Teman Baru

Hidup ini kadang-kadang tidak terduga dan selalu ada kejutan-kejutan. Kemarin pagi saya mendapatkan kejutan itu. Pagi-pagi ketika saya baru saja sampai ke kantor, tiba-tiba telepon saya berdering. Telepon yang tidak biasa saya gunakan untuk menelpon. Ketika saya lihat, nomornya tidak terdaftar dalam daftar kontak saya. Artinya telepon dari ‘orang yang tidak dikenal’.
Biasanya saya abaikan telepon-telepon semacam ini. Karena biasanya kalau tidak dari asuransi, kartu kredit, atau malah ‘telepon mama minta pulsa’. Saking jengkelnya saya dengan telepon semacam ini, sampai saya buat tip singkat untuk memblokir telepon spam (Klik di sini). Namun, pagi ini tidak. Saya terima telepon itu.

“Assalamu’alaikum…”, sapa saya.
Tidak ada suara yang terdengar. Hanya samar-samar seperti ada suara orang berjalan dan gemericik air.
Saya ulangi sekali lagi “Assalamu’alaikum….”.
Sesaat tidak ada balasan apa-apa. Hampir saja saya tutup telepon itu.
Tapi kemudian ada suara menyahutnya:
“Wa’alaikum salam….dengan Bapak Isroi?”, tanya orang di seberang.
“Ya betul saya sendiri…”, jawab saya.
Kemdian dia memperkenalkan diri, menyampaikan dari mana dia mendapatkan nomor ini, dan seterusnya.
Continue reading

CARA MEMBUAT KOMPOS DAN PUPUK DARI KOTORAN SAPI DENGAN PROMI

Dokumen yang bisa didownload dari Scribd ini adalah petunjuk cara pembuatan kompos dan pupuk organik dari kotoran sapi (kohe) dengan menggunakan Promi. Cara pembuatan dan alat-alat yang dibutuhkan sangat sederhana dan mudah dilakukan. Prosedur pembuatan pupuk kompos ini bisa dilakukan untuk skala kecil, kelompok tani maupun peternakan besar dengan penyesuaian-penyesuaian sepertlunya. Waktu yang dibutuhkan untuk membuat kompos dari kohe sapi kurang lebih tiga minggu (jika kotoran sapinya masih segar). Jika kotoran sapinya sudah agak lapuk, lama waktu pembuatan kompos cukup dua minggu saja.

Informasi lebih lanjut tentang Promi bisa dilihat di link berikut ini: PROMI.

Tips Android: Memblokir Panggilan dan Pesan dari Nomor Tertentu

blockir nomor spam penipuan Android

Menambahkan nomor yang akan diblokir secara manual di HP Android

Pangilan, SMS dan Pesan Sampah alias SPAM

Yang namanya SAMPAH selalu menyebalkan, tidak terkecuali PANGGILAN SAMPAH dan PESAN SAMPAH. Anda mungkin pernah mendapatkan sms (sort message service) yang isinya promosi, minta pulsa, penipuan, undian, judi, bahkan pesan ‘esek-esek’. Pangilan sampah yang umum adalah telepon dari KARTU KREDIT atau ASURANSI. Untungnya smartphone Android memiliki fasilitas untuk memblokir panggilan atau pesan dari nomor-nomor tertentu, sehingga nomor itu tidak bisa lagi menelpon atau mengirimkan pesan-pesan sampah.


Tips Android yang lain klik di sini


Ada banyak cara untuk memblokir panggilan atau pesan dari nomor tertentu. Cara yang saya sampaikan berikut ini mungkin saja berbeda untuk tipe smartphone Android yang berbeda. Namun, secara umum caranya hampir sama.

Memblokir Pangilan dan Pesan Secara Manual

pengaturan panggilan Android

Menu pengaturan panggilan HP Androoid

1. Buka menu Panggilan.
2. Klik Menu > Pengaturan Panggilan > Penolakan Panggilan.
3. Klik Daftar tolak otomatis > Membuat.
4. Masukkan nomor telepon yang akan diblokir.

