Belajar Lagi Tentang Selulosa

Pekerjaanku sekarang dan dalam beberapa tahun ke depan akan lebih fokus pada selulosa dan biomassa lignoselulosa. Banyak hal yang bisa dibuat dari kedua material alam ini. Karena itu, saya mulai belajar lagi khususnya tentang selulosa. Saya coba ingat-ingat lagi dulu ketika kuliah kimia organik dulu. Mulai belajar lagi rantai karbon.

Selulosa adalah salah satu bahan alam yang sangat melimpah di muka bumi ini. Pemanfaatannya sangat beragam dan memiliki struktur yang unik. Monomer selulosa adalah glukosa. Gula C6 yang rasanya manis. Gula yang sama seperti pada gula pasir yang biasa kita gunakan untuk minuman. Gula ini juga ada di buah-buahan yang kita makan. Gula ini juga yang menyusun pati-pati yang ada di beras, tepung, terigu yang kita makan juga.

Ibaratnya batu bata, glukosa itu adalah batu batanya. Batu bata ini lalu disusun-susun menjadi senyawa atau material lain, seperti gula pasir, pati, beras, tepung dan lain-lain. Nah, ternyata urutan penyusunan dan bentuk susunannya inilah yang membedakan karakteristik masing-masing bahan itu. Di sinilah menariknya glukosa dan selulosa.

Saya ingin kembali belajar lagi tentang selulosa. Mulai dari awal lagi.

Yusuf dan Teman Barunya; Belalang Sembah

Abim dari dulu memang suka dengan binatang (baca di link ini: Mengajarkan Anak tentang Alam dan Binatang). Dia paling jago kalau menangkap binatang dan tidak takut dengan binatang sejak kecil. Kali ini dia mendapatkan anak belalang sembah. Dia bawa pulang belalang sembah itu dan diberikan ke adiknya Yusuf. Yusuf senang sekali, karena dia punya teman baru; Belalang Sembah.

Ibrahim sedang mengamati belalang sentadu/sembah

Ibrahim sedang mengamati belalang sentadu/sembah (fotonya abim tahun 2008)

Mungkin menurun dari kakak-kakaknya, Yusuf juga suka dengan binatang. Yusuf lebih imaginatif daripada kakak-kakaknya dulu. Yusuf senang sekali dengan teman barunnya ini. Dia ajak ngobrol terus belalang sembahnya. Yusuf memcoba memberi makan belalang sembah itu dengan daun-daunan. Ya…tentu saja belalangnya tidak mau, karena dia makannya belalang kecil yang lain, bukan daun-daun.

kid and mantis

Yusuf has a new pat, a mantis.

Belalang sembah berbeda dengan belalang-belalang yang lain. Belalan sembah termasuk hewan yang pemberani. Dia tidak takut dengan manusia dan tidak mudah lari jika dipegang. Bahkan dia cenderung menurut dan diam saja kalau kita pegang-pegang. Karakter belalang sembah ini cocok untuk diajak bermain-main dengan anak kecil. Mungkin bisa juga jadi pembelajaran untuk anak-anak PAUD atau TK.

Belalang sembah itu diletakkan di pohon bonsai yang kami milikki. Dia diam saja di situ dan tidak mau pergi. Cuma kami masih binggung belalangnya mau dikasih makan apa ya…???? Kalau siang hari belalang sembah itu diletakkan di luar rumah. Biar belalangnya bisa mencari makan sendiri. Kalau malam belalangnya dimasukkan ke dalam rumah. Alhamdulillah, sudah beberapa hari ini belalangnya masih setia jadi temannya Yusuf.

kid and mantis

Yusuf play with his mantis

kid and mantis

kid and mantis

mantis

Mantis

Mengganti Media Tanaman Hias

Tanaman hias dalam pot akan tumbuh dan lama-kelamaan akarna akan memenuhi pot. Akarnya bisa menembus bagian bawah pot dan masuk ke tanah. Jika dibiarkan terus, tanah akan habis dan tanaman akan mulai kurus. Akhirnya bisa mati tanaman hias yang kita sayangi itu. Jika akar tanaman sudah mulai penuh, saatnya untuk menganti media tanahnya dengan yang baru dan mengganti potnya dengan pot yang sudah besar.

