Tag Archives: bogor

Tempat Belanja Murah di Ciomas

Minimarket ‘branded’ banyak bertebaran di sudut-sudut kota Bogor, bahkan sampai ke daerah-daerah pingiran dengan interval jarak yang sangat dekat sekali. Belanja di minimarket ‘branded’ memang enak, tapi harga-harganya miring ke atas. Beberapa item lebih mahal dari warung-warung kecil. Untungnya di daerah Ciomas ada tempat-tempat belanja yang murah sekali untuk belanja kebutuhan sehari-hari/bulanan, namanya Toko ‘Barokah Lestari Makmur’. Toko grosir dan eceran langganan warung-warung di seputaran Ciomas.

Saya diberitahu toko ini oleh ibu kostku dulu. Beliau tahu, anak kost uangnya mempet, karena itu dia memberitahu tempat belanja yang harganya murah-murah. Awalnya Toko Lestari Makmur ada di pertigaan pintu ledeng, dekat pasar Ciomas lama. Toko ini berkembang pesat hingga membuat toko yang lebih besar mirip supermarket di dekat Kantor Kecamatan Ciomas. Kalau dari arah Kecamatan posisinya ada di kanan jalan. Toko ini selalu ramai, buka mulai jam 7.30 sampai 20.30 malam.

Langganan toko ini adalah para pedagang-pedagang warung yang ada di kampung-kampung di sekitar Ciomas. Warung-warung di komplek kami pun juga belanja di toko ini. Harganya jauh lebih murah daripada harga di Minimarket yang menjamur di sepanjang jalan ini. Contoh sederhana saja, harga mie instan; harga eceran lebih murah sampai 15%. Harga grosir bisa lebih murah 20%. Hampir semua barang harganya murah.

Untuk belanja kebutuhan bulanan seperti: sabun, detergen, pewangi, pasta gigi, shampoo, gula, beras, tepung, mie instant, minuman instant, kertas tissue, saus, minyak goreng, telor dan makanan kecil. Kalau belanja di toko ini cukup untuk satu bulan, dengan uang yang sama jika belanja minimarket hanya cukup untuk tiga minggu. Memang sih, sebagian besar barang-barang di toko ini dijual grosir dan kalau beli harus satu kotak atau satu renteng, tidak bisa satuan.

Tempat Beli Susu dan Minyak

Sebagian besar belanjaan kami beli di Toko Lestari Makmur, kecuali susu dan minyak goreng. Untuk susu dan minyak goreng ada toko yang juga murah harganya, yaitu Toko Serasi. Harga susu instant, susu bayi dan minyak goreng lebih murah daripada di Toko Lestari Makmur. Kecuali harga susu kotak, harga susu kotak di toko ini lebih tinggi dari pada di toko Lestari Makmur.

Letak toko ini memang tidak strategis. Posisinya pas di belokan dan tempat parkirnya agak sempit. Meski tidak strategis banyak langganannya, terutama yang punya bayi dan anak kecil. Dari Toko Lestari Makmur masih jalan sedikit ke arah Cikoneng, posisinya tepat di seberang gang masuk ke Cikoneng.

Untuk belanja-belanja kecil lainnya, kami biasanya beli di warung dekat rumah saja. Meski di warung kecil, harganya lebih murah daripada di minimarket. Kami sangat jarang belanja di minimarket. Hanya sekali-sekali saja kami belanja di minimarket. Kasihan juga warung-warung kecil ini, keberadaannya terdesak oleh minimarket.

Di Bogor Cuma Dua Pilihan: Kalau Tidak Macet Ya…. Macet Banget

KEMACETAN YANG TIDAK ADA PILIHAN

Kota Bogor memiliki banyak julukan. Dulu julukan kota Bogor adalah Kota Hujan. Itu dulu….. Sekarang Bogor punya banyak julukan lain: KOTA SEJUTA ANGKOT dan KOTA MACET. Saya yang sudah lumayan lama tinggal di Bogor memang benar-benar merasakan bagaimana tersiksanya dengan kondisi jalan di Kota Bogor ini. Sampai-sampai ada anekdot yang cukup terkenal di kota Bogor; Di Bogor cuma ada dua pilihan: kalau tidak macet ya macet banget.

