Tag Archives: Organik

Ide Membuat Organic Urban Farming

hormon tanaman giberelin auksin sitokininOrang kota tidak punya lahan. Namun, banyak orang kota yang ingin ‘bercocok tanam’. Solusinya adalah ‘bercocok tanam’ dengan mengoptimalkan lahan yang ada, seefisien mungkin. Misalnya dengan metode vertikultur, hidroponik, ataun aquaponik. Apalagi jika bisa dibuat full organik akan lebih sehat.

Ide itu dilontarkan oleh teman yang baru saja hadir di komunitas petani organik kota Bandung. Idenya memang menarik. Saya yang sudah lama ingin ‘bercocok tanam’ jadi mulai bergairah lagi. Saya bisa membuat kompos sendiri, pupuk organik cair sendiri, dan pestisida nabati sendiri. Saya bisa menerapkannya dalam skala kecil di rumah saya sendiri.

Pilihan awal saya adalah dengan metode vertikultur. Tempat untuk menanam bisa memanfaatkan botol bekas air mineral. Komposnya memakai kompos dedaunan yang dibuat dengan Promi.

Continue reading

Panduan Aplikasi Biang POC untuk Padi Sawah

Cara Pembuatan MOL Keong Emas

Stevia: Syarat Tumbuh

Menanam stevia perlu memperhatikan daerah asalnya. Stevia berasal dari antara 23-24o LS. Tumbuh di ketinggian 500-1500 dpl. Jadi hampir sama seperti tanaman teh. Suhu udaranya cukup dingin, yaitu 14.9-26.7o C. Curah hujan antaea 1658-1860mm per tahun dengan 2-3 bulan kering. Jenis tanahnya latosol dan memiliki kandungan fosfat yang rendah.

Pertumbuhan tanaman stevia sangat dipengaruhi oleh panjang siang hari. Tanaman stevia adalah tanaman hari pendek, artinya tanaman stevia akan cepat berbunga dan berbuah bila jam siangnya pendek atau kurang dari 12 jam. Apabila jam siang hari semakin lama, maka pertumbuhan generatif (berbunga dan berbuah) akan semakin lama. Dalam kondisi yang optimum, stevia akan berbunga dalam waktu 58 hari setelah penanaman. Hasil penelitian di BPP, kandungan protein, gula, dan stevioside nya akan lebih tinggi pada lingkungan hari panjang daripada pada lingkungan hari pendek.

Tanaman stevia dipanen daunnya. Karena itu pertumbuhan vegetatif lebih diinginkan daripada pertumbuhan generatif. Di Indonesia umumnya panjang siang hari adalah netral. Klon tanaman stevia yang cocok adalah yang pertumbuhan generatifnya lambat pada kondisi siang hari netral.

Memperhatikan daerah asal stevia. Penanaman stevia cocok di daerah dataran tinggi, kurang lebih 1000 dpl. Tanaman stevia menghendaki kelembaban yang tinggi. Ini cocok dengan iklim di beberapa tempat di Indonesia. Meski demikian, stevia cukup tahan kekeringan. Tanah yang cocok untuk penanaman stevia adalah tanah andosol, latosol, dan podsolik.

Sejarah Masuknya Stevia ke Indonesia

image

Tulisan lain tentang stevia klik di STEVIA

Stevia bukanlah tanaman asli Indonesia. Stevia yang mengandung pemanis alami ini berasal dari belahan dunia lain, Amerika Selatan. Asalnya dari distrik Amambai dan Iquaqu, yaiti daerah sekitar perbatasan Paraguay-Brazil-Argentina di Amerika Selatan. Tanaman ini tumbuh liar tetapi ada juga yang ditanam oleh penduduk setempat. Nama lokalnya adalah Caa-he-he, Caa-enhem atau Kaa he-e. Saya coba cari daerah asalnya dg Google Maps belum ketemu.

Oleh penduduk setempat stevia sudah digunakan sebagai pemanis makanan atau minuman. Mungkin bangsa-bangsa kolonial jaman dulu, termasuk Mbah Bertoni dan Mbah Rebaudi, yang ikut memperkenalkan stevia ini ke dunia luar. Hingga pada akhirnya sampai juga ke negeri kita Indonesia.

Continue reading

Biologi dan Morfologi Stevia

image

Stek stevia

Tulisan lain tentang stevia klik di STEVIA

Menurut klasifikasi tanaman, stevia diklasifokasikan sebagai berikut: (sumber: wikipedia)

Klasifikasi Stevia rebaudiana

Domain: Eukaryota
Kingdom: Plantae
(unranked): Angiosperms
(unranked): Eudicots
(unranked): Asterids
Order: Asterales
Family: Asteraceae
Tribe: Eupatorieae
Genus: Stevia
Species: S. rebaudiana
Binomial name
Stevia rebaudiana
(Bertoni) Berton

Nama stevia sendiri mengabadikan dua orang ahli botani jaman baeula, yaitu Mbah Dr. Moises Bertoni (1899) dan Eyang Dr. Ovidio Rebaudi (1905).

Continue reading

Stevia: Pemanis Organik Alami yang Rendah Kalori

daun stevia pemanis alami

Daun stevia pemanis organik alami yang aman untuk penderita diabetes

Tulisan lain tentang stevia klik di STEVIA

Meningkatnya penderita diabetes melitus (diabet) atau kencing manis membuat banyak orang yang takut dengan gula, namun masih tetap ingin makan/minum dengan yang ‘manis-manis’. Karena itu kemudian banyak beredar gula alami yang rendah kalori, seperti produk yang dibuat dari gula jagung. Sebenarnya di Indonesia sudah ada tanaman yang menghasilkan pemanis alami dan sangat rendah kalori, yiatu: stevia.