Media tanam yang dipakai tergantung pada jenis tanaman yang akan ditanam. Misalnya saja untuk tanaman kaktus, sebaiknya lebih banyak menggunakan pasir dan tanah saja. Tidak perlu diberi kompos, atau diberi sediki sekali. Kalau untuk tanaman suplir, sebainya menggunakan banyak kompos dan harus lembab Kalau untuk tanaman gantung, sebaiknya menggunakan media tanam yang ringan.

Kali ini Arroyan mencontohkan bagaimana mengganti media tanam tanaman sekulen yang akarnya sudah memenuhi pot. Caranya tidak sulit. Perlu hati-hati agar akarnya tidak rusak dan tanamannya tidak stress.

Selamat mencoba.

Menanam Biji Rambutan

Di depan rumah kami ada pohon rambutan. Buahnya manis banget, meski kulitnya masih hijau. Tahun lalu rambutan kami berbuah lebat. Kami bagi-bagikan ke tetangga-tetangga rumah. Tahun ini rambutannya berbuah sedikit. Kami menggumpulkan biji-biji rambutan tersebut. Sebagian kami semai dan kami tanam.

Arroyan suka menanam biji-biji rambutan ini. Caranya sangatlah mudah. Sebelumnya biji-bijian ini dikeringkan dahulu. Biji kering bisa disimpan dalam waktu yang cukup lama. Kalau mau ditanam biji-biji ini diletakkan di atas tanah yang gembur dan lembab. Dalam waktu beberapa hari biji-biji yang kita semai akan berkecambah. Jika daunnya sudah muncul dua lapis/dua payung. Tingginya kurang lebih 15 cm. Bibit ini dipindahkan ke pot yang lebih besar.

Arroyan menceritakan bagaimana cara dia memindahkan bibit-bibit ini. Potnya menggunakan gelas bekas minuman atau gelas bekas minuman apa saja. Bisa juga menggunakan tepat bekas PopMie atau mie gelas. Bisa juga menggunakan botol bekas air mineral yang dipotong. Terserah pakai apa saja boleh. Jangan lupa untuk memberi lubang pada dasar gelas-gelas ini. Lubang ini berfungsi untuk jalan air.

Bagian bawah pot diisi dengan pasir atau kerikil. Pasir dan kerikil ini berguna agar air lebih mudah untuk mengalir ke bawah melalui lubang-lubang yang sudah dibuat tadi. Kemudian diisi dengan media tanam sedikit saja. Media tanam yang digunakan adalah campuran dari tanah gembur, kompos, arang sekam, dan coco peat. Perbandinganya kira-kira satu satu.

Kemudian bibit diletakkan di dalam pot sambil diisi dengan tanah dengan hati-hati. Masukkan media tanam dengan hati-hati pula. Jangan sampai merusak akar-akarnya. Lakukan sampai tanahnya penuh menutupi seluruh leher akar. Tanah sedikit dipadatkan.

Jangan lupa untuk disiram. Secukupnya saja. Karena baru saja ditanam, letakkan pot tadi ditempat yang teduh dan cukup lembab. Bibit ini akan terus tumbuh besar. Jika ukurannya sudah kurang lebih 40cm. Bibit ini siap di tanam

Saat ini sedang musim rambutan dan durian. Kumpulkan saja bijinya dan ditanam.

