Category Archives: MyStories

Menyimpan Ide dengan Menulis

Sudah lama sejak saya mencoba menjawab kenapa saya menulis. Kini saya punya alternatif alasan tambahan kenapa saya menulis. Semua berkembang, begitu juga alasan saya menulis.

Saya punya obsesi untuk selalu menulis. Meski untuk memenuhi obsesi itu rasanya tidak mungkin. Justru karena tidak mungkin itulah menjadi menarik dan menantang. Aku ingin menulis setiap hari. Menulis apa saja.

Saat ini sarana utama menulisku tidak ada. Kedua laptopku rusak dan obname di bengkel. Sarana yang tersisa cuma satu, smartphone android. Untungnya smartphone saat ini sudah bisa melakukan hampir semua kerjaan laptop; menulis, memotret, mengolah foto, dan terkoneksi ke internet. Smartphone sudah lebih dari cukup untuk menuangkan ide dan menyimpannya.

Menulis ibarat mengumpulkan apa saja yang menarik perhatian saya. Tulis dan tulis saja. Masukkan ke satu kotak yang namanya blog WordPress.com.  Saya tidak pernah menilainya apakah tulisan itu berguna atau tidak. Saya berharap tulisan itu adalah potongan sebuah puzzle. Saya berharap suatu saat nanti saya bisa mengumpulkan potongan puzzle itu dan menyusunnya.

Di waktu2 senggang ketika tidak menulis saya cari2 lagi serpihan2 ide itu. Saya coba cari pasangannya. Kalau ketemu alhamdulillah, kalau tidak ya coba mencocokkan yang lainnya lagi. Sampai ketemu atau mungkin menuliskan pasangannya.

Mungkin dan saya juga berharap bisa terus menulis sampai saya tidak bisa menulis lagi. Saya ingat ada seorang penulis yang cacat dan tidak bisa menulis. Tapi dia punya assisten yang menuliskan carita2 dan khayalannya. Mungkin saya juga akan begitu. Jaman sekarang assisten tidak harus orang. Android saja sudah bisa menerjemahkan suara menjadi tulisan. Assistennya bisa mesin.

Kalau pun saya tidak bisa menyusun puzzle2 itu. Saya berharap suatu saat nanti ada orang yang mau mengumpulkannya dan menyusunya. Mungkin saja dia adalah salah seoranf dari keturunanku. Atau mungkin orang lain yang bukan siapa2nya dari ku.

Insya Allah.
—-
Oh ya… saya ingin menambahkan. Kalau ada pengunjung blog ini dan membaca tulisan2 saya. Jangan pernah menyangka kalau saya banyak tahu atau bahkan ahli tentang hal itu. Ingat, saya hanya menuliskannya dan mengumpulkannya.

Tas Kulit Kesayanganku

Tas kulit kesayang

Tas kulit kesayang

Saya ingin cerita tentang tas kulit kesayangan saya. Tas ini sudah saya miliki kurang lebih 3-4 tahun yang lalu. Sempat saya lupakan dan saya simpan di lemari. Celakanya kondisi di rumah yang cenderung lembab membuat tas kulit cantik ini jadi jamuren. Warnanya jadi sedikit kusam.

Tas kulit kesayang

Tas kulit kesayang

Sudah lama saya ingin beli tas kulit. Ketika itu saya lihat mahasiswa Chalmers yang memakai tas kulit. Lalu ketika saya jalan2 ke kota banyak juga yang memakai tas kulit. Pingin banget.

Continue reading

E-KTP, Nomor Identitas, dan Pelayanan Pemerintah

Tahun lalu ada sebuah proyek besar dari Kementerian Dalam Negeri, yaitu proyek e-KTP. Saya masih ingat sekali proyek ini sering diiklankan di televisi dan diulas di berbagai media. Ada yang mendukung, namun banyak juga yang mencibir. Konon, anggaran proyek eKTP sampai Rp. 6 T. Glek…..!!!!

Saya merasa senang plus bangga ketika saya mendapat jatah E-KTP. Meski dapat E-KTPnya sekitar beberapa bulan kemudian. KTPnya bagus, ada memori magnetiknya dan konon data2 diri juga tersimpan dalam E-KTP tersebut.

