Draf buku ini sebenarnya sudah saya buat sejak tahun 2007an. Waktu itu saya sedang belajar membuat pupuk organik dari kompos. Dan waktu itu pupuk organik granul (POG) belum seramai saat ini. Aku mencoba mendokumentasikan apa yang aku pelajari. Tahun-tahun berikutnya ketika krisis moneter tahun 2008 harga pupuk kimia melambung tinggi. Saya semakin lebih rajin belajar tentang pupuk organik ini. Saya melihat, waktu itu, bahwa petani seharusnya bisa dan mampu membuat pupuk organik sendiri. Maka, saya selesaikan draf buku ini dan saya gratiskan. Harapannya agar lebih banyak orang yang bisa membuat dan memproduksi pupuk organik granul.
Buku ini aku tulis pada saat liburan. Tidak banyak agenda yang saya miliki, jadi bisa full speed waktu menulis. Kalau tidak salah draf ini selesai dalam waktu 3 hari, ngedur bin nglembur. Ngak tidur sebelum drafnya selesai. Semoga karya sederhana ini bermanfaat untuk petani dan dunia pertanian di Indonesia
Buku ini membahas secara lengkap pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) dengan Biang POC. Pembahasan dimulai dari latar belakang POC, manfaat POC bagi tanaman dan perbedaannya dengan Pupuk Organik Granul (POG), seni meramu POC, dan strategi pemasaran POC. Buku ini sangat bermanfaat untuk petani atau kelompok tani yang ingin mandiri dalam menyediakan pupuk; terutama pupuk organik. Buku ini juga berguna bagi penyuluh pertanian, kelompok tani, maupun pengusaha yang bergerak di bidang pupuk organik. Semoga buku ini bermanfaat. Klik di sini untuk menddownload buku ini.
Download buku gratis saya yang lain: klik di sini.
MOL atau singkatan Mikro Organisme Lokal sering dimanfaatkan untuk budidaya pertanian organik atau semi organik. MOL memiliki banyak kegunaan, seperti:
1. Dimanfaatkan sebagai POC (Pupuk Organik Cair)
2. Dimanfaatkan sebagai dekomposer atau biang kompos untuk pembuatan kompos
3. Dimanfaatkan untuk pestisida nabati untuk mengusir hama tanaman
Ada banyak sekali resep MOL, banyak petani di daerah-daerah mengembangkan MOL nya sendiri dengan berbagai variasi. Saya banyak menemukan resep MOL ketika berinteraksi dengan petani. Kadang-kadang MOL dikembangkan juga oleh kelompok-kelompok petani organik. Berikut ini beberapa resep MOL yang sempat saya kumpulkan dari berbagai sumber. Resep ini sudah saya kumpulkan sejak tahun 2006-an. Beberapa resep saya dapatkan lebih lama lagi, ketika saya sedang mendapatkan tugas untuk ke desa-desa. Saya cantumkan sumbernya sebagian yang saya ingat, tetapi sebagian saya lupa mendapatkannya dari mana. Semoga bermanfaat.
Daftar bahan lain yang bisa didownload: Download Di Sini Cara mendownload: Klik dua kali pada link yang akan didownload. Kemudian ikuti perintah selanjutnya. Kalau ada iklan yang muncul, klik aja iklannya atau langsung ke SKIP ADD yang ada di pojok kanan atas.
Harga: Rp. 100.000/L )* Kemasan: 1 Liter, 5 Liter, 10 Liter, & 25 Liter
*)Harga belum termasuk ongkos kirim
Baca artikelnya: Membuat POC Sendiri dengan Biang POC
Catatan:
Tidak ada merek
Tidak ada ijin Deptan
Silahkan diberi merek sendiri-sendiri. Kalau mau mengajukan ijinnya, silahkan diajukan sendiri-sendiri juga. Tetapi, kalau perlu bantuan untuk mengajukan ijin, bisa saja kita bantu. Formula POC ini akan selalu diperbaiki dan ditingkatkan. Insya Allah.
Pembuatan POC dengan Biang POC:
Biang POC digunakan untuk membuat pupuk organik cair siap pakai dengan penambahan beberapa bahan yang mudah didapat.
Biang POC diencerkan 20 kali untuk membuat POC siap pakai. Atau 1 liter biang POC digunakan untuk membuat 20 liter POC siap pakai/jual.
Pemakaian POC ke tanaman:
Catatan: POC yang dibuat dari Biang POC, bukan Biang POC-nya.
5 ml POC diencerkan dengan 1 liter air.
Disemprotkan ke daun atau seluruh permukaan tanaman.