Nama latinnya adalah Stevia rebaudiana Bertoni M. Tanaman Stevia berasal dari distrik Amambai dan Iguaqu, yaitu daerah perbatasan Paraguay-Brasil-Argentina di Amerika Selatan. Nama lokalnya adalah Caa-he-he, Caa-enhem atau Kaa he-e. Tanaman ini mulai masuk ke Indonesia sekitar tahun 60-an. Kala itu stevia sudah mulai dibudidayakan namun sayangnya kurang diterima oleh pasar dalam negeri. Karena stevia jaman dulu masih ada rasa langu dan sepet-nya. Pamor stevia sebagai pemanis alami redup lagi. Sekarang, orang mulai mencari lagi pemanis-pemanis organik yang alami yang rendah kalori dan aman untuk penderita diabet maupun orang-orang yang khawatir dengan penyakit kencing manis.

Rasa manis dari stevia berasal dari kandungan steviosida dan Rebaudosiosida-A. Rasa manisnya 200-300 kali sukrosa (gula pasir). Jadi kalau kita biasa minum teh dengan satu sendok teh penuh gula, dengan stevia cukup seujung sendok teh. Hebatnya lagi, stevia tidak/sangat rendah kandungan kalorinya. Stevia populer di daerah asalnya sebagai pemanis alami. Di Jepang, Korea, dan Taiwan steviosida sudah umum dipakai.

Continue reading

CARA MEMBUAT KOMPOS DAN PUPUK DARI KOTORAN SAPI DENGAN PROMI

Dokumen yang bisa didownload dari Scribd ini adalah petunjuk cara pembuatan kompos dan pupuk organik dari kotoran sapi (kohe) dengan menggunakan Promi. Cara pembuatan dan alat-alat yang dibutuhkan sangat sederhana dan mudah dilakukan. Prosedur pembuatan pupuk kompos ini bisa dilakukan untuk skala kecil, kelompok tani maupun peternakan besar dengan penyesuaian-penyesuaian sepertlunya. Waktu yang dibutuhkan untuk membuat kompos dari kohe sapi kurang lebih tiga minggu (jika kotoran sapinya masih segar). Jika kotoran sapinya sudah agak lapuk, lama waktu pembuatan kompos cukup dua minggu saja.

Informasi lebih lanjut tentang Promi bisa dilihat di link berikut ini: PROMI.

Cara Pembuatan Pestisida Nabati dari Umbi Gadung

hormon tanaman giberelin auksin sitokininMaryani Cyccu Tobing di Program Studi Agroekoteknologi Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara membuktikan umbi gadung efektif mengatasi ulat grayak Spodoptera litura terhadap tanaman tembakau Nicotiana tabacum. Hama itu menyebabkan kehilangan hasil tembakau 40%. Maryani mengambil 120 gram umbi gadung, mengupas, lalu memblender hingga halus. Ia menambahkan 1 liter air dan 10 ml etanol. Semprotkan pada tanaman dengan interval 7 hari. Serangan ulat pada tembakau yang telah disemprot umbi gadung hanya 30%. Sementara tanpa penyemprotan 49%.


Info lengkap pestisida nabati/pestisida organik klik di sini: Pestisida Nabati


Sumber: Halaman Facebook Trubus Majalah

Cara sederhana untuk menguji mikroorganisme lokal (MOL), pupuk organik cair (POC), dan pupuk organik padat/granul (POG).

Buku Pupuk Organik GranulPetani, kelompok tani (POKTAN), atau gebungan kelompok tani (Gapoktan) bisa membuat sendiri mikroorganisme lokal (MOL) yang digunakan sebagai pupuk organik cair (POC) atau pupuk organik granul (POG) atau padat yang dibuat dari kompos jerami, kotoran ternak, seresah daun, dll. (Info lebih lengkap klik di sini: Kumpulan Resep MOL, kompos jerami, Promi, membuat POG, biang POC). Kalau petani bisa membuat sebagian pupuknya sendiri, petani tidak akan terlalu tergantung pada pupuk kimia/anorganik. Berikut adalah cara sederhana untuk menguji kualitas MOL, POC, atau POG yang dibuat petani. Cara ini bisa dilakukan oleh petani sendiri melalui pengamatan visual tanpa perlu analisa laboratorium yang rumit dan mahal. Paling tidak dengan uji sederhana ini, petani bisa mengetahui kualitas pupuk/mol yang dihasilkan sebelum diaplikasikan secara luas di lahannya atau anggota kelompok tani.


Catatan:
1. Cara pengujian POG ini adalah cara sederhana untuk petani dan bukan untuk tujuan ilmiah.
2. Cara pengujian POGini bukan cara baku, jadi bisa dimodifikasi dan disesuaikan dengan kondisi di sekitar petani.
3. Cara pengujian POG ini adalah pengujian skala kecil dengan menggunakan pot atau polybag.
4. Keberhasilan uji ini tergantung sepenuhnya pada penguji.
5. Saya tidak bertanggung jawab terhadap setiap kegagalan akibat menggunakan cara uji ini.


Pemilihan Tanah

Continue reading