Tanaman kesayangan Yusuf; Ficus elastika

image

Yusuf dan beringin karet kesayangannya.

Setelah kembali ke rumah lamaku, kini saya bisa melanjutkan lagi hobi saya nanam-menanam. Ketika pertama kali pulang, banyak tanaman saya yang merana. Daun2nya menguning, kurus, dan tidak terawat. Pohon rambutan depan rumah pun daunnya banyak yang berguguran.

Saya coba rawat kembali tanaman2 itu. Daun2 yang kuning saya pangkas. Beberapa pot tanaman saya ganti tanahnya. Bebrapa keladi-keladian saya potong dan saya stek lagi. Perlahan tanaman2 itu mulai tumbuh lagi.

Saya jugan meminta beberapa tanaman dari mertua dan teman. Kadang2 cari di kebun atau ladang ketika main sepeda. Saya menanam paku tanduk rusa, paku sarang burung, suplir, dan juga kemuning. Saya juga coba tanam Zingiber. Dan minta tanaman Ficus elastica dari temen kantor.

Continue reading

Sejarah Masuknya Stevia ke Indonesia

image

Tulisan lain tentang stevia klik di STEVIA

Stevia bukanlah tanaman asli Indonesia. Stevia yang mengandung pemanis alami ini berasal dari belahan dunia lain, Amerika Selatan. Asalnya dari distrik Amambai dan Iquaqu, yaiti daerah sekitar perbatasan Paraguay-Brazil-Argentina di Amerika Selatan. Tanaman ini tumbuh liar tetapi ada juga yang ditanam oleh penduduk setempat. Nama lokalnya adalah Caa-he-he, Caa-enhem atau Kaa he-e. Saya coba cari daerah asalnya dg Google Maps belum ketemu.

Oleh penduduk setempat stevia sudah digunakan sebagai pemanis makanan atau minuman. Mungkin bangsa-bangsa kolonial jaman dulu, termasuk Mbah Bertoni dan Mbah Rebaudi, yang ikut memperkenalkan stevia ini ke dunia luar. Hingga pada akhirnya sampai juga ke negeri kita Indonesia.

Continue reading

Biologi dan Morfologi Stevia

image

Stek stevia

Tulisan lain tentang stevia klik di STEVIA

Menurut klasifikasi tanaman, stevia diklasifokasikan sebagai berikut: (sumber: wikipedia)

Klasifikasi Stevia rebaudiana

Domain: Eukaryota
Kingdom: Plantae
(unranked): Angiosperms
(unranked): Eudicots
(unranked): Asterids
Order: Asterales
Family: Asteraceae
Tribe: Eupatorieae
Genus: Stevia
Species: S. rebaudiana
Binomial name
Stevia rebaudiana
(Bertoni) Berton

Nama stevia sendiri mengabadikan dua orang ahli botani jaman baeula, yaitu Mbah Dr. Moises Bertoni (1899) dan Eyang Dr. Ovidio Rebaudi (1905).

Continue reading

Catatan buku: Hadits Arbain Imam Nawawi

image


Baca catatan buku yang lain: BUKU


Jangan anggap remeh buku mungil ini. Meski ukurannya kecil, tapi buku ini adalah salah satu buku luar biasa. Andaikan ada penghargaan tentang buku paling laris sepanjang abad, buku yang dicetak ulang beribu-ribu kali, buku yang paling banyak dibaca, buku yang paling banyak dihafal, buku yang paling mendunia, dan buku yang paling banyak diterjemahkan, buku kecil ini layak mendapatkannya.

Buku kecil karya Imam Nawawi ini adalah salah satu karya monumental beliau. Imam Nawawi menuliskannya pada tahun 6.. H atau …. M. Artinya ditulis ….. tahun yang lalu. 

Hadits-hadits ini dikumpulkan berdasarkan sebuah hadits dari Rasulullah, bahwa Rasulullah bersabda:
“Barang siapa di antara umatku menghafal empat puluh hadits tentang agamanha maka dia akan dibangkiykan Allah pada hari kiamat bersama golongan ahli-ahli figh dan para ulama.”

Banyak ulama-ulama sebelumnya yang mengumpulkan empat puluh hadits. Namun, kita empat puluh hadits Imam Nawawi ini yang paling terkenal dan paling banyak dipelajari oleh Umat Islam di seluruh dunia.

Diceritakan oleh Ustad bahwa ketika memilih hadits-hadits yang akan dimasukkan ke dalam kumpulan hadits ini Imam Nawawi melakukan sholat istikhoroh berkali-kali. Beliau memilih dari ribuan hadist Rasulullah berdasarkan ilmu yang beliau kuasai. Namun, Imam Nawawi tetap ‘berkonsultasi’ kepada Allah untuk diberi petunjuk memilih hadits yang benar. Hadits2 di dalam buku kecil itulah hasilnya. Subhanallah.