Perangkap Sederhana untuk Tikus Sawah

Beberapa waktu yang lalu saya mendapatkan video tentang perangkap tikus sederhana yang bisa dibuat dari barang-barang bekas. Perangkap itu dibuat untuk tikus yang dirumah. Ide ini ternyata bisa juga dibuat untuk tikus-tikus di sawah juga. Saya mendapatkan sebuah postingan di sebuah fan page Facebook yang memuat foto perangkap tikus ini. Bentuknya mirip dengan yang di video itu, cuma dimodifikasi sedikit dan disesuaikan dengan bahan-bahan yang tersedia.

perangkap tikus sederhana

Perangkap tikus sederhana

Perangkap tikus ini bisa dibuat dari galon bekas cat. Perangkapnya bisa pakai botol plastik bekas obat atau botol apa saja yang berbentuk bulat. Kedua ujungnya diikat dengan kawat, sehingga bisa berputar. Permukaan botol itu diolesi dengan makanan yang disukai oleh tikus. Di sini dicontohkan pakai selai kacang. Bisa juga pakai terasi yang baunya menyengat.

Nah, bagian bawahnya diberi air. Agar jika tikusnya jatuh langsung tenggelam dan akhirnya mati. Tinggi galon ini akan menyulitkan tikus untuk loncat keluar.

Agar tikus bisa naik, diberi panjatan dari potongan kayu. Diletakkan sedemikian rupa sehingga tikusnya akan loncat ke botol dan akhirnya jatuh.

Ide ini saya rasa bisa dipakai untuk tikus-tikus sawah. Perangkap bisa dibuat beberapa buah dan diletakkan di beberapa titik di sawah. Kalau musim hujan mungkin perlu diberi peneduh akar airnya tidak masuk ke dalam perangkap sampai penuh.

Perangkap tikus ini bisa juga diletakkan di rumah atau digudang. Biasanya banyak tikus got yang masuk rumah. Gudang yang jarang dibuka juga bisa didatangi tikus untuk membuat sarang.

Mudah sekali bukan, silahkan dicoba. Semoga bermanfaat.

Hasil Panen Jahe Emprit di Polybag

Panen Jahe emprit 2 kg polybag

Hasil panen jahe emprit 2 kg satu polybag satu bibit umur 12 bulan (courtesy of Arif Senang Menanam).

Saya mendapatkan foto ini dari salah satu temen petani jahe di Malang, Jawa Timur. Nama kerennya Komandan Arif Senang Menanam. Sudah cukup lama berkecimpung di perjahean dan sudah sering dikecewakan dg berbagai macam PHP.

Hasil panen ini tidak seheboh yg digembar-gemborkan orang, yaitu sebesar 2 kg dalam satu polybag. Biasanya Komandan Arif hanya dapat < 2 kg. Hasil ini cukup mengejutkan dan sedikit banyak memberikan secercah harapan. Karena jahe ini diambil dari polybag yg 'terlupakan' dan 'terabaikan'. Dalam 1 polybag hanya diisi 1 bibit. Setelah 12 bulan dicabut ternyata bisa mencapai 2 kg.

Biasanya dalam satu polybag diisi dengan 3 mata tunas. Panen muda umur 9 bulan, panen tua umur sekitar 10 bulan. Hasil yang sering diperoleh petani <1 kg. Hasil ini jauh sekali dengan hasil yang sering digembar-gemborkan para pedagang bibit dan pupuk yang konon katanya bisa sampai 14 kg.

Panen Jahe emprit 2 kg polybag

Hasil panen jahe emprit 2 kg satu polybag satu bibit umur 12 bulan (courtesy of Arif Senang Menanam).

Blogging Resolution 2016

Melanjutkan postingan sebelumnya tentang $ dari WordPress.com. Mengawali hari-hari baru di tahun 2016 ini saya punya banyak rencana terkait aktivitas blogging saya di isroi.com ini. Saya bukan lagi merasakan kebutuhan untuk menulis di blog, tapi sudah sampai pada taraf ‘ketagihan’. Banyak sekali ide-ide yang berputar di kepala saya dan ingin saya tuangkan dalam ketukan tuts keyboard di isroi.com ini.