Nomor yang ada di dalam daftar tersebut tidak akan bisa mengirimkan pesan atau panggilan ke smartphone Android Anda.

MEMBLOKIR PANGGILAN DARI LOG PANGGILAN

Memblockir nomor dari log panggilan

Memblockir nomor dari log panggilan

1. Misalnya Anda mendapatkan panggilan dari nomor yang tidak Anda inginkan. Nomor itu akan tersimpan pada daftar log panggilan telepon. Buka log panggilan ini.
2. Sentuh dan tahan nomor tersebut selama beberapa detik hingga muncul menu pilihan.
3. Pilih Tambah ke daftar tolak.

Continue reading

Kuliner Lebaran: Masakan Emak yang Ngangeni

kupat

Kupat, menu spesial di hari yang fitir


Catatan kuliner: KULINER


Mudik merupakan agenda tahunan yang selalu kami tunggu. Perjuangan melawan macet terbayarkan setelah sampai ke rumah dan ‘sungkem’ dengan Emak tercinta. Rasa penat seakan sirna setelah makan masakan-masakan Emak.

Di keluargaku Emak memang terkenal jago masak. Masakannya sebenarnya biasa-biasa saja, tetapi banyak yang suka dengan masakan Emak. Ada beberapa masakan Emak yang sudah ‘langka’, karena jarang dimasak oleh orang lain dan Emak biasanya hanya memasaknya di hari-hari lebaran atau hari khusus lainnya.
Saya ingin melestarikan masakan Emak ini. Berikut ini beberapa masakan Emak yang sudah ‘langka’ itu.

SRUNDENG DAGING SAPI

srundeng daging sapi, kuliner lebaran

Srundeng Daging Sapi buatan Emak

Srundeng daging sapi adalah kuliner daging sapi yang dimasak dengan kelapa dan gula. Memasaknya sangat lama. Pertama, daging dimasak hingga empuk. Proses ini perlu waktu beberapa jam. Memasaknya dengan menggunakan tungku arang. Setelah itu baru dimasukkan parutan kelapa dan bumbu-bumbu lainnya. Di masak terus sampai matang dan sampai warna parutan kelapa jadi merah coklat. Masakan ini awet lama sampai beberapa hari meski pun tidak dipanaskan. Karena proses memasaknya yang lama dan melelahkan, SRUNDENG DAGING SAPI hanya dibuat di waktu-waktu special saja.

Srundeng daging sapi bisa dimakan dengan makanan apa saja. Kami biasa memakannya dengan kupat. Rasanya manis gurih. Pokokknya membuat air liur selalu menetes.

kuliner lebaran di kampung

Kuliner andalan di waktu lebaran buatan Emak

TERIK DAGING SAPI

Masakan ini sudah lama sekali tidak dimasak oleh Emak. Sampai saya lupa kapan terakhir Emak membuatnya. Bahan utamanya tetap daging sapi, tetapi dengan bumbu terik. Prosesnya hampir sama seperti membuat srundeng. Pertama daging sapi di masak hingga lunak. Kemudian diberi bumbu terik. Masaknya juga lama. Cita rasa Terik Daging Sapi sangat gurih. Apalagi kalau sudah dipanaskan berkali-kali. Nikmat sekali.

Terik Daging Sapi tidak seawet srundeng. Jadi mesti dipanaskan setiap hari. Namun, semakin lama dipanaskan akan semakin merasuk bumbunya.

Terik daging sapi enak dimakan dengan menggunakan kupat atau nasi.

Continue reading

My Notes on Homecoming 1435H (2014) Part 1

Rute mudik dengan Google MapsPlan routes going home and the back and forth that we’ve been through this in 2014. [/ caption]