Sungguh luar biasa amal jariyah dari Imam Nawawi itu. Pahala amal itu terus mengalir dari dulu hingga sekarang dan mungkin akan terus mengalir sampai hari kiamat nanti.

image

image

Buku kusam ini saja sudah cetakan ke-35..

Catatan buku: Stephen King on Writing

image


Baca catatan buku yang lain: BUKU


Para pecinta novel, khususnya novel triller terjemahan, mungkin tidak asing lagi dengan nama Stephen King. Ya..dia adalah salah satu penulis novel triller top. Bukunya banyak dan sebagian sudaj difilmkan. Miriplah dengan penulis/akhtor triller Alfred Hitcok.

Saya tertarik membeli dan membaca buku ini bukan karena cerita-cerita trillernya. Bahkan saya tidak punya buku novel Stephen King yang lain. Saya tertarik membaca buku ini karena isinya bukan novel dan bukan cerita horor/triller. Buku ini menceritakan tentang proses kreatif Stephen King dalam melahirkan novel-novelnya.

Gaya penulisan buku ini masih seperti gaya penulisan cerita novel. Kita seperti sedang mendengarkan Stephen King bercerita tentang dirinya sendiri. Di awali dengan kecelakaan yang dialaminya yang membuat dia mesti terbaring di tempat tidur. Pada saat itulah dia menulis buku ini.

Di rak buku saya ada beberapa buku tentang menulis. Sebagian saya yang membelinya dan sebagian lagi istri saya yang membeli. Kalau buku2 lain isinya ‘pelajaran menulis’ atau ‘tips-tips menulis’, buku ini berbeda. Buku ini sama sekali tidak ‘mengurui’ orang tentang menulis dan menjadi penulis hebat. Buku ini lebih persuasif agar kita bersemangat untuk menulis.

Kalau Anda suka menulis atau sedang belajar menulis, buku ini cocok untuk Anda baca.

Selamat membaca.

Catatan Buku: Sekolah Itu Candu

image


Baca catatan buku yang lain: BUKU


Buku ini terlupakan begitu lama. Saya membelinya beberapa tahun yang lalu di sebuah pameran buku. Sejak saya beli buku itu hanya memenuhi rak buku saja. Belum pernah saya baca. Tengah malam ini entah angin apa yang merayu saya, buku itu saya saya baca.

Suuueerrr…..ternyata buku itu buku yang bagus. Sungguh menyesal kenapa saya tidak membacanya dari dulu-dulu. Buku itu adalah kumpulan tulisan tentang kritik sistem pendidikan kita. Kumpulan tulisan aktivis pendidikan jaman dulu Roem Topatimasang.  Tulisan-tulisan yang bersikap kritis bahkan memberontak terhadap sistem pendidikan kita.

Tulisan-tulisannya renyah dan enak dibaca. Gaya penulisannya sederhana dan mencoba menghubungkan gagasan2 pendidikan yang melawan arus.

Meskipun tulisan2 itu dibuat dulu sekali ketika saya masih SD – SMP, tapi sistem pendidikan yang dia kritik masih tegak sampai sekarang. Meski selama beberapa periode pemerintahan sistem pendidikan kita gonta-ganti ‘acara’. Seperti halnya kurikulum 2013 yang benar2 baru. Guru-guru pada bingung, apalagi murid dan orang tua/wali murid. Istri saya saja sampai nyerocos menyerang metode tematik di kurikulum baru ini.

Beberapa tulisannya yang menarik adalah ketika menjelaskan akar kata dan asal muasal kata Sekolah. Ternyata dalam bahasa aslinya (latin) arti kata schola adalah waktu luang. Lalu ada sedikit ulasan tentang larangan siswi sekolah pakai jilbab. Kasus ini pernah heboh sepanjang tahun 1978-1983. Bahkan pass foto ijazah pun harus kelihatan telinganya. Kini siswi sekolah pakai jilbab adalah hal yang lumrah. Mungkin kasusnya mirip dengan polwan yang dilarang pakai jilbab yang kini ramai. Saya rasa dalam beberapa tahun ke depan akan banyak ditemui polwan dan kowad yang memakai jilbab.

Saya rasa buku ini perlu dibaca oleh pelaku dunia pendidikan kita, para guru, dosen, dan juga ‘pejabat yang berwenang’. Namun, berhati2 membacanya. Meski buku ini adalah buku kritik, Anda perlu kritis membacanya. Anda boleh saja sepaham atau tidak sepaham. Terserah pada diri Anda sendiri.

Para guru yang sudah membaca buku ini mungkin akan menata kembali cara mengajar mereka. Sekolah bukan wahana untuk ‘mencekoki’ murid. Sekolah adalah sarana mengisi waktu luang.

Selamat membaca.

Catatan buku: Simon & Schuster’s Guide to HOUSE PLANTS

image

Buku import tentang tanaman-tanaman rumahan. Buku panduan setebal 319 halaman ini memang pantas dimiliki oleh orang yang hobi menanam maupun untuk praktisi tanaman hias. Isinya cukup lengkap. Hampir semua tanaman yang biasa kita temui di halaman rumah dan indoor ada di dalam buku ini. Buku ini disertai petunjuk praktis perawatan masing-masing tanaman itu.

