Gang Hu, John A. Heitmann, and Orlando J. Rojas
Bioresources, 2008, 3, 270-294
Energi dan isu lingkungan adalah salah satu keprihatinan utama yang dihadapi masyarakat global saat ini. Bahan bakar transportasi merupakan proporsi yang besar atau konsumsi energi, tidak hanya di AS, tetapi juga seluruh dunia. Sebagai bahan bakar fosil dikuras habis, pengganti baru diperlukan untuk memberikan energi. Etanol, yang telah dihasilkan terutama dari fermentasi pati jagung di AS, telah dianggap sebagai salah satu bahan bakar cair utama yang dapat menggantikan bahan bakar fosil untuk transportasi. Namun, keterbatasan pasokan pati memunculkan kebutuhan untuk menciptakan substrat yang berbeda. Biomas hutan diyakini sebagai salah satu sumber gula yang paling melimpah, meskipun banyak penelitian telah dilaporkan pada rumput rumputan, residu pertanian, dan limbah perkotaan. Penggunaan pretreatment biomassa untuk merusak lignin-karbohidrat yang kompleks dan sehingga karbohidrat lebih terekspos pada enzim. Makalah ini tinjauan pretreatment teknologi dari perspektif potensi mereka gunakan dengan woord, kulit kayu, dan residu hutan. Katalisis asam Acetid di menyarankan untuk pertama kalinya untuk digunakan dalam ledakan uap pretreatment. Pretreatment ini, diperkirakan. Analisis ini menunjukkan bahwa keduanya merupakan teknik menjanjikan eksplorasi lebih lanjut atau optimasi untuk komersialisasi.
Download buku dan referensi lain: Klik Di Sini.










Mengukur kadar bioetanol dalam cairan fermentasi adalah salah satu hal penting yang harus kita ketahui, jika kita ingin membuat bioetanol. Ada banyak cara untuk mengukur bioetanol. Mulai dari cara yang paling mudah, rumit, dan paling canggih. Setiap metode pengukuran memiliki keunggulan dan kekurangannya sendiri-sendiri. Beberapa metode itu adalah analisis dengan GC (Gas Chromatography), HPLC (High Performance Liquid Chromatography), metode enzym, dan hydrometer. Tiga metode yang pertama sangat sensitif, dapat mengukur kadar bioethanol dalam konsentrasi yang sangat rendah, tetapi juga lebih rumit dan mahal. Metode enzym relatif lebih mudah dan murah dibandingkan dengan metode GC atah HPLC. Saat ini tersedia beberapa produk enzym kit untuk mengukur bioetanol. Tetapi metode ini masih cukup mahal untuk ukuran UKM atau rumahan. Metode terakhir adalah metode yang paling mudah, murah, tetapi juga kurang teliti. Meskipun begitu untuk ukuran UKM atau rumahan rasanya sudah cukup memadai.








