Category Archives: MyFamily

Rinduku

Seuntai Rindu

Malam ini
Bersama sunyi dan sepi
Di  balik diam termanggu
Rindu menyapa
dengan lembut
namun mengena

***

Hal terberat yang aku rasakan ketika berada di Göteborg ini adalah jauh dengan keluarga & orang yang dicintai.  Meskipun saat ini ngobrol bisa dilakukan setiap saat  via Skype (thanks skype), tapi cuma bisa didengar dan dilihat. Tak bisa di pegang, dipeluk atau dicium.
Minggu-minggu awal belum begitu terasa. Komunikasi masih dilakukan dengan cara konvensional: SMS. Saya lupa tidak install Skype di komputer rumah, jadi belum bisa Skype-an. Paling-paling kirim pesan via FB atau YM-an pakai NIMBUZZ. Hanya bisa baca pesan-pesan singkat saja.
Awalnya saya SMS pakai kartu KOMPIZ. Lumayan juga, sekali SMS kena 1-2 SEK. Pulsa disedot habis dalam sekejab. Obat rindu ternyata mahal banget. Lalu, temen merekomendasikan pakai AMIGOS, katanya murah untuk telepon dan SMS ke luar negeri. Jadilah saya beli pulsa AMIGOS di warung PRESSBYRÅN 100 SEK. Memang bener murah sekali, semenit cuma sekitar 1  SEK. Tapi biaya misscall sampai 2 SEK. Pernah susah sekali terhubung, yang menjawab Cik Veronika melulu, tak terasa pulsa 25 SEK pun melayang. Bulan ini biaya pulsaku menembus 500 SEK  (= Rp. 600rb). Obat rindu memang semakin mahal. 
Komunikasi yang murah memang via internet rupanya. Apalagi pakai SKYPE. Masalahnya satu, laptop rumah belum terinstall Skype. Saya minta Ummi Royan – istri tercinta – install Skype saya pandu via NIMBUZZ, tetep aja belum bisa. Saya  pandu pakai AMIGOS. Ngomong sampai ndower bibirku, belum berhasil juga. Lalu coba alternatif lain, minta bantuan saudara untuk mwngistallnya, tetep aja nggak bisa-bisa. Akhirnya laptop rumah diungsikan ke Magelang. Setelah diutak-utik oleh Om Manto baru sukses Skype  terintall. Malam itu pukul 2 WIB (atau pukul 11 malam CEST) aku bisa melihat wajah Om Manto. AKhirnya pikirku….
Hari-hari berikutnya, ngobrol via Skype. Pulsa telepon bisa ditekan lebih rendah. Demi Skype, orang rumah pasang Speedy, tidak ada pilihan lain yang lebih baik. Hari minggu pagi, saya janjian Online dengan keluarga. Jam 5 pagi, habis sholat subuh laptop sudah dihidupkan. Nunggu video call dari negeri tercinta di seberang benua sana.
Tak begitu lama suara ringging call khas Skype terdengar. Klik Accept video call. Koneksi terasa luuaaambrrraaaatttt…..banget. Loading video tidak muncul-muncul. Setelah nunggu sampai hampir putus asa:
“Abi…………..!!!!!!”, teriak Mas Royan & Dedek Abim bersamaan. Suara itu menerobos masuk ke relung hati.
Saya jadi ingat dulu ketika mereka masih anak-anak.  Royan yang diam, tetapi tak pernah berhenti bergerak. “Anteng Kitiran” kata orang jawa. Dedek Abim yang tangisannya kenceng banget dan klo ngomong seperti radio, sama-sama tak bisa diam.
Tanpa ku sadari mereka sudah besar-besar. Dedek Abim tambah putih dan cakep. Mas Royan wajahnya  semakin ‘cool’ dan tampak lebih besar.
“Abi…, sedang apa? Di sana dingin ya…?” tanya Mas Royan.
Adiknya yang ada disampingnya, sambil bergaya bilang, “Abi…abi…abi….”
Ummi Royan yang ada di belakang mereka hanya senyam senyum saja. Meskipun kadang-kadang nakal, anak-anak tetap menyenangkan.
Hari itu rinduku tertumpah semua.
***
Pernah suatu hari, ketika sedang naik Tram, saya melihat dua anak laki-laki. Sepertinya mereka bersaudara, karena wajahnya mirip. Yang satu duduk diam saja menghadap ke arah luar. Sepertinya dia anak yang lebih besar. Di sampingnya adiknya mengelayut di punggung kakaknya. Sang kakak sepertinya sedang marah dan tidak mau diganggu adiknya. Di usirnya sang adik dengan sikutnya. Sang adik tetap aja menggoda. Dia sentil-sentil kakaknya. Sang kakak tetap mengarahkan pandangannya ke luar, cuek saja.
Sang adik tidak kekurangan akal. Diahadapkan wajahnya ke wajah sang kakak, sambil menyibir: “Weeeekkk…..” (gitulah kira-kira klo orang Indonesia).
Sang kakak tampak semakin kesal. Lalu dia bangkit dan ngeloyor pindah ke depan.   Sang adik mengekor di belakangnya.
Melihat tingkah mereka saya jadi ingat Royan & Ibrahim. Hampir tiap hari mereka bertengkar. Ada aja yang rebutkan. Kadang-kadang mereka bertengkar, kadang-kadang kompak. Pernah suatu hari saya jemput mereka di sekolah, keduanya jalan pulang sambil berangkulan. Kompak banget. Tak jarang kakaknya menggoda adiknya sampai nangis. Atau adiknya merenggek-rengek yang membuat kakaknya kesal.
Umminya yang sudah capek semakin kesal dan marah-marah. Anak-anak seperti sengaja membuat umminya marah.
Saya jadi ingat Royan ketika baru berumur 1 tahun. Sejak kecil Royan tidur denganku, karena umminya ‘nenenin’ Ibrahim. Saya jadi ingat Ibrahim kalau tidur selalu minta ‘dipuk-puk’ punggungnya. Kalau Abim belum tidur tidak boleh berhenti nepuk-nepuk punggungnya. Padahal orang tuanya sudah capek seharian kerja.
Saya jadi teringat kalau saya capek, Mas Royan dan Dedek Abim yang menginjak-injak badan. Badan capek jadi sedikit lebih lega.
Kenangan-kenangan itu menari-nari di dalam pikiranku. Ketika sendiri mau tidur. Atau ketika istirahat di sela-sela mengerjakan tugas. Kenangan itu menoreh-menoreh hati.
Rinduku makin dalam. 