Penyemprotan dilakukan pagi hari atau sore hari.
Penyemprotan dilakukan setiap 2 minggu sekali.
Tambahan:
Untuk membuat POC yang berkualitas, dalam pembuatan POC bisa ditambahkan dengan hormon tanaman (auksin, sitokinin, giberelin) dan/atau asam humat. Banyaknya penambahan disesuaikan dengan kebutuhan atau target tanamannya.
Silahkan klik di sini: Giberelin untuk informasi pemakaian dan pembelian Hormon Giberelin.
Sejarah Singkat Giberelin
Sejarah giberelin sedikit unik. Awal mulanya giberelin ditemukan oleh Eiichi Kurowasa, orang Jepang, pada tahun 1926. Pada tahun itu Pagerang Diponegoro sedang giat-giatnya berperang melawan penjajah londo. Kurosawa sebenarnya sedang meneliti tentang penyakit aneh pada padi yang disebut ‘bakane’. Padi yang terserang penyakit ini tumbuh membesar tidak normal. Batang dan daunnya membesar dan memanjang. Kurosawa berhasil mengisolasi jamur penyebab penyakit ini yang dinamakan Giberrella fujikori. Ketika jamur ini diinfeksikan ke tanaman yang sehat, tanaman yang sehat memperlihatkan gejala itu. Ya…mengikuti postulat Koch yang terkenal itu.
Kurang lebih satu dasawarsa kemudian penelitian ini dilanjutkan oleh Yabuta dan Hayashi tahun 1939. Kedua orang jepang ini melangkah lebih maju dan berhasil mengisolasi kristal protein yang dihasilkan oleh Giberrella fujikori. Kristal ini bisa menstimulasi pertumbuhan akar kecambah.
Setelah perang dunia ke dua, pada tahun 1951 Stodola dan teman-temannya melanjutkan penelitian ini dan menemukan ‘Giberelin A’ dan ‘Giberelin X’. Hasil penelitian selanjutnya ditemukan varian dari giberelin, yaitu GA1, GA2, dan GA3. Pada saat yang hampir bersamaan dilakukan penelitian juga di Laboratory of the Imperial Chemical Industries di Inggris. Dari penelitian ini juga ditemukan GA3. Selanjutnya nama Gibberellic acid disepakati oleh kelompok peneliti itu dan populer hingga jaman sekarang.
Saat ini telah ditemukan tidak kurang dari 126 macam giberelin. Giberelin diberi nama dengan GAn….., diurutkan berdasarkan urutan ditemukannya senyawa giberlin tersebut. Giberelin yang ditemukan pertama kali adalah GA3.
Karakteristik Kimia Giberelin
Semua giberelin yang ditemukan adalah senyawa diterpenoid. Semua kelompok terpinoid terbentuk dari unit isoprene yang memiliki 5 atom karbon (C). Unit-unit isoprene ini dapat bergabung menghasilkan monoterpene (C-10), sesqueterpene (C-15), diterpene (C-20), dan triterpene (C-30). Asam diterpenoid disintesis melalui jalur terpenoid dan dimodifikasi di dalam retikulum endoplasma dan sitosol sampai menjadi senyawa yang aktif.
Semua molekul giberelin mengandung ‘Gibban Skeleton’. Giberelin dapat dikelompokkan mejadi dua kelompok berdasarkan jumlah atom C, yaitu yang mengandung 19 atom C dan 20 atom C. Sedangkan berdasarkan posisi gugus hydroksil dapat dibedakan menjadi gugu hidroksil yang berada di atom C nomor 3 dan nomor 13.
Penelitian lebih lanjut juga menemukan beberapa senyawa lain yang memiliki fungsi seperti giberelin tetapi tidak memiliki ‘Gibban Skeleton’.
Struktur Ent-Gibberellane (gibbal skeleton) (sumber: wikipedia)
Fungsi Fisiologis Giberelin
Cara kerja giberelin pada tanaman sangat banyak dan tergantung pada jenis giberelin yang ada di dalam tanaman tersebut. Beberapa proses fisiologi yang dirangsang oleh giberelin antara lain adalah seperti di bawah ini(Davies, 1995; Mauseth, 1991; Raven, 1992; Salisbury dan Ross, 1992).
Merangsang batang dengan merangsang pembelahan sel dan perpanjangan.
Merangsang lari / berbunga dalam menanggapi hari panjang.
Breaks dormansi benih di beberapa tanaman yang memerlukan stratifikasi atau cahaya untuk menginduksi perkecambahan.
Merangsang produksi enzim (a-amilase) di germinating butir serealia untuk mobilisasi cadangan benih.