[Masih lanjut lagi]

image

image

Kuliah Fotografi dengan Steve Mc Curry

Stave Mc Curry juga membuat beberapa buku. Jika Anda menyukai fotografi dokumenter atau fotografi jurnalistik, buku-buku Steve Mc Curry sebaiknya Anda miliki. Buku-bukunya berbahasa Ingris dan Anda bisa membelinya di toko online terbesar Amazon.com.

Berikut beberapa buku Steve Mc Curry yang dijual di Amazon. Harganya masih terjangkau. Silahkan!

Catatan buku: Buku Cerita Anak-anak

image

Ketika kecil dulu Bapak sering bercerita ke saya. Bukan membaca buku cerita, karena Bapak buta huruf. Bapak bercerita tentang perjalanan hidupnya. Cerita-cerita itu sangat berkesan. Saya pun ingin melestarikan kebiasaan ini ke anak-anak saya; Royan, Abim, & Yusuf.

anak2 membaca itu asik

Saya sering membelikan buku anak untuk mereka. Royan & Abim sering memilih buku2nya sendiri. Royan suka membeli buku tentang mobil, mesin, motor, dan pesawat. Kalau Abim suka membeli buku tentang dinosaurus, binatang, monster, dan karakter2 aneh lainnya. Kadang2 saya membacakan buku-buku itu ke mereka. Kadang2 saya bercerita tentang kisah hidup Mbah Magelang atau cerita2 saya ketika masih kecil dulu.

Kini ketika anak ketiga kami, Yusuf,  hadir di tengah2 keluarga kami, kami pun membacakan buku-buku cerita untuk Yusuf. Tapi, kami jarang membeli buku baru. Buku cerita yang kami bacakan adalah buku cerita warisan kakak-kakaknya.

image

Anak kecil suka buku yang gambarnya menarik. Gambar2nya besar dan warnanya mencolok. Begitu juga tulisannya sedikit. Buku2 seperti itu membebaskan orang tua untuk bercerita. Bercerita dengan bahasa sendiri asalkan tidak melenceng dari alur cerita. Yusuf pun mendengarkan dengan wajah penuh ekspresi.

Cerita itu diulang2 sampai Yusuf hafal dengan isi ceritanya. Seringkali Yusuf yang gantian bercerita dan kami yang jadi pendengarnya. Semalam Yusuf bisa minta dibacakan 2-3 buku. Wadeehhhh….. capek deh….

image

Banyak buku yang dia suka; Timun Emas, Creole, Frangklin si kura2, Semut dan Pak Tani, Madu Libi, Pelahap Muffin, dan lain2.

image

image

Mas Royan membaca buku dengan Adik Yusuf


Baca catatan buku yang lain: BUKU


Stevia: Pemanis Organik Alami yang Rendah Kalori

daun stevia pemanis alami

Daun stevia pemanis organik alami yang aman untuk penderita diabetes

Tulisan lain tentang stevia klik di STEVIA

Meningkatnya penderita diabetes melitus (diabet) atau kencing manis membuat banyak orang yang takut dengan gula, namun masih tetap ingin makan/minum dengan yang ‘manis-manis’. Karena itu kemudian banyak beredar gula alami yang rendah kalori, seperti produk yang dibuat dari gula jagung. Sebenarnya di Indonesia sudah ada tanaman yang menghasilkan pemanis alami dan sangat rendah kalori, yiatu: stevia.

Nama latinnya adalah Stevia rebaudiana Bertoni M. Tanaman Stevia berasal dari distrik Amambai dan Iguaqu, yaitu daerah perbatasan Paraguay-Brasil-Argentina di Amerika Selatan. Nama lokalnya adalah Caa-he-he, Caa-enhem atau Kaa he-e. Tanaman ini mulai masuk ke Indonesia sekitar tahun 60-an. Kala itu stevia sudah mulai dibudidayakan namun sayangnya kurang diterima oleh pasar dalam negeri. Karena stevia jaman dulu masih ada rasa langu dan sepet-nya. Pamor stevia sebagai pemanis alami redup lagi. Sekarang, orang mulai mencari lagi pemanis-pemanis organik yang alami yang rendah kalori dan aman untuk penderita diabet maupun orang-orang yang khawatir dengan penyakit kencing manis.

Rasa manis dari stevia berasal dari kandungan steviosida dan Rebaudosiosida-A. Rasa manisnya 200-300 kali sukrosa (gula pasir). Jadi kalau kita biasa minum teh dengan satu sendok teh penuh gula, dengan stevia cukup seujung sendok teh. Hebatnya lagi, stevia tidak/sangat rendah kandungan kalorinya. Stevia populer di daerah asalnya sebagai pemanis alami. Di Jepang, Korea, dan Taiwan steviosida sudah umum dipakai.

Continue reading