Category Archives: MyStories

Nulis Nganggo Basa Jawa

Amargo koncoku sing arane Kang Cessy Fauzie Herman nulis komentar nang status FBku nganggo basa Jawa, aku dadi kepingin nulis nganggo basa Jawa. Aku asli klairan nang tanah Jawa. Bapak biyungku wong Jawa kabeh. Dadi basa asliku yo basa Jawa kuwi mau. Nangging amargo langka dienggo, aku rodo lali basa Jawa kromo. Opo meneh sing kromo inggil. Nek mung ngrungokke thok aku isih ngerti. Nangging nek dikon ngomong mesti belepotan ora karu-karuan.

Iki wae aku nulis nganggo basa Jawa pasaran logat Magelang. Saben daerah duwe logat dewe-dewe. Logat Magelang isih cedak karo logat Jogja.

Naliko isih cilik mbiyen aku yo iso nulis nganggo aksoro Jawa. Malah aku duwe buku catetan sing biasane aku tulis ngganggo aksoro jowo. Sayange buku kuwi saiki wis embuh nang ngendi sangkan parane. Ilang.

Nek ngomong-ngomong karo kanca-kancaku sing wong Jawa aku isih ngunakke basa Jawa. Kadang-kadang campuran nganggo basa Indonesia. Arepo bedo logat, saben wong Jawa isih iso ngerti maknane.

Kanggo nguri-nguri basa Jawa, kolo-kolo aku arep nulis ngganggo basa Jawa. Ben isine blogku iki campur-campur.

Monggo poro sedulur kabeh, monggo pinarak dateng pangenane kulo meniko.
Matur nuwun.

1000

Ada yang sedikit istimewa hari ini. Tak terasa hari ini sudah 1000 postingan saya di blog ini isroi.com. Malam ini saya mencoba flash back kembali ke belakang ketika saya mulai ngeblog dulu.

Sudah saya tuliskan mengapa saya aktif ngeblog selama ini (baca di link ini atau ini). Saya mulai ngeblog di WordPress.com sejak bulan Februari 2008 atau berarti 6 tahun 10 bulan. Kalau di rata-rata saya update isi blog setiap dua hari sekali. Memang tidak semua posting berisi tulisan. Sebagian diantaranya adalah sharing dokumen atau video di YouTube. Saya mencoba untuk menyimpan sesuatu yang menarik bagi saya dan saya pikir bermanfaat bagi pengunjung blog ini. (Semoga).

Continue reading

Om Tino; Pergi Haji adalah Panggilan

Sudah cukup lama cerita ini mengendap di kepalaku. Cerita tentang kisah hidupnya Om Tino. Ini adalah lanjuta kisah yang saya tulis sebelumnya: Berbagi Pengalaman dengan Om Tino.

*****
Om Tino menceritakan bagaimana dia akhirnya menunaikan ibadah haji. Beberapa tahun sebelumnya istrinya sudah lebih dulu pergi ke tanah suci untuk menunaikan ibadah haji. Om Tino tidak mau ikut. Ketika itu sama sekali tidak terbesit dalam pikirannya untuk pergi ke tanah suci. Ada banyak alasan yang dia utarakan untuk memenuhi ajakan istrinya itu. Intinya adalah Om Tino belum merasa terpanggil untuk pergi haji.

Entah dari mana awalnya, Om Tino lama kelamaan jadi ingin pergi haji. Om Tino sudah mulai sholat dan rajin ke masjid. Keinginan untuk pergi haji semakin kuat. Dia mengajak saudaranya untuk ikut serta dan Om Tino yang akan membayar semua biayanya. Padahal waktu itu Om Tino sedang jadi penggangguran dan dia tidak memiliki uang cukup. Saldo rekening bank menipis.