Menginduksi maleness di bunga dioecious (ekspresi seksual).
Dapat menyebabkan parthenocarpic (tanpa biji) pengembangan buah.
Dapatkah penundaan penuaan dalam daun dan buah jeruk.
Genetik Dwarsfism
Penjelasan singkat dari masing-masing cara kerja giberelin atau fungsi fisiologis giberelin diuraikan di bawah ini.
Pembungaan
Peranan giberelin terhadap pembungaan telah dibuktikan oleh banyak penelitian. Misalnya penelitian yang dilakukan oleh Henny (1981), pemberian GA3 pada tanaman Spathiphyllum mauna. Ternyata pemberian GA3 meningkatkan pembungaan setelah beberapa minggu perlakuan.
Genetik Dwarsfism
Genetik Dwarsfism adalah suatu gejala kerdil yang disebabkan oleh adanya mutasi genetik. Penyemprotan giberelin pada tanaman yang kerdil bisa mengubah tanaman kerdil menjadi tinggi. Sel-sel pada tanaman keril mengalami perpanjangan (elongation) karena pengaruh giberelin. Giberelin mendukung perkembangan dinding sel menjadi memanjang. Penelitian lain juga menemukan bahwa pemberian giberelin merangsang pembentukan enzim proteolitik yang akan membebaskan tryptophan (senyawa asal auksin). Hal ini menjelaskan fonomena peningkatan kandungan auksik karena pemberian giberelin.
Pematangan Buah
Proses pematangan ditandai dengan perubahan tekture, warna, rasa, dan aroma. Pemberian giberelin dapat memperlambat pematangan buah. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa aplikasi giberelin pada buah tomat dapat memperlambat pematangan buah. Pengaruh ini juga terlihat pada buah pisang matang yang diberi aplikasi giberelin.
Perkecambahan
Biji/benih tanaman terdiri dari embrio dan endosperm. Di dalam endoperm terdapat pati yang dikelilingi oleh lapisan yang dinamakan ‘aleuron’. Pertumbuhan embrio tergantung pada ketersediaan nutrisi untuk tumbuh. Giberelin meningkatkan/merangsang aktivitas enzim amilase yang akan merubah pati menjadi gula sehingga dapat dimanfaatkan oleh embrio.
Stimulasi aktivitas kambium dan xylem
Beberapa penelitian membuktikan bahwa aplikasi giberelin mempengaruhi aktivitas kambium dan xylem. Pemberian giberelin memicu terjadinya differensiasi xylem pada pucuk tanaman. Kombinasi pemberian giberelin + auksin menunjukkan pengaruh sinergistik pada xylem. sedangkan pemberian auksin saja tidak memberikan pengaruh pad xylem.
Dormansi
Dormansi dapat diistilahkan sebagai masa istirahan pada tanaman. Proses dormansi merupakan proses yang komplek dan dipengaruhi banyak faktor. Penelitian yang dilakukan oleh Warner menunjukkan bahwa aplikasi giberelin menstimulasi sintesis ribonuklease, amulase, dan proteasi pada endosperm biji. Fase akhir dormansi adalah fase perkecambahan, giberelin perperan dalam fase perkecambahan ini seperti yang telah dijelaskan di atas.
Buah-buahan busuk yang sudah tidak bisa dimakan lagi bisa dimanfaatkan untuk sebagai MOL (Mikro Organisme Lokal). MOL yang dibuat dari buah-buahan busuk ini bisa digunakan untuk pengomposan maupun untuk disemprotkan ke tanaman. Cara pembuatannya sangat mudah dengan menggunakan bahan-bahan yang ada di sekitar kita.
Bahan-bahan:
Buah-buahan yang sudah busuk. Bisa buah apa saja: pepaya, pisang, mangga, apel, salak, dll. Sebanyak 5 kg
Air kelapa 10 butir.
Gula jawa 1 kg.
Cara Pembuatan:
Limbah buah-buahan dihaluskan. Bisa dengan cara ditumbuk atau diparut.
Masukkan ke dalam dalam tempat (drum)
Tambahkan air kelapa.
Tambahkan gula.
Semua bahan diaduk sampai tercampur merata.
Tutup drum dengan penutu. Beri lubang untuk aerasi. Lubang aerasi ini bisa menggunakan selang agar tidak dimasukki oleh lalat atau serangga lain.
Semua bahan kemudian difermentasi selama 2 minggu sebelum digunakan.
Penggunaan:
MOL ini bisa digunakan untuk pengomposan maupun untuk penyemprotan ke tanaman.