Saya termasuk orang yang mendukung proyek eKTP itu, terlepas dari banyaknya kecurigaan tentang bocornya anggarannya. Saya mendukung, karena eKTP ini akan banyak memudahkan proses administrasi dan pelayanan untuk ‘warga negara’ Indonesia. Idealnya memang setiap penduduk Indonesia memiliki nomor dan datanya tersimpan rapi di pemerintahan. Nomor identitas dan datanya bisa dimanfaatkan untuk berbagai macam keperluan, misalnya: mengurus KK, SIM, asuransi, pendidikan, akun bank, dan lain2.
Continue reading

Musibah Membawa Berkah

image

Toni kini mendapat pekerjaan yang lebih baik setelah mendapatkan musibah.

Seringkali kita berburuk sangka kepada Allah, Tuhan Seluruh Alam. Ketika diberi musibah, kita merasa menjadi orang yang paling malang di dunia. Padahal belum tentu musibah itu membawa keburukan. Percayalah selalu ada hikmah di balik semua ketetapan Allah, termasuk takdir yang kita anggap sebagai musibah.

Ini adalah kisah nyata dari temanku, dan ceritanya ini aku juga ketahui sendiri. Namun, untuk menjaga perasaan orang2, cerita ini sedikit saya samarkan.

Ini adalah cerita tentang sekuriti yang bekerja di sebuah perusahaan. Sebut saja namanya Tony. Tony sudah mengabdi selama delapan tahun sebagai karyawan tidak tetap. Gajinya kecil, meski dalam menjalankan tugas nyawa adalah taruhannya. Sekuriti bertanggung jawab terhadap keamanan seluruh kantor. Ini tidak mudah. Banyak orang jahat yang mengintai dan jika terjadi sesuatu sekuriti harus menanggungnya.
Continue reading

Catatan Mudik 1435H (2014) Bagian 2

Menurut kabar di media massa, lalu-lintas mudik tahun ini yang paling parah dibandikan tahun-tahun sebelumnya. Ketika berangkat saya mesti menempuh perjalanan hingga 30 jam, dua kali lipat lebih daripada hari-hari biasa. (Baca di : Cataran Mudik Bagian Pertama).

Minggu, 27 Juli 2014
Dini hari
Saya capek luar biasa. Begitu sampai kami langsung sahur. Setelah sholat subuh saya langsung tidur. Badan capek luar biasa. Praktis saya dua hari tidak tidur.

Minggu malam
Saya panggil tukang pijet langganan saya untuk datang ke rumah. Habis sholat isya’ dia baru datang. Namanya Gatot, tetangga kampung sebelah. Dia seumuran dengan adikku. Dulu neneknya yang jadi tukang pijat. Namanya Mbah Gito. Keahlian memijat ini menurun dari neneknya.

Gatot kalau mijitin lama, bisa satu jam lebih. Bahkan kadang-kadang saya tertidur waktu dipijit. Pijitannya sakit, tapi nyaman setelahnya.

Senin, 28 Juli 2014
Kami sholat Ied di Masjid Agung Magelang. Jamaah kali ini sangat ramai, lebih ramai dari tahun lalu. Jamaahnya sampai meluber ke alun-alun. Kami kebagian sholat di alun2.

Selesai sholat, seperti biasa kami silaturahim. Pertama, tentunya sungkem ke Emak. Lalu dengan keluarga sendiri.

Di kampungku punya tradisi salam-salaman dengan orang sekampung. Orang2 berdiri di pinggir jalan utama. Kemudian dari ujung kampung tempel sari berjalan memutar dan berujung di masjid As Sofyan. Selesai silaturahim dengan orang sekampung lalu kami pergi ke rumah Simbah dan beberapa famili di desa.

Sore baru pulang ke rumah dan langsung ‘tepar’ lagi. Pinginnya malam ini langsung berangkat ke Eyang Pati alias Nano. Tapi badan sepertinya belum mau diajak pergi. Insya Allah besok baru berangkat.

Selasa, 29 Juli 2014
Selasa pagi kami sudah siap2 berangkat ke Pati. Rencananya kamk mau berangkat lewat Jogja sambil pingin silaturahim ke beberapa sahabat dan kerabat.