Continue reading

Cerita di Jalanan Kota Bogor: Matot di Gunung Batu

Bogor sudah dinobatkan sebagai kota termacet di Indonesia. Ada banyak cerita ketika menyusuri jalanan kota Bogor sambil menikmati kemacetannya. Salah satunya yang parah adalah kemacetan di pertigaan Gunung Batu.

Posisi pertigaan Gunung Batu memang unik, dari arah bawah adalah jalan menanjak tajam, dari arah barat laut adalah pasar gunung batu, dari arah selatan Pasir Kuda. Nah di tengah pertigaan ini ada taman batas berbentuk segitiga. Tidak ada traffic light di pertigaan ini. Pasir Kuda salah satu rawan macet. Pasar Gunung Batu juga rawan macet. Arah Merdeka yang relatif aman dari macet.

Pertigaan ini sangat rawan macet karena merupakan jalur tiga angkot, angkot No. 2 dan 3, angkot no. 5, 5A, dan angkot No. 14. Angkot No. 5, 5A dan 14 sering ngetem di tengah pertigaan ini. Tahu sendiri kan sopir angkot? Kalau berhenti sembarangan dan menutupi jalan mobil lain.
Continue reading

Mango Season

image

This month is mango season in Indonesia. It is between October until December. Mango is delicious fruit: sweet, little sour and fresh. There are several different kind of mango, such as: mana lagi, gedong, arum manis, gadung, golek and kopyor. If you come to Indonesia in this month, you should to try mango. You will not disappointed. Guaranteed.

My father of law has more than three mango trees in Pati (a small town on Central Java). We always happy and never get tired to eat mango. We likes mango ‘arum manis’. ‘Arum manis’ mean fragrant and sweet. It smell is fragrant and strong. And the color of the pulp is yellow or orange. The taste is sweet without any sour even in young fruit. Arum manis mango is big, relatively bigger than other mango.

Gadung mango is smaller and round like a ball than Arum Manis. Gedong mango is not as sweet as Arum manis and little bit sour specially when young. But, we also likes this mango. Sometimes we eat young mango, we  eat with ‘sambel lotis’ or chilli caramel sauce. Most japanese people like ‘lotis’. ‘Lotis’ is combination taste of sour, spicy, and sweet. You should to try also.

Kopyor mango is name given by my father in law. We eat this mango with different way than usual. We hit the mango fruit with hand until crush. Than, we make a small hole on the end/tip. We eat from this hole.

image

There are a lot of mangos sell in the local market. Mango is very cheap no more US$ 1 until 1.5 per kilo. There are also some mango seller in road verges. But, in supermarket the price is higher.

Super Gadget

Ding-dong……!!!!

Suara bel dipencet seseorang. Hari ini hari sabtu, saya sedang santai di rumah dan tidak sedang menunggu tamu. Aneh. Siapa yang memencet bel , tanya saya dalam hati.

Ding-dong….!!!!
Bel dipencet lagi.
Dengan sedikit malas saya menuju ruang depan. Saya intip dari balik gorden jendela. Seseorang sedang menunggu di depan pintu pagar, pakai motor dan seragam biru. Saya menuju pintu dan segera menemuinya tanpa membuka pintu pagar.

“Ada apa, Mas?”
“Saya dari TIKIL, Titipan Kilat, Ada paket untuk Bapak.”
Anak muda itu menyerahkan kotak kecil yang dibungkus plastik. Lalu dia meminta saya menandatangani kolom penerima.

Continue reading

Bis Santoso Magelang

Sejak saya mulai merantau dulu, alat transportasi yang sering saya pakai adalah bis malam. Alasannya sederhana; paling mudah dan murah. Di Magelang tidak ada stasion kereta apalagi bandara dan pelabuhan. Kalau mau naik kereta atau pesawat mesti pergi Yogya atau Semarang dulu. Repot.

