk mengetik dengan sangat cepat. Namanya: AutoCorrect. Sebenarnya fitur ini sudah ada di MS Word versi-versi lama, sayangnya tidak banyak dimanfaatkan. Padahal kalau saja pengguna komputer tahu fitur ini, kerjaan mengetik bisa menjadi sangat cepat.

Prinsip fitur ini mirip dengan teknik mengetik steno. Beberapa kata, terutama kata-kata yang sering digunakan, disingkat. Misalnya saja kata yang yang disingkat dengan yg. Meski kita hanya memencet tombol ‘y’ dan ‘g’ saja, MS Word secara otomatis akan menggantinya menjadi ‘yang’. Kita bisa mengatur fitur AutoCorrect ini sesuka kita dan sesuai dengan kebutuhan kita. Jadi sangat-sangat customize.

Caranya sangat sederhana sekali. Saya menggunakan MS Word 2011. Fitur ini sudah ada di versi MS Word sebelumnya, mungkin saja posisi/letak fitur ini sedikit berbeda. Jadi silahkan sesuaikan pengaturan AutoCorrect dengan versi MS Word yang Anda gunakan.

Mengaktifkan Fitur Autocomplete

  1. Fitur ini sudah ada sejak versi MS Word yang lama hingga versi terbaru. Mungkin saja letak fitur ini berbeda-beda, tetapi prinsipnya sama. Jadi sesuaikan cara mengaktifkan fitur ini dengan versi MS Word yang digunakan.
  2. Di MS Word 2011 yang saya gunakan fitur ini ada di bawah menu Insert > Auto Text. Perhatikan gambar di bawah ini.
  3. Pilih menu AutoCorrect. Di bawah menu Replace text as you type terdapat daftar tekt yang aktif untuk Autocorrect. Kita tambahkan beberapa kata yang akan kita setting untuk AutoCorrect. Berikut ini beberapa kata yang bisa digunakan untuk AutoCorrect:

    – ak –> aku
    – yg –> yang
    – dn –> dan
    – penel –> penelitian
    – biot –> bioteknologi

  4. Kata-kata ini bisa diedit, dimodikasi atau dihapus sesuai kebutuhan.

Cara Menggunakan Fitur AutoCorrect

  1. Setelah semua tekt dimasukkan, maka fitur ini sudah aktif dan sudah bisa digunakan.
  2. Cara menggunakannya sederhana sekali. Kita tinggal mengetikkan salah satu tekt tersebut dan pencet tombol spasi. MS Word secara otomatis akan menganti tekt yang kita masukkan dengan kata lengkapnya. Misalnya: kita mengetik biotek, akan berubah menjadi bioteknologi.

Silahkan mencoba.

MS Word autocorrect

Musa ingens; Pisang Raksasa Asli Fak-fak, Papua

Indonesia adalah negeri yang sangat kaya dengan kekayaan hayati. Salah satunya, pisang. Ternyata ada pisang super gede alias raksasa yang berasal dari negeri kita tercinta ini. Nama ilmiahnya adalah Musa ingens. Saya sedang googling mencari tanaman-tanaman unik di Indonesia, secara kebetulan saya menemukan foto tanaman pisang raksasa ini. Awalnya saya kira pisang ini berasal dari Afrika atau Amerika latin, ternyata tidak. Tanaman ini berasal dari Fak-fak, Papua Indonesia.

Diameter batangnya mencapai satu meteran. Tingginya mencapai 25 meteran. Tinggi sekali dan besar sekali. Pisangnya juga gede sekeali. Satu pisang cukup untuk dimakan lima sampai delapan orang orang. Kalau dijadikan pisang goreng cukup untuk arisan ibu-ibu se-RT. Cuma sayangnya tidak ada informasi bagaimana rasanya dan umur berbuahnya berapa lama.

Kekayaan alam ini perlu dieksplorasi dan siapa tahu bisa menjadi sumber pangan penting di masa depan.

Bangga jadi orang Indonesia.

Determination of the carboxyl group content of cellulose samples by methylene blue sorption

This methods is part of the book:
Klemm, D., et al. “Comprehensive cellulose chemistry: v. 2: functionalization of cellulose: functionalization of cellulose.” (1998).