Untuk pengomposan: encerkan larutan fermentasi sebayak 5 xnya. Kemudian disemprotkan ke bahan-bahan yang akan dikomposkan.
Untuk penyemprotan tanaman: larutkan larutan fermentasi sebanyak 30 kali. Penyemprotan dilakukan pada pagi hari atau sore hari ke permukaan daun. Penyemprotan dilakukan berselang 2 minggu.
Membuat pupuk organik baik yang powder atau granul tidak sulit tetapi juga tidak mudah. Pupuk organik granul dapat dibuat dalam skala kecil atau pun dalam skala besar. Kalau mau anda pun bisa membuatnya sendiri.
Bahan-bahan untuk membuat pupuk organik granul umumnya terdiri dari dua bahan utama, yaitu:
1.Bahan Organik utama: kompos dan/atau
2.Bahan-bahan tambahan: gambut, fosfat alam (P), dolomit (Mg), kaptan, zeolit, dan lain-lain. Continue reading →
Beberapa waktu yang lalu ada pengunjung blog yang memberi komentar. Di bagian nama, tertulis Nasih. Komentar ini memberi semangat saya untuk menulis di blog. Saya memberi komentar balik dan akhirnya kami saling berkirim email.
Pak Nasih ternyata adalah dosen di Fak. Pertanian UGM di bagian kesuburan. Saya senang sekali, karena kebetulan saya juga sering berkutat di masalah kesuburan tanah. Saya pikir saya bisa menimban ilmu dengan Pak Nasih tentang masalah kesuburan tanah.
Aku silaturahim ke lab Dr. Nasih di Faperta UGM
Sampai akhirnya saya janjian ketemu dengan Pak Nasih di labnya. Saya datang berdua dengan teman saya, Muhamat. Sesampai di sana saya senang sekali. Ternyata Pak Nasih adalah dosen yang masih muda, energik, dan banyak ide-ide segar. Tak berapa lama kami pun asik ngobrol tentang macam-macam. Mulai dari blog, menulis, kompos, biofertilizer, pupuk, dan literature.
Pak Nasih menyampaikan sesuatu yang sangat menarik bagi saya. Kebetulan spesialisasi Pak Nasih adalah masalah unsur karbon di dalam tanah. Pendapat Beliau (ini pendapat ahlinya…lho…) kalau saja kandungan bahan organik tanah bisa ditingkatkan sampai 5% saja, maka petani tidak perlu pupuk. “Lho..kenapa bisa begitu, Pak? “ Tanya saya menyelidik bercampur penasaran.
Kandungan bahan organik itu merupakan salah satu indicator kesuburan tanah. Dengan kandungan bahan organik yang tinggi, maka unsur-unsur lain akan diikat oleh bahan organik tersebut dan tersedia untuk tanaman. Perlu diketahui bahwa menurut Puslit Tanah (itu namanya yang dulu), kandungan bahan organik di tanah pertanian di Indonesia tidak lebih dari 2%. Apalagi dengan cara budidaya yang sangat intensif dan tidak memperhatikan pasokan bahan organik tanah, kandungan organik tanah semakin menipis. Akibatnya sangat banyak sekali, misalnya saja jumlah pupuk kimia yang diberikan harus semakin banyak.
Pak Nasih juga menunjukkan bahwa dia memiliki ribuan literature yang terkait dengan masalah kesuburan, termasuk biofertilizer, kompos, pupuk organik, dan lain-lain. Ini salah satu yang sangat saya suka, karena saya bisa ‘barter’ literature dengan Pak Nasih.
Saya berharap suatu saat nanti ada sesuatu yang dikerjakan bersama-sama antara saya dengan Pak Nasih. Insya Allah.
Kalau Anda tertarik dengan tulisan di blog ini dan berniat untuk meng-copy-nya serta menyebarluaskannya. Jangan malu-malu, copy aja langsung atau save as lewat menu bar. Boleh diubah, dimodifikasi, dan diperkaya, asal tetap mencantumkan credit-nya dan alamat URL-nya. Diperbolehkan selama untuk tujuan kebaikan, tidak melanggar hukum, norma-norma etika dan kesulilaan, tidak menyinggung SARA, dan BUKAN UNTUK TUJUAN KOMERSIAL. Yang terakhir ini harus bayar Royalti ;). Jika Anda memiliki sesuatu yang ingin ditambahkan, koreksian, komplain, bantahan, protes, gugatan, atau yang lainnya, silahkan masukkan di kolom komentar. Kalau Anda merasa bahwa isi blog bermanfaat, silahkan berbagi dengan yang lain. Silahkan klik icon-icon berbagi yang ada di bawah setiap artikel.