Category Archives: MyStories

Tips Membeli Oleh2 Getuk Magelang

image

Getuk Magelang warisan Mbah Ali Gondok

Entah sejak kapan kota Magelang terkenal sebagai kota Getuk. Padahal toko penjual getuk di Magelang tidak sebanyak penjual getuk goreng di Sokaraja. Ada banyak pilihan getuk Magelang. Anda bisa pilih yang tradisional atau yang sudah dikemas modern.

Getuk Magelang punya ciri khas yang beda dengan getuk dari tempat lain. Pertama, getuk Magelang digiling halus dan pulen. Katanya ketela untuk bahan getuk dipesan khusus untuk gethuk. Tidak bisa ketela sembarangan. Ketelanya dipilih yang pulen dan muda. Kedua, getuk Magelang punya tiga warna, yaitu: putih, coklat, dan pink. Ada beberapa variasi, tapi getuk tiga warna ini yang terkenal.

Continue reading

Ust. Arifin Mukti, SE; Orang yang Membawaku Masuk Pesma

image

Aku dan Ust. Arifin Mukti, SE.

Kalau dulu Ust. Arifin Mukti tidak menerima saya di Pesma Fatimatuzzahra, mungkin akan lain jalan hidup saya. Beliau sudah saya anggap seperti Bapak saya sendiri.

Waktu itu beliau adalah salah satu ketua Takmir Masjid Fatimatuzzahra, masjid besar yang baru selesai di bangun di tengah2 kampus Unsoed Grendeng. Fatimatuzzahra mengadakan pesantren kilat Ramadhan. Saya ikut jadi peserta pesantren kilat itu. Padahal waktu itu kehidupan saya jauh dari agama.

Rambut saya masih panjang sebahu, pakai celana jin ketat, pakaian ala kadarnya dan pakai gelang besi. Motor saya RX King. Lengkap lah artibut saya, lebih mirip preman daripada santri.

image

Aku ketika awal2 masuk Fatimatuzzahra. Rambut panjang, celana jin, dan pakai gelang besi

Continue reading

Yulianto: Bertemu lagi setelah dua puluh tahun

image

Namanya Yulianto. Dua puluh tahun lalu, ketika dia masih smp, dengan empat orang temannya, Yuli sering tidur di kamarku yang berada di belakang mihrob Fatimatuzzahra. Kini Yuli sudah dewasa dan sedang menunggu anaknya yang akan lahir.

Waktu itu masjid Fatimatuzzahra baru saja di bangun, sekitar tahun 1994. Belakang masjid ada rumah papan bekas tempat penyimpanan material bangunan. Di belakang gubuk itu ada jalan, jl H. Madrani. Kamar saya di belakang mihron sisi kiri. Jadi dekat sekali dengan gubuk dan jalan itu.

Sekitar masjid masih banyak sawah dan lahan kosong. Suasana masih sepi.  Dan rawan.

Kami berdelapan, mahasiswa penghuni masjid, biasanya menaruh sepatu dan barang2 kami di bawah tangga di depan kamar saya. Kami kadang-kadang kesal dan jengkel. Beberapa kaki sepatu dan sendal penghuni masjid atau orang2 yang berkunjung ke masjid hilang. Pernah juga ada uang teman2 yang hilang. Tidak ketahuan siapa yang mengambil barang2 itu.

Continue reading

Kuliner: Mie Hotplate Murah di Ciomas; WHO

Meski lokasinya tidak jauh dari rumah, kami jarang mampir ke tempat ini. Kami juga tahu kalau tempatnya selalu ramai dengan anak-anak muda. Kami baru sekali makan beberapa malam yang lalu. Ternyata masakannya memang enak, hot, super pedas, dan harganya sangat bersahabat. Pantesan selalu ramai.