Kami pingin mampir ke rumah P Muslikhin dan Bu Ria, terus klo bisa ke Bu Siti sekalian. Sudah lama kami juga tidak mampir ke P Hartono, Bapak kos saya dulu. Lanjut klo sempat juga mampir ke Kang Cessi. Dari status di FB sepertinya beliau sedang balik ke kampung Macanan. Tidak lupa juga mampir ke Piyungan, ke tempat saudara jauh kami.

Tapi ternyata semua berjalan di luar rencana. Konon kabarnya jalan2 Jogja-Solo macet. Jalan di jogja memang biasanya macet kalau lebaran. Akhirnya kami merubah rencana dan langsung belok via Selo-Boyolali. Jalur ini sering kami lewati. Jalur yang melewati tengah2 dua gunung; Gunung Merapi dan gunung Merbabu. Jalannya memang berkelak-kelok, tapi pemandangannya asik.

Sampai di Boyolali, ambil kanan menuju Solo. Kira2 15 km sebelum pertigaan Kartosuro Waze

Menaklukkan Tanjakan Ciengkek Ciomas

image

Istirahat di tanjakan Ciengkek Ciomas

Bersepeda adalah salah satu. Olah-raga favoriteku untuk membakar tumpukan lemak di perut. Biasanya saya bersepeda sendiri atau bersama anak-anak menyusuri kampung-kampung (cross country) di seputaran tempat tinggal kami. Ada satu jalur sepeda yang memiliki tanjakan tajam dan menantang. Tanjakan Ciengkek namanya.

Tanjakan ini juga tanjakan favorite bagi para goweser yang menyukai tanjakan dan cross country. Kemiringannya mungkin sampai 40-45o. Artinya tajam banget tanjakannya. Di beberapa tempat orang mesti mengenjot sepeda sambil berdiri agar roda depan tidak terangkat ke atas. Jaraknya dari bawah sampai ke puncak sekitar 500 – 800 m. Ada beberapa kelokan di tanjakan ini.

Ketika melalui jalur ini saya sering ketemu dengan goweser-goweser lain. Pernah ketemu dengan satu atau dua orang. Pernah ketemu dengan rombongan delapan orang. Bahkan pernah ketemu dengan rombongan 40 sepeda. Banyak goweser ingin menaklukkan tanjakan ini.

image

Pete dan rute tanjakan Ciengkem

Peta dan rute tanjakan Ciengkek

Continue reading

Tragedi Buah Kurma

Abim menghilang

Abim menghilang

Ini sepenggal kisah kami di bulan Ramadhan lalu. Sebagai orang tua belum pernah saya mengalami panik yang luar biasa. Anakku yang nomor dua, Abim, hilang.

Sehari sebelum masuk bulan Ramadhan saya memboyong seluruh keluarga kembali ke Bogor dari rumah Eyang Pati. Anak-anak masih libur sekolah, jadi mereka bisa istirahat di rumah. Rumah masih berantakan. Buku-buku belum semua tertata di rak. Baju-baju masih menumpuk di sofa. Tas dan kardus masih berantakan di ruang depan dan ruang tengah. Cucian menumpuk segunung di mesin cuci.

Puasa hari pertama kami awali dengan sahur seadanya. Tidak banyak persiapan bahan makanan yang ada di kulkas. Tidak masalah. Kami semua bahagia, karena bisa mengawali puasa bersama seluruh keluarga. Alhamdulillah.
Continue reading

Pengaruh Luar Biasa dari Doa di Pagi Hari

Doa pagi sore

Mengamalkan Wirid Doa Pagi dan Sore Hari

Doa dan wirid pagi-sore sudah menjadi rutinitas. Karena sudah rutinitas menjadi seperti ‘hampar’ rasanya dan seperti kehilangan maknanya. Wirid-wirid itu hanya meluncur cepat dari mulut tanpa masuk ke hati. Rutinitas yang tidak ‘berbekas’ di hari itu. Beberapa hari ini di awal bulan syawal ini saya coba mengevaluasi ‘rutinitas’ itu.