Saya tinggal di pingiran kota yang jadi langganan kemacetan; Ciomas. Banyak simpul-simpul kemacetan di jalur yang setiap hari saya lewati. Bayangkan saja. Jarak rumah saya dengan kantor hanya 6.8 km (saya hitung pakai speedometer). Kalau saya naik mobil ke kantor, waktu tempuhnya 1:00 – 1:15 menit, kalau saya naik motor waktu tempuhnya 30 – 45 menit, kalau naik angkot waktu tempunya 1:30 menit. Artinya kecepatan kendaraan hanya 6.8 – 13.6 km per jam. Gila kan???!!! Kadang-kadang jalur ini super macet. Pernah saya dari rumah ke kantor naik mobil ditempuh dengan waktu 2 jam lebih. Minggu-minggu ini entah kenapa jalur tempat saya hampir selalu macet parah setiap hari. Celakanya, jalur ini sangat minim jalur alternatif untuk menghindar dari kemacetan. Jika sudah kena macet, tidak ada pilihan lain, kecuali putar balik kembali ke rumah.

Rumah saya ada di Ciomas, dekat dengan kantor kecamatan Ciomas. Ada beberapa simpul kemacetan di jalur ini. Mulai dari yang paling bawah dulu: pertigaan Kretek Ciomas, depan Bukit Asri Ciomas, depan Villa Ciomas, pertigaan pintu ledeng, pertigaan Ciomas Harapan dan SMP PGRI 1, pertigaan Pasir Kuda, pertigaan Gunung Batu, Merdeka sampai depan Station.

Continue reading

Makan di Warung Sederhana Jl Dadali

Kuliner warung sederhana Dadali Bogor

Warung Sederhana Dadali Bogor

Dari luar tampak biasa-biasa saja. Namanya Warung Sederhana yang terletak di Jl. Dadali, tepat di samping SPBU Dadali, Bogor. Jangan terkecoh dengan tampilan luarnya. Meski tampak biasa-biasa saja, warung ini menyediakan menu masakan sunda yang mengoyang lidah. Warungnya selalu ramai, apalagi pas jam makan siang. Penuh. Full. Sampai ngantri tempat duduk di luar. Pelanggannya sebagian besar pns dan karyawan kantor di sekitar jl Dadali, Jl. A Yani, warung Jambu. Ada juga yang bukan orang biasa-biasa saja. Pernah saya bareng makan dengan pelanggan yang datang pakai mobil Fortuner atau Pajero Sport.

Kuliner warung sederhana dadali bogor

Ikan mas, lalapan, dan sambal. Menu warung sederhana dadali Bogor

Menu makanan yang disediakan tidak jauh berbeda dengan warung sunda pada umumnya. Ada ikan mas goreng, ayam goreng, oncom, leunca, bunga pepaya jantang, pepes, paru goreng, sayur asem dan tidak lupa lalapan. Yang istimewa adalah sambalnya. Sambal inilah yang menurut saya membuat masakan di warung ini semakin nikmat. Sambalnya tidak terlalu pedas, tidak terlalu asin atau manis. Sambalnya pas. Cocok dengan lalapan dan goren ikannya. Sambal ini yang membuat air liur terus mengucur dan makanan terasa nikmat di mulut. Setiap tamu yang datang akan diberi semangkok sambal. Sambal ini cukup untuk dua orang.

Kuliner warung Sederhana Dadali Bogor

Sambal yang enak dan segar di Warung Sederhana Dadali Bogor

Harga menu di warung ini juga miring. Murah meriah untuk ukuran di Bogor. Semua orang suka makan di sini, dari mulai tukang becak sampai bos-bos di kantor seputaran Jl. A. Yani dan Dadali.

Kalau Anda sedang di Bogor dan bosan dengan menu makanan fast food ala barat. Silahkan datang saja ke Warung Dadali. Kuliner alternatif di Kota Bogor. Warungnya tepat di sebelah SPBU Dadali. Kalau dari jalan memang tidak terlalu kelihatan. Warung Dadali relatif mudah ditemukan.

Mangga

Jalan-jalan di hutan Taman Nasional Gunung Halimun

Salah satu kegiatan yang saya sukai adalah berjalan-jalan di hutan dan menikmati alam bebas. Ketika ada rencana kalau Kepanduan akan diadakan kegiatan menyusuri gunung Halimun, saya tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan ini. Terakhir saya naik ke Halimun tahun 2006 yang lalu. Sudah luama sekali.

Saya tanya ke panitia apakah Royan yang baru kelas 7 boleh ikut. Jawabannya boleh. Saya ajak Royan untuk ikut acara ini. Saya tahu Royan juga suka berpetualang di alam bebas.