Posted from WordPress for Android

Var så god och ta

varsagod“Var så god och ta” kalau diindonesiakan artinya kurang lebih ‘Silahkan diambil’. Tulisan itu tertera di karpet yang ditinggal pemiliknya di dalam lift apartemen. Barang itu sudah tidak dipakai oleh pemiliknya, dan ditinggalkan untuk dipakai siapa saja yang mau memakainya. Jangan dibayangkan kalau barang ditinggal ini sudah rusak atau jelek atau ‘layak buang’. Barangnya masih bagus. Masih sangat layak dipakai, cuma kelihatan agak kotor, dan seringkali belum ada cacatnya.

varsagodOrang Swedia memiliki kebiasaan yang baik untuk barang-barang yang sudah tidak mereka perlukan lagi tetapi masih bagus dan bisa dimanfaatkan. Orang Swedia meletakkan barang tersebut di tempat umum dan menyilahkan siapa saja yang mau untuk mengambilnya. Pernah saya lihat di depan kamar apartemen tergeletak sebuah monitor 19″ & keyboard. Di dekatnya ada tulisan ‘ FOR FREE, PLEASE TAKE ANYTHING YOU NEED’. Kata temen sudah beberapa hari ada di tempat itu & belum ada yang mengambilnya.

Di kampus, di ujung koridor ada yang meletakkan file box di dalam kardus besar. Ada beberapa filebox. Di situ tertulis ‘Please, take me if you want’. Harga filebox baru lumayan mahal untuk ukuran Indonesia, harganya bisa 30-40 kron atau hampir Rp. 50 ribuan. Orang yang meletakkan barang ini mungkin mahasiswa yang sudah lulus dan tidak membutuhkannya lagi. Pernah juga saya lihat di depan sebuah rumah, ada sebuah TV besar, ukurannya saya rasa > 21″. Mungkin pemiliknya sudah punya TV baru dan TV lamanya diberikan ke orang lain.

Barang-barang yang “dibuang” ini tidak hanya itu saja. Meubeler, almari, kursi dll pun sering dijumpai. Di setiap apartemen ada tempat khusus untuk menaruh meja, kursi, atau barang-barang yang ukurannya cukup besar. Setiap orang boleh mengambil & memanfaatkan barang-barang yang diletakkan di tempat itu. Temen saya beuntung mendapatkan kursi belajar/kerja yang masih bagus dan sebuah lampu hias rumah.

Continue reading

Ayam Bakar Mbah Saliyan, Resep Rahasia Keluarga

ayam bakar mbah saliyan

Resep ayam bakar sudah banyak sekali, tetapi rasanya tidak ada yang seperti resepnya Mbah Saliyan. Resep keluarga yang sudah jarang dipraktekkan. Rasanya enak banget.

Resep ini adalah resep rahasia keluarga istriku. Nenek kami tinggal di kampung saliyan, karena itu kimi sering memanggilnya Mbah Saliyan. Mbah Saliyan punya resep ayam bakar yang sangat nikmat. Ayam bakar ini hanya disajikan di acara-acara spesial saja dan selalu jadi sajian favorite keluarga, seperti awal Ramadhan, lebaran, atau acara kumpul-kumpul keluarga.

Mbah Saliyan sudah lama sekali meninggal. Tidak banyak yang ditinggali resep ayam bakar ini. Salah satu anak/cucu yang masih punya catatan resep Mbah Saliyan adalah bapak mertuaku. Bapak masih menyimpan sobekan kertas berisi tulisa tangan resep rahasia ini. Biasanya, puasa hari pertama, kami akan meraktekkan lagi resep rahasia keluarga ini.

ayam bakar mbah saliyan
Continue reading

Kebutuhan untuk Menulis

buku menulis

Pernah suatu ketika ada temen yang bertanya padaku: mengapa aku suka menulis? Kalau pertanyaannya di awali dengan kata ‘apa’, mudah aku menjawabnya, tinggal tunjukkan….nih….baca sendiri…!

‘Mengapa’…sebuah pertanyaan yang tidak mudah aku jawab. Aku sendiri binggung mau njawab apa.

Aku coba mengingat-ingat sejak kapan aku mulai menulis. Waktu SD dulu aku suka niru-niru tulisannya para pujangga jaman pergerakan: Armin Pane, Sanusi Pane, Sultan Haji; baca ceritanya HAMKA; atau kadang-kadang syair Ronggowarsito, geguritan, dan syair jawa lainnya.

Aku punya buku khusus untuk itu dan aku tulis sampai aku SMP. Tapi, buku itu sudah tidak ada lagi, diminta seorang temen dan katanya sekarang sudah hilang. Duh…..

Continue reading

Resep Rahasia Menghilangkan Rasa Pahit Daun Pepaya

Waktu itu saya sedang melakukan acara bakti desa. Kami tinggal di desa selama beberapa hari untuk saling berbagi pengalaman dengan petani di desa. Kami menginap di rumah salah satu penduduk desa. Suasana pedesaan yang tenang dan asri.


Continue reading

Kamarku Dimasuki Ular

Dua minggu ini aku pergi ke luar kota. Jadi kamarku yang di jogja jadi kamar kosong. Baru hari ini sempat ke Jogja. Badan capek, lemes, dan lungrah semua. Pinginnya langsung tepar….


Continue reading

Kenekadan dan Keberanian Mas Royan

Kamis siang sekitar jam 10.30 ada sms masuk, dari orang rumah. Begini isi sms-nya:
”Bi masroyan pulang sekolah sendiri. dedeabim”, yang nulis Dedek Abim. Lalu aku tanya ”Kenapa pulang sendiri’. Rupanya Mas Royan sendiri yang jawab, ”Ummi lama banget, jadi mas Royan pulang sendiri”.
Kaget juga aku, lalu aku tanya: ”Naik apa?”
”Ngak naik apa-apa”
”Lho..dengan siapa pulangnya?”
”Sendiri aja”.
Setengah percaya setengah tidak ketika aku membaca sms dari anak pertamaku ini. Berarti dia harus berjalan sekitar 2 km dari sekolah sampai ke rumah.

Royan
Continue reading

OBAT SARIAWAN & PANAS DALAM YANG MUJARAB

Sariawan, Ringan tapi Merepotkan

Sariawan dan panas dalam adalah penyakit yang sangat umum di wilayah tropis termasuk Indonesia. Penyakit ini hanya ringan saja dan biasanya sembuh dengan sendirinya. Tetapi karena intentsitasnya yang sangat tinggi, cukup mengganggu juga. Oleh karena itu, tidak mengherankan jika banyak sekali iklan-iklan obat panas dalam di televisi.

Saya termasuk orang yang memiliki penyakit langganan panas dalam dan sariawan. Penyakit ini muncul biasanya jika sedang kecapaian, kemudian badan terasa meriang, nafas bau tidak enak, dan kerongkongan terasa kering/panas. Besoknya biasanya sudah muncul sariawan di mulut. Jika sudah muncul sariawan, demam biasanya hilang dan panas dalamnya juga menurun. Tetapi bukan berarti sakitnya sembuh. Sakit berganti luka di mulut yang kian membesar. Luka ini membuat makan tidak terasa nikmat sama sekali. Apalagi yang hobi makan cabe, pasti langsung terasa ‘Mak Nyooossss Tenan’. Luka sariawan biasanya sembuh dengan sendirinya dalam waktu kurang lebih satu minggu.
Continue reading

CV-ku

Jarang sekali aku mengupdate CV-ku. Ini CV yang aku buat terakhir.

Tip Kuliner: Rahasia Kelezatan Masakan Tumis Emak

Sambel Brambang

Sejak kecil aku biasa makan di rumah. Makan masakan buatan Emakku sendiri. Masakan Emak memang bukan masakan yang istimewa, masakan biasa-biasa saja yang sering dibuat oleh Ibu-ibu yang lain. Misalnya saja sayur tumis, ada tumis kangkung, tumis kacang, tumis buncis, sambel goreng tahu, sop kubis, soto, sambel goreng tahu, dan lain-lain.
Continue reading