Ketika SMA dulu saya membeli sebuah buku tafsir Al Fatihah karangan Bey Arifin. Buku itu saya baca habis, karena saya ingin paham surat yang wajib dibaca ketika sholat itu. Di salah satu bagian buku itu ada bahasan tengan ayat ke-4. Salah satunya tentang meminta perlindungan dari Allah SWT. Di buku itu disebutkan sebuah hadist yang mengajarkan salah satu doa yang apabila di baca di pagi hari, maka Allah akan member perlindungan dari semua bala dan marabahaya dari pagi hingga sore hari. Demikian pula apabila dibaca ketika sore hari akan diberi perlindungan dari sore hingga pagi hari berikutnya. Saya praktekkan doa itu. Ini adalah wirid pagi-sore.

Doa Perlindungan: “Bismillahilladzi La Yadhurru …”

Ini doa-nya:

doa pagi dan sore

doa pagi dan sore

بِسْمِ اللَّهِ الَّذِي لَا يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

“Bismillahilladzi La Yadhurru Ma’asmihi Syai’un fil Ardhi wa Laa fis Sama’i wa Huwas Sami’ul ‘Alim.”

Artinya: “Dengan nama Allah Yang bersama NamaNya sesuatu apa pun tidak akan celaka baik di bumi dan di langit. Dialah Maha Medengar lagi maha Mengetahui.”

Continue reading

Percaya pada Pertolongan Allah

Lanjut lagi tentang ‘teman baru‘ saya. Salah satu yang sangat berkesan bagi saya adalah cerita Beliau tentang hakekat ‘pertolongan Allah’.

Sebagai seorang muslim, kita harus percaya pada ‘pertolongan Allah’. Sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat (QS.1:214). Kalimat ini mudah diucapkan, tetapi tidak mudah untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Kadang-kadang kita khilaf dan seakan tidak percaya bahwa Allah pasti akan memberi pertolongan pada hambanya yang memohon pertolongan. Beliau memberikan sebuah cerita nyata tetang bagaimana kekuatan iman dan kekuatan keyakinan pada ‘pertolongan Allah’.

Kisah ini tentang temannya yang sedang membutuhkan banyak uang. Temannya itu membutuhkan uang segera untuk membayarkan uang kuliah untuk anaknya esok hari. Jumlah yang dibutuhkan cukup besar, sedangkan tabungannya tidak mencukupi. Dia sudah berusaha berbagai cara untuk mendapatkan uang tersebut. Namun, sampai hari terakhir dia belum juga mendapatkannya. Salah satu cara untuk mendapatkan uang adalah dengan meminjam ke ‘rentenir’ (saya sebut saja begitu).
Continue reading

Teman Baru

Hidup ini kadang-kadang tidak terduga dan selalu ada kejutan-kejutan. Kemarin pagi saya mendapatkan kejutan itu. Pagi-pagi ketika saya baru saja sampai ke kantor, tiba-tiba telepon saya berdering. Telepon yang tidak biasa saya gunakan untuk menelpon. Ketika saya lihat, nomornya tidak terdaftar dalam daftar kontak saya. Artinya telepon dari ‘orang yang tidak dikenal’.
Biasanya saya abaikan telepon-telepon semacam ini. Karena biasanya kalau tidak dari asuransi, kartu kredit, atau malah ‘telepon mama minta pulsa’. Saking jengkelnya saya dengan telepon semacam ini, sampai saya buat tip singkat untuk memblokir telepon spam (Klik di sini). Namun, pagi ini tidak. Saya terima telepon itu.

“Assalamu’alaikum…”, sapa saya.
Tidak ada suara yang terdengar. Hanya samar-samar seperti ada suara orang berjalan dan gemericik air.
Saya ulangi sekali lagi “Assalamu’alaikum….”.
Sesaat tidak ada balasan apa-apa. Hampir saja saya tutup telepon itu.
Tapi kemudian ada suara menyahutnya:
“Wa’alaikum salam….dengan Bapak Isroi?”, tanya orang di seberang.
“Ya betul saya sendiri…”, jawab saya.
Kemdian dia memperkenalkan diri, menyampaikan dari mana dia mendapatkan nomor ini, dan seterusnya.
Continue reading