Resolusi pertama saya untuk blogging adalah ‘TETAP MENULIS DAN MENULIS’. Menulis terus, kalau bisa setiap hari posting. Meskipun postingan itu hanya sepele saja dan cuma beberapa puluh kata saja. Atau mungkin hanya upload sebuah foto atau sebuah video. Dengan menulis saya tetap menjaga dan melatih agar otak saya tidak pikun. Maklum, umur terus bertambah tanpa bisa saya hentikan. Topik-topik yang akan saya tulis masih sama saja, hanya dalam beberapa topik saya akan lebih fokus dan lebih mendatail. Saya akan tetap menulis tentang kompos, pupuk organik, hormon tanaman, pertanian organik dan tanaman. Saya akan tetap menulis tentang limbah lignoselulusa, lebih khusus lagi tentang selulosa dan aplikasinya untuk bioplastik. Topik ini yang sedang banyak saya geluti dalam tiga empat tahun ke depan. Saya juga akan banyak menulis tentang pengalaman sehari-hari, pengalaman dengan anak-anak dan pengalaman-pengalaman saya yang perlu saya dokumentasikan sendiri. Saya juga akan terus memotret. Nah, yang agak baru adalah mulai tahun ini mungkin akan lebih banyak video-video yang saya tampilkan. Membuat video sederhana terasa mengairahkan daripada hanya sekedar menuliskan kata-kata saja. Video-video ini sementara saya upload di YouTube yang gratis dan saya ‘load’ ke halaman http://isroi.com ini.

Tahun lalu saya memposting 266 postingan setahun. Tahun ini target saya bisa dua kali lipat atau kalau bisa lebih banyak lagi dari postingan tahun sebelumnya. Memang berat dan tidak mudah. Tapi saya yakin bisa melakukannya.

Resolusi kedua adalah saya akan mencoba lebih banyak menuliskan sesuatu yang berguna dan bisa diambil manfaatnya oleh pengunjung blog ini. Saya berharap tidak hanya menuliskan keluh kesah dan curhatan saya sendiri saja. Saya ingin menuliskan sesuaitu yang tetap bisa diambil manfaatnya sampai kapan pun. Andaikan suatu saat nanti wordpress.com almarhum, saya berharap tulisan-tulisan saya ini tidak ikut-ikutan terkubur. Saya juga bermimpi jika blog ini bisa saya wariskan ke anak cucu saya. Blog ini akan terus berkembang dan terus on-line sampai kapan pun. Semoga.

Resolusi ketiga adalah lebih meningkatkan penjualan on-line. Awalnya hanya iseng-iseng saja 8 tahun yang lalu. Saya mencoba untuk menjual sesuatu di blog ini, yaitu: tikus putih, tikus hias, tikus jepang dan tikus SD. Ternyata laku. Banyak yang membeli tikus putih ini, bahkan sampai dikirimkan hampir ke seluruh penjuru Indonesia. Kemudian saya menambah item dengan menjual Biang POC, ZPT, dan pestisida nabati. Sampai saat ini yang berjalan lancar adalah Biang POC dan ZPT. Sedangkan pestisida nabati kesulitan dalam penyediaan bahan bakunya. Tahun ini saya ingin lebih meningkatkan penjualan on-line produk-produk saya. Saya masih menggunakan WP yang free. Saya berharap bisa membayar untuk yang premium atau bussines agar saya bisa menambahkan fitur-fitur penjualan dan bisnis on-line. Saya meyakini bahwa toko masa depan adalah toko on-line. Kalau sekarang masih ‘warung on-line’. Insya Allah.

Resolusi keempat adalah lebih meningkatkan pengunjung dan jumlah kunjungan ke blog ini. Pengunjung blog ini sudah cukup banyak, tapi masih kurang banyak lagi. Karena penduduk Indonesia yang demikian besar adalah pengunjung-pengunjung yang haus informasi on-line. Apalagi dengan penetrasi internet yag semakin gencar. Saya yakin masyarakat on-line Indonesia akan lebih banyak lagi. Di kampung saya saya sekarang sudah ada dua provider yang menyediakan layanan fiber optic. Layanan koneksi internet dengan bandwith yang lebih besar dan kecepatan yang lebih tinggi. Dalam setahun dua tahun ini, saya yakin perkembanganya akan semakin besar.