Introduction

Indonesian people have a unique culture when Idhul Fitr, namely: ‘MUDIK’ it is mean ‘going home’ or back hometown. People who migrate and work in big cities, such as Jakarta, Bandung, Surabaya, and Semarang, will go back to their respective hometown. Initially, this was only done by the Javanese peoples, but then also carried by almost all workers in big cities throughout Indonesia. ‘Homecoming’ is a national celebration of the Indonesian people. All government officers; police, military, road workers, are busy preparing for this big event. Train tickets, plane, and bus are sold out. People are also uses a motor to do homecoming. Tens of thousands motorcycles are cornucopia to the road. It is also thousand of private cars.
Despite all been prepared, there is always a problem with the infrastructure for ‘homecoming’ or ‘mudik’. This year is worse than previous years. In Pantura (road at north site of java island), bridges of Comal sinkhole and could not pass by a big vehicle. This damage causes severe traffic jam in Pantura. Vehicle shifted into the middle traffic lane and the south traffic lane. Worse yet, in Tasik-Ciamis is also a bridge that collapsed. Severe traffic jam occurs in this traffic lane. Addional problem in the traffic lane of Banjar-Purwokerto that there was another landslide. A complete homecoming problems at this year.
The following notes is a note of my journey during homecoming to my hometown; Magelang and Pati at Central Java.


Friday, July 25th

Last day work. My quota of day leave is out, so I must stay logged in until Friday, the last day before leave together. Some of my friends have taken the day off today and the day before they were going home. They avoid traffic jam on the road, because, according to government estimates of peak congestion homecoming is this Friday. I have no choice, there is a traffic jam or not, I must going home, which is important to get home and ‘sungkem’ with Mother in the village.
Continue reading

Catatan Mudik 1435H (2014) Bagian 1

Rute mudik dengan Google Maps

Rencana rute mudik dan rute mudik yang kami lalui di tahun 2014 ini.

Jum’at, Tgl 25 Juli

Hari terakhir masuk kerja. Cutiku habis, jadi aku tetap masuk sampai hari jumat, hari terakhir sebelum cuti bersama. Teman-temanku sudah banyak yang ambil cuti hari ini dan mudik sehari sebelumnya. Mereka menghindari macet di jalan, perkiraan pemerintah puncak kemacetan mudik adalah hari jumat ini.Aku tidak punya pilihan, macet tidak macet yang penting bisa sampai rumah dan ‘sungkem’ dengan Emak di kampung.

Awalnya kami agak ragu2 untuk mudik, karena baru awal puasa lalu kami ‘boyongan’ ke Bogor. Uang tabunganku sudah kesedot, cadangan dana kami menipis. Rizqi yang kuharapkan akan datang ternyata tidak kunjung ada. Tapi, sungkem ke orang tua di hari raya lebaran adalah tradisi sakral bagi kami. Apalagi momen2 bertemu dengan sanak famili yang hanya setahun sekali, tidak mungkin kami lewatkan. Apa pun tantangan dan kendalanya kami harus mudik.

17.30

Beberapa hari ini saya selalu pantau berita mudik di televisi, radio, dan Twitter. Jalur pantura macet parah karena amblesnya jembatan kali Comal. Bis dan kendaraan besar dialihkan ke jalur tengah dan selatan.  Saya pun membuat rute rencana mudik. Pilihannya adalah via jalur tengah. Meski jalannya relatif sempit, berkelok-kelok, tapi kemungkinan tidak semacet jalur pantura dan selatan. Tapi, rute mana yang akan kami lalui tetap menunggu berita di radio/internet.

Saya menunggu Nendyo, temanku yg baru saja jadi peneliti dan kerja di Parung Kuda. Selepas magrib dia datang.  Rencananya selepas isya kami baru berangkat. Semua koper sudah masuk ke mobil. Bekal sudah dibeli. HP sudah dicharge penuh. Power bank sudah penuh. Siap berangkat.

20:15

Pukul 20 lebih kami berangkat. Royan duduk di depan jadi navigatorku. Ummi dan Yusuf di tengah. Abim dan Nendyo di belakang.

Radio Elshinta kami pantau. GPS saya hidupkan dan Waze kami siapkan. Saya sudah membeli holder HP untuk menaruh HP saya agar lebih mudah melihat Waze.

Awalnya kami mau lewat puncak, namun kami batalkan dan memilih via tol cikampek setelah mendengar Elshinta memantau Cikampek ramai lancar. Saya cek di Waze juga masih lancar2 saja.