A weighed cellulose samples of known water content up to 0.5 g is suspended in 25 ml of aquaeus methylne blue chloride solution (300mg/l) and 25 ml of borate buffer of pH = 8.5 for 1 h at 20 oC in a 100 Erlenmeyer flask and then filtered through a sintered-glass disk. 5 or 10 ml of the filtrate are transferred to a 100 ml calibrated flask. Then 100 of 0.1 N HCl and subsequently water, up to 100 ml, are added. Then the methylene blue content of the liquid is determined photometrically, employing a calibration plot, and from the result the total amount of free, i.e. nonsorbed, methylene blue is calculated. The carboxyl group content of the sample is obtained according to:

rumus_carbonyl - 1

Reference:
Phillip, B., Rehder, W., Lang H. Papier 1965, 1-10

Membuat Video dari Foto di YouTube

YouTube - 1

YouTube.com tidak hanya sekedar situs video. YouTube.com sekarang juga bisa digunakan untuk membuat dan mengedit video. Bahkan di YouTube.com bisa membuat video dari kumpulan foto. Kalau dulu istilahnya slide show. Caranya sangatlah mudah. Meski demikian, fitur ini masih banyak kelemahannya jika dibandingkan dengan aplikasi-aplikasi dan softwere pengolah video lainnya, seperti Ulead, Video Editor atau yang lainnya. Nah, dikesempatan ini saya ingin berbagi bagaimana caranya membuat video dari foto-foto di YouTube.com.

1. Punya akun di YouTube.com
Sebelum bisa membuat video di YouTube.com, Anda harus punya akun YouTube.com terlebih dahulu. Jadi, kalau Anda belum mendaftar di YouTube.com, silahkan mendaftar dulu. Langkah-langkahnya mudah, saya tidak akan menjelaskannya di sini. Setelah memiliki akun di YouTube.com, langkah berikutnya adalah Anda harus login ke akun YouTube.com Anda. Jika login berhasil akan muncul icon akun kita di suduk kanan atas.

YouTube - 2

2. Masuk ke Menu Creator Studio
Klik icon akun anda yang ada di pojok kanan atas. Ketika di klik akan muncul menu, kemudian Klik tombol Creator Studio. Menu ini akan membawa kita pada halaman admin Creator Studio akun YouTube.com. Ada banyak menu di halaman ini. Menu untuk membuat video adalah menu Create –> Video Editor. Klik menu ini. Di halaman inilah tersedia fasilitas untuk membuat video dari foto di YouTube.com. Ada beberapa bagian menu di halaman ini. Kita pelajari sambil jalan saja.

YouTube - 3

YouTube - 4

3. Menambahkan Foto-foto ke YouTube.com
Karena kita akan membuat video dari foto, maka pertama kali kita harus punya foto-fotonya terlebih dahulu. Foto-foto ini harus kita upload ke YouTube. Di kolom kanan ada deretan menu-menu resource untuk membuat video. Klik icon kamera. Kemudian klik tombol Add more photos. Pilih foto-foto yang akan dijadikan video. Caranya bisa dengan drag and drop saja. Tunggu hingga semua foto berhasil diupload.

YouTube - 5

4. Menambahkan Foto ke Timeline Video
Setelah semua foto berhasil diunggah, saatnya untuk menyusun foto-foto tersebut menjadi video. Caranya sangatlah mudah, pilih footonya, drag (seret) dan tempatkan ke timeline yang ada di baris bawah. Susun urutan foto-foto itu sesuai dengan keinginan Anda. Buatlah agar foto-foto itu menjadi sebuah rangkaian ‘cerita’ yang menarik. Ada bisa juga merubah susunan foto-foto itu dengan draf-n-drop saja.

5. Memperbaiki foto, menambahkan efek, Judul dan Teks
Pada saat menambahkan foto ke timeline, akan muncul menu untuk mengolah foto tersebut. Terdapat pilihan Auto-Fix, Brightness and contrast. Menu yang lain adalah menambahkan efek filter, mirip dengan yang ada di instagram. Selanjutnya adalah menu untuk menambahkan teks. Anda bisa menambahkan teks, posisi, ukuran huruf, warna dan lain-lain.

6. Mengatur durasi foto
Durasi lama foto tersebut ditayangkan bisa diatur dengan mudah. Tinggal tarik ujung kanan foto akan muncul angka waktu dalam detik. Atur sesuai dengan kebutuhan Anda.