Hanya empat resolusi itu saja yang ingin saya lakukan dengan blogging di tahun 2016 ini. Semoga bisa terlaksana dan bisa tercapai target-targetnya. Insha Allah.

Serangga Unik Berbentuk Seperti Ranting Pohon

Kami menemukan serangga yang unik, yaitu serangga yang bentuk tubuhnya sangat mirip dengan ranting pohon. Jika serangga ini hinggap di pohon cemara dia akan tersamarkan dan sulit dilihat oleh pemangsanya. Seekor serangga yang sangat unik. Beru pertama kali kami menemukan serangga ini.

Koleksi Bonsai Mini

Bonsai adalah tanaman hias yang unik. Bonsai dibuat sedemikian rupa sehingga menyerupai miniatur tanaman besar-besar yang di hutan. Bonsai ini mengobati kerinduan orang akan suasana berada di hutan belantara. Bagi orang-orang tertentu, tanaman besar yang kokoh tampak menarik dan artistik. Namun, ada sebagian orang juga yang takut dengan tanaman yang besar-besar.

Bonsai ini dibuat seperti tanaman yang besar-besar itu, tetapi bentuk dan ukurannya mini. Karena ukurannya mini, bonsai tidak makan tempat dan bisa diletakkan di dalam ruangan. Kami memiliki tiga koleksi tanaman bonsai yang masin di-training, bonsai mini yang belum jadi. Kami pilih yang berukuran kecil, karena rumah kami kecil. Tidak banyak ruangan yang kami miliki. Bonsai mini ini bisa diletakkan di teras kami yang tidak begitu luas. Bonsai ini juga bisa diletakka di meja tamu atau di rak buku.

Merawat bonsai susah-susah gampang, apalagi kami tidak punya pengalaman membuat bonsai. Pernah bonsai kami daunnya menjadi besar-besar. Setelah kami tanyakan ternyata bonsainya kebanyakan pupuk. Bonsai dibuat sedemikian rupa sehingga tumbuhnya sangat lambat dan kerdil, jadi tidak perlu banyak pupuk. Tanahnya pun dibuat minimalis.

Punya tanaman bonsai asik juga. Kalau kami bosan tinggal lihat-lihat tanaman bonsai ini sambil membayangkan sedang berada di alam liar atau hutan belantara. Asik. Coba saja.

Study Patent; Langkah Penting Sebelum Melakukan Penelitian

Sebelum melakukan penelitian melakukan studi literatur adalah keharusan. Khususnya untuk mengetahui status terkini yang terkait dengan topik penelitian yang akan dilakukan. Mahasiswa sampai peneliti mesti melakukan hal ini sebelum melakukan penelitian. Bentuknya dituangkan dalam bentuk ‘Tinjauan Pustaka’. Saat ini paradigma penelitian sedikit bergeser. Penelitian sebaiknya tidak hanya berhenti hanya sampai di ‘tulisan ilmiah’ saja, tetapi sebaiknya penelitian harus bisa terwujud menjadi sebuah produk atau teknologi yang bisa dimanfaatkan oleh khalayak ramai. Nah, untuk masalah ini ada satu langkah lagi yang juga penting untuk dilakukan, yaitu study patent.

Sebenarnya bertahun-tahun yang lalu saya sudah tahu tentang masalah Patent dan HaKI ini. Waktu itu saya banyak membantu bos saya waktu itu menulis tentang HaKI dan paten. Tapi, terus terang, saya belum terlalu serius belajar tentang patent dan HaKI ini. Karena membaca dokumen patent cukup berat bagi saya. Bahasanya, bahasa hukum, pusing saya membacanya.