Ada banyak bis jurusan Mgl-Jobodetabek, baik bis yang ‘asli’ Mgl atau bis-bis lain yang punya trayel lewat Mgl. Bis asli Magelang antara lain: Santoso, Handoyo, dan Ramayana. Bis-bis malam lain yang juga lewat Magelang diantaranya Safari Dharma Raya, Lorena, Mulyo Indah dan Rosalia Indah. Saya pernah mencoba hampir semua bis malam itu.

Continue reading

Suara-suara dari Kamar Sebelah

Rumah kami tidak begitu luas. Hanya ada dua kamar, satu kamar utama dan satunya kamar anak-anak. Posisi kedua kamar bersebelahan. Jadi kalau ada sesuatu atau suara-suara akan gampang terdengar.

Royan dan Abim sudah cukup besar. Mestinya mereka punya kamar sendiri-sendiri. Kami belum mampu membangun kamar baru, jadi mereka masih berbagi kamar. Seringnya salah satunya tidur di kasur di ruang keluarga.

Entah mulai kapan, kami tidak menyadarinya. Malam-malam kadang-kadang saya bangun untuk sekedar buang air kecil atau minum, lalu kembali lagi ke kamar. Dalam kondisi setengah bangun setengah tidur, saya seperti mendengar sesuatu dari kamar sebelah. Kebetulan Royan yang tidur di kamar.

Suaranya seperti laci meja yang ditarik lalu dimasukkan kembali. Di kamar itu memang ada dua meja jati kecil untuk belajar anak-anak. Awalnya saya biarkan saja. Suara itu muncul lagi.

Pagi sebelum subuh saya bangunkan Royan. Saya tanya dia:
“Tadi malam kamu bangun, Mas Royan?”
“Enggak.”
“Bener?”
“Bener.”

Continue reading

Operator Telepon Seluler Pilihan

Ada banyak operator telepon seluler di Indonesia. Masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangannya. Setelah mencoba berbagai macam operator, ada yang satu yang selalu saya pakai sampai sekarang.

Pertama kali saya punya ponsel sekitar tahun 2000an, awal-awal reformasi. Waktu itu hanya ada satu operator: Telkomsel. Harga kartunya sangat mahal untuk ukuran sekarang. Kalau tidak salah ingat Rp. 150rb. Muahal. Saat ini kartu dibagi-bagi gratis. Harga ponselnya saja juga mahal, sekitar Rp. 2jtan. Merek ponsel pertama saya adalah Almarhum Siemen yang layarnya masih biru.

Beberapa tahun kemudian muncul operator-operator baru. Harga pulsa dan kartu pun kian murah. Teman saya banyak yang kemudian baralih memakai operator lain. Ada cerita menarik ketika saya ditugaskan melakukan survei kopi ke gunung-gunung di daerah terpencil. Kami semua berempat. Dua orang pakai Telkomsel, termasuk saya. Dan dua lainnya pakai operator yang berbeda. Jadi ada tiga operator. Karena di daerah terpencil, sinyal adalah barang yang langka. Kami mesti mencari tempat yang tinggi sambil mengacungkan ponsel untuk mendapatkan sinyal. Dari tiga operator harus diakui kalau sinyal saya yang paling kuat dan lebih banyak daerah yang ada sinyalnya. Teman saya sering mengeluh:
“Sinyal saya byar pet aja nih!”

Continue reading

Origami Katak yang Bisa Loncat Tinggi

image

Ini salah satu mainanku waktu kecil dulu, tahun 80an. Membuat origami katak lalu diadu tinggi loncatannya. Kalau bagus membuatnya katak bisa loncat tinggi dan jauh.  Bisa sampai setengah meter jauhnya. Kuncinya adalah dibuat dari kertas uang yang masih baru.

Kadang2 dulu saya main adu2an dengan teman2. Katak diberi halangan dan siapa yang bisa loncat paling tinggi yang menang. Atau loncat jauh2an. Yang paling jauh loncatannya yang menang.

Urutan membuatnya adalah seperti urutan gambar di bawah ini.

image
Continue reading