7. Menambahkan Latar Belakang Musik
Video akan terasa ‘kering’ kalau tidak ada iringan musiknya. YouTube.com menyediakan banyak sekali pilihan musik yang bisa dan boleh dijadikan latar belakang. Caranya, klik ikon not balok. Akan muncul list/daftar lagu-lagu yang bisa dijadikan latar belakang. Pilih salah satu lagu, lalu lakukan drag and drop ke timeline untuk musik.

7. Menambahkan Transisi
Perpindahan dari satu foto ke foto yang lain bisa dibuat bagus dengan menambahkan efek transisi. Transisi ini mirip seperti yang tersedia di MS PowerPoint. Klik icon transisi, pilih salah satu efek transisi, lalu drag dan ditempatkan di antara dua foto. Lakukan ini untuk semua foto atau hanya foto-foto yang Anda inginkan.

8. Mengkompilasi Video
Setelah selesai semua, pekerjaan itu perlu dikompilasi agar bisa menjadi sebuah video. Klik tombol Create Video yang ada di pojok kanan atas. Tunggu beberapa saat sampai video selesai dikompilasi. Lama waktu kompilasi ini tergantung pada banyaknya foto, durasi, dan komponen-komponen lain yang ditambahkan.

Selamat mencoba.

Determination of the carbonyl group content of cellulose samples by oximation

This methods is part of the book:
Klemm, D., et al. “Comprehensive cellulose chemistry: v. 2: functionalization of cellulose: functionalization of cellulose.” (1998).

2 g of an air dry sample of known moisture content is suspeded in 100ml 0f 0.02 N aquaeous zinc acetate solution in a 300 ml Erlenmeyer flask under vigorous stirring. After a residence of 2-6 h at room temperature in the covered flask the liquid is sucked off and the moist sample is immediately and quantitatively returned to the flask and subsequently suspended in 100 ml of the oximation reagen (35 g hydroxilamine hydrochoride, 55 g zink acetate, 160 ml 1 N NaOH and 1.6 ml glacial acetic acid/l aquaeous solution) appliying a gentle shaking. After a residence time of 20 h at 20oC, the liquid is again sucked off through the same sintered-glass disk and twice washed with water. Subsequently the sample is suspended again in the same flask in 100 of 0.02 N zinc acetate solution. After 2 h the liquid is again sucked off and the sample is washed with aqueous zinc acetate solution of the same concentration. The moist oximated sample is then immadiately subjected to a determination of the nitrogen content by Kjeldahl method, employing finally a calorimetric determination of the NH4+ formed with Nesslers reagent. I umol of nitrogen correspond to 1 umol of carbonyl groups in the sample.

Reference:
Laboratory procedure of Fraunhofer Institute of Applied Polymer Research.

Coba Tantangan Ini; 2 Jam Saja Siang Hari Matiin Gadget

anak main gadget

Anak-anak asik dengan gadgetnya.

Pernah tidak Anda merasakan kalau sebenarnya kita sudah ‘dijajah’ oleh gadget? Entah itu smarphone, tablet, netbook, laptop, dan sebangsanya. Rasanya gadget tidak bisa lepas dari tangan kita. Main game, FBan, Twitteran, Googling, YouTube-an atau hanya sekedar berselancar di dunia maya. Banyak yang ketagihan, termasuk saya. Coba saja perhatikan kalau sedang meeting/rapat. Iseng-iseng coba hitung, berapa persen dari peserta rapat yang asik dengan gadget-nya. Coba perhatikan di jalan, berapa banyak pejalan kaki yang berjalan seperti zombie, asik dengan gadgetnya. Coba perhatikan di rumah, siapa-siapa saja yang tidak bisa lepas dari gadgetnya; kita sendiri, istri kita, anak-anak kita, atau bahkan pembantu kita.

Gadget memang di satu sisi banyak memberi manfaat bagi kita. Gadget telah memudahkan pekerjaan-pekerjaan kita. Gadget juga memberi pengalaman baru dan cara pandang baru dalam kehidupan manusia. Masalahnya, gadget membuat kecancuan baru. Ibaratnya manusia modern tidak bisa hidup tanpa gadget.