Masuk tol Jagorawi radio menyampaikan kalau tol cikampek mulai tersendat. Mungkin banyak berangkat juga selepas isya’, sama seperti kami. Saya pantau di Waze tol cikunir juga mulai tersendat. warnanya masih kuning. Tidak ada pilihan lain. Jalan tercepat ya lewat tol cikunir.

Benar. Masuk tol cikunir mobil2 terlihat mengular. Kecepatan cuma 30km/jam. Waze melaporkan ada kecelakaan ringan di depan. Ampun deh….pantesan tambah macet.

21:30

Kami masuk ke tol cikampek. Jalan masih pelan2. Padat merayap. Kami pantau terus radio Elshinta dan Twitter. Simpang Jomin macet total. Jalur alternatif via Kalimalang terus Kerawang dan masuk jalur Pantura. Tapi pantura mulai macet juga. Pilihannya via jalur tengah atau selatan via Bandung. Jalur itu dilaporkan lancar dan hanya tersendat di pintu tol cileunyi. Nagrek masih ramaj lancar.

22:30

Keluar dari tol cikampek dan masuk tol cileunyi. Lalu lintas ramai lancar. Sedikit terhambat di Sadang, tetapi setelah itu lancar jaya. Saya meluncur dengan kecepatan di atas 80 km/jam.

23:45

Sudah dekat Bandung dan menuju ujung Tol. Jalan mulai tersendat, cenderung macet.

24:15

Macet parah di pintu keluar tol. Mobil merayap lambat. semua jalur penuh.

Continue reading

Cerita Tanaman Gamal

Saat ini tamanan Gamal mudah ditemui di daerah-daerah di Indonesia. Namanya pun bermacam-macam dari satu daerah ke daerah lain. Namun, apakah Anda tahu asal-usul tanaman Gamal ini.

Nama pohon gamal

Nama latinnya adalah Gliricidia sepium. Nama daerahnya macam-macam. Kalau di desa saya dulu, Bapak saya menyebutnya Lirisida. Bapak sering mencari daun lirisida untuk pakan kambing-kambing kami. Di Jakarta ada yang menyebutnya pohon hujan (maksudnya mudah ditanam). Di Jabar ada yang menyebutnya cep – biyer (sebera tumbuh setelah ditanam). Di Yogyakarta pernah dinamakan Johar Tulung Agung, namun kemudian diganti namanya oleh Sri Sultan menjadi Johar Gembiro Loka. Di Solo dinamankan wit sepiun. Di Tulung Agung dinamakan Johar Cino. Di Pasuruan dinamakan Johar Bogor. Di Malang selatan ada yang menyebutnya Kelorwono (kelor hutan). Namun ada yang daerah yang memberi nama agak aneh, yaitu di daerah Banyumas yang menyebutnya wit selire dewe. Di Madura disebut Haji Rasidia atau Lirik Sidia. Sedang di Bali selatan disebut pohon Ampera.
Continue reading

Tips Android: Kiat Mudik Menggunakan Aplikasi GPS Waze dan Google Maps

Google Maps Android

Rencana rute mudik dengan Google Maps

Smarphone Android bisa membantu Anda untuk menghindari kemacetan selama mudik lebaran ini. Ada beberapa aplikasi GPS yang bisa digunakan, yaitu: Waze dan Google Maps.
Kedua aplikasi ini bisa digunakan sebagai pemandu jalan ketika mudik. Kedua aplikasi memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing (baca di sini: Google Maps dan Waze). Salah satu keunggulan Waze adalah seperti aplikasi SocMed, namun lebih focus pada GPS. Waze bisa melaporkan kondisi terkini di jalan dan pengguna bisa saling berhubungan dan berkomunikasi satu sama lain.
Berikut ini sedikit tip mudik dengan menggakan aplikasi GPS di smarphone Android.