Banyak yang mesti saya siapkan. Perlengkapan gunung saya entah ada di mana. Terpaksa saya mesti berhemat dan menabung untuk mendapatkan beberapa perlengkapan hiking. Terutama untuk Royan, karena dia belum punya sama sekali. Sebagian dari perlengkapan itu saya pinjam dari Green Camp, seperti tenda, sleeping bag, tas ransel, kompor gas portable, dan lainnha. Sisanya kami beli di Toko Kataraf langganan kami.

Untuk bekal kami beli di tok grosir Lestari Makmur yang harganya miring. Kami bawa Indomie berbagai macam rasa, Sarden, Cornet, minuman instant, biskuit, roti, permen. Kami bawa juga lontong dan beras. Jumlahnya lebih dar cukup untuk makan tiga hari.

Setelah di-packing ternyata bawaan kami berat. Bobot tas saya mungkin 25-30kgan. Tas Royan 15-20kgan. Berat untuk orang seumuran saya. Satu regu kami ada 8 orang. Regu saya ada tiga orang yg sdh uzur, saya, Pak Jo dan P Mig. Royan yang paling muda.

image

Kamu kumpul di halaman masjid at taufiq. Kata panitia ada 112 orang peserta. Setelah konsolidasi agak lama kira2 menjelang pukul 21 malam baru berangkat. Kami naik truk. Perjalanan semakin seru ketika turun hujan. Gede lagi hujannya.

Awalnya saya pikir kami akan naik ke puncak Halimun. Ternyata tidak. Kami menuju gerbang Taman Nasional Halimun Salak di desa Malasari, kec. Nanggung. Dari gerbang kami jalan kira2 4 jam menuju tempat peninapan pertama.

image

image

image

Kuliner: Mie Hotplate Murah di Ciomas; WHO

Meski lokasinya tidak jauh dari rumah, kami jarang mampir ke tempat ini. Kami juga tahu kalau tempatnya selalu ramai dengan anak-anak muda. Kami baru sekali makan beberapa malam yang lalu. Ternyata masakannya memang enak, hot, super pedas, dan harganya sangat bersahabat. Pantesan selalu ramai.

Nama tempatnya W.H.O. Singkatan dari Waroeng Hotplate Odon. Tempat makan ini mengusung kosep heavy metal. Anak muda baget. Warnanya didominasi warna merah dan ditempeli poster2 ukuran besar bintang musik rock dan heavy metal. Semua pramusajinya laki2 muda. Umurnya saya kira tidak ada yang lebih dari 25 tahun. Meja dan kursinya biasa-biasa saja.

image

Menikmati mie hotplate WHO Ciomas

Continue reading

Fotografi: Memotret Hutan Gunung Bunder

Gunung Bunder Bogor

Hutan di Gunung Bunder, Bogor

Saya suka memotret dan fotografi, tapi saya tidak punya waktu khusus untuk melalukan hobi saya ini. Saya memotret setiap ada kesempatan. Memotret apa saja. Dan seringkali memotret sambil jalan-jalan bersama keluarga. Salah satunya ketika memotret hutan di Gunung Bunder.

Continue reading

Cerita di Jalanan Kota Bogor: Matot di Gunung Batu

Bogor sudah dinobatkan sebagai kota termacet di Indonesia. Ada banyak cerita ketika menyusuri jalanan kota Bogor sambil menikmati kemacetannya. Salah satunya yang parah adalah kemacetan di pertigaan Gunung Batu.

Posisi pertigaan Gunung Batu memang unik, dari arah bawah adalah jalan menanjak tajam, dari arah barat laut adalah pasar gunung batu, dari arah selatan Pasir Kuda. Nah di tengah pertigaan ini ada taman batas berbentuk segitiga. Tidak ada traffic light di pertigaan ini. Pasir Kuda salah satu rawan macet. Pasar Gunung Batu juga rawan macet. Arah Merdeka yang relatif aman dari macet.