Saya mulai tertarik kembali dengan patent, ketika saya menemukan sebuah patent kuno tahun 1919 tentang bioethanol selulosa/kayu. Lihat linknya di sini: Patent Kuno Bioetanol. Yang membuat saya sedikit ‘kaget’ adalah ternyata sudah hampir seabad yang lalu sudah ada orang yang mematentkan teknologi pembuatan alkohol dari kayu. Padahal waktu itu, dalam pikiran saya, etanol dari kayu belum diperlukan sekali. HK Moore, inventor teknologi ini, pastilah orang yang visioner. Bioetanol generasi kedua baru mulai booming kira-kira dua dekade ini. Kini orang berlomba-lomba untuk menemukan teknologi bioetanol dari kayu/selulosa yang lebih efisien. Jumlah patent tentang topik ini kini meningkat lagi.

Study patent, menurut saya, adalah kewajiban jika kita ingin meneliti sesuatu. Studi pustaka saja tidak cukup. Sebelum penelitian lakukan juga studi patent. Patent berbeda dengan pustaka ilmiah. Patent adalah teknologi yang sudah siap dikomersialkan, bahkan mungkin sudah komersial dan sudah dilakukan di pabrik-pabrik besar. Dokumen patent bersifat publik, beda dengan jurnal ilmiah yang sebagian besar tidak gratis. Dokumen patent semestinya bisa diperoleh secara gratis full paper sedetail-detailnya.

Lalu dari mana kita bisa mendapatkan dokumen-dokumen patent itu?

Kini menelusur patent sangatlah mudah. Mudah sekali. Asal mau saja, akan banyak dokumen patent yang bisa diperoleh. Berikut ini beberapa situs yang bisa digunakan untuk melakukan penelusuran patent:

  1. Dirjen HaKI http://www.dgip.go.id/paten
  2. Google Patent http://www.google.com/patents
  3. USPTO http://www.uspto.gov/patents-application-process/search-patents atau USPTO
  4. WIPO https://patentscope.wipo.int/search/en/search.jsf
  5. EPO https://www.epo.org/searching.html

Dan masih banyak lagi situs-situs yang menyediakan dokumen patent. Bahkan dokumen dalam berbagai bahasa, seperti bahasa jepang, korea, jerman pun bisa kita peroleh. Canggih kan.

Study Patent memang tidak mudah dan cukup memusingkan. Tapi kalau sudah masuk ke dalam, Anda akan sangat tercenggang. Ternyata ada banyak teknologi yang mungkin sudah lebih advance dari pada yang kita pikirkan. Mungkin setelah membaca dokumen-dokumen patent ini akan banyak memberikan inspirasi-inspirasi baru dalam penelitian. Percayalah.

Karena saya sebelumnya banyak melakukan studi literatur. Tools yang saya pakai untuk melakukan studi patent pun menggunakan tools yang biasa dipakai untuk studi literatur, yaitu: Endnote, Zotero, Jabref, Mendeley dan lain-lain. Saya lebih sering menggunakan Endnote.

Informasi patent kita masukkan ke dalam applikasi manajemen literatur, Endnote misalnya. Termasuk yang paling penting adalah bagian claim. Copy saja bagian ini ke dalam salah satu ‘field’ di Endnote. Bagian abstrak juga dicopy. Jika tersedia, download juga full papernya dan link URL-nya. Setelah banyak informasi patent yang diperoleh. Langkah berikutnya adalah membaca secara sekilas dan mensortirnya. Kelompokkan patent-patent itu dengan logika tertentu. Terserah Anda sendiri bagaimana mengaturnya. Patent-patent yang menarik dipelajari lebih jauh. Dibaca patent ini dengan lebih detail. Kalau perlu diterjemahkan.

Sampai tahap ini, Anda akan banyak memperoleh informasi tentang teknologi terkini dari topik yang sedang Anda geluti. Ada banyak informasi dan teknik yang bisa dicoba-coba dan kemudian dimodifikasi untuk membuat teknologi yang lebih baik lagi atau lebih spesifik untuk objek tertentu.

Selamat melakukan studi patent.