Banyak fonomena baru akibat kecanduan gadget ini. Misalnya, mulai bergesernya kehidupan sosial manusia dari ‘dunia nyata’ ke ‘dunia maya’. Ada orang yang memiliki banyak teman di Facebook, bahkan mungkin mencapai ribuan teman. Aktif berkomunikasi. Aktif bertegur sapa. Aktif bersendau gurau. Bahkan aktif berdebat. Tapi itu terjadi di ‘Dunia Maya’.

Pada kenyataannya di ‘dunia nyata’. Orang ini adalah orang yang suka menyendiri di kamar. Asik dengan komputer atau smartphonenya. Kalau di jalan juga asik main-main dengan gadgetnya. Kalau di kantor juga jarang bertegur sapa dengan teman-temannya. Uniknya, ketika bertemu dengan ‘teman di dunia maya’-nya itu di jalan. Mereka tidak bertegur sapa. Karena mereka tidak kenal secara fisik di dunia maya.

Saya pernah mengalaminya sendiri. Kebetulan saya aktif di salah satu group di Facebook. Ada teman dunia maya yang sering memberi komentar ke postingan-postingan saya. Dan saya juga tahu dia di dunia nyata. Pada suatu hari saya bertemu dengan dia dalam sebuah acara. Saya sok akrab dan mencoba mengajaknya ngobrol. E…..tidak tahunya dia malam dingin-dingin saja, bahkan seperti tidak mengenal saya. Bener-bener keki saya pada saat itu. Ternyata dia hanya ‘teman saya di dunia maya’ saja. Parah kan…..

Ada anak tetangga yang juga maniak gadget. Hari-hari sepulang sekolah, masuk kamar langsung main gadget. Entah main game atau main FB. Jarang sekali keluar rumah. Temennya di kampung juga sedikit. Ada satu dua temennya yang kadang-kadang ikut bermain di rumahnya. Main game juga.

Saya juga merasakan mulai ‘kecanduan’ dengan gadget. Bahaya. Saya mulai berfikir untuk mengendalikan ‘kecanduan’ ini. Saya yang ngatur gadget saya, bukan gadget yang ngatur saya.

Saya mencoba untuk bisa sedikit lepas dari ‘kecanduan’ gadget ini. Sebisa mungkin di siang hari ada waktu-waktu yang bebas dari gadget. Minimal dua jam saja. Tidak lama, kan. Saya coba tinggalkan gadget saya. Kalau perlu dimatikan. Saya ganti dengan aktivias lain, aktivitas di dunia nyata. Gadget dikembalikan ke fungsi dasarnya saja; komunikasi – telepon dan sms.

Saya coba juga untuk anak-anak. Karena mereka juga sudah mulai kecanduan gadget. Apalagi si Yusuf, kalau batterai iPadnya ‘low’ pasti teriak-teriak minta di-charge. Kalau koneksi internetnya lambat, teriak-teriak juga. Kakak-kakaknya juga lebih sama parahnya. Saya sadar ini tidak baik. Untungnya, istri saya cerewet untuk malasah ini. Tugasnya yang marah-marah dan melarang anak-anak agar terlepas dari gadgetnya. Saya melakukan pendekatan lain. Saya mencoba mencarikan alternatif kegiatan yang bisa membuat mereka terlepas dari kecanduan gadget.

10154183_10208320277752922_5128002523139139110_n
Di rumah ada banyak buku. Kami ajak mereka untuk membaca. Royan dan Abim saya minta mengajak adiknya untuk membaca buku dan bercerita apa saja tentang isi buku itu.

Kebetulan saya juga suka dengan tanaman. Saya ajak anak-anak untuk ‘bercocok tanam’. Kami juga punya projek kecil untuk ‘bercocok tanam’ ini.

Kami tidak punya pembantu. Jadi pekerjaan rumah dikerjakan secara gotong-royong. Pekerjaan ini cukup menyita waktu dan membuat capek. Aktivitas ini bisa mengurangi kontak antara kami dengan gadget.

Semoga langkah-langkah ini bisa membebaskan kami dari kecanduan gadget. Kami bisa terbebas dari jajahan gadget. Kembali ke kehidupan di ‘dunia nyata’.

permainan loncat tali anak-anak

Permainan loncat tali. Permainan yang menyehatkan, melatih fisik, dan kemampuan sosial anak-anak.