Pertigaan ini sangat rawan macet karena merupakan jalur tiga angkot, angkot No. 2 dan 3, angkot no. 5, 5A, dan angkot No. 14. Angkot No. 5, 5A dan 14 sering ngetem di tengah pertigaan ini. Tahu sendiri kan sopir angkot? Kalau berhenti sembarangan dan menutupi jalan mobil lain.
Continue reading

Bogor; The City of Angkot and The Most Crowded Road in Indonesia

image

Angkot kota Bogor (Sumber:
New Bogor Geulis)

Bogor located in south of Jakarta. Bogor is satellite city of Jakarta together with other cities around Jakarta that called Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang and Bekasi). Most people work in Jakarta are living in Jabodetabek. Because they just living in Jakarta during the day and then back to Bodetabek after work, they called ‘day citizen’ in Jakarta and ‘night citizen’ in Bogor.

Bogor is very busy city. Bogor population is 987.448 peoples (2012) and 8.838 peoples per km2. For transportation, citizen of Bogor use bicycles, motorcycle or car, but mostly use motorcycles. And, for public transportation there are ‘angkot’ and small bus.
Continue reading

Menaklukkan Tanjakan Ciengkek Ciomas

image

Istirahat di tanjakan Ciengkek Ciomas

Bersepeda adalah salah satu. Olah-raga favoriteku untuk membakar tumpukan lemak di perut. Biasanya saya bersepeda sendiri atau bersama anak-anak menyusuri kampung-kampung (cross country) di seputaran tempat tinggal kami. Ada satu jalur sepeda yang memiliki tanjakan tajam dan menantang. Tanjakan Ciengkek namanya.

Tanjakan ini juga tanjakan favorite bagi para goweser yang menyukai tanjakan dan cross country. Kemiringannya mungkin sampai 40-45o. Artinya tajam banget tanjakannya. Di beberapa tempat orang mesti mengenjot sepeda sambil berdiri agar roda depan tidak terangkat ke atas. Jaraknya dari bawah sampai ke puncak sekitar 500 – 800 m. Ada beberapa kelokan di tanjakan ini.

Ketika melalui jalur ini saya sering ketemu dengan goweser-goweser lain. Pernah ketemu dengan satu atau dua orang. Pernah ketemu dengan rombongan delapan orang. Bahkan pernah ketemu dengan rombongan 40 sepeda. Banyak goweser ingin menaklukkan tanjakan ini.

image

Pete dan rute tanjakan Ciengkem

Peta dan rute tanjakan Ciengkek

Continue reading

Kuliner Bogor: Sop Buntut Ma’Emun VS Mbak Par

Sop buntut sudah terkenal sebagai kuliner favorite di Indonesia. Daerah-daerah di Indonesia punya kuliner sop buntutnya masing-masing. Tak terkecuali di kota Bogor. Ada banyak warung sop buntuk, dua yang terkenal adalah Sop Buntut Ma’Emun dan sop buntutnya Mbak Par.


Catatan kuliner: KULINER


Ada beberapa warung sop buntut yang pernah saya coba. Saya pernah makan sop buntut yang di dekat air mancur jl. A Yani. Kuah sop buntutnya berwarna kuning dan kental. Minyaknya banyak. Orang yang ‘anti’ kolesterol pasti tidak suka memakannya. Rasanya pun biasa-biasa saja. Saya tidak merekomendasikannya. Pernah juga makan sop buntut di Ciomas dekat perumahan Bukit Asri. Rasanya lumayan lah, cuma belum istimewa rasanya. Pernah juga makan sop buntut di daerah SurKen. Rasanya masih biasa-biasa saja.

Nah, sop buntut yang cukup istimewa rasanya yang pernah saya coba adalah sop buntutnya Ma’Emun dan Mbak Par.

Sop Buntut Ma’Emun

Kuliner Sop Buntut Ma' Emun Bogor.

Kuliner Sop Buntut Ma’ Emun Bogor.

Warung sop buntut Ma’Emun cukup terkenal di kota Bogor. Ada beberapa cabang warung sob buntut ini. Misalnya di Jl. A Yani di depan markas Zeni. Ada juga yang di Jl. Salak di GOR INIRO, ada juga di beberapa tempat. Konon sop buntut ini sudah lama berdiri dan sudah beberapa generasi.

Yang istimewa dari sop buntut ini adalah dagingnya yang masih berwarna merah dan sangat empuk. Ukuran porsinya besar dan banyak lemaknya. Meskipun lemaknya tidak sekental dan kebanyak di warung yang di dekat air mancur.

Rasanya enak dan mantap. Bumbunya pas. Tidak terlalu ‘njomplang’ rasanya. Soalnya, saya pernah makan sop buntut yang rasa rempah-rempahnya terasa banget. Jadi lebih mirip makan jamu daripada makan sop.

Continue reading