SAMSUNG Galaxy Note 3 Neo [N750] - White

Beli Smartphone Android Samsung Baru di Bhineka.com

A. Buat perencanaan route untuk mudik

Sebaiknya Anda pantau berita di televisi, radio, atau di Twitter. Untuk Twitter saya sering memantau kicauan dari @radioelshinta atau @infomudikllaj atau @lewatmana atau @NTMCLantasPolri. Kemudian buat rencana rute perjalanan Anda. Untuk membuat rute ini bisa menggunakan Google Maps via PC. Tandai jalan-jalan yang berpotensi macet dan temukan jalur alternative terdekat. Sebaiknya Anda melakukan ‘review’ jalur-jalur alternative ini dan buat scenario jika Anda terjebak kemacetan di daerah itu.

Akan lebih baik lagi jika Anda bisa mendapatkan peta mudik yang biasanya dibagikan oleh petugas di jalan. Peta ini akan sangat membantu ketika Anda mengalami kemacetan dan bisa memilih jalur alternatif terdekat.

B. Siapakan Kendaraan Anda

Siapkan kendaraan Anda sebelum melakukan perjalanan. Cek ke bengkel langganan Anda. Pastikan bahwa kendaraan Anda siap untuk di bawa mudik.

C. Siapkan HP Android Anda

Persiapakan HP Android Anda sebelum mudik.

1.Pakai HP Holder untuk mobil. Holder ini sebagai tempat meletakkan HP. Holder bisa dipasang di kaca depan mobil sehingga memudahkan pengemudi untuk melihat peta di layar smartphone Android.
2.Charge HP Anda sebelum berangkat. Siapakan juga power bank dan jangan lupa juga di-charge penuh.
3.Isi pulsa HP Anda dan juga pulsa internet. Aplikasi GPS Waze memerlukan koneksi internet.
4. Jangan lupa juga kabel charger untuk mobil. Jika suatu saat HP anda low bat bisa dicharge dengan colokan di mobil.

D. Pada Saat di perjalanan

1. Sebelum berangkat coba tanyakana kondisi jalan via Twitter ke akun twitter @radioelshinta atau @lewatmana tentang kondisi jalan yang akan dilalui. Jika masih lancar kira-kira dalam beberapa jam ke depan Anda bisa melalui jalur itu. Tetapi jika macet, cari alternatif yang paling lancar. Meskipun kemungkinan semua jalur macet.

2. Melalui Waze Anda juga bisa menanyakan kondisi jalur ke pengguna Waze yang sedang melaui jalur itu. Caranya, coba cek jalur yang akan Anda lalui. Jika ada pengguna Waze akan terlihat di layar. Sentuk icon pengguna itu dan lalukan chatting. Jika pengguna itu sedang tidak mengemudi, mungkin dia akan memberitahu kondisi jalan saat ini.

3.Sebaiknya anda meminta bantuan salah satu penumpang/keluarga sebagai navigator. Dia yang bertugas mengawasi peta di Waze dan memantau kondisi jalannya.

4. Jika Anda terjebak macet, minta tolong navigator Anda untuk mencari jalur alternatif di Waze.

5. Pelajari jalur alternatif ini dan jika tidak macet, pindah rute ke jalur alternatif ini.

6. Selama dalam perjalanan sebaiknya dengarkan siaran radio Elshinta atau stasion radio lain yang menyiarkan kondisi lalu lintar di jalur mudik.

Selamat mudik. Mohon Maaf Lahir dan Batin.

PELATIHAN GANODERMA PADA PERKEBUNAN SAWIT DAN HTI

Cara Pembuatan Pestisida Nabati dari Umbi Gadung

hormon tanaman giberelin auksin sitokininMaryani Cyccu Tobing di Program Studi Agroekoteknologi Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara membuktikan umbi gadung efektif mengatasi ulat grayak Spodoptera litura terhadap tanaman tembakau Nicotiana tabacum. Hama itu menyebabkan kehilangan hasil tembakau 40%. Maryani mengambil 120 gram umbi gadung, mengupas, lalu memblender hingga halus. Ia menambahkan 1 liter air dan 10 ml etanol. Semprotkan pada tanaman dengan interval 7 hari. Serangan ulat pada tembakau yang telah disemprot umbi gadung hanya 30%. Sementara tanpa penyemprotan 49%.


Info lengkap pestisida nabati/pestisida organik klik di sini: Pestisida Nabati


Sumber: Halaman Facebook Trubus Majalah