Nama tempatnya W.H.O. Singkatan dari Waroeng Hotplate Odon. Tempat makan ini mengusung kosep heavy metal. Anak muda baget. Warnanya didominasi warna merah dan ditempeli poster2 ukuran besar bintang musik rock dan heavy metal. Semua pramusajinya laki2 muda. Umurnya saya kira tidak ada yang lebih dari 25 tahun. Meja dan kursinya biasa-biasa saja.

image

Menikmati mie hotplate WHO Ciomas

Continue reading

Jam Tangan Kami: Jam Teroris

image

Jam tangan favorit keluarga; Casio

Jam tangan kami semua dari merek yang sama, meski saat membelinya tidak berbarengan, yaitu: Casio. Meski modelnya tidak terlalu keren dan cenderung konservatif, jam Casio bandel dan tahan lama. Harganya pun murah untuk yang KW1, sesuai untuk kalangan menengah ke bawah.

image

Jam Teroris F-91W untuk timer bom

(Foto dari wikipedia)

Jam tangan yang cukup sensasional adalah jam tangan anak2, Royan & Abim; yaitu Casio F-91W. Jam tangan ini terkenal karena laporan CIA yang menyebutkan kalau jam ini adalah jam andalan Al Qaida. Osama bin Laden pun memakai jam tangan ini. Jam tangan ini akurat dan murah. Al Qaida konon menggunakannya juga untuk merakik bom. Karena itu jam ini juga dikenal dengan “Terrorist Watch”. Sereeeemmm….

Casio F-91W, Terrorist Watch

image

Jam ini saya beli ketika ada ‘REA’ di salah satu toko jam di Nortstand tiga tahun lalu. Karena sedang REA alias obral tahun natal harganya super miring, 50% dari harga normal. Harganya cuma SEK 150. Murah bingiiittt. Saya beli dua, satu untuk Royan dan satu untuk Abim.

Jam F-91W bentuknya sederhana. Tahan air alias water resist. Kalau sedang berenang atau main air tidak perlu buka jam tangan. Kehujanan pun tidak apa2. Ada fungsi alarm, timer, dan stop watch. Lengkap dan lebih dari cukup untuk alat penanda waktu. Daya tahan baterainya sangat lama, dua setengah tahun lebih baru ganti baterai.
Jam tangan ini sudah lama dikeluarkan oleh Casio. Saya lihat jam ini di-release ulang dengan model yang lebih variatif. Kalau googling ada jam Casio F-91W yang warnanya tidak melulu hitam. Ada yang putih juga, terlihat lebih keren dan modis.

Jika Anda tertarik dengan jam teroris ini sebaiknya teliti sebelum membeli. Ketika ganti baterai ke toko jam, tukang tokonya bilang kalau jam model ini agak susah dapat yang asli/KW1. Banyak tiruannya dan sulit dibedakan dengan yang asli. Harganya pun cukup mahal >Rp. 300rb. Kalau untuk anak2 mending beli jam KW yang banyak dijual di mall2. Modelnya macem2, meski kualitasnya diragukan.

Anak2 biasanya main kurang hati2. Jam tangan ini sudah baret2. Apalagi Royan yang sangat aktif. Sudah tiga kali jam tangan ini ganti karetnya. Jam tangan bandel, meski dipakai obrok2an yang rusak cuma karetnya. Ganti karet yang biasa murah, cuma Rp. 15rban.

Jam tangan teroris ini masih setia menghiasi tangan anak2. Mereka bangga memakai jam tangan ini, meski modelnya tidak sekeren jam teman2nya di sekolah.

image

image

Foto Osama dengan Jam Casio F-91W di pergelangan tangan kanannya.

Bercocok Tanam di Teras Rumah (part 2)

image

Ini melanjutkan lagi posting sebelumnya tentang bercocok tanam di teras rumah. Awalnya cuma iseng-iseng saja, ternyata asik juga. Teras rumah yang cuma seuprit bisa untuk menanam sayur2an. Cara penanamannya organik dan tidak menggunakan pupuk kimia atau obat2a kimia. Jadi lebih sehat dan lebih aman. Istilah kerennya sekarang adalah urban organic farming.

Benih & Bibit Tanaman

Saya akan cerita mulai dari awal, benih tanaman sayur-sayuran. Kebetulan beberapa waktu yang lalu saya mudik ke kampung halaman di Magelang. Di kampung benih lokal tanaman sayuran harganya murah. Saya beli beberapa macam benih. Terutama benih-benih yang cocok di dataran rendah. Saya membeli banyak benih tanaman, seperti: bayam cabut, kangkung cabut, tomat, cabai rawit hijau, cabai rawit merah, terong unggu, terong lalap, kacang panjang, sawi hijau dan kobis (kol). Belinya cuma sekantong kecil saja. Jumlah itu sudah lebih dari cukup untuk menanam di halaman rumah.

image

Kangkung Cabut

Continue reading

Jalan-jalan ke Gunung Bunder, Kaki Gunung Salak

Gunung Bunder Bogor

Hutan di Gunung Bunder, Bogor

Gunung Bunder

Gunung Bunder adalah salah satu wanawisata di kaki Gunung Salak, Bogor, Jawa Barat. Di tempat ini ada banyak curug atau air terjun dan bumi perkemahan. Gunung Bunder bisa jadi salah sarana berlibur untuk melepas penat bersama keluarga.

Jika ada waktu luang, kami sekeluarga lebih suka menghabiskan waktu bersama di alam bebas. Jalan-jalan ke Kebun Raya atau ke hutan-hutan di kaki gunung Salak, salah satunya Gunung Bunder yang ada di Ciampea, Kab.Bogor.

Ini koordinate Gunung Bunder untuk mengetahui posisi dan rute menggunakan Google Maps atau Waze:

Continue reading

Ketombe yang Bikin Jengkel & Minder

Ketombe mungkin bukan penyakit yang mematikan. Tapi, ketombe bisa membuat orang mati kutu dan malu. Suer saya merasakanya sendiri. Alhamdulillah, sekarang masalah ketombe itu lambat laun bisa teratasi.

Entah sejak kapan saya mulai ketombean. Lupa. Mungkin karena saya seorang kontraktor alias ke mana-mana pakia motor. Saya termasuk pengendara motor yang taat aturan. Saya hampir selalu memakai helm standar DOT setiap naik motor. Mungkin karena itu kulit kepala menjadi bermasalah. Lambat laun muncullah ketombe.

Awalnya rabut terasa gatal. Kalau digaruk2 serbuk2 putih beterbangan. Awalnya kecil2 saja. Saya jadi ingat iklan shampoo anti ketombe di tivi. Setelah saya pakai bukannya hilang malah semakin banyak ketombenya. Ketombenya lebih besar ukurannya. Mengerikan.

Continue reading

Sepotong Kenangan dg Ust. Muhibbin Bakrun, Lc.

image

Ust. Muhibbin Bakrun, Lc. (Foto dari Akun FB Laziz Mafaza)

Dari sekitar tujuh orang yg tinggal di masjid Fatimatuzahra, mungkin saya yang paling lain sendiri. Rambut saya lebih dari sebahu, celana jeans ketat, dan naik RX King. Teman-teman lain lebih alim dan kelem, jengot dipelihara dan celana congkrang. Tapi Ust. Muhibbin tetap sabar mengajar kami mengaji. Beliau selalu tersenyum lebar setiap ketemu saya dan memanggil nama saya dengan intonasi khasnya “Isroi”, terus menjabat tangan saya dengan tangan diayunkan dulu.

Ust. Muhubbin mengajar banyak pelajaran dasar-dasar Islam, seperti tafsir, bahasa Arab, dan fikih. Yang paling sulit saya ikuti adalah bahasa Arab. Bukunya ajarnya masih saya simpan sampai sekarang. Susah sekali saya mengikutinya. Dari semua murid yang ikut pelajaran2 itu, saya paling bodoh sendiri. Malu.

Continue reading

Catatan Ciengkek (lagi)

image

Ciengkek masih jadi tantangan untuk ditaklukkan. Saya coba mengukur berapa jarak dan tinggi tanjakan Ciengkek ini. Pengukuran di mulai dari jembatan kali Ciomas yang ada di dekat  pangkalan pasir. Untuk mengukur ketinggian saya menggunakan aplikasi Altimeter untuk Smartphone Android. Ketinggian di posisi awal ini terbaca 286 dpl.

image

Untuk mengukur jarak tempuh dan waktunya saya menggunakan aplikasi Endomondo. Dengan aplikasi ini saya bisa merekam jejak di peta Google Maps, jarak yang ditempun dan waktu tempuhnya. Saya bersepeda berdua saja dengan Arroyan